(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "Tafsir Ibnu Katsir Juz 14 {Surat Al-Hijr 2 s.d. An-Nahl 128}"

AUMAM ABUI FfDA (SMAU (BNU KASIR AD-DIMASyOf 







VII 



DAFTAR ISI 



JUZ 14 

. AI-Hijr, ayat 2-3 — I 

. AI-Hijr, ayat 4-5— M 

. Al-Hijr. ayat 6-9 — II 

. Al-Hijr, ayat 10-13 — 14 

. Al-Hijr, ayat 14-15 — 15 

. Al-Hijr, ayat 16-20—16 

. AI-Hijr,ayat21-25— 20 

. AI-Hijr, ayat 26-27— 29 

. Al-Hijr. ayat 28-33— 31 

. Al-Hijr, ayat 34-38 — 34 

. AI-Hijr, ayat 39-44 — 35 

. Al-Hijr, ayat 45-50 — 43 

. AI-Hijr. ayat 5 1 -56 — 52 

. Al-Hijr. ayat 57-60 — 55 

. Al-Hijr, ayat 61-64 — 56 

. Al-Hijr, ayat 65-66 — 57 

. AI-Hijr, ayat 67-72— 59 

. Al-Hijr, ayat 73-77 — 61 

. Al-Hijr, ayat 78-79 — 66 

. Al-Hijr, ayat 80-84 —67 

. AI-Hijr, ayat 85-86 — 69 

. Al-Hijr, ayat 87-88 -72 

. Al-Hijr, ayat 89-93— 78 

. AI-Hijr, ayat 94-99 -86 

Surat An-Nahl —96 

, An-Nahl, ayal I — 96 

. An-Nahl, ayat 2— 100 



kampungsannah. org 



VIII 



An-Nahl, ayat 3-4— 102 
An-Nahl, ayal 5-7— 104 
An-Nahl, ayat 8— 109 
An-Nahl, ayat 9 — 113 
An-Nahl, ayal 10-11 — 117 
An-Nahl, ayat 12-13 — 119 
An-Nahl, ayat 14-18 — 121 
An-Nahl, ayal 19-21 — 127 
An-Nahl, ayat 22-23 128 
An-Nahl, ayat 24-25 — 130 
An-Nahl, ayat 26-27 — 134 
An-Nahl, ayat 28-29 — i 39 
An-Nahl, ayat 30-32— 141 
An-Nahl. ayat 33-34- 146 
An-Nahl, ayat 35-37 — 148 
An-Nahl, ayat 38-40— 154 
An-Nahl, ayat 41-42— 159 
An-Nahl, ayat 43-44 — 162 
An-Nahl. ayat 45-47— 167 
An-Nahl, ayat 48-50 — 170 
An-Nahl. ayat 5 1 -55 — 173 
An-Nahl, ayat 56-60 — 176 
An-Nahl, ayat 6 1 -62— 181 
An-Nahl. ayat 63-65 1 86 
An-Nahl, ayal 66-67— 188 
An-Nahl, ayat 68-69 193 
An-Nahl. ayat 70 — 202 
An-Nahl. ayat 7 1— 204 
•An-Nahl. ayat 72 — 206 
An-Nahl, ayat 73-74 - - 2 1 
An-Nahl. ayat 75— 211 
An-Nahl, ayat 76 — 212 
An-Nahl, ayat 77-79 — 214 
An-Nahl, ayat 80-83 219 
An-Nahl, ayal 84-88 — 226 



kampungsannah. org 



IX 



An-Nahl, ayal 89 — 233 
An-Nahl, ayat 90 — 237 
An-Nahl, ayat 9 1 -92 244 
An-Nahi, ayat 93-96 — 252 
An-Nahl, ayat 97 — 255 
An-Nahl. ayat 98-100 — 258 
An-Nahl, ayat 101-102 — 260 
An-Nahl. ayat 103 — 262 
An-Nahl, ayat 104-105 — 265 
An-Nahl, ayat 1 06- 1 09 — 266 
An-Nahl, ayat 1 10- 1 1 1 — 272 
An-Nahl. ayat 112-113 — 274 
An-Nahl, ayat 114-117 — 278 
An-Nahl, ayat 118-119 — 282 
An-Nahl, ayat 120-123—284 
An-Nahl, ayat 124 -289 
An-Nahl, ayal 12S — 291 
An-Nahl, ayat 1 26- 1 28 — 293 



kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



JUZ 14 



Al-Hijr, ayat 2-3 

*•* «T'*-** "^ P —?• •*--• k>l 



Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) 
menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang- 
orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan 
bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), 
maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). 
(Al-Hijr: 2-3) 

Firman Allah S\vt: 

Orang-orang yqng kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng- 
inginkan. (Al-Hijr. 2), hingga akhir ayat. 

Ayat ini menceritakan tentang orang-orang kafir, bahwa di-akhirat kelak 
mereka akan menyesali kekafiran mereka selama di dunia, dan mereka 
hanya bisa berharap seandainya saja mereka menjadi orang-orang muslim 
ketika di dunia. 

As-Saddi di dalam kitab tafsirnya telah menukil sebuah asar berikut 
sanadnya yang berpredikat masyhur dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud serta 
sahabat-sahabat lainnya, bahwa orang-orang kafir Quraisy — saat mereka 
akan dimasukkan ke dalam neraka — berharap seandainya saja mereka 
dahulu menjadi orang-orang muslim 

kampungsunnah. org 



Juz 14 — Al-Hijr 



Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialali setiap orang 
kafir di saat menghadapi kematiannya menginginkan seandainya saja dia 
menjadi orang mukmin sebelumnya. 

Menurut pendapat yang lainnya, ayat ini menceritakan perihal hari 
kiamat, sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman- 
Nya: 



Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadap- 
kan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kanji dikembali- 
kan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta 
menjadi orang-orang yang beriman. " (tentulah kamu melihat suatu 
peristiwa yang mengharukan). (Al-An'am: 27) 

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Salamah ibnu Kahil, dari Abuz 
Zahiriyah, dari Abdullah (Ibnu Mas'ud) sehubungan dengan makna firman 
Allah Swt: 



■Y-jr^>0i 






Orang-orang yang kafir itu sertng kali (nanti di akhirat) meng- 
inginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang 
muslim. (Al-Hijr: 2) 

Bahwa ayat ini menceritakan perihal orang-orang yang menghuni neraka 
Jahanam ketika melihat teman-teman mereka dikeluarkan dari neraka. 
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, 
telah menceritakan kepada kami Muslim, lelah menceritakan kepada kami 
Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Farwali AI-Abdi, 
bahwa Ibnu Abbas dan Anas ibnu Malik menakwilkan ayat ini, yaitu 
firman-Nya: 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



Orang-orang yang kafir Itu sering kail {nanti di akhirat) meng- 
inginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang 
muslim. (Al-Uijr: 2) 

dengan pengertian berikut: Ayat ini menceritakan hari (ketika itu) Allah 
memasukkan orang-orang yang berdosa dari kalangan kaum muslim ke 
dalam neraka bersama orang-orang musyrik. Kemudian orang-orang 
musyrik berkata kepada mereka, ''Tiada manfaatnya bagi kalian 
penyembahan kalian (kepada Allah) ketika di dunia." Maka Allah murka 
kepada orang-orang musyrik, lalu berkat kemurahan dari-Nya, Dia 
mengeluarkan orang-orang muslim dari neraka Yang demikian itu 
disebutkan oleh Allah S\vt. dalam firman-Nya: 



f=V:J^-dt^ 






Orang-orang yang kafir ilu sering kali (nanti di akhirat) 
menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang- 
orang muslim. (AI-Hijr: 2) 

Abdur Razzag mengatakan, telah menceritakan kepada kami As-Sauri, 
dari Hammaij, dari Ibrahim dan dari Khasif. dari Mujahid, keduanya 
mengatakan bahwa penghuni tetap neraka berkata kepada ahli tauhid yang 
berada di dalam neraka, "Tiada manfaatnya bagi kalian iman kalian." 
Manakala mereka mengatakan demikian, Allah berfirman, "Keluarkanlah 
semua orang yang di dalam kalbunya terdapat iman sebesar biji sawi!" 
Perawi mengatakan bahwa yang demikian itulah apa yang disebutkan 
oleh firman Allah S\vt.: 



iV.'Jtw^ 1 






Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng- 
inginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang- 
orang muslim. (Al-Hijr 2) 

HaJ yang sama telah diriwayatkan dari Ad-Dahhak, Qatadah, Abui Aliyah. 
dan lain-lainnya. 

kampungsannah. org 



Juz 14 — Al-Hijr 



Masalah ini disebutkan pula dalam banyak hadis marju', seperti 
penjelasan berikut. Al-Hafiz Abui Qasim At-Tabrani mengatakan, telah 
mencernakan kepada kami Muhammad ibnul Abbas (yaitu Al-Akhram), 
lelah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mansur At-Tusi, telah 
menceritakan kepada kami Saleh ibnu Ishaq Al-Jahbaidan Ibnu L'layyah 
Yahya ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ma'ruf ibnu Wasil, 
dari Ya'qub ibnu Nabatah, dari Abdur Rahman Al-Agar, dari Anas ibnu 
Malik r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernali bersabda: 



Sesungguhnya ada sebagian orang dari kalangan orang-orang 
yang mengucapkan, "Tidak ada Tuhan selain Allah " masuk ke 
dalam neraka karena dosa-dosa mereka. Maka berkatalah kepada 
mereka para penyembah Lata dan 'Vzza (orang-orang musyrik), 
"Tiada manfaatnya bagi kalian ucapan kalian. 'Tidak ada Tuhan 
selain Allah, ' sedangkan kalian sekarang berada di dalam neraka 
bersama-sama kami " Maka Allah murka terhadap mereka, lalu 
Allah mengeluarkan ahli tauhid yang berdosa itu (dari neraka) dan 
melemparkan mereka ke dalam sungai kehidupan, maka mereka 
menjadi bersih dari kehangusannya, sebagaimana bersihnya 
rembulan setelah gerhana. Lalu mereka dimasukkan ke dalam surga, 
dan mereka di dalam surga dijuluki dengan sebulan golongan 
Jahannamiyyun. 

Lalu ada seorang lelaki berkata kepada sahabat Anas, "Hai Anas, apakah 
benar kamu mendengar hadis ini dari Rasulullah Saw.?" Sahabat Anas 
menjawab bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: 

kampungsannah. org 



Tp.fsir Ibnu Kgsir 



Barang siapa yang mendustakan ahi dengan sengaja, maka 
hendaklah ia hersiap-siap untuk menduduki tempatnya di neraka. 

"Ya, saya mendengarnya langsung dari Rasulullah Saw. saat beliau 
mengatakan hadis ini." Kemudian Imam Tabrani mengatakan bahwa hadis 
ini diriwayatkan oleh AJ-Jahbaz secara munfahd. 

Hadis kedua: Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada 
kami Abusy Sya'sa Ali ibnu Hasan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada 
kami Khalid ibnu Nafi' AI-Asy'ari, dari Sa'id ibnu Abu Burdah, dari 
ayahnya, dari Abu Musa r.a. >ang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda; 

Apabila ahli neraka telah berkumpul di dalam neraka yang 
antara lain termasuk ahli kiblat yang dikehendaki oleh A llah (masu k 
neraka), maka orang-orang kafir berkata kepada orang-orang 
muslim. "Bukankah kalian orang-orang muslim?" Orang-orang 
muslim menjawab, "Benar, kami orang muslim. "Mereka berkata, 
"Tiada manfaatnya Islam bagi kalian, sedangkan kalian menjadi 
orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama 

kampungsunnah. org 



Juz 14 — AJ-Hii 



kami. " Orang-orang muslim menjawab, "Dahulu kami banyak 
melakukan dosa. maka kami dihukum karenanya. " Allah mendengar 
apa yang dikatakan oleh mereka, maka Dia memerintahkan 
agar orang-orang yang ada di dalam neraka dari kalangan 
ahli kiblat dikeluarkan Ketika orang-orang kafir yang masih tetap 
di dalam neraka melihat hal tersebut, maka mereka berkata, 
"Sekiranya kami dahulu menjadi orang-orang muslim, tentulah 
kami akan dikeluarkan (dari neraka) sebagaimana mereka 
dikeluarkan. " 

Pcrawi melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah Saw. 
membacakan firman Allah yang dimulainya dengan bacaan, 'Aku 

berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." 

» 

Alif. Lam, Ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab 
(yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al-Our'an yang memberi 
penjelasan Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) 
menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang- 
orang muslim. (Al-Hijr 1-2) 

lbnu Abu Hatta meriwayatkan hadis ini melalui Khalid ibnu Nafi' dengan 
sanad yang sama, tetapi di dalamnya disebutkan "Dengan menyebut nama 
Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" sebagai ganti dari 
isti "azah 

Hadis yang ketiga: Imani Tabrani telah mengatakan pula. telah 
menceritakan kepada kami Musa ibnu 1 laron, telah menceritakan kepada 
kami Ishaq ibnu Rahawaih, yang telah mengatakan bahwa ia pernah 
bertanya kepada Abu Usamah, "Apakah pernah Abu Rauq yang nama 
aslinya Atiyyah ibnul 1 laris menceritakan kepadamu bahwa telah 
menceritakan kepadanya Saleh ibnu Abu Syarif yang telah mengatakan 
bahwa dia pernah bertanya kepada Abu Sa'id Al-Khudri. 'Pernahkah 
engkau mendengar dari Rasulullah Saw. tafsir firman Allah Swt berikut', 
yaitu. 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasif 



Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng- 
inginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang 
muslim (Al-Hijr: 2) 

Abu Sa'id menjawab, ' Ya, saya pernah mendengar beliau bersabda', yakni: 



Allah mengeluarkan sejumlah manusia dari kalangan kaum 
mukmin dari nereka sesudah mereka menerima kemurkaan 
dari-Nya. 

Dan beliau Saw. bersabda pula; 

Selelah Allah memasukkan mereka (orang-orang mukmin yang 
durhaka) bersama dengan orang-orang musyrik ke dalam neraka., 
maka orang-orang musyrik bertanya kepada mereka, "Kamu 
mengira bahwa kamu adalah kekasih-kekasih Allah ketika di dunia, 
lalu mengapa kamu bisa dimasukkan ke dalam neraka bersama- 
sama dengan kami? " Maka apabila Allah mendengar ucapan 

kampangsannah. org 



Juz 14 — Al-Hijr 



tersehat dan orang-orang masyrik, la/a Allah memberi izin untuk 
diberikan syafaat kepada mereka (orang-orang mukmin yang 
durhaka itu). Lalu para malaikat, para nabi. dan orang-orang 
mukmin yang bersih memberi syafaat kepada mereka, hingga 
mereka dikeluarkan dari neraka dengan seizin Allah. Dan 
apabila orang-orang musyrik melihat hal tersebut, berkatalah 
mereka. "Aduhai, sekiranya kami dahulu seperti mereka, tentulah 
kami pun akan beroleh syafaat pula dan dikeluarkan dari neraka 
ini bersama-sama dengan mereka " 

Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa yang demikian itulah yang dimaksud 
oleh firman Allah Swl.: 

******** ^^y^stP^^i^) 

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng- 
inginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang 
muslim. (Al-Hijr: 2) 

Maka orang-orang mukmin durhaka yang terbelakang masuk surganya 
itu diberi nama kaum Jahannamiyyin karena wajah mereka masih 
kelihatan menghitam. 

Lalu mereka berkata, "Ya Tuhanku, lenyapkanlah julukan ini dari 
kami.''' Maka Allah memerintahkan kepada mereka untuk mandi, lalu 
mereka mandi di sungai surga, setelah itu lenyaplah julukan iiu dari 
mereka (karena muka mereka tidak hitam lagi). Lalu Abu (J saman 
mengakui pernah mendengar hadis itu, dan menjawab lshaq ibnu 
Rahawaih dengan kata-kata mengiakan. 

Hadis keempat: Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Ali ibnul I lusain, telah menceritakan kepada kami AI-Abbas 
ibnul Walid Al-Bursi, telah menceritakan kepada kami Miskin Abu 
Fatimah, telah menceritakan kepadaku Al-Yaman ibnu Yazid, dari 
Muhammad ibnu Jubair, dari Muhammad ibnu Ali. dari ayahnya, dari 
kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampungsunnah. org 



Talsir IfafW Ka5« 



Di antara' ahli neraka ada yang dibakar oleh api neraka sampai 
bafas lututnya, di antara mereka ada yang dibakar api neraka 
sampai balas pinggangnya, di antara mereka ada yang dibakar 
api neraka sampai batas lehernya, masing-masing orang 
disesuaikan dengan kadar dosa dan amal perbuatannya. Di antara 
mereka ada yang tinggal di dalam neraka selama satu bulan, 
kemudian dikeluarkan darinya. Di antara mereka ada yang 
tinggal di dalamnya selama satu lahun, kemudian dikeluarkan 
dahnya. Dan orang yang paling lama menghuni neraka adalah 
seusia dunia sejak dunia diciptakan hingga kiamat. Apabila 
Allah hendak mengeluarkan mereka dari neraka, berkatalah 
orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan para penghuni 
neraka dari kalangan agama lain dan para penyembah berhala 
kepada penghuni neraka dari kalangan ahli tauhid, "Kalian telah 
beriman kepada Allah. kitab-kitab-Nya. dan rasid-rasid-Nya, tetapi 
kami dan kalian sekarang sama saja berada di dalam neraka. " 

kampangsunnah. org 



|0 Juz 14 — Al-Hljr 

Maka Allah murka dengan kemurkaan yang tidak pernah 
dialami -Nya sebelum itu karena sesuatu hal, lalu Allah menge- 
luarkan ahli tauhid (dan melemparkan mereka) ke dalam mata air 
di dalam surga. Hal ini disebutkan aleh firman Allah. "Orang- 
orangyang kafir itu (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka 
dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim " (Al-I lijn 2). 

Firman Allah Swt: 



Y i 



8a&$&4ssjs 



Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang 
(Al-Hijr: 3) 

Dalam ayat ini terkandung peringatan yang keras dan ancaman > , ang pasti, 
seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lainnya melalui firman 
Allah Swt.: 



&V-s 



^*- j&ti&&»&g&ft 



Katakanlah, "Bersenang-senanglah kalian, karena sesungguhnya 
tempat kembali kalian ialah neraka- " (Ibrahim: 30) 



* - **«(*» $Ua$fcS£ # 



(Dikatakan kepada orang-orang kafir), "Makanlah dan bersenang- 
senanglah kalian (di dunia dalam waktu) yang pendek, sesung- 
guhnya kalian adalah orang-orang yang berdosa. " (Al-Mursalat: 
46) 



n*aj . w 



Dan dalam firman berikutnya disebutkan: 

dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). (Al-Hijr: 3) 
Maksudnya, lalai dari bertobat dan tidak mau sadar. 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir II 

moifl fte/a& mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). 
(Al-Hijr: 3) 

Al-Hijr, ayat 4-5 



/)om /fomj //arfo membinasakan sesuatu kota pun, melainkan ada 
baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan. Tidak ada suatu 
umat pun yang dapat mendahulukan ajalnya, do?) tidak (pula) dapat 
mengundurkan (nya). 

Allah Sut. menceritakan bahwa tidak sekali-kali Dia membinasakan 
penduduk suatu kota melainkan setelah tegaknya bukti atas kota itu dan 
telah sampai ajal mereka. Dia tidak akan menangguhkan suatu umat pun 
dari ajalnya bila telah tiba saatnya, dan mereka tidak dapat pula 
dibinasakan terlebih dahulu dari waktu ajalnya. Hal ini mengandung 
peringatan bagi ahli Mekali dan sekaligus mengandung petunjuk agar mereka 
menanggalkan kemusyrikan, keingkaran, dan kekafirannya yang membuat 
mereka berhak untuk dibinasakan. 

Al-Hijr, ayat 6-9 

Mereka berkata. "Hai orang-orang yang diturunkan Al-Qur an 
kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. 

kampungsannah. org 



12 Juz 14 — Al-Hijr 

Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika 
kamu termasuk arang-arang yang benar? " Kami tidak menunaikan 
malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan 
tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kamilah 
yang menurunkan Al-Qur 'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar 
memelihara-nya. 

Allah Swl. menceritakan tentang kekafiran dan keingkaran mereka dalam 
ucapannya yang disitir oleh firman-Nya: 

Hai arang yang diturunkan Al-Qur 'an kepadanya. j(Al-Hirj: 6) 
Maksudnya, orang yang mengakui Al-Qur'an diturunkan kepadanya 

sesungguhnya kamu benar-benar arang yang gila. (Al-Hijr; 6) 

Yakni dalam seruanmu yang kamu tujukan kepada kami agar kami 
mengikutimu dan meninggalkan apa yang kami jumpai nenek moyang 
kami melakukannya. 



Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami. 
(Al-Hijr: 7) 

Yaitu para malaikat yang mempersaksikan kebenaran dari apa yang kamu 
sampaikan itu. Perihalnya sama dengan ucapan Fir'aun yang disitir oleh 

firman-Nya: 

Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau 
malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkanriya? (Az- 
Zukhruf: 53) 

kampungsannah.org 



Tafs» Ibnu Kasir 13 

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertcmuan{nya) 
dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat 
atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita? " Sesungguhnya 
mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar- 
benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. Pada 
hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira 
bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "flijram 
Mahjuni." (Al-Furqan: 21-22) 

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (umuk 
membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh. (Al- 
Hijr. 8) 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah S\vt: 

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar. (Al- 
Hijr: 8) 

untuk membawa risalah dan azab. Kemudian Allah Swt. menetapkan 
bahwa Dialah yang menurunkan Al-qur'an, dan Dia pulalah yang 
memeliharanya dari perubahan dan penggantian. Di antara ulama tafsir 
ada yang merujukkan damir yang ada dalam firman-Nya, "Luhu 
Laha/izun" kepada Nabi Muhammad Saw., bukan kepada Al-Qur'an. 
Yakni sama dengan pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

kampangsannah. org 



14 Juz 14 — Al-H^r 

Allah memelihara kamu dari fgangguan) manusia. (AI-Maidah: 67) 

Tetapi makna yang pertama lebih utama karena bersesuaian dengan makna 
lahiriah konteks ayat, 

Al-Hijr, ayat 10-13 



Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum 
kamu kepala umat-umat yang terdahulu. Dan tidak datang seorang 
rasul-pun, melainkan mereka selalu mernperolok-olokkannya 
Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok- 
olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang- 
orang kafir), merelai tidak beriman kepadanya (AI-Qut'an) dan 
sesungguhnya telah berlalu Sunnatullah terhadap orang-orang 
yang dahulu. 

Allah Swi. menghibur hati Rasul-Nya di saat beliau menghadapi tantangan 
dari orang-orang yang mendustakannya dan kalangan orang-orang kafir 
Quraisy. bahwa Dia telah mengutus rasu'-rasul-Nya di kalangan umat- 
umat terdahulu sebelumnya. Dan sesungguhnya tidak sekali-kali datang 
kepada suatu umat seorang rasul, melainkan mereka mendustakan dan 
mernperolok-olokkannya. 

Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa Dia telah memasukkan 
rasa ingkar ke dalam hati orang-orang yang berdosa, yaitu mereka yang 
ingkar dan menyombongkan dirinya, tidak mau mengikuti hidayah 
(petunjuk). 

Anas dan AM lasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

kampungsonnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir I 5 



\Y:jX*Jl^ 



§AJM&a& 



Demikianlah. Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok- 
olokkan itu) ku dalam hati orang-orang yang berdosa. (Al-Hijr: 
12) 



Makna yang dimaksud ialah kemusyrikan. 
Firman Al tali S\vt: 



tzir-j?*>4' 



<^!&^& 



dan sesungguhnya telah berlalu Sunnatullah terhadap orang- 
orang dahulu. (Al-ltijr: 13) 

Artinya, telah diketahui apa yang diperbuat oleh Allah terhadap orang- 
orang yang mendustakan rasuI-rasuI-Nya, yaitu Dia membinasakan dan 
menghancurkan mereka; juga bagaimana Allah menyelamatkan para nabi 
dan para pengikutnya di dunia dan di akhirai. 

Al-Hijr, ayat 14-15 

Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah 
satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke 
atasnya, tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan 
kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang 
kena sihir. " 

Allah Swt. menceritakan perihal kuatnya kekafiran, keingkaran, dan 
kesombongan orang-orang kafir terhadap pericara yang hak. Bahwa 
seandainya dibukakan bagi mereka sebuah pintu ke langit, lalu mereka 
menaikinya, niscaya mereka tetap tidak akan mempercayainya, balikan 
mereka akan mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya: 

kampangsannah. org 



16 Juz 14 — Al-Hfrf 

Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan. (AI-Hijr: 15) 

Mujahid dan Ibnu Kasir serta Ad-Dahliak mengatakan bahwa makna ayat 
tersebut ialah 'pandangan mata kamilah yang tertutup'. Qatadah, dari 
Ibnu Abbas, menyebutkan bahwa pandangan mata kamilah yang 
dibutakan. Menurut Al-Auf:. dari Ibnu Abbas, pandangan mata kami 
dikaburkan dan sesungguhnya kami terkena sihir. Al-Kalbi mengatakan, 
mata kamilah yang dibutakan. 

Ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firnian-Nya: 

pandangan kamilah yang dikaburkan. (Al-Hijr 15) 

As-sakran artinya orang yang tidak sadar akan akal sehatnya (yakni 
mabuk). 

Al-Hijr, ayat 16-20 

^^•g&vft#&i% gas @&v^$ 

Dan sesungguhnya Kami telah menaptakan gugusan bintang- 
bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang- 
orang yang memandanginya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap 
setan yang terkutuk, kecuali setan yang mencuri-curi (benta)><an£ 
dapat didengar (dari malaikat), lalu dia dikejar oleh semburan 
api yang terang- Dan Kami telah menghamparkan bumi dan 
menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan 
padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah 
menjadikan untuk kalian di bumi keperluan-keperluan hidup. 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1_7 

dan (Kami menciptakanpufo) makhluk-makhluk yang kalian sekali- 
kali bukan pemberi rezeki kepadanya. 

Allah Swt. men> ebutkan tentang langit yang diciptakan-Nya, yang sangat 
tinggi disertai dengan bintang-bintang yang menghiasinya, baik yang tetap 
maupun yang beredar. Hal tersebut dapat dijadikan tanda-tanda yang jelas 
menunjukkan kekuasaan-Nya bagi orang yang merenungkannya dan 
menggunakan akal pikirannya dalam menganalisis keajaiban-keajaiban 
alam yang sangat mengagumkan itu dan membuat terpesona orang yang 
memandangnya. 

Karena itulah Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa yang 
dimaksud dengan al-buruj dalam ayat ini ialah bintang-bintang. 

Menurut kami (penulis), makna ayat ini sama dengan yang disebutkan 
oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 

Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan 
bintang. (Al-Furqan: 61), hingga akhir ayat. 

Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa al-buriij artinya mamilah- 
mamilah (tempat-tempat) bagi matahari dan bulan 

Atiyyah Al-Aufi mengatakan bahwa al-buruj dalam ayat ini artinya 
gedung-gedung yang di dalamnya ada penjaganya. Dan dijadikanlah 
bintang-bintang meteor sebagai penjaganya dari gangguan setan-setan 
yang jahat, agar setan-setan tidak dapat mencuri dengar percakapan para 
malaikat yang ada di langit. Maka barang siapa di antara setan-setan 
membangkang dan berani berbual mencuri dengar, maka dia akan 
dilempar oleh bintang yang menyala terang itu hingga membinasakannya. 
Akan tetapi, adakalanya setan telah menyampaikan pembicaraan yang 
telah didengarnya itu kepada setan yang ada di bawahnya sebelum ia 
dikenai oleh bintang yang menyala. Lalu setan yang menerimanya itu 
menyampaikannya kepada setan lainnya yang ada di bawahnya, kemudian 
ia menyampaikannya kepada kekasihnya, seperti yang disebutkan 
dengan jelas dalam hadis sahih. 

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Imam Bukhari mengatakan, 
telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan 

kampungwnnoh. org 



18 Juz 14 — AI-Hijt 

kepada kami Sufyan. dari Amr, dari Ikrimah, dari Abu I lurairali yang 
menyampaikannya dan Nabi Saw .. bahwa Nabi Saw pernah bersabda. 



Apabila Aliah memuluskan urusan di langit, malaikat mengepakkan 
sayapnya karena tunduk patuh kepada Jirman-Nva. (yang bunyinya) 
seakan-akan seperti suara rantai (yang dijatuhkan) di atas batu 
yang licin (berbunyi gemerincing). 

Ali dan lain-lainnya mengatakan bahwa seakan-akan .suaranya seperti 
suara rantai yang jatuh di atas batu yang licin dan menembusnya karena 
wibawa dan pengaruh firman Allah kepada mereka. Manakala para 
malaikat terkejut dan takut, mereka berkata, "Apakah yang telah 
difirmankan oleh Tuhan kalian''" Maka mereka berkata kepada malaikat 
yang bertanya, "Sesungguhnya apa yang difirmankan oleh-Nya adalah 
hak belaka. Dia Mahatinggi lagi Mahabesar." 

Maka percakapan mereka didengar oleh setan yang mencuri dengar 
Setan-setan yang mencuri dengar itu — menurut yang digambarkan dan 
diperagakan oleh sufyan dengan tangannya seraya membuka semua jari 
tangannya yang kanan dan menegakkannya serta menyusunnya yang satu 
di atas yang lainnya — satu sama lainnya saling mengusung. Adakalanya 
bintang yang membakar itu mengenai setan yang mencuri dengar 
percakapan para malaikat, sebelum setan menyampaikannya kepada 
teman yang ada di bawahnya. Adakalanya setan sempat menyampaikan 
hasil curi dengarnya itu kepada teman yang dibawahnya sebelum ia 
terkena oleh bintang yang membakar. Kemudian temannya itu meneruskannya 
sampai kepada setan yang ada di bumi. 

Adakalanya Sufyan mengatakan, "Hingga sampai di bumi, lalu 
dilemparkan ke dalam mulut penyihir atau tukang tenung (tukang ra- 
mal); setan memasukkannya disertai dengan seratus kali dusta, maka 
tukang sihir itu percaya- Dan para tukang sihir dan tukang tenung itu 
mengatakan. 'Bukankah kita telati diberi tahu bahwa hari anu akan terjadi 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 19 

peristiwa anu dan anu, dan lemyata kami menjumpainya benar sesuai 
dengan berita yang dicuri dengar dan langit' " 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan penciptaannya terhadap bumi, 
dan bumi itu dipanjangkan, diluaskan serta digelarkan-Nya Dia 
menjadikan padanj^ gunung-gunung yang menjulang tinggi, lembah- 
lembah, dataran-dataran rendah, dan padang-padang sahara. Dia juga 
menumbuhkan tanam-tanaman dan berbagai macam buah yang beraneka 
ragam 

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya 



segala sesuatu menurut ukuran. (AI-Hijr: 19) 

Yakni menurut ukurannya yang telah dimaklumi. Hal yang sama telah 
dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, Abu Malik, Mujahid, AI- 
Hakam ibnu Uyaynah, Al-Hasan ibnu Muhammad, Abu Saleh, dan 
Qatadah. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa makna ayat ini 
ialah, "Segala sesuatu menurut ukurannya ^-ang pantas." 

Ibnu Zaid mengatakan, makna ayat ialah "segala sesuatu menurut 
kadar dan ukurannya yang sesuai"'. Ibnu Zaid mengatakan pula bahwa 
yang dimaksud dengan lafaz mauzim ialah timbangan yang biasa dipakai 
di pasar-pasar. 

Firman Allah Swt.: 



&t-:j^vOl=> 



&£&&&& 



Dan Kami telah menjadikan untuk kalian di bumi keperluan- 
keperluan hidup. (Al-Hijr: 20) 

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia telah menciptakan berbagai macam 
sarana dan penghidupan di muka bumi. Ma'ayuy adalah bentuk jamak 
dari ma'isyah 

Firman Allah Swt.: . 



Suk$£3$? 



kampangsunnah. org 



20 Juz 14 — Ai-Hiir 

dan (K&m\mencipl^kanpu\a)r*}akh/uk-makfilukyarig kalian sekali- 
kali bukanlah pemberi rezeki kepadanya. (AI-Hijr: 20) 

Menurut Mujahid, makhluk yang dimaksud ialah hewan-hewan liar dan 
hewan-hewan ternak. Sedangkan Ibmi Jarir mengatakan bahwa makna 
yangdimaksud ialah budak-budak belian, hewan liar, dan hewan ternak. 
Makna yang dimaksud ialah Allah telah menganugerahkan kepada 
mereka segala macam sarana dan mata pencaharian serta penghidupan 
untuk fasilitas mereka. Allah juga telah menundukkan buat mereka hewan- 
hewan untuk kendaraan mereka, serta hewan ternak yang mereka makan 
dagingnya, dan budak-budak lelaki uan wanita yang melayani mereka: 
sedangkan rezeki mereka dari Penciptanya, bukan dari orang-orang yang 
memiliki mereka, karena mereka hanya memanfaatkannya saja. 

AI-Hijr, ayat 21-25 

gjjgs ^jOj^s^^^M^M 

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah 
khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan 
ukuran yang tertentu. Dan Kami telah meniupkan angin untuk 
mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari 
langit, lalu Kami beri minum kalian dengan air itu. dan sekali-kali 
bukanlah kalian yang menyimpannya. Dan sesungguhnya benar- 
benar Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami 
(pulalah) j wig mewarisi. Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui 
orang-orang yang terdahulu daripada kalian dan sesungguhnya 
Kami mengetahui pida orang-orang yang terkemudian (daripada 
kalian). Sesungguhnya Tuhanmu. Dialah yang akan menghim- 

kampongsannoh. org 



fefsif Ibnu Kas* 2 1 

purikah mereka. Sesungguhnya Dia adalah Mahahijaksana lagi 
Maha Mengetahui. 

Allah Swt menyebutkan bahwa Dialah yang memiliki segala sesuatu, 
dan bahwa segala sesuatu mudah bagi-Nya serta tiada harganya bagi- 
Nya. Di sisi-Nya Dia memiliki perbendaliaraan segala sesuatu yang terdiri 
atas berbagai macam jenis dan ragamnya. 

dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran 
tertentu. (Al-Hijr: 21) 

Yakni menurut apa yang dikehendaki dan yang disukai-Nya, dan karena 
adanya hikmah yang sangat besar serta rahmat bagi hamba -hamba-Nya 
dalam liat tersebut, bukanlah sebagai suatu keharusan, bahkan Dia 
menetapkan atas diri-Nya kasih sayang (rahmat). 

Yazid ibnu Abu Ziyad telah meriwayatkan dari Abu Juhaitah, dari 
Abdullah, bahwa tiada suatu daerah pun yang diberi hujan selama setahun 
penuh, tetapi Allah membagi -bagi ka n nya sesuai dengan apa yang 
dikehendaki-Nya. Maka Dia memberikan hujan secara terbagi-bagi, 
terkadang di sana dan terkadang di sini. Kemudian Abdullah ibnu Mas'ud 
membacakan firman-Nya: 



.Y.\-JX^y)\r> 



$m&%$&M 



Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanah 
(perbcndaharaan)H}'fl. (Al-Hijr: 21). hingga akhir ayat. 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Ibnu Jarir mengatakan pula, 
telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada 
kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Salim, dari 
AI-Hakam ibnu Uyaynah sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: 



■HfJ^ib 



&MU& 



dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang 
tertentu. (Al-Hijr: 21) 

kampungsannah.org 



22 Juz 14 — Af-Hrjr 

Bahwa tiada sualu tahun pun yang lebih banyak hujannya daripada tahun 
yang lain, tidak pula kurang; tetapi suatu kaum diberi hujan, sedangkan 
kaum yang lain tidak diberi berikut semua hewan yang ada di laut. 

lbnu Jarir mengatakan, 'Telah sampai sualu berita kepada kami 
bahwa setnng dengan turunnya hujan, turun pula para malaikat yang 
bilangannya jauh lebih banyak daripada bilangan anak-anak iblis dan 
anak-anak Adam. Bilangan mereka sama dengan setiap tetes dari air hujan, 
turun di tempat mana pun tetes air hujan jatuh dan di daerah mana pun 
yang menumbuhkan tetumbuhan." 

AI-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Daud lbnu 
Bukair. telah menceritakan kepada kami Hayyan ibnu Aglab ibnu Tamim, 
telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Hisyam, dari Muhammad ibnu 
Sirin, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw 
pernah bersabda; 






&$4 j\s&^ 3#u$ . ftfeSTirt&JS. 



Perbendaharaan Allah ialah Kalam-(Nya), apabila Dia hendak 
menciptakan sesuatu, Dia hanya berfirman kepadanya, "Jadilah 
kamu/ " Maka jadilah ia 

Kemudian AI-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini tiada yang mcri\va> at- 
kannya selain Aglab. sedangkan dia orangnya tidak kuat. Sejumlah ulama 
terdahulu ada yang membicarakannya, dan ternyata tiada yang 
meriwayatkan darinya kecuali hanya anaknya. 
Firman Allah Swt.; 



vv rj j re**J> 



* fflW* 



Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh- 
tumbuhan) (Al-Hijr 22) 

Yakni membuahi awan, maka awan mengucurkan air (hujan)nya; dan 
mengawinkan tumbuh-tumbuhan, maka terbukalali daun-daunnya dan 
kuntum-kuntum bunganya Lafaz riyah disebutkan dalam bentuk jamak. 
dengan maksud angin yang bermanfaat Lain halnya dengan angin yang 
kering, maka ia diungkapkan dalam bentuk tunggal, yakni ar-rih\ lalu 

kampangsannah.org 



Tafsir Ibnu Kasir 23 

disifati dengan kala aU 'aaim yang artinya tidak menyuburkan atau angin 
kering Disebutkan pula dengan bentuk jamak karena mengandung 
pengertian adanya faktor interaksi di antara dua hal atau lebih. 

Al-A'masy mengatakan dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Qais ibnus 
Sakan, dari Abdullah ibnu Mas'ud sehubungan dengan firman-Nya: 



YY :j*~i\~ 



m^M 



Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh- 
tumbuhan). (Al-Hijr: 22) 

Angin dikirimkan, maka angin itu membawa air dari langit; kemudian 
berlalu seirama dengan bergeraknya awan hingga awan itu menjatuhkan 
hujan sebagaimana airsusu keluar dari tetek sapi perahan. Hal yang sama 
telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibrahim An-Nakha'i, dari Qatadah. 

Qatadah mengatakan, Allah mengirimkan angin kepada awan, maka 
angin membuahinya sehingga awan penuh dengan air. Ubaid ibnu L'mair 
Al-I.aisi mengatakan bahwa Allah mengirimkan angin yang membawa 
kesuburan pada suatu daerah, maka bumi daerah itu menjadi subur. Lalu 
Allah mengirimkan angin yang mengarak awan. kemudian mengirimkan 
angin yang membawa air sehingga awan mengandung banyak air. Setelah 
itu Allah mengirimkan angin yang mengawinkan tumbuh-tumbuhan, maka 
tumbuh-tumbuhan itu menjadi berbuah dengan suburnya. Setelah itu 
Qatadah membaca firman Allah Swt.: 

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh- 
tumbuhan). (Al-Hijr: 22) 

» 

Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui hadis L'bais ibnu Maimun, dari 
Abui Mihzam, dari Abu Hurajrah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

kampungsannah. org 



24 



Juz 14 — Al-Hijr 



• Angin selatan berasal dari surga, angin inilah yang disebutkan oleh 
Allah di dalam Kitab-Nya, dan angin ini banyak mengandung 
manfaat bagi manusia. 

Sanad hadis ini berpredikat t/m/! 

Imam Abu Bakar Abdullah ibnuzZubair Al-Humaidi mengatakan 
di dalam kitab Musnad-nya, telah menceritakan kepada kami Sufyan, 
telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Dinar, lelah menceritakan 
kepadaku Ibnu Ja'diyyah Al-Laisi; ia mendengar Abdur Rahman ibnu 
Mikhraq menceritakan hadis berikut dari Abu Zar yang mengatakan 
bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya Allah telah menciptakan angin di dalam surga, yang 
jaraknya sama dengan perjalanan tujuh tahun, dan sesungguhnya 
sebelumnya terdapat sehiuih pintu yang tertutup. Sesungguhnya 
angin yang datang kepada kalian berasal dari pintu itu. Seandainya 
pintu angin itu dibuka (semuanya), tentulah akan menerbangkan 
segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi Angin itu yang 
ada di sisi Allah dinamakan azib, sedangkan yang ada di antara 
kalian adalah angin selatan. 

Firman Allah Swt.: 

lalu Kami beri minum kalian dengan air itu. (Al-Hijr: 22) 

Aninya, Kami menurunkan hujan itu dalam keadaan tawar sehingga dapat 
kalian meminumnya. Seandainya Dia menghendaki, tentulah Dia men- 

kampangsunnah.org 



Talsir Ibnu Kasir 25 

jadikan air itu berasa asin, seperti yang di isyaratkan- Nya dalam ayat yang 
lain melalui firnian-Nya dalam surat AI-\Vaqi'ah, yaitu: 

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum. 
Kaliankah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang 
menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan air itu 
asin, maka mengapakah kalian tidak bersyukur? (AI-\Vaqi'ah: 68- 
70) 

Demikian pula dalam firman Allah Swt.: 

Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian, 
sehagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) 
tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kalian 
menggembalakan ternak kalian. (An-Nahl: 10) 

Adapun firman Allah Swt.: 

<&m sekali-kali bukanlah kalian yang menyimpannya (Al-Hijr: 22) 

Menurut Sufyan As-Sauri, makna yang dimaksud ialah 'dan sekali-kali 
kalian tidak dapat mencegah (turun)nya*. Tetapi dapat pula diartikan 
bahwa makna yang dimaksud ialah 'dan kalian bukanlah orang-orang 
yang memeliharanya, tetapi Kami-lah yang menurunkannya dan yang 
memeliharanya untuk kalian, lalu Kami menjadikannya mata air dan 
sumber-sumber air di bumi'. Seandainya Allah menghendaki, niscaya 
Dia akan mengeringkan air itu dan melenyapkannya. Tetapi karena 
rahmat-Nya, hujan diturunkan dan dijadikan berasa tawar, lalu disimpan 

kampungsannah. org 



26 Juz 14 — Al-Hgr 

di dalam mala air-mata air, sumur-sumur, dan sungai-sungai serta tempat- 
tempal penyimpanan air lainnya, agar mencukupi mereka selama satu 
tahun, untuk minum mereka dan hewan ternak mereka, serta untuk 
pengairan lahan pertanian mereka. 
Firman Allah SwL: 






Dan sesungguhnya benar-benar Kamilah yang menghidupkan dan 
mematikan, (Al-Hijr: 23) 

Allah menyebutkan tentang kckuasaan-Nya dalam memulai penciptaan 
dan mengulanginya, dan bahwa Dialah Yang mcnciplakan makhluk dari 
tiada, kemudian Dia mematikan mereka, lalu Dia membangkitkan mereka 
semua pada hari perhimpunan. Allah menyebutkan pula bahwa Dialah 
yang mempusakai bumi dan semua makhluk yang ada padanya, dan hanya 
kcpada-Kyalah mereka kembali. 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan perihal ilmu-Nya Yang 
Mahasempuma tentang mereka, mulai dari yang pertama hingga yang 
paling akhir. Untuk itu Allah S v. i berfirman: 

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui arang-arang yang 
terdahulu daripada kalian (Al-l lijr: 24), hingga akhir ayat. 

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan orang-orang yang 
terdahulu ialah semua orang yang telah mati sejak dari Nabi Adam a.s. 
Sedangkan yang dimaksud dengan orang-orang yang terkemudian ialah 
orang-orang yang masih hidup dan orang-orang yang akan ada nanti 
sampai hari kiamat. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ikrimah, 
Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Muhammad ibnu Kn'b, Asy-Sya'bi, dan 
lain-lainnya. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Mu'tamir ibnu 
Sulaiman, dari ayahnya, dari seorang lelaki, dari Marwan ibnul Hakam 
yang mengatakan bahwa ada sejumlah lelaki yang mengambil saf paling 
belakang demi seorang wanita, lalu Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 27 



y&tjgt^lte 



Q^%^$m»M$m'M 



Dan sesungguhnya Kami lelah mengetahui orang-orang yang 
terdahulu daripada kalian, dan sesungguhnya Kami mengetahui 
pula orang-orang yang terkenuidian (daripada kalian). (Al-Hijr: 24) 

Sehubungan dengan makna ayal ini ada sebuah hadis garib sekali yang 
berkenaan dengan latar belakangnya. Ibnu Jarir mengatakan, telah 
menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Musa Al-Jarasyi, telah 
menceritakan kepada kami Nuh ibnu Qais, telah menceritakan kepada 
kami Amr ibnu Qais, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Malik, 
dari Abui Jauza. dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa dahulu 
ada seorang wanita yang salat di belakang Nabi Saw. Wanita itu sangat 
cantik. Ibnu Abbas mengatakan. "Demi Allah, tidak ada seorang wanita 
pun yang pernah aku lihat secantik wanita itu." Sebagian dari kaum muslim 
apabila salat maju ke saf yang terdepan agar tidak melihat wanita itu, 
sedangkan sebagian lainnya mengambil safnya di belakang wanita.itu. 
Apabila mereka (yang ada di depan) sujud, mereka melihat wanita itu 
dari bawah tangan mereka. Maka Allah menurunkan firman-Nya: 

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang 
terdahulu daripada kalian dan sesungguhnya Kami mengeta- 
hui pula orang-orang yang lerkemudian (daripada kalian). (Al- 
Hijr: 24) 

Hal yangsama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Abu I latim 
di dalam kitab tafsirnya. Imam Turmuzi dan Imam Nasai meriwayatkan hadis 
ini di dalam kitab tafsir masing-masing, bagian dari kitab sunnahnya; 
begitu pula Ibnu Majali, melalui berbagai jalur dari Nuh ibnu Qais Al- 
Haddani yang dinilai siqah oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Daud 
serta lain-lainnya. Tetapi telah diriwayatkan dari Ibnu Mu'ftl bahwa Nuh 
ibnu Qais orangnya daif. Imam Muslim dan ahli sunan mengetengahkan 
hadis ini, tetapi di dalam hadis ini terkandung predikat munkar yang 
parah. Abdur Razzaq telah meriwayatkannya dari Ja'far ibnu Sulaiman, 

kompangsannoh. org 



28 



Juz 14 — Al-Hijr 



dari Amr ibnu Malik (yakni An-Nakri), bahwa ia pernali mendengar Abui 
Jau/a mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 



ft» 



&&*&&& 



Dan sesungguhnya Kami lelah mengetahui orang-orang yang 
terdahulu daripada kalian. (Al-Hijr: 24) 

Yakni dalam saf salat. 



«w*»*- <&$$&&& 



dan orang-orang yang terkemudian (daripada kalian). (Al-Hijr: 
24) 

Menurut pengertian lahiriahnya, kaia-kata ini berasal dari perkataan Abui 
Jau/a, sedangkan nama Ibnu Abhas tidak disebut-sebut di dalamnya. 
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hal ini mirip dengan riwayat Nuh 
ibnu Qais. 

Ha! yang sama lelah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari-Muhammad 
ibnu Abu Mahsyar, dari ayahnya, bahwa ia pernah mendengar Aun ibnu 
Abdullah menceritakan tentang pendapat Muhammad ibnu Ka'b 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang 
terdahulu daripada kalian, dan sesungguhnya Kami mengetafmi 
pula orang-orang yang terkemudian (daripada kalian). (Al-Hijr: 24) 

Ketika disebutkan kepada Muhammad ibnu Ka'b bahwa makna ayat ini 
berkenaan dengan saf-saf dalam salat, maka Muhammad ibnu Ka'b 
menyanggahnya dan mengatakan bahwa maknanya tidaklah demikian. 

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang 
terdahulu daripada kalian. (AMlijr: 24) 

yang telah mati atau yang telah terbunuh. 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



29 



^. Yl ■• JE****** 



&g&3«a£3& 



dan orang-orang yung terkemudian (daripada kalian). (Al-Hijr: 
24) 

Yailu orang-orang yang akan diciplakan kemudian. 

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan menghimpunkan 
mereka. Sesungguhnya Dia adalah Afahabijaksana lagi Muha 
Mengetahui. (Al-I lijr: 25) 

Maka Aun ibnu Abdullnh mengatakan, "Semoga Allah memberimu laufik 
dan memberi balasan kebaikan kepadamu." 

Al-Hijr, ayat 26-27 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari 
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi 
bentuk. Dan Kami menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang 
sangat panas. 

Ibnu Abbas. Mujahid, dan Qatadah mengatakan bahwa makna yang 
dimaksud dengan salsal dalam ayat ini ialah tanah liat kering. Makna 

lahiriah ayat sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui 

firman-Nya: 

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, 
dan Dia menciptakan jin dari nyala api (Ar-Rahman: 14- 1 5) 

kampungsunnah. org 



Juz 14 — Al-Hijr 



Dari Mujahid, disebutkan pula bahwa salsal artinya tanah yang berbau 
busuk. Tetapi tafsir ayat dengan ayal yang lain adalah lebih utama. 
Firman Allah Swt.: 



cz.ri tj>j-oi 



■v 



l*<\" » 



dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al-Hijr: 26) 

Makna yang dimaksud ialah tanah liat. Sedangkan al-masniin artinya 
yang licin, seperti pengertian dalam perkataan seorang penyair: 

Kemudian pinggangnya ditempelkan di kubah hijau sambil ber- 
jalan di atas marmer yang licin lagi mengilap. 

Yang dimaksud dengan mm/n/n dalam syair ini ialah licin lagi mengilap. 
Karena itulah diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia pernah mengatakan, 
"Makna yang dimaksud ialah tanah yang basah." Diriwayatkan dari Ibnu 
Abbas, Mujahid, dan Ad-Dahhak, bahwa al-harna-U masnun ialah tanah 
yang berbau busuk. Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan 
masnun dalam ayat ini ialah yang dituangkan. 
Firman Allah Swt.: 

««*£ * «»>/< 'T/V 

Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya. (Al-Hijr: 27) 
Yakni sebelum menciptakan manusia. 

dari api yang sangat panas. (Al-Hijr: 27) 

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah angin panas yang 
dapat membunuh (mematikan). Sebagian ulama mengatakah bahwa 
samuni ialah angin panas di malam dan siang hari. Sebagian dari mereka 

kompungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir - 3 1 

mengatakan bahwa kalau samuni terjadi di malam hari, dan /«jn/rterjadi 
di siang hari. 

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Syu'bah, dari Abu Ishaq yang mengatakan bahwa ia masuk ke dalam 
rumah Umar Al-Asam menjenguknya, lalu Umar Al-Asam mengatakan, 
"Maukah aku ceritakan kepada kamu sebuali hadis yang pernah kudengar 
dari Abdul lah ibnu Mas'ud. Dia mengatakan bahwa angin yang panas 
ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian angin panas yang jin 
diciptakan darinya. Kemudian Ibnu Mas'ud membacakan firman-Nya: 

'Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang 
sangat panas' (Al-Hijr: 27)." 

Dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa al-jan (jin) diciptakan dari nyala 
api. Menurut riwayat lain, dari nyala api yang paling baik. 

Dari Amr ibnu Dinar, disebutkan dari api matahari. Di dalam sebuah 
hadis sahih disebutkan: 

Para malaikat diciptakan dari nur, jin diciptakan dari nyala api. 
dan Adam diciptakan dari apa yang digambarkan kepada 
kalian. 

Makna yang dimaksud oleh ayat ialah menonjolkan kemuliaan Adam 
a~s. dan keharuman serta kesucian unsur kejadiannya. 

Al-Hijr, ayat 28-33 

kampangsannoh. org 



32 Juz M — AI-HIjr 

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari 
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi 
bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya. 
dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-A*u, maka tun- 
duklah kalian kepadanya dengan bersujud " Maka bersujudlah para 
malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis, la enggan 
ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, "Hai 
iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka 
yang sujud itu? " Berkata iblis. "Aku sekali-kali tidak akan sujud 
kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah 
liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. " 

Allah Swt menyebutkan perihal Adam di kalangan para malaikat-Nya 
sebelum Adam diciptakan dan dimuliakan-Nya dengan memerintahkan 
para malaikat untuk bersujud kepadanya. Allah menyebutkan pula 
pembangkangan yang dilakukan oleh iblis yang tidak mau bersujud 
kepada Adam, pada saat itu iblis berada bersama golongan para malaikat. 
Iblis tidak mau bersujud kepada Adam karena kafir, ingkar, sombong, 
dan membanggakan dirinja dengan kebatilan. Iblis menjawab alasan 
penolakannya, seperti yang disitir oleh firman-Nya: 

"Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau 
lelah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari 
lumpur hitam yang diberi bentuk. " (Al-Hijr: 33) 

Dalam ayat lain disebutkan: 

Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, 
sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah. (Sad: 76) 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 3-» 

Dalam ayat lainnya lagi disebutkan; 



#*...fc&&a&a$p 



Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan 
aias diriku? (Al-lsra; 62), hingga akhir ayal. 

Dalam bab ini Ibnu Jarir telah meriwayatkan sebuah asar yang gariti lagi 
aneh melalui hadis Syabib ibnu Bisyr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas 
yang mengatakan bahwa ketika Allah telah menciptakan para malaikat, 
berfirmanlah Dia: 

Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah Maka 
apahila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkcm ke 
dalamnya roh (ciptaan)-A'u. maka hendaklah kalian tersungkur 

dengan bersujud kepadanya. (Sad: 71-72) 

Mereka menjawab, "Kami tidak akan menurut." Maka Allah mengirimkan 
api kepada mereka dan membakar habis mereka. Kemudian Allah 
menciptakan malaikat lainnya, dan berfirman kepada mereka seperti 
firman-Nya yang pertama, tetapi mereka menjawab dengan jawaban yang 
sama seperti pendahulunya. Maka Allah mengirimkan kepada mereka 
api v ang membakar habis mereka semua Kemudian Allah menciptakan 
malaikat yang lain, setelah itu Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku akan 
menciptakan manusia dari tanah. Apabila Aku telah meuciptakannya, 
makabcrsujudlah kalian kepadanya!" Tetapi mereka membangkang. Maka 
Allah mengirimkan api kepada mereka dan membakar habis mereka 
semuanya. Kemudian Allah menciptakan malaikat lainnya, lalu berfirman 
kepada mereka, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari 
tanah, apabila Aku telah menciptakannya, maka bersujudlah kalian 
kepadanya!" Mereka menjawab, "Kami tunduk dan pai uh kepada perintah- 
Mu," kecuali iblis, dia termasuk kaum yang kafir seperti para 

kompangsunnah. org 



34 Juz 14 — Al-Hi|r 

pendahulunya. Akan leiapi, kebenaran asar ini dari Ibnu Ahbas masih 
lerlalu jauh dari kebenaran. Jelasnya asar ini berasal dari kisah israiliyat 

Al-Hijr, ayat 34-38 

Aliah berfirman. "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu 
terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai 
hari kiamat. " Berkata iblis. " Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri 
tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. "Allah 
berfirman, "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk 
orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu waktu) yang 
telah ditentukan. " 

Allah Swt menyebutkan bahwa Dia memerintahkan kepada iblis dengan 
perintah paksa yang tidak dapat ditentang atau dicegah, yaitu mengusir 
iblis dari kedudukan yang tinggi yang ditempati sebelumnya oleh iblis, 
hingga jadilah iblis makhluk yang terkutuk. Dan bahwa iblis selalu diikuti 
oleh laknat Allah yang terus-menerus menimpa dirinya sampai hari kiamat 
nanti, 

Dari Sa'id ibnu Jubair, disebutkan bahwa setelah Allah melaknat 
iblis, maka berubahlah rupa iblis yang tadinya sama dengan para malaikat; 
rupanya menjadi hitam seperti noda. Maka setiap noda yang ada di dunia 
sampai hari kiamat berasal darinya. Demikianlah menurut riwayat Ibnu 
Abu Hatim. 

Disebutkan pula bahwa setelah murka Allah yang tak tertolak itu 
menimpanya, iblis meminta kepada Allah agar ditangguhkan sampai hari 
kiamat, yaitu sampai hari berbangkit; hal ini merupakan dorongan 
kedengkian hatinya terhadap Adam dan anak cucunya. Lalu Allah 
memperkenankan permintaannya sebagai istidraj dan membiarkan dia 
terjerumus lebih sesat lagi. Setelah permintaan masa penangguhannya 
diperkenankan oleh Allah, ia berkata: 

kampungwnnoh. org 



Tafeir Ibnu Kasir ■ 35 

Al-Hijr, ayat 39-44 

/Ww berkata, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memuluskan 
bahwa aku 'sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang 
baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti 'aku akan 
menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau 
yang ikhlas di antara mereka. " Allah berfirman, "Ini adalah jalan 
yang lurus, kewajiban Aku-km (menjaganya). Sesungguhnya hamba- 
hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali 
orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. " 
Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah 
diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan), semuanya. 
Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan } 
untuk gotongan yang tertentu dari mereka 

Allah menceritakan perihal iblis dan pembangkangan serta keang- 
kuhannya, bahwa ia berkala kepada Tuhannya: 



•*•■*<' 






oleh sebab Engkau telah memuluskan bahwa aku sesat. (Al-Hijr: 
39) 

Sebagian ulama mengatakan bahwa iblis bersumpah atas nama penyesatan 
Allah terhadap dirinya. Menurut kami, makna ayat dapat ditakwilkan 
bahwa 'karena Engkau telah menyesatkan aku'. 

kampangsunnah. org 



36 Juz 14 — fiMijr 

pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan 
maksiat) di muka bumi (Al-Hijr: 39) 

Yang dimaksud dengan 'mereka' ialafi anak cucu dan keturunan Adam 
a.s. Dengan kata lain iblis mengatakan, "Sesungguhnya aku akan membual 
mereka senang dan memandang baik perbuatan-perbuatan maksiat, dan 
aku akan anjurkan mereka serta menggiring mereka dengan gencar untuk 
melakukan kemaksiatan." 

dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. (Al-Hijr: 39) 

Yakni sebagaimana Engkau telah menyesatkan aku danmenakdirkanku 
menjadi sesat, maka aku akan berupaya keras untuk menyesatkan mereka. 

kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka- (Al- 
Hijr: 40) 

Ayat ini semakna dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui ilrman- 
Nya: 

Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan 
alas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku 
sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan 
keturunannya, kecuali sebagian kecil (Al-lsra: 62) 

Allah Swt berfirman dengan nada mengancam: 

v4//o/i berfirman, "Inilah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah 
(mcnjaganya)."(AI-Hijr: 41) 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnn Kasir 37 

Dengan kata lain, kembali kalian semua adalah kepada-Ku, maka Aku 
akan membalas kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian. Jika amal 
kalian haik, maka balasannya baik, jika buruk, maka balasannya buruk 
pula. Sama halnya dengan firman-Nya: 

sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (Al-Fajr: 14) 

Menurut pendapat lain, jalan yang benar kembalinya kepada Allah dan 
berujung kcpada-Nya. Demikianlah menurut Mujahid Al-Hasan dan 
Qatadah, sama dengan firman-Nya: 

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. fAn-Nahl: 9} 

Qais ibnu Ubadah, Muhammad ibnu Sirtn, dan Qatadah mengartikan 
ayal ini, yaitu firman-Nya: 



«*»>»•** 



&£3&lMk 



Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Akulah (menjaganva). (Al- 
Hijr:4I) 

Sama dengan firman-Nya: 

Dan sesungguhnya Al-Qur'an ilu dalam induk Al-Kilab (Lauh 
Mahfu?) di sisi Kami adalah benar-bentr tinggi {m\amya)da7i anuti 
banyak mengandung hikmah. (Az-Zukhrtif: 4) 

Yakni bernilai tinggi. Akan tetapi, pendapat yang terkenal adalah yang 
pertama tadi. 

Firman Allah Swt.: 

kampung wnnah. org 



38 J"* 1* — Al-Hyr 



Sesungguhnya hambu-hamha-Ku tidak ada kekuasaan bagimu 
terhadap mereka (Al-I lijr: 42) 

Yaitu orang-orang yang telah Aku takdirka*h mendapat hidayah, tiada 
jalan bagimu kepada mereka, tidak pula kalian dapat sampai kepada 
mereka , 



^IclrS^^J! 



kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang 
yang sesat. (Al-Hijr;42) 

Istisna dalam ayat ini bersifat munqati\ yakni hanya hamba-hamba Allah 
yang mengikuti iblis saja, yaitu mereka yang sesat. 

Ihnu Jarir dalam bab ini mengetengahkan sebuah hadis melalui 
Abdullah ibnul Mubarak, dari Abdulah ibnu Mauhib, bahwa telah 
menceritakan kepada kami Yazid ibnu Qasit, bahwa di masa silam para 
nabi mempunyai masjid-masjid di luar kota mereka tinggal. Apabila 
seorang nabi menghendaki munajat kepada Tuhannya untuk menanyakan 
sesuatu masalah, maka ia keluar menuju masjidnya, lalu melakukan salat 
seperti yang telah diwajibkan oleh Allah kepadanya, kemudian dia 
memohon kepada Allah apa yang diinginkannya. 

Ketika seorang nabi sedang berada di masjidnya, tiba-tiba datanglah 
musuh Allah — yakni iblis — , lalu iblis duduk antara dia dan arah kiblat. 
Nabi berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang 
terkutuk." Maka ucapan w 'awwuz-nya itu mengusir iblis sebanyak tiga 
kali. 

Iblis berkata, "Dengan apakah kamu dapat selamat dariku?" Nabi 
balik bertanya, "Tidak, tetapi ceritakanlah kepadaku, dengan apakah kamu 
mengalahkan Anak Adam?" Pertanyaan ini diulanginya sebanyak dua 
kali, maka masing-masing pihak saling bersitegang. Nabi itu mengatakan; 
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Musuh 
Allah iblis berkata, "Tahukah kamu la awwuz yang baru kamu ucapkan? 
Itulah dia yang menyelamatkanmu." Nabi berkata, "Aku berlindung 
kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Maka bacaan itu mengusir 
iblis sebanyak tiga kali. 

hampungwnnah. org 



Talsir ibnu Kas» 



39 



Musuh Allah -iblis — berkala, "Ceritakanlah kepadaku, karena 
apakah engkau dapat selama! dariku?" Nabi menjawab. Tidak, tetapi 
ceritakanlah kepadaku dengan apakah kamu dapat mengalahkan Ibnu 
Adam (manusia)?" Sebanyak dua kali. Maka masing-masing pihak saling 
bersitegang. Akhirnya nabi itu mengatakan bahwa sesungguhnya Allah 
Swt. telah berfirman: 

Sesungguhnya hamba-hatnba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu 
terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, 
yaitu orang-orang yang sesat. (Al-I lijr: 42) 

Musuh Allah — iblis — berkata, "Demi Allah, saya telah mendengar 
firman ini sebelum kamu dilahirkan." Nabi itu mengatakan bahwa Allah 
telah berfirman pula: 

Dan jika r kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka terlin- 
dunglah kepada Aliah. .Sesungguhnya Allah Maha Mendengar 
lagi Maha Mengetahui. (Al-A'raf; 200) 

"Dan sesungguhnya aku, tidak sekali-kali — demi Allah — merasakan 
adanya godaanmu melainkan aku berlindung kepada Allah dari 
godaanmu." Iblis berkata. "Kamu benar, dengan itulah kamu selamat 
dari godaanku."Nabi bertanja, "Ceritakanlah kepadaku karena apakah 
kamu dapat mengalahkan manusia?" Iblis menjawab, "Saya merasukinya 
di saat sedang marah dan melalui hawa nafsunya." 
Firman Allah Swt: 

Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang 
telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) 

semuanya, (Al-Hijr: 43) 



kampangsunnah. org 



40 Juz 14 — Al-Hijr 

Artinya, neraka Jahanam adalah tempat yang dijanjikan bagi semua 
pengikut iblis. Sama halnya dengan yang disebutkan dalam firman-Nya 
yang menceritakan tentang Al-Qur'an: 



*"•* 



Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan 
sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur'an. maka nerakalah 
tempat yang diancamkan baginya (Hud: 17) 

Kemudian Allah Swt. menceritakan bahwa neraka Jahanam ku 
mempunyai tujuh buah pintu: 



»o^J5£&$Mi$ 



Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari 
mereka (Al-Hijr: 44) 

Yakni telah ditetapkan bagi tiap-tiap pintu dari neraka Jahanam akan 
dimasuki oleh para pengikut iblis, mereka tidak dapat menyelamatkan 
diri darinya; semoga Allah melindungi kita dari neraka Jahanam. Masing- 
masing pengikut iblis memasuki neraka Jahanam sesuai dengan amal 
perbuatannya, lalu ia tinggal di lapisan yang sesuai dengan amalnya pula. 

Ismail ibnu Aliyyah dan Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Harun 
Al-Ganawi, dari Hatlan ibnu Abdullah; ia pernah mengatakan bahwa ia 
telah mendengar Ali ibnu Abu Talib berkata dalam khotbahnya, 
"Sesungguhnya pintu-pintu Jahanam itu bertingkat-tingkat, sebagiannya 
berada di atas sebagian yang lain." Abu Harun mengatakan demikian 
seraya memperagakan nya. 

Israil telah meriwayatkan dari Abu lshaq, dari Hubairah ibnu Abu 
Maryam, dari Ali r.a. yang mengatakan bahwa pintu-pintu Jahanam itu 
ada tujuh buah, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain. Bila pintu 
yang pertama penuh, maka pintu yang kedua diisi, kemudian pintu yang 
ketiga, hingga semuanya penuh. 

Ikrimah mengatakan, yang dimaksud dengan tujuh buah pintu ialah 
tujuh tingkatan. 

Ibnu J urai j mengatakan bahwa tujuh buah pintu itu yang pertama 
dinamakan Jahanam, lalu Laza, lalu Hutainah. lalu Sa'ir, lalu Saqar. 

kampangsannah. org 



Tafsir tbnu Kasir • 4 1 



liiln Jahim, dan yang lerakhir ialah llawiyah. Ad-Dahhak telah 
meriwayatkan hal yang semini dari Ibnu Abbas. Hal yang sama telah 
diriwayatkan dari AI-A'masy. 

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



££ 2_£tt-i)t{9 






Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah 
ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (Al-Hijr: 
44) 

Hal itu — demi Allah — merupakan tingkatan-tingkatan amal perbuatan 
mereka. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. 

Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah 
ditetapkan) untuk gotongan yang tertentu dari mereka. (Al-Hijr: 

44) 

Bahwa ada pintu untuk orang-orang Yahudi, pintu untuk orang-orang 
Nasrani, pintu untuk orang-orang Sabi-in, pintu untuk orang-orang Majusi, 
pintu untuk orang-orang musyrik (yaitu orang-orang kafir Arab), pintu 
untuk orang-orang munafik, dan pintu untuk ahli tauhid. Tetapi ahli tauhid 
mempunyai harapan untuk dikeluarkan, sedangkan yang selain mereka 
tidak ada harapan sama sekali untuk selama-lamanya. 

Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdu 
ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Umar, dari 
Malik ibnu Mugawwil, dari Humaid ibnu Umar, dari Nabi Saw. yang 
telah bersabda: 

$£ LJ^SJ > J^ ^>4^2 c r , ^ l h£$ 3Z£Z* p^& 
kampangsannah. org 



42 Juz 14 — At-Hjjr 

Neraka Jahanam mempunyai tujuh buah pintu, sebuah pintu 
darinya buat arang yang menghunus senjatanya terhadap umatku 
— atau kepada umat Muhammad—. 

Kemudian Imam Turmu/i mengatakan, "Kami tidak mengenal hadis ini 
selain melalui hadis Malik ibnu Mugawwil." 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, lelah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Abbasibnul Walid Al-Khallal, 
telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Yahya, telah menceritakan 
kepada kami Sa' id ibnu Basyir, dari Qatadah. dari Abu Nadrah, dari Samu- 
rah ibnu Jundub, dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu 
dari mereka (Al-Hijr: 44) 

Nabi Saw. bersabda: 




jo^y^&& , ^S\^p. . m $ 



Sesungguhnya di antara ahli neraka ada yang dimakan api 
neraka sampai batas kedua mala kakinya, dan sesungguhiya di 
antara mereka ada yang dimakan api neraka sampai batas 
pinggangnya, dan di antara mereka ada yang dimakan api neraka 
sampai batas tenggorokannya. Tempat-tempat mereka sesuai 
dengan amal perbuatan mereka. Yang demikian itu adalah firman 
Allah Swt. yang mengatakan, "Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) 
untuk golongan yang tertentu dari mereka" (A\-t\'})r: 44), 



kampangsannah. org 



Tafsir ibnu Kasir 43 

Al-Hijr, ayat 45-50 

$M U^>3 • g&l jfrH IA3&J' ■ £3^3 ^^ ^ t£-*W UI 

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam 
surga (taman-laman) dan (di dekat) moto air-mafa air (yang 
mengalir). (Dikatakan kepada mereka), "Masuklah ke dalamnya 
dengan sejahtera lagi aman. " Dan Kami lenyapkan segala rasa 
dendam yang berada dalam liati mereka, sedangkan mereka 
merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan- 
dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali- 
kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan/a/i kepada hamba- 
hamba-Ku butiwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya Azab-Ku adalaft 
azab yang sangat pedih. 

Setelah Allah menyebutkan keadaan ahli neraka, maka hal itu diiringi- 
Nya dengan sebutan tentang ahli surga, bahwa mereka berada di dalam 
taman-taman yang bermata air banyak. 
Firman Allah SwL; 

Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera (Al-Hijr: 46) 

Yakni dalam keadaan terbebas dari semua penyakit dan kalian selalu dalam 
keadaan sejahtera. 

lagi aman. (A I- 1 lijr: 46) 

kampungsunnah. org 



44 Juz 14 — Al-Hijr 

Maksudnya, aman dari semua ketakutan dan keterkejutan; dan janganlah 
kalian takut akan d i keluarkan J angan pula takut akan terputus serta fana 
(mati). 

Firman Allah Swt: 

Ofl/7 Ax//ff/ lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam 
hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk 
berhadap-hadapan di alas dipan-dipan. (Al-Hijr: 47) 

Al-Oasim telah meriwayatkan dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa 
ahli surga masuk ke dalam surga berikut dengan apa yang terpendam di 
dalam hati mereka ketika di dunia, yaitu rasa benci dan dendam. Tetapi 
setelah mereka saling berhadapan dan bersua satu sama lainnya, maka 
Allah melenyapkan rasa dendam yang ada dalam hati mereka ketika di 
dunia. Kemudian Abu Umamah membacakan firman-Nya: 

■*!• * S'fc ■ f f "1 'i ''l*' • ■*** 

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam 

bati mereka (Al-Hijr: 47) 

Demikianlah menurut riwayat ini, tetapi Al-Qasim ibnu Abdur Rahman 
dalam riwayatnya yang dari Abu Umamah berpredikat dai/. 

Sa'id di dalam kitab tafsirnya telah meriwayatkan, telah menceritakan 
kepada kami Ibnu Fudalah, dari Luqman, dari Abu Umamah yang 
mengatakan, "Tidaklah masuk surga seorang mukmin sebelum Allah 
melenyapkan rasa dendam yang ada dalam hatinya. Allah mencabut rasa 
dendam darinya sebagaimana hewan pemangsa mencabut mangsanya." 
Pendapat inilah yang sesuai dengan apa yang terdapat di dalam hadis 
sahih melalui riwayat Qatadah, telah menceritakan kepada kami Abui 
Mutawakkil An-Naji; Abu Sa'id Al-Khudri pernah menceritakan hadis 
kepada mereka, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampungwnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 45 

Orang-orang mukmin diselamatkan dari neraka, lalu mereka 
ditahan di atas sebuah jembatan yang terletak di antara surga 
dan neraka. Maka sebagian dan mereka meng-qisas sebagian 
yang lainnya menyangkut perkara penganiayaan yang pernah 
terjadi di antara mereka ketika di dunia. Setelah mereka diber- 
sihkan dan disucikan (dari semua kesalahan), barulah mereka 
diizinkan untuk masuk surga. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, telah 
menceritakan kepada kami Yazid ibnu I lanun, telah menceritakan kepada 
kami Ilisyam, dari Muhammad ibnu Sirin yang mengatakan bahwa Al- 
Asyiar meminta izin masuk kepada Khalifah Ali r.a. yang saat itu di 
hadapannya terdapat Ibnu Talhah. Maka Ali menangguhkannya, kemudian 
memberinya izin untuk masuk. Setelah Al-Asytar masuk, ia berkata, 
"Sesungguhnya aku berpendapat bahwa tidak sekali-kali engkau 
menahanku untuk masuk melainkan karena orang ini." Ali menjawab, 
"Benar." Al-Asytar berkata, "Sesungguhnya aku berpendapat bahwa 
seandainya di sisimu terdapat anak Usman, tentulah kamu menahanku 
untuk masuk." Ali menjawab, "Benar, sesungguhnya aku berharap semoga 
aku dan Usman termasuk orang-orang yang disebutkan oleh Allah Swt. 
dalam firman-Nya: 



ist-.j^-^ 



^j^^H^ft^ 



'Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam 
hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk 
berhadap-hailapan di atas diptm-di/>an ' (Al-Hijr: 47). " 

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al-I lasan 
ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah 
Ad- Darir, telah menceritakan kepada kami Abu Malik Al-Asyja'i, telah 
menceritakan kepada kami Abu 1 labibah maula Talhah yang mengatakan 
bahwa Imran ibnu Ialhah masuk menemui Ali r.a. setelah selesai dari 

kampungsannah. org 



46 Juz 14 — Al-Hijr 



Perang Jamal. Maka Ali menyambutnya dengan hangat dan berkata. 
"Sesungguhnya aku benar-benar berharap semoga Allah menjadikan 
aku dan ayahmu termasuk orang-orang yang disebutkan dalam firman 
Allah Swt.: 

'Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam Itati 
mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap- 
hadapan di atas dipan-dipan '(Al-Mijr: 47). " 

Telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan, telah menceritakan 
kepada kami Abu Mu'awiyah Ad-Darir (yang tuna netra), telah men- 
ceritakan kepada kami Abu Malik Al-Asyja'i, dari AbuTlabibah maula 
Talhah yang mengatakan bahwa Imran ibnu Talhah masuk menemui Ali 
r.a. setelah usai Perang Jamal. Ali menyambutnya dengan hangat seraya 
berkata, "Sesungguhnya aku benar-benar berharap semoga Allah 
menjadikan aku dan ayahmu termasuk orang-orang yang disebutkan oleh 
Allah dalam firman-Nya: 



.aj»-*- $M$ #%&&&$#& $&£ 



'«y 
3 



'Dan Kami lenyapkan segula rasa dendam vtmg berada dalam 
hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk 
berlutdap-luidapan di attis dipan-dipan *(AI-Hijr: 47). " 

Saat itu di sudut lain dari hamparan tersebut terdapat dua orang lelaki. 
Lalu kedua lelaki itu berkata, "Allah lebih adil daripada hal tersebut, 
engkau perangi mereka kemarin, kemudian kalian menjadi bersaudara." 
Ali r.a. berkata, "Suatu kaum dari tanah yang palingjauh, maka siapakah 
mereka itu kalaulah bukan aku danTalhah?"Abu Mu'awiyah melanjut- 
kan asar ini hingga selesai. Waki' telah meriwayatkan dari Aban ibnu 
Abdullali Al-Bajali, da^i Na'im ibnu Abu I lindun, dari Rab'i ibnu Khirasy 
hal yang semisal dengan asar ini. Di dalam riwayat ini disebutkan bahwa 
lalu ada seorang lelaki dari Bani Hamdan berdiri dan berkata, "Allah 
lebih adil daripada hal itu, wahai Amirul Mu-minin." Maka Ali berteriak 
dengan teriakan yang keras, sehingga saya menduga bahwa gedung 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 47 



(tempat mereka berada) seakan-akan bergetar karena teriakannya, 
kemudian ia (Ali r.a.) berkata, "Jika bukan kita, lalu siapa lagi mereka?" 
Sa'id ibnu Masruq telah meriwayatkan dari Abu Talhah, lalu ia 
mengemukakan hal yang semisal. Di dalam riwayatnya ini disebutkan 
bahwa Al-Haris ibnu A'war mengatakan kalimat tersebut. Maka Ali r.a. 
berdiri dan menghampirinya, lalu memukul kepalanya (Al-I laris) dengan 
sesuatu yang ada di tangannya, seraya berkata, "Hai A'war, siapa lagikah 
merekajika bukan kita?"' 

Sufyaii As-Sauri meriwayatkan dari Mansur, dari Ibrahim yang 
menceritakan bahwa Ibnu Jarmuz — pembunuh Az-Zubair — datang 
meminta izin masuk menemui Khalifah Ali r.a. Namun Ali menahannya 
dalam waktu yang cukup lama, kemudian memberinya izin untuk masuk. 
Ibnu Jarmuz berkata kepada Ali, "Mengapa kamu menjauhi orang-orang 
yang tertimpa musibah?" Ali berkata, "Semoga mulutmu penuh dengan 
debu. Sesungguhnya aku berharap semoga aku, Talhah, dan Az-Zubair 
termasuk orang-orang yang disebutkan Allah dalam firman-Nya: 

'Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam 
hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk 
berhadap-hadapan di atas dipan-dipan ' (Al-I lijr: 47). " 

Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh As-Sauri, dari Ja'far ibnu 
Muhammad, dan ayahnya, dari Ali. 

Sufyan ibnu Uyaynah telah meriwayatkan dari Israil, dari Abu Musa 
yang telah mendengar Al-i lasan AI-Basri mengatakan bahwa Ali pernah 
mengatakan, "Demi Allah, berkenaan dengan kita ahli Badar ayat ini 
diturunkan," yakni firman Allah Swt.: 

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam 
hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk 
berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (Al-Hijr: 47) 

Kasir An-Nawa lelah mengatakan bahwa ia masuk menemui Abu Ja'far 
Muhammad ibnu Ali, lalu ia berkata kepadanya, -"Pcnolongku adalah 

kampangsunnah. org 



48 Jin 14 — Al-Hijr 



penolong kamu, pendamaianku adalah perdamaianmu, musuhku adalah 
musuhmu, perangku adalah perangmu. Aku bertanya kepadamu dengan 
menyebut nama Allah, apakah engkau berlepas diri dari Abu Bakar dan 
Umar?" Abu Ja'f'ar menjawab dengan membacakan flrman-Nya: 

sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian duit tidaklah (pula) 
aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk (Al- 
An'am: 56) 

"I iai Kasir, jadikanlah keduanya sebagai pem impinmu, dan apa saja yang 
menimpamu berada pada tanggung jawabku." Kemudian Abu Ja'far 
membacakan firman-Nya: 

l'Z 9 f •/l'/,/' 






sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan 
di atas dipan-dipan. (Al-Hijr: 47) 

Abu Ja'far menakwilkan bahwa mereka adalah Abu Bakar, Umar, dan Ali; 
semoga Allah melimpahkan rida-N'ya kepada mereka. 

As-Sauri telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Abu Saleh 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 



«wJi-Miyajtlss^ 



sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan 
di atas dipan-dipan (Al-Hijr: 47) 

Bahwa mereka berjumlah sepuluh orang, yaitu Abu Bakar. Umar, Usman, 
Ali.Talhah, Az-Zubair, Abdur Kahman ibnu Auf, Sa'd ibnu Abu Waqqas, 
Sa'id ibnu Zaid, dan Abdullah ibnu Mas'ud; semoga Allah melimpahkan 
rida-Nya kepada mereka. 

Firman Allah yang mengatakan, "Mutat/abiifn" menurut Mujahid 
artinya sebagian dari mereka tidak membelakangi sebagian yang lainnya. 
Sehubungan dengan masalah ini terdapat sebuah hadis mar/u' yang 
menerangkannya. 

kampungsunnah. org 



Tabir Ibnu Kasir 49 



Ibnu Abu Hatim mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Yahya 
ibnu Abdullah, lelah menceritakan kepada kami Hissan ibnu I lissan, telah 
menceritakan kepada kami lbtahim ibnu Bisyr. lelah menceritakan kepada 
kami Yahya ibnu Mu'in, dari Ibrahim Al-Qaumasi, dari Sa'id ibnu 
Syurahbil, dari Zaid ibnu Abu Aufa yang menceritakan bahwa Rasulullah 
Saw. keluar menemui kami, lalu membaca firman-Nya: 



^.j^&&fi$&l 



sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan 
di atas dipan-dipan. (Al-Hijn 47) 

Yakni merasa bersaudara karena Allah, sebagian dari mereka memandang 
sebagian yang lain. 
Firman Allah Swt.: 

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya. (Al-Hijr: 48) 

Aninya, tidak pernah merasa lelah dan tidak pernah sakit, seperti yang 
disebutkan di dalam sebuah hadis dalam kitab Sahihain: 






Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku agar 
menyampaikan berita gembira kepada Khadijah dengan sebuah 
rumah di dalam surga terbuat dari bambu, tiada kegaduhan di 
dalamnya dan tidak pula kelelahan 



Adapun firman Allah Swt.: 



&.i*:jKx)i~ Q*£fy$£}$£>S 



dan mereka sekali-kali tidak ukan dikeluarkan darinya. (Al-I lijr: 
48) 

kampungsannah. org 



50 Juz 14 — AI-HIjr 



Semakna dengan yang diterangkan di dalam sebuah hadis yang 
mengatakan: 



Dikatakan kepada ahli surga, "Sesungguhnya kalian lelap sehat 
dan tidak akan sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kalian 
tetap hidup dan tidak akan mati selama-lamanya. Sesungguhnya 
kalian tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya. Dan 
sesungguhnya kalian tetap tinggal di dalam surga dan tidak akan 
pindah darinya selama-lamanya ' ' 



\'A 



-. O^i* S>5^6>*«^^ftS(iJ^ 



mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya 
(Al-Kahfi:l08) 

Firman Allah Swt.: 

Kabarkanlah kepada hamba-hamba- Ku, balnva sesungguhnya 
Akulah Yang Malui Pengampun lagi Malta Penyayang, dan balnva 
sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. ( Al-I lijr: 
49-50) 

Maksudnya, beritakanlah — hai Muhammad — kepada hamba-hamba- 
Ku, bahwasanya Akulah Tuhan yang mempunyai rahmat dan yang 
mempunyai azab yang sangat pedih. 

Dalam pembahasan terdahulu telah diterangkan pembahasan yang 
semisal dengan makna ayat ini, yang intinya menunjukkan bahwa ayat 
ini mengandung makna ro/r/ (harapan) dan AAau/"(ketakutan). Disebutkan 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kas" 



pula mengenai penyebab turunnya ayat ini menurut riwayat Musa ibnu 
Ubaidah. dari Mus'ab ibnu Sabit yang menceritakan bahwa Rasulullah 
Saw. melewati sejumlah orang dari kalangan sahabatnya yang sedang 
tertawa-tawa. maka beliau Saw. bersabda: 



3®\\ft&zm>\jP 



Ingatlah surga dan ingatlah pula neraka! 

Maka turunlah firman-Nya: 

Kabarkanlah kepada hamba-hamba- K u, bahwa sesungguhnya 
Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa 
sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih (Al-Hijr: 

49-50) 

Demikianlah menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. 
Hadis ini berpredikat mursal. 

Ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepadaku Al-Musanna, 
telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami 
Ibnul Makki. lelah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, lelah 
menceritakan kepada kami Mus'ab ibnu Sabit, telah menceritakan kepada 
kami Asim ibnu Abdullah, dari Ibnu Abu Rabah, dari seorang lelaki dari 
kalangan sahabat Nabi Saw. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. 
muncul menemui kami dari pintu yang biasa dipakai masuk oleh Hani 
Syaibah, lalu beliau Saw. bersabda, "Jangan sekali lagi aku melihat kalian 
dalam keadaan tertawa-tawa." Kemudian beliau berpaling, dan manakala 
beliau telah sampai di I lijir Ismail, tiba-tiba beliau kembali kepada kami 
dengan langkah mundur, lalu bersabda: 

kampangsannoh. org 



52 Juz 14 — Al-Hijr 



'&Z4* 1 wIjJJ^^Jj-c O^-^^b^* 11 

Sesungguhnya ketika aku keluar, Jibril datang dan berkata, "Hai 
Mufummiad. sesungguhnya Allah telah berfirman, 'Kami tidak 
akan membuat hamba-hamba Kami berputus asa. Kabarkanlah 
kepada hamba-hamba- Ku. bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang, dan buhwasesufiggulinya azab- 
Ku adalah azab yang sangat pedih '. " 

Sa'id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman 
Allah Swt.: 



^j^** ^$m$®4z® 



Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya 
Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Hijr: 
19) 

Menurut riwayatnya, telah sampai kepada kami bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda: 



.1 _< 



Seandainya seorang hamba mengetahui kadar pemaaf cm Allah, 
tentulah tidak segan-segan ia melakukan hal yang haram; dan 
seandainya seorang hamba mengetahui kadar azab Allah, tentulah 
ia menekan hawa nafsunya. 

Al-Hijr, ayat 51-56 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 53 






Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim. 
Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, 
"Salam. " Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut 
kepada kalian. " Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut, 
sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan 
(kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang 
alim. " Berkata Ibrahim. "Apakah kalian memberi kabar gembira 
kepadaku, padahal usiaku telah lanjut. Maka dengan cara 
bagaimanakafi (terlaksananya) berita gembira yang kalian kabarkan 
ini? " Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira 
kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang- 
orang yang berputus asa. " Ibrahim berkata, "Tidak ada orang 
yang berputus asa dari rahmat Tuluinnya. kecuali orang-orang yang 
sesat. " 

Allah Swt. berfirman kepada Nabi Muhammad, bahwa ceritakanlah 
kepada mereka kisah: 

tamu-tamu Ibrahim. (Al-Hijr: 51) 

Lafaz dai/ dapat dipakai untuk bentuk tunggal dan bentuk jamak sekaligus, 
perihalnya sama dengan lafaz az-zur (dosa) dan as-safar (perjalanan), yaitu 
di saat: 



COV:_^^iJ» 



&*»4M&Uteftfi$3l 



masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salam. " Berkata 
Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian. " (Al- 
Hijr: 52) 

Yakni Nabi Ibrahim dan istrinya merasa takut kepada tamu-tamunya itu. 
Disebutkan bahwa rasa takut timbul dalam hati Nabi Ibrahim kepada 

kompungsannoh. org 



54 Juz !4 — Al-Hijr 

tamu-tamunya itu tatkala ia melihat tangan mereka tidak mau menyantap 
suguhan jamuan yang disediakannya, yaitu anak sapi yang dipanggang. 

Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut. " (Al-Hijr: 53) 

Al-wajal artinya al-kliaitf y yakni janganlah kamu takut kepada kami. Lalu 
mereka menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim a.s. bahwa dia 
akan mendapat seorang anak yang 'alim (pandai). Anak yangdimaksud 
adalah lshaq a.s., seperti yang lelah disebutkan di dalam surat Hud. 

Kemudian Nabi Ibrahim berkata dengan nada keheranan, mengingat 
usianya yang telah lanjut; begitu pula usia istrinya, tetapi perasaan tersebut 
dibarengi dengan rasa ingin agar janji tersebut segeradinyatakan: 



*=: 0%: ?^>-o\ 



c)3>r^r^J^%^ ,, ^dJ t ^^^IOS 

Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal 
usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlak- 
sananya) berita gembira yang kalian kabarkan ini? (Al-Hijr: 54) 

Maka mereka menjawabnya dengan nada yang tegas akan terealisasinya berita 
gembira yang mereka sampaikan kepadanya; 



Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepada- 
mu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang 
yang berputus asa. "(Al-Hijr: 55) 

Sebagian ulama membacanya aanitik Maka Ibrahim a.s. menjawab 
mereka, bahwa sesungguhnya dirinya tidaklah berputus asa. melainkan 
selalu berharap kepada Allah agar memberinya anak, sekalipun usianya 
telah lanjut, begitu pula istrinya. Karena sesungguhnya Ibrahim a.s. 
mengetahui benar akan kekuasaan Allah dan rahmat-Nya yang jauh lebih 
besar dari hal tersebut. 



kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 55 

AI-Hijr, ayat 57-60 

Berkata (pula) Ibrahim, "Apakah urusan kalian yang penting 
(selain itu), hai para utusan? " Mereka menjawab, "Kami sesung- 
guhnya diutus kepada kaum yang berdosa, kecuali Lut beserta 
pengikut-pengiktitnya. Sesungguhnya kami akan menyelamat- 
kan mereka semuanya, kecuali istrinya Kami telah menentukan 

bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal 

(bersama-sama dengan orang kafir lainnya). " 

Allah Swt berfirman menceritakan perihal Ibrahim a.s. setelah rasa 
takutnya lenyap dan mendapat berita gembira bahwa sesungguhnya dia 
balik bertanya kepada para utusan itu tentang latar belakang dan tujuan 
kedatangan mereka kepadanya. Maka mereka menjawab: 



CW,:_£n->-J>" 



&££MM 



Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa. (AI-Hijr 
58) 

Yang mereka maksud adalah kaum Nabi Lut. Lalu mereka memberitakan 
kepada Ibrahim a.s. bahwa mereka akan menyelamatkan keluarga Lut 
dari kalangan kaumnya, kecuali istrinya; karena sesungguhnya istrinya 
termasuk orang-orang yang binasa bersama-sama kaumnya. Karena itulah 
dalam firman selanjutnyadisebutkan: 

kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya 
ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan 
orang kafir lainnya). (AI-Hijr: 60) 

Yakni termasuk orang yang tertinggal dan dibinasakan. 
hampungsunnah. org 



56 Jl« 14 — Al-Hijr 

Al-Hijr, ayat 61-64 

Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Lut, beserta 
pengikut-pengikutnya, ia berkala, "Sesungguhnya kalian adalah 
orang-orang yang tidak dikenal. " Para utusan menjawab, "Sebenar- 
nya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang 
selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu dengan 
membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang- 
orang benar, 

Allah Swt. menceritakan perihal Nabi Lut ketika kedatangan para malaikat 
yang berupa para pemuda yang berwajah tampan-tampan, lalu mereka 
masuk ke tempat Lut. Maka Nabi Lut berkata: 



clrw-Jr*^*- 



"Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal. " 
Para utusan menjawab, "Sebenarnya kami mi datang kepadamu 
dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. " (Al-I Hjr: 
62-63) 

Mereka bermaksud bahwa mereka akan menimpakan azab kepada 
kaumnya, membinasakan dan menghancurkannya, karena sebelumnya 
kaum Lut selalu mendustakan dan meragukan akan terjadinya azab ini 
atas mereka; juga membinasakan kampung halaman mereka. 



Dan Kami datang kepadamu dengan membawa kebenaran. (Al- 
Hijr 64) 

Ayat ini semakna dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman- 

Nya: 

Itompungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 57 

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar 
(untuk membawa azab). (Al-llijr: 8) 

Adapun firman Allah Swt: 



ftt.S *»B»dl! 



Cs9Um3&j 



dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang yang benar. 
(AI-IIijr:64) 

Maksudnya, benar dalam pemberitaan yang mereka sampaikan kepada- 
nya, yaitu bahwa mereka akan menyelamatkan dia (Lut) dan mem- 
binasakan kaumnya. Ungkapan ayat ini mengukuhkan makna ayat 
sebelumnya. 

Al-Hijr, ayat 65-66 

Maka pergilah kamu di akliir malam dengan membawa keluarga- 
mu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun 
di antara kalian menoleh ke belakang, dan teruskanlah perjalanan 
ke tempat yang diperintahkan kepada kalian. " Dan telah Kami 
wahyukan kepadanya (Lut) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan 
ditumpas habis dt waktu subuh 

Allah Swt. menceritakan perihal para malaikat yang diutus-Nya kepada 
Nabi Lut, bahwa mereka memerintahkan Lut untuk pergi di malam hari 
bersama keluarganya, yaitu sesudah sebagian besar malam hari telah 
berlalu. Dan hendaknya Lut berjalan di belakang mereka agar lebih 
memelihara keselamatan mereka. Hal yang sama telah dilakukan pula 
oleh Rasulullah Saw . dalam peperangannya, yakni berjalan di belakang 
pasukannya. Sesungguhnya beliau Saw. berbuat demikian dimaksudkan 
untuk menolong orang yang lemah dan mengangkut orang yang tidak 
berkendaraan. 

kampungsannah. org 



58 Jus 14 — Al-Hijr 

Firman Allah Swt: 

dan janganlah seorang pun di antara kalian menoleh ke belakang. 
(Al-Hijr: 65) 

Dengan kata lain, apabila kalian mendengar suara jeritan kaum kalian, 
janganlah kalian menoleh ke belakang melihat mereka, tetapi biarkanlah 
mereka dengan azab yang menimpa mereka sebagai pembalasan amal 
perbuatannya. 



<z-7O:j^*-0 ,J 






dan teruskanlah perjalananmu ke tempat yang diperintahkan 
kepada kalian. (Al-Hijr 65) 

Dari makna ayat ini tersirat bahwa seakan-akan mereka ada yang 
menuntun memberi petunjuk jalan yang harus ditempuh. 

Dan telah Kami watiynikan kepadanya (Lut) perkara itu. (Al-Hijr: 
66) 

Artinya, hal ini telah Kami beri tahukan terlebih dahulu kepadanya. 

yaitu bahww mereka akan ditumpas habis diwaktu subuh. (Al-Hijr: 
66) 

Yakni di pagi hari buta. Sama pengertiannya dengan yang disebutkan 
dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



«£MA« l $MjW& 



Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu 
subuh; bukankah subuh itu sudah dekat 7 ( Hud : 8 1 ) 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 59 

Al-Hijr, ayat 67-72 

Dan datanglah penduduk kota itu ( ke rumah Lut) dengan 
gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Lut berkata, "Sesung- 
guhiya mereka adalah tamuku: maka janganlah kalian memberi 
malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah 
kalian membuat aku terhina. " Mereka berkata, "Dan bukankah 
kami lelah melarangmu dari (melindungi) manusia? "Lut berkala, 
"Inilah putri-putri (ncgen)ku(ka\\ inlah dengan mereka), jika kalian 
hendak berbuat (secara yang halal). " (Allah berfirman), "Demi 
umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing 
di dalam kemabukan (kesesalan)-" 

Allah SWt menceritakan kedalangan kaum Lut kepada Nabinya kelika 
mereka mengetahui tamu-tamunya yang berwajah tampan, dan bahwa 
mereka datang kepada Lut dengan perasaan yang sangat gembira karena 
tamu-tamunya itu. 

Lut berkata. "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka 
janganlah kalian memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah 
kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina. " (Al- 
Hijr: 68-69) 

Hal ini dikatakan oleh Nabi Lut sebelum dia mengetahui bahwa tamu- 
tamunya itu adalah utusan Allah, seperti yang telah dijelaskan dalam 
surat Hud. 

Adapun dalam surat ini penyebutan perihal mereka sebagai utusan- 
utusan Allah didahulukan, lalu di-*a/qf-kan dengan sebutan bahwa kaum 

kompungwnnoh. org 



60 Juz 14 — AJ-HiJr 

lu; dalang kepada Nabi Lut, disebutkan pula bantahan Lut a.s. kepada 
kaumnya. Akan tetapi, wa\vu (huruf 'ataf) tidak menunjukkan pengertian 
tertib, terlebih lagi jika ada dalil yang menunjukkan kebalikannya. 
Maka mereka berkata kepada Nabi Lut sebagai jawaban mereka: 

Dan bukankah kaini lelah melarangmu dari (melindungi) manusia? 
(Al-Hijr: 70) 

Artinya, bukankah kami telah melarangmu menerima tamu. Kemudian 
Nabi Lut memberikan petunjuk kepada mereka agar mengawini wanita-wanita 
mereka, karena Tuhan mereka telah menjadikan kaum wanita sebagai 
pasangan yang dihalalkan bagi mereka. Dalam pembahasan yang lalu 
telah disebutkan keterangan mengenai hal ini dengan penjelasan yang 
sudah cukup, sehingga tidak perlu diulangi lagi di sini. 

Semuanya itu terjadi, sedangkan mereka dalam keadaan lalai dan 
tidak menyadari akan ujian yang sedang ditimpakan atas mereka dan 
azab apakah yang akan ditimpakan kepada mereka di pagi harinya. Karena 
itulah Allah Swt. berfirman kepada Nabi Muhammad Saw.: 

Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang- 
ambing di dalam kemabukan (kesesatan). (Al-Hijr: 72) 

Allah Swt. bersumpah dengan menyebut usia Nabi Saw. Hal ini jelas 
menunjukkan suatu penghormatan yang besar dan kedudukan yang tinggi 
bagi Nabi Saw. Amr ibnu Malik An-Nakri telah meriwayatkan dari Abui 
Jauza, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Tiadalah Allah menciptakan 
dan menjadikan makhluk yang lebih dimuliakan-Nya daripada Nabi 
Muhammad Saw . Saya belum pernah mendengar Allah bersumpah dengan 
menyebut usia seseorang selain Nabi Muhammad Saw. sendiri." Allah 
Swt berfirman: 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 6 I 

Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang- 
ambing di dalam kemabukan (kesesalan). (Al-Hijr: 72) 

Yakni demi hidupmu, demi usiamu, demi kcberadaanmu di dunia. 

Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan 
(kesesalan). (Al-Hijr: 72) 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Qataciah telah mengatakan 
sehubungan dengan makna firman-Nya, " Sakral ihim" (kemabukan 
mereka). Makna yang dimaksud ialah kesesatan mereka. Dan ya 'mahun 
artinya bermain-main. 

Ali ibnu Abu Talhah lelah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna firman-Nya, "La'amruka" artinya demi hidupmu 
Muhammad. 

Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan 
(kesesalan). (Al-Hijr: 72) 

Ya 'mahun artinya sama dengan yalaraddadun, yaitu terombang-ambing. 
Al-Hijr, ayat 73-77 

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, 
ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota 
itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari 
tanah yang keras. Sesunggufmya pada yang demikian itu benar- 

kampangsannah. org 



62 Juz 14 — Al-Hijr 

benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang 
yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu 
benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia). 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat 
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. 

Allah Swt. berfirman: 

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur. (Al- 
Hijr: 73) 

Yang dimaksud dengan saihah ialah suara keras yang mengguntur 
menimpa mereka di saat matahari akan terbit Selain itu kota tempat 
mereka tinggal diangkat ke langit, lalu dibalikkan, bagian atasnya di bawah 
dan bagian bawahnya di atas; setelah itu mereka dihujani oleh batu dari 
tanah liat yang keras. Dalam surat Hud telah diterangkan makna sijJJl 
dengan keterangan yang cukup jelas, tidak perlu diulangi lagi di sini. 
Firman Allah Swt.: 



&$wm>m 



Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat 
tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memper- 
hatikan tanda-tanda. (Al-Hijr: 75) 

Yakni sesungguhnya bekas-bekas azab masih tampak pada negeri-negeri 
itu bagi orang yang memperhatikannya dan memandangnya dengan 
pandangan mata dan hatinya. Seperti yang dikatakan oleh Mujahid 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. (Al-Hijr: 75) 

Yaitu bagi orang-orang yang memandangnya dengan pandangan mata 
dan hatinya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ad-pahhak, bahwa makna 
yang dimaksud ialah bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. 

kampungsannah. org 



Tafsir I bnu Kasir 63 

Qatadah mengatakan bahwa mutawassimTn artinya orang-orang yang 
mengambil pelajaran. Malik mengaiakan dari sebagian ulama Madinah, 
bahwa mutawassimTn artinya orang-orang yang merenungkannya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al- 
Hasan ibnu Arafah, lelah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu 
Kasir Al-Abdi, dari Amr ibnu Qais, dari Atiyyah, dari Abu Sa'id secara 
marfu' yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Takutlah kalian kepala firasat orang mukmin, karena sesungguh- 
nya dia melihat dengan nur (cahaya) Allah. 

Kemudian Nabi Saw. membacakan finnan-Nya: 

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat 
tanda-tanda bagi orang-orang yang memperhatikannya. (Al-Hijr: 
75) 

Imam Turmuzi dan Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Amr ibnu 
Qais AI-Mala-i, dari Atiyyah, dari Abu SaMd. Imam Turmuzi mengatakan, 
"Kami tidak mengenal hadis ini kecuali hanya melalui jalur ini." 

Ibnu Jarir mengatakan pula, lelah menceritakan kepadaku Ahmad 
ibnu Muhammad At-1 usi. telah menceritakan kepada kami Al-I lasan ibnu 
Muhammad, telah menceritakan kepada kami Al-Furat ibnus Sa-ib, telah 
menceritakan kepada kami Maimun ibnu Mahran, dari Ibnu Umar yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Takutlah kepada firasat arang mukmin, karena sesungguhnya 
orang mukmin itu memandang dengan nur (cahaya) Allah. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Syurahbil Al- 
Himsi, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Salamah, telah 
menceritakan kepada kami Al-Muammal ibnu Sa!id ibnu Yusuf Ar-Rahbi, 

karnpungwnnah. org 



64 



Juz 14 — AI-HIjr 



telah menceritakan kepada kami Abui Ma'la Asad ihnu Wada'ah 
At-Ta-i, lelah menceritakan kepada kami Wahb ibnu Munabbih, dariTawus 
ibnu Kaisan, dari Sauban yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw . pernah 
bersabda: 

Waspadalah kepada firasat orang mukmin, karena sesungguhnya 
dia memandang dengan nur Allah dan taufik- Nya. 

Ibnu Jarir mengatakan pula. telah menceritakan kepada kami Abdul A'la 
ibnu Wasil, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Muhammad Al- 
Jurmi, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Wasil, telah 
menceritakan kepada kami Abu Bisyr Al-Muzliq. dari Sabit, dari Anas 
yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang mengetahui 
hal ihwal orang lain melalui firasatnya, 

Al-Hafi? Abu Bakar Al-Ba?zar mengatakan dalam riwayatnya, bahwa 
telah menceritakan kepada kami Sahi ibnu Bahr, telah menceritakan 
kepada kami Sa'id ibnu Muhammad Aklurmi.telah menceritakan kepada 
kami Abu Bisyr yangdikenal dengan nama Mbnul Muzliq", yang menurut 
Al-Bazzar dinilai siqah, dari Sabit, dari Anas yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang dapat 
mengenal (mengetahui) orang lain melalui firasatnya). 

Firman Allah Swt.; 

Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang 
masih tetap (dilalui manusia). (Al-Hijr: 76) 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibmi Kasir 65 

Yakni sesungguhnya kota Sodom yang telah dibalikkan dan dilempari 
balusijjil sehingga menjadi danau yang berbau busuk lagi kotor dijalan 
Mahya' itu masih tetap dilalui manusia sampai masa sekarang. Sama 
halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui flrman-Nya: 

Dan sesunggu i uiya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan 
melaini (bekas-bekas) mereka di waktu pagi dan di waktu malam 
Maka apakah kalian tidak memikirkan? Sesungguhnya Yunus 
benar-benar salah seorang rasul. (As-Saffat: 137-139) 

Mujahid dan Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 



c=Vl =j**^)l- 



**&$& 



Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang 
masih tetpp (dilalui manusia). (Al-Hijr: 76) 

Makna yang dimaksud ialah masih ada tanda-tandanya. Qatadah 
mengatakan, makna yang dimaksud ialah bekas-bekas mereka masih tampak 
jelas dijalan yangdilalui. Qatadah mengatakan pula bahwa tempat tinggal 
mereka masih terlihat tanda-tandanya di suatu daerah. Menurut As-Saddi, 
makna yang dimaksud ialah bahwa nasib mereka telah ditetapkan di dalam 
Kitab yang nyata, yakni seperti pengertian yang terdapat di dalam firman 
Allah Swt.: 

Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang 
nyata (Lauh Mahfuz). (YasTn: 12) 

Akan tetapi, makna yang dimaksud tidaklah seperti apa yang dikatakannya 
dalam bab ini. 

kampungsannah. org 



66 Juz 14 — Al-H^r 



Firman AUah S wt; 



H .^MWa 



Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat 
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. 
(Al-Hijn 77) 

Sesungguhnya apa yang lelah Kami perbuat terhadap kaum Lut — yaitu 
membinasakan dan menghancurkan mereka, serta Kami selamatkan Lut 
dan keluarganya dari azab itu — benar-benar terdapat tanda yang jelas • 
dan gamblang bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul- 
rasul-Nya, bahwa Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang- 
orang yang beriman. 

Al-Hijr, ayat 78-79 

Dan sesiaigguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum 
yang zalim, maka Kami membinasakan mereka. Dan sesung- 
guhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang 
terang. 

Penduduk kota Aikah adalah kaum Nabi Syu'aib. Ad-Dahhak»Qatadah, 
dan yang lainnya mengatakan bahwa Aikah adalah nama sebuah pohon 
rindang (yang ada di kota itu). Perbuatan zalim mereka ialah karena 
mereka mempersekutukan Allah, gemar merampok (orang-orang yang 
lewat), serta gemar mengurangi takaran dan timbangan. Maka Allah 
menghukum mereka dengan teriakan yang mengguntur, gempa dan azab 
di hari mereka dinaungi awan. 

Mereka berada di dekat kaum Lut sesudah kaum Lut binasa, dan hal 
itu pertanda tempat tinggal mereka berdampingan. Karena itulah 
disebutkan oleh tlrman-Nya: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 67 

Dan sesungguhnya kedua kata itu benar-benar terletak di jalan 
umum yang terang. (Al-Hijr: 79) 

Menurut Ibnu Abbas. Mujahid, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya, makna 
imamum mubln dalam ayat ini ialah jalan umum yang terang. Karena 
itulah ketika Nabi Syu'aib memperingatkan kaumnya mengatakan dalam 
ancamannya yang disitir oleh Allah Swt. melalui firman-Nya: 

sedangkan kaum Lut tidak (pu\a) jauh (tempatnya) dari kalian. (Hud: 
89) 

Al-Hijr, ayat 80-84 

Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al-Hijr telah 
mendustakan rasul-rasul, dan Kami telah mendatangkan kepada 
mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu 
berpaling darinya, dan mereka memahal rumah-rumah dari 
gunung-gunimg batu (yang didiami) dengan aman. Maka mereka 
dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi, 
maka tak dapat menolong mereka apa yang telah mereka usahakan. 

Penduduk kota A l-H ij r adalah kaum Samud yang mendustakan Nabi Saleh 
a.s. Barang siapa yang mendustakan seorang rasul, berarti dia men- 
dustakan semua rasul. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan bahwa 
mereka mendustakan rasul-rasul Allah. Allah menyebutkan pula bahwa 
Pia telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan-Nya yang 
menunjukkan kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Nabi Saleh 
kepada mereka, yaitu seperti unta betina yang dikeluarkan oleh Allah 

kampungsunnoh.org 



68 Juz 14 — AJ-Hijr 

dari batu besar kepada mereka berkat doa Nabi Saleh a.s. Unta itu hidup 
bebas di kota mereka dan mempunyai jadwal hari minumnya tersendiri, 
sedangkan mereka pun mempunyai jadwal hari minumnya pula yang telah 
ditentukan. Akan tetapi, setelah mereka bersikap kelewat batas dan berani 
menyembelih unta itu, maka Saleh a.s. berkata kepada mereka; 

Bersuka rialah kalian di rumah kalian selama liga hari, itu adalah 
janji yang tidak dapat didustakan. (Hud: 65) 

Allah S\vt. menyebutkan dalam firman-Nya: 

Dan adapun kaum Sanwd, maka mereka telah Kami beri petunjuk, 
tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu 
(FussitaL]7) 

Dan Allah S\vt. menyebutkan perihal mereka melalui firman-Nya: 

dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu 
(yang didiami) dengan aman (Al-Hijr: 82) 

Artinya, mereka membuat rumah -rumahnya di dalam gunung-gunung 
batu dengan memahatnya, padahal mereka tidak dalam ketakutan dan 
tidak memerlukan itu, melainkan mereka lakukan hal itu atas dorongan 
keangkuhan, kecongkakan serta kejahatan mereka. Hal tersebut masih 
dapat terlihat dari bekas-bekas peninggalan mereka di Lembah Al-Hijr, 
yang Nabi Saw. pernah melewatinya di saat beliau pergi ke Medan Tabuk. 
Di saat melewatinya Nabi Saw. menundukkan kepalanya dan memacu 
kendaraannya dengan cepat serta bersabda kepada para sahabatnya: 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kas» 69 

Janganlah kalian memasuki lempar tinggal kaum yang telah 
diazab melainkan kalian dalam keadaan menangis. Jika kalian 
t idak dapat menangis sungguhan. maka berpura-pura menangislah 
kalian, karena dikhawatirkan kalian akan tertimpa apa yang 
telah menimpa mereka. 

Firman Allah S\vt.: 

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur 
di waktu pagi. (Al-Hijr 83) 

Maksudnya, pada pagi liari dari hari yang keempat, yakni hari Rabu. 

maka tak dapat menolong mereka apa yang telah mereka usaha- 
kan. (Al-Uijr: 84) 

Yakni apa yang mereka hasilkan dari pertanian mereka yang lebih mereka 
cintai daripada unta betina dalam pembagian airnya, lalu mereka 
menyembelihnya agar tidak mengganggu pengairan pertanian mereka. 
Maka harta benda mereka tidak dapat mempertahankan keberadaan 
mereka, tidak pula memberi mereka manfaat di saat perinlah (azab) 
Tuhanmu datang menimpa mereka. 

Al-Hijr, ayat 85-86 

Dpn tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi tkin apa yang ada di 
antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya 
saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maajkanlafi (mereka) 
dengan cara yang baik Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang 
Mafia Pencipta lagi Maha Mengetahui. 

kampangsunnah. org 



70 Juz 14 — Al-Hijr 

Firman Allah Swt: 

Dati tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada 
di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya 
saat (kiamat) itu pasti akan datang. (Al-Hijr: 85) 

Yang dimaksud dengan al-haq ialah dengan adil. 



^>*r4*Mftl&3&2ft 



supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat 
jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan' (An-Najm: 3 1 ). 
hingga akhir ayat. 

Allah Swt. telah berfirman: 



&(&?&m$&mm^M&^ 



" 



en. w* * Mut 



Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada 
di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah 
anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir 
itu karena mereka akan masuk neraka. (Sad: 27) 



Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami 
menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian 
tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Mahatinggi Allah, 
Raja Yang sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) 
selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arasy yang mulia (Al-Mu- 
minun: 1 15-1 16) 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 7 1 

Kemudian Allah Swt. memberitahukan kepada Nabi-Nya akan terjadinya 
hari kiamat, dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi. Selanjutnya 
Allah Swt. memerintahkan kepada Nabi-Nya bersikap memaaf dengan 
cara yang baik terhadap kaum musyrik yang telah menyakitinya dan 
mendustakan berita yang ia sampaikan kepada mereka. Hal ini semakna 
dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



:A1: 



^£$3&4&iiHK 



Maka berpalinglah kamu (hai Muhammad) dari mereka dan 
katakanlah, "Salam (selama! tinggal)." Kelak mereka akan 
mengetahui (nasib mereka yang buruk). (Az-Zukhmf: 89) 

Mujahid, Qatadah, dan lain-lainnya mengatakan bahwa hal ini sebelum 
adanya perintah untuk memerangi mereka. Dan kenyataannya memang 
seperti apa yang dikemukakan keduanya, mengingat ayat ini adalah ayat 
Makkiyyah, sedangkan a>at perang hanya baru diturunkan dan 
disyariatkan sesudah hijrah. 
Firman Allah Swt; 



**j*^jgtt&|$j|£4l 



Sesungguhnya Tuhanmu. Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha 
Mengetahui- (Al-Hijr; 86) 

Penegasan tentang adanya hari kembali (kiamat), dan bahwa Allah Swl. 
mampu menjadikan hari kiamat, karena sesungguhnya Dialah Yang Maha 
Pencipta, tiada sesuatu pun yang tidak dapat diciptakan-Nya. Dia Maha 
Mengetahui semua tubuh yang telah berserakan dan telah berpisah-pisah 
di tempat yang berbeda-beda di bumi. Ayat ini semakna dengan firman- 
Nya: 

kampangsunnah. org 



72 Juz 14 — Al-Hijr 

Dan tidakkah Tuhan yang mencipiakan langit dan bumi itu ber- 
kuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah 
hancur itu? Benar, Dia berkuasa Dan Dialah Maha Pencipta lagi 
Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia 
menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" 
Maka terjadilah ia. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya 
kekuasaan alas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kalian 
dikembalikan. (YasTn: 81-83) 

Al-Hijr, ayat 87-88 

J1&&&&J vjjgjgjip^gji S3& 

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayal 
yang dibaca berulang-ulcmg dan Al-Qur 'ari yang agung. Jangan- 
lah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenik- 
matan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan 
di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu 
bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu 
terhadap orang-orang yang beriman. 

Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya, bahwa sebagaimana Kami 
berikan kepadamu Al-Qur'an yangagung, maka jangan sekali-kali kamu 
memandang kepada dunia dan perhiasannya serta kesenangan duniawi 
yang telah Kami berikan kepada mereka yang ahlinya, yaitu kesenangan 
yang fana; hal itu sebagai ujian buat mereka. Maka janganlah kamu 
menginginkan apa yang ada pada mereka, janganlah pula kamu bersedih 
hati karena mereka bersikap mendustakan dan menentang agamamu, 

dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang meng- 
ikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (Asy-Syu'ara: 

215) 

kampungsunnah. org 



Talsir Ibnu Kasir 73 

Artinya, bersikap rendah dirilah kamu kepada mereka, sama halnya 
dengan apa yang dischulkan dalam firman-Nya: 

Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari 
kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, 
sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat 
belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Al- 
Taubah: 128) 

Sehubungan dengan makna as-sab'ul masani, para ulama berbeda 
pendapat mengenainya. Ibnu Mas'ud, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Mujahid, 
Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya mengatakan bahwa yang 
dimaksud dengan sab 'u/ masani ialah tujuh surat Al-Qur'an yang panjang- 
panjang, yaitu surat A!-Baqarah, Ali Irnran, An Nisa, Al-Maidah, Al- 
An'am, Al-A'raT, dan surat Yunus. Ibnu Abbas dan Sa'id ibnu Jubair 
mc-HOi-kan hal ini. Sa'id mengatakan bahwa di dalam surat-surat tersebut 
dijelaskan hal-hal yang fardu, hukum-hukum had, hukum-hukum qisas, 
dan hukum-hnkum lainnya. Ibnu Abbas mengatakan, di dalamnya 
dijelaskan misal-misal, berita-berita, dan pelajaran-pelajaran. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Umar yang mengatakan 
bahwa Sufyan pernah mengatakan, "Al-masani ialah surat Al-Baqarah, 
Ali Imran, An-Nisa, Al-Maidah, Al-An'am, Al-A'raf, Al-Anfal, dan surat 
Al-Bara-ah (At-Taubah) adalah satu surat." Ibnu Abbas mengatakan 
bahwa tiada seorang pun yang dianugerahi surat-surat tersebut selain Nabi 
Saw., dan Musa hanya diberi dua surat darinya. Demikianlah menurut 
riwayat llasyim, dari Al-Hajjaj. dari Al-Walid ibntil Aizar, dari Sa'id 
ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas. 

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Muslim Al-Batin,dari Sa'id ibnu 

Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi Saw. 
dianugerahi tujuh surat yang panjang-panjang, sedangkan Musa 
dianugerahi enam buah. Setelah Musa melemparkan /uh-luh-nya, kedua 
surat hilang, dan yang tertinggal hanyalah empat surat. 

kampangwnnah. org 



74 Juz <4 — A'-H'i 1 

Mujahid mcngaiakan bahwa sab 'ul makani ialah tujuh surat yang 
panjang-panjang, dikatakan pula A l-Qur'an yang agung. 

Khasif telah meriwayatkan dari Ziyad ibnu Abu Maryam sehubungan 
dengan makna firman-Nya, "Sab 'ul Masam" ini. Allah Swi. berfirman. 
''Aku berikan kepadamu (Muhammad) tujuh bagian, yaitu perintah, 
larangan, berita gembira, peringatan, perumpamaan- perumpamaan, dan 
bilangan nikmat-nikmat; serta-Aku beritakan kepadamu berita Al-Qur*an." 
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu I Intim. 

Pendapat yang kedua mengatakan bahwa yang dimaksud dengan 
as-sab ulmasani ialah surat Al-Fatihah. Surat Al-Fatihah terdiri atas tujuh 
ayat. Pendapat ini diriwayatkan dari Ali, Umar, Ibnu Mas'ud, dan Ibnu 
Abbas. Ibnu Abbas mengatakan bahwa basmalah termasuk salah satu 
ayat dari surat Al-Fatihah, Allah telah mengkhususkan*ini bagi kalian. 
Pendapat inilah yang dikatakan oleh Ibrahim An-Nakha'i, Abdullah ibnu 
Ubaid, Ibnu Umair, Ibnu Abu Mulaikah, Syahr ibnu Hausyab, Al-Hasan 
Al-Basri, dan Mujahid. 

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa yang 
dimaksud dengan sab 'ul masam ialah fatihatul kitab, dan bahwa surat 
Al-Fatihah ini dibaca berulang-ulang pada setiap rakaat salat fardu maupun 
salat sunat. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir, dan ia memilih pendapat 
ini dengan berdasarkan hadis-hadis yang menerangkan tentang hal ini. 
Hadis-hadis tersebut telah kami terangkan di dalam keutamaan-keutamaan 
surat Al-Fatihah pada permulaan kitab tafsir ini. Sehubungan dengan 
masalah ini Imam Bukhari telah mengetengahkan dua buah hadis. 

Pada hadis pertama Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami 
Gundar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari I labib ibnu Abdur 
Rahman, dari Hafs ibnu Asim, dari Abu Sa'id ibnul MaMa yang 
menceritakan, ''Nabi Saw. melewatiku saat aku sedang salat, lalu Nabi 
Saw. memanggilku, tetapi aku tidak mendatanginya hingga aku 
menyelesaikan salatku. Setelah aku selesaikan salatku, maka aku 
menghadap kepada Nabi Saw. Lalu Nabi Saw. bertanya, "Apakah yang 
menghalang-halangimu sehingga tidak datang kepadaku (saat 
kupanggil)?' Aku menjawab, 'Aku sedang mengerjakan salat.* Maka Nabi 
Saw. bersabda, 'Bukankah Allah S\vt. telah berfirman: 



kampangsannah. org 



Tafsir ibnu Kasir 75 

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan 
seman Rasul apabila Rasul menyeru kalian (Al-Anfal: 24). ' 

Nabi Saw. bersabda, 'Maukah aku ajarkan kamu tentang surat yang 
paling besar di dalam Al-Qur'an sebelum aku keluar dari masjid ini?' 
Ketika Nabi Saw. hendak keluar dari masjid, maka aku mengingatkannya 
(akan janjinya itu), lalu beliau bersabda: 



'Al Hamdu Lillahi Rabbil Alamin (surat Al-Fatihah) adalah tujuh 
ayat yang dibaca berulang-ulang, dan AJ-Qur'anul 'Azim yang 
diberikan kepadaku '. " 

Hadis kedua: Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Adam, telah menceritakan kepada kami lbnu Abu Zi-b, telah menceritakan 
kepada kami Al-Maqhari, dari Abu 1 lurairah r.a. yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



.^^^£3^o^Ji5 



Ummul Qur 'au ialah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan 
Al-Qur'anul 'Azim. 

Inilah bunyi nas yang menyatakan bahwa surat AI-Paiihah-adalah5o6 'ul 
makani (tujuh ayat yang dibaca berulang-u lang) dan Al-Qur 'anu! 'Azim 
(yakni di dalamnya terkandung semua isi Al-Qur'an secara garis 
besarnya). Akan tetapi, tidaklah bertentangan jika surat lainnya — yaitu 
tujuh surat yang panjang-panjang-- dinamakan pula dengan sebutan ini, 
mengingat di dalam surat-surat tersebut terkandung pula sifat-sifatnya. 
Sebagaimana tidak bertentangan pula bila Al-Qur'an seluruhnya disebut 
dengan sebutan ini, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt dalam firman- 
Nya: 

kampungsannah. org 



76 Juz U — Al-Hijr 

/*//o/j /tVo/i menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al- 
Qur 'an yang serupa (mulu ayat-ay a(n>a) lagi berulang-ulang. (Az~ 

Zurnon 23) 

Fatihah dipandang dari satu segi disebut masani (yang dibaca berulang- 
ulang), dan dari segi lain serupa (mutu ayat-ayatnya); surat Al-Fatihah 
ini dinamakan pula dengan sebulan ' Al-Qur*an\ Perihalnya sama dengan 
Nabi Saw. ketika ditanya tentang masjid yang dibangun di alas landasan 
takwa, maka beliau Saw. mengisyaratkan kepada masjidnya (di Madinah), 
sedangkan ayat itu diturunkan berkenaan dengan Masjid Quba. Tidak 
ada pertentangan dalam hal ini. karena sesungguhnya menyebutkan 
sesuatu bukan berarti menafikan sebutan yang lainnya bilamana keduanya 
mempunyai sifat dan latar belakang yang sama. 
Firman Allah Swt: 

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu 
kepada kenikmatan hidup yang lelah Kami berikan kepada 
beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu). (Al- 
Hijr: 88) 

Maksudnya, merasa cukuplah kamu dengan Al-Qur'an yang telah 
dianugerahkan oleh Allah kepadamu, dan jangan I ah kamu menginginkan 
kesenangan duniawi dan kegcmerlapannya yang fana yang diberikan 
kepada mereka (orang-orang kafir itu). Berdasarkan makna ayat ini Ibnu 
Uyaynah mengartikan hadis sahih yang mengatakan: 

Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan 
bacaan Al-Qur 'an. 

Bahwa yang dimaksud dengan yataganna ialah tidak merasa cukup 
dengan Al-Qur'an dari yang lainnya. Interpretasi ini memang sahih, tetapi 

kampung wnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 77 

bukanlah makna yang dimaksud dari hadis, seperti yang lelah kami 
jelaskan dalam permulaan tafsir ini, 

Ibnu Abu Hatim mengalakan, telah diceritakan dari Waki' ibnul 
Jarrah, bahwa lelah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ubaidah, dari 
Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit, dari Abu Rafi' — sahabatNabi Saw. — 
yang mengalakan bahwa Nabi Saw. menjamu sejumlah tamu, padahal 
Nabi Saw. tidak mempunyai sesualu yang akan disuguhkan kepada tamu- 
tamunya itu. Maka beliau Saw. mengirimkan seseorang kepada seorang 
Yahudi untuk menyampaikan, "Muhammad, utusan Allah, berpesan 
kepadamu: Berilah ia utang tepung gandum yang akan dibayar pada 
permulaan bulan Rajab." Tetapi lelaki Yahudi itu menolaknya kecuali 
dengan jaminan. Maka si utusan (perawi sendiri) kembali kepada Nabi 
Saw. dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh si Yahudi 
itu. Maka Nabi Saw. bersabda, "Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya aku 
benar-benar kepercayaan semua orang yang ada di langit dan yang ada 
di bumi. Dan jikalau dia memberiku utang atau menjualnya kepadaku, 
pasti aku akan membayarnya." 

Setelah aku keluar dari sisi Nabi Saw., turunlah Firman Allah Swt.: 



vn 



.&± 



mi^m^i0^^^f^Mi 



Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang 
telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, 
sebagai bunga kehidupan dunia. ( Taha: 131) 

Seakan-akan Allah Swt. menghiburnya dari perkara duniawi. Al-Aufi 
telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna fimian- 
Nya: 



;J ^>0i=» <*£^££uAf 



Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandangan mu.(h\-\\\}xi 
88) 

Bahwa Allah Swt melarang seseorang mengharapkan apa yang menjadi 
milik temannya. 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

karnpungsannah. org 



78 Juz 14 — AW* 

kepada kenikmatan hidup yang lelah Kami berikan kepada 
beberapa golongan di antara mereka. (Al-Hijr: 88) 

Menurutnya, yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kaya. 
Al-Hijr, ayat 89-93 

Dan katakanlah, "Sesungguhnya aku ada/ah pemberi peringatan 
yang menjelaskan " Sebagaimana (Kami lelah memberi peringatan), 
Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang mem- 
bagi-bagi (Kitab Allah), (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan 
Al-Qur'an itu terbagi-bagi. Makademi Tuhanmu, Kami pasti akan 
menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan 
daliulu. 

Allah Swt. memerintahkan Nabi-Ny a untuk mengatakan kepada' manusia: 

SesungguJtnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan. 
(Al-Hijr: 89) 

Yakni yang jelas peringatannya, la memberi peringatan kepada manusia 
akan adanya azab yang pedih supaya jangan menimpa mereka karena 
mendustakannya, sebagaimana azab yang telah menimpa orang-orang 
terdahulu dari kalangan umat-umat yang silam yang mendustakan rasul- 
rasulnya, yaitu azab dan pembalasan yang diturunkan oleh Allah kepada 
mereka. 

Firman Allah: 






kampungsannah. org 



lalsii Ibnu Kasit 



79 



ymg membagi-bagi (Kilab Allah). (Al-Hijr: 90) 

Maksudnya, yang saling bersumpah di anlara sesama mereka; mereka 
melakukan sumpah atau perjanjian pakla di antara sesama mereka untuk 
menentang para nabi, mendustakan, dan menyakitinya. Pengertiannya 
sama dengan yang disebutkan oleh Allah Swt dalam firman-Nya tentang 
berita kaum Saleh, yaitu: 

Mereka berkata, " Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, 
bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba- 
tiba beserta keluarganya di malam hari. " (An-Naml: 49). hingga 
akhir ayat. 

Yakni kita akan membunuh mereka di malam hari dengan tiba-tiba. 

Mujahid mengatakan bahwa makna taaasamu ialah bersumpah, 
seperti pengertian yang terdapat di dalam firmaii-Nya: 

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang 
sungguh-sungguh. "Allah tidak akan membangkitkan orang yang 
mori. " (An-Nahk 38) 

Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia). (Ibrahim: 44) 

Itukah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwa mereka 
tidak akan mendapat rahmat Allah? (Al-A'raf: 49) 

Dalam kaitannya dengan tafsir ayat ini dapat dikatakan bahwa seakan- 
akan mereka tidak sekali-kali mendustakan sesuatu dari masalah dunia 
melainkan mereka bersumpah terhadapnya, sehingga mereka dinamakan 
kaum yang muqtasim. 

kampangsunnah. org 



80 JUZ 14 — Al-Hijr 

Abdur Raliman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, al-muqtasiniun 
adalali kaum Nabi Saleh yang bersumpah dengan nama Allah bahwa 
mereka akan membunuhnya di malam hari secara liba-liba bersama 
keluarganya. 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis dari Abu Musa, 
dari Nabi Saw., bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: 

< £* i'- 

*-0 s .„ > 






Sesungguhnya perumpamaanku dan risalah yang diutuskan 
oleh Allah kepadaku untuk menyampaikannya, sama dengan 
seorang lelaki yang datang kepada kaumnya, lalu ia 6 wAa/a (kepada 
mereka), "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah melihat pasukan 
musuh dengan mata kepalaku sendiri, dan sesungguhnya aku 
adalah orang yang memberikan peringatan dini kepada kalian, 
maka selamatkanlah diri kalian, selamatkanlah diri kalian! " Maka 
sebagian dari kaumnya ada yang menaati peringatannya, lalu 
mereka pergi di malam harinya dengan tenang untuk menye- 
lamatkan diri. maka selamatlah mereka (dari serangan musuh). Dan 
sebagian orang dari kaumnya mendustakannya, sehingga mereka 
tetap berada di tempatnya pada pagi harinya, akhirnya pasukan 
musuh datang menyerang mereka di pagi harinya sehingga 
binasalah mereka karena dibunuh habis-habisan oleh musuh 
yang demikian itu/ah perumpamaan orang yang taat kepadaku 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 8 1 

dan mengikuti kebenaran yang aku sampaikan, dan perumpa- 
maan orang yang durhaka kepadaku serta mendustakan kebenaran 
yang aku sampaikan. 

Firman Allah Swt.: 

(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur 'm itu terbagi- 
bagi (Al-Hijr: 9 J) 

Yakni mereka menjadikan Kitab yang diturunkan kepada mereka terbagi- 
bagi. Dengan kata lain, mereka percaya kepada sebagiannya dan ingkar 
kepada sebagian lainnya. 

Imani Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub 
Ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah 
menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu 
Abbas sehubungan dengan makna firma n-Nya: 

mereka menjadikan Al-Qur *an itu terbagi-bagi. (Al-Hijr: 91 ) 

Mereka adalah ahli kitab, mereka membagi-bagi kitabnya menjadi 
beberapa bagian, lalu mereka percaya kepada sebagiannya dan ingkar 
kepada sebagian lainnya. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Ubaidillah ibnu Musa, dari Al-A'masy, dari Abu Zabyan, dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

mereka menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi. (Al-IIijr: 91) 

Bahwa mereka adalah ahli kitab, mereka memhagi-baginya menjadi 
beberapa bagian lalu mereka beriman kepada sebagiannya dan ingkar 
kepada sebagian yang lainnya. 

Telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Al- 
A'masy, dari Abu Zabyan, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

kampangsannah. org 



82 Juz 1« — Al-Hijr 



* -s. jgwnlJs» 






Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan). A'am/ ffi/oft 
menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi 
(Kitab Allah). (Al-Hijr: 90) 

Bahwa mereka beriman kepada sebagiannya dan kafir kepada sebagian 
yang lainnya, mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ibnu Abu 
Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Mujahid, Al-Hasan, Ad- 
Dahhak, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, serta yang lainnya hal yang semisal. 
Al-Hakam ibnu Aban telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu 
Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: 

!*%»■■*-*■**** <-43fcy 

mereka menjadikan A/-Qur'an i/u terbagi-bagi (Al-Hijr: 91) 

Bahwa yang dimaksud dengan 'idtn ialah sihir. Ikrimah mengatakan, al- 
'idah artinya sihir, menurut dialek orang-orang Qiiraisy; mereka 
mengatakan al- adihah kepada wanita penyihir. Mujahid mengatakan, 
'idwa-hun a'daun menurut mereka artinya sihir. Mereka mengatakan pula 
tukang tenung, juga mengatakannya dongengan-dongengan orang-orang 
dahulu. 

Ata mengatakan bahwa sebagian dari mereka mengatakan sihir, ada 
yang mengatakannya gila, ada pula yang mengatakannya tukang tenung, 
yang demikian itulah makna lafaz i kfih. Hal yang sama telah diriwayatkan 
dari Ad-Dahhak dan lain-lainnya. 

Muhammad ibnu lshaq mengatakan dari Muhammad ibnu Abu 
Muhammad, dari Ikrimah atau Sa' id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa 
Al-Walid ibnul Mugirah menghimpun sejumlah orang dari kalangan 
kabilah Quraisy; dia adalah orang yang terhormat di kalangan mereka, 
saat itu telah datang musim haji. Lalu Al-Walid ibnul Mugirah berkata 
kepada mereka, "Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya musim haji 
tahun ini telah tiba. dan sesungguhnya para delegasi dari kalangan orang- 
orang Arab semuanya akan datang bertamu kepada kalian, mereka lelah 
mendengar perihal urusan teman kalian ini (yakni Nabi Muhammad Saw.). 
Maka berscpakatlah kalian dalam suatu pendapat sehubungan dengannya, 

kampungsannah. org 



Tafsir Itonu Kasir 83 

dan janganlah kalian bertentangan, sehingga sebagian dari kalian 
mendustakan dengan sebagian yang lainn) a, dan pendapat sebagian dai i 
kalian bertentangan dengan pendapat sebagian yang lainnya." 

Lalu mereka berkata, "Dan engkau, hai Abdu Syams (nama julukan 
Al-Walid ibnul Mugirah), kemukakanlah pendapatmu yang nanti akan 
kami jadikan sebagai pegangan." Al-Walid balik bertanya, "Tidak, tetapi 
kalianlah yang mengatakannya, nanti saya akan menurutinya." Mereka 
berkata, "Kami katakan dia adalah tukang tenung." Al-Walid menjawab, 
"Dia bukanlah tukang tenung." Mereka berkata, "Dia gila." Al-Walid 
berkata, "Dia tidak gila." Mereka berkata, "Dia seorang penyair." Al- 
Walid berkala, "Dia bukan penyair." Mereka berkata, "Dia seorang 
penyihir." Al-Walid berkata, "Dia bukan penyihir." 

Mereka berkata, "Lalu apakah yang harus kami katakan?" Al-Walid 
berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ucapan Muhammad benar-benar 
manis. Tidak sekali-kali kalian mengatakan sesuatu darinya melainkan 
pasti diketahui bahwa perkataanmu itu batil. Dan sesungguhnya pendapat 
yang paling dekat untuk kalian katakan sehubungan dengannya ialah dia 
adalah seorang penyihir." Akhirnya mereka berpisah dengan kesepakatan 
yang bulat akan hal tersebut dalam bersikap terhadap Nabi Saw. Lalu 
Allah Swt menurunkan firman-Nya sehubungan dengan mereka: 

c- v-^is^^ruji-» 

(yaitu ) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur 'an itu terbagi- 
bagi. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka 
semua tentang apa yang lelah mereka kerjakan dahulu (AI-Hijr: 
91-93) 

Yang dimaksud dengan mereka ialah orang-orang yang mengatakan hal 
itu kepada Rasulullah Saw. 

Atiyyah Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Umar sehubungan 
dengan firman-Nya: 

Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah 
mereka kerjakan dahulu. (AI-Hijr: 92-93) 

kampungsannah. org 



Juz 14 — AWHijr 



Yakni tentang kalimah 'Tidak ada Tuhan selain Allah'. Abdur Razzaq 
mengatakan, telah menceritakan kepada kami As-Sauri. dari Lais ibnu 
Abu Sulaim, dari Mujahid sehubungan dengan firman Allah Svvt.; 



cz n** - 'W =J?»d»» 



&&&&&&&& 



Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang 
telah mereka kerjakan dahulu. ( Al-Hijr: 92-93) 

Yaitu tentang kalimah 'Tidak ada I'uhan selain AllahMmam rurmuzi. 
Abu Ya'la Al-Mausuli, Ibnu Jarir, dan ibnu Abu Hatim telah meriwa- 
yatkan melalui hadis Syarik Al-Qadi, dari Lais ibnu Abu Sulaim, dari 
Basyir ibnu Nuhaik, dari Anas. dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

Maka demi Tuhanmu. Kami pasti akan menanyai mereka semua. 

(Al-Hijr:92) 

Bahwa yang dipertanyakan kepada mereka ialah tentang kalimah 'Tidak 
ada Tuhan selain Allah'. Ibnu Idris telah meriwayatkannya dari Lais, dari 
ibnu Basyir, dari Anas secara mauquf.. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad, telah 
menceritakan kepada kami Abu Ahmad, telah menceritakan kepada kami 
Syarik, dari Hilal, dari Abdullah ibnu Hakim. Imam Turmuzi serta lain- 
lainnya telah meriwayatkannya pula melalui hadis Anas secara marfu. 
Abdullah (yakni Ibnu Mas'ud) mengatakan, "Demi Tuhan yang tidak 
ada Tuhan selain Dia, tiada seorang pun di antara kalian melainkan akan 
diajak berbicara secara tersendiri oleh Allah pada hari kiamat nanti, 
sebagaimana seseorang di antara kalian memandang bulan di malam 
purnama. Lalu Allah Swt. berfirman, 'Hai anak Adam. apakah yang 
memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap-Ku. Hai anak Adam, 
apakah yang telah engkau lakukan? Hai anak Adam, apakah engkau 
memperkenankan seruan para rasul?" " 

Abu Ja'far telah meriwayatkan dari Ar-Rabi', dari Abui Aliyah 
sehubungan dengan firman-Nya: 



kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasti 85 



■ 1 V - *Y - 



$fM-&&ma& 



Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua 
tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu- (Al-Uijr: 92-93) 

Di hari kiamat kelak Allah menanyai semua hamba tentang dua perkara, 
yaitu tentang apa yang mereka sembah, dan apakah mereka mem- 
perkenankan ajakan para rasul. Menurut Ibnu Uyaynah, ditanyakan 
tentang amal perbuatan dan harta benda. Ibnu Abu Hatim mengatakan, 
telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada 
kami Ahmad ibnu Abui Hawari, telah menceritakan kepada kami Yunus Al- 
Hazza, dari Abu Hamzah Asy-Syaibani, dari Mu'az ibnu Jabal yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

//m Mu az, sesungguhnya seseorang itu akan ditanyai pada hari 
kiamat tentang semua usahanya hingga tentang celak matanya, 
dan tentang serpihan tanah liat yang ada di jari tangannya. 
Semoga tidak dijumpai di hari kiamat nanti ada orang lain yang 
lebih bahagia daripada kamu dengan apa yang telah dianugerahkan 
oleh Allah kepadamu. 

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan firman-Nya: 

Maka demi Tufianmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua 
tentang a/w yang telah mereka kerjakan dahulu. (Al-I lijr: 92-93) 

Kemudian Allah Swt berfirman: 

kampangsannah.org 



86 Juz 14 — Al-Hijr 

Pada waktu itu manusia dan jin tidak duanya tentang dosanya. 
(Ar-Rahman:39) 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah tidak menanyai mereka dengan 
pertanyaan. "Apakah kalian mengerjakan anu dan anu?" Karena 
sesungguhnya Dia lebih mengetahui hal itu daripada mereka sendiri. 
Melainkan Dia menanyai mereka dengan pertanyaan, "Mengapa kalian 
mengerjakan anu dan anu?" 

Al-Hijr, ayat 94-99 



Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa 
yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang- 
orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari 
(kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), (yaitu) 
orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di 
samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat- 
akibatnya). Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui bahwa 
dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, 
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu 
di antara orang-orang yang bersujud (salat), dan sembahlah 
Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). 

Allah Swt. berfirman, memerintahkan Rasul-Nya untuk menyampaikan 
risalah yang dia diutus untuk menyampaikannya, dan melaksanakannya 
serta mempermaklumatkannya secara terang-terangan di hadapan orang- 
orang musyrik, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas sehubungan 
dengan firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir S V 



■Uy5w*Jt» > 9 Jj£&if<$Z& 



Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan apa yang 
diperintahkan (kepadamu). (Al-Hijr: 94) 

Maksudnya, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu secara 
terang-terangan. Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah 
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Menurut Mujahid, 
makna yang dimaksud ialah membaca Al-Qur'an dengan suara keras 
dalam salat. 

Abu Ubaidah telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Mas'ud yang 
mengatakan bahwa Nabi Saw. masih tetap sembunyi-sembunyi dalam 
menjalankan ibadahnya, hingga turun firman-Nya: 

Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa 
yang diperintahkan (kepadamu). (Al-Hijr: 94) 

Maka barulah beliau Saw. keluar bersama para sahabatnya menyerukan 
agama Islam secara terang-terangan. 
Firman Allah SwL: 



cSo- <ti.^J?wJl-3 



m^^mo&j-o^i 



dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya 
Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang 
memperolok-otokkan (kamu). (Al-Hijr: 94-95) 

Artinya, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, 
dan janganlah kamu hiraukan orang-orang musyrik yang hendak 
menghalang-halangimu dari mengamalkan ayat-ayat Allah. 

Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu 
mereka bersikap lunak (pula kepadamu). (Al-Qalam: 9) 

kampangsanneh. org 



88 Juz K — Al-Hijr 

Janganlah kamu takul terhadap mereka, karena sesungguhnya Allah 

melindungimu dari mereka dan memelihara dirimu dari kejahatan mereka. 
Makna ayat ini semisal dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swi. dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari 
Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan 
itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah metne- 
lihara kamu dari (gangguan) manusia. (Al-Maidahj 67) 

Al-Haf iz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Yahya ibnu Muhammad ibnus Sakan, telah menceritakan kepada 
kami lshaq ibnu Idris, telah menceritakan kepada kami Aun ibnu Kahmas, 
dari Yazid ibnu Dirham, dari Anas. Yazid ibnu Didiam mengatakan bahwa 
ia pernah mendengar sahabat Anas membacakan firman-Nya: 

Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang- 
orang yang memperolok-olokkan (kamu), (yaitu) orang-orang 
yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah. 
(Al-Hijr: 95-96) 

Lalu sahabat Anas mengatakan, "Di saat Rasulullah Saw. lewat, ada seba- 
gian dari mereka (orang-orang musyrik) mengerdipkan matanya (yakni 
memperolok-oIokNabi Saw.). Maka datanglah Malaikat Jibril." Menurut 
Yazid ibnu Dirham, sahabat Anas mengatakan, "Lalu Malaikat Jibril balas 
mengerdipkan matanya terhadap mereka. Maka tubuh mereka dikenai 
sesuatu yang akibatnya seperti bekas tusukan, sehingga matilah mereka." 
Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, Yazid ibnu Ruman telah 
menceritakan kepadaku tentang pemimpin orang-orang yang 
memperolok-olokkan Nabi Saw.; dari Urwah ibnuzZubair, bahwa jumlah 
mereka ada lima orang, semuanya adalah orang-orang yang mempunyai 

kampungwnnah. org 



Tafstr Ibnu Kasir 89 

pengaruh dan kedudukan di kalangan kaumnya masing-masing. Mereka 
adalah: 

Dari kalangan Bani Asad ibnu Abdul Uzza ibnu Qusay ialali Al- 
Aswad ibnul Muttalib yang dijuluki dengan panggilan Abu Zam'ah. 
Menurut berila yang sampai kepadaku, Rasulullah Saw. pernah 
mendoakan kebinasaan untuknya setelah ia menyakiti dan memperolok- 
olok Rasulullah Saw. di luar batas. Rasulullah Saw. berkata dalam do'anya: 

£j£* A t4&* ***** . % «jt \tt 



ti&kftffifjffi 



Ya Allah, butakanlah matanya dan tumpaslah anaknya. 

Dari kalangan Bani Zahrah ialali AI-Aswad ibnu Abdu Yagus ibnu Wahb 
ibnu Abdu Manaf ibnu Zahrah. 

Dari kalangan Bani Makhzum ialah Al-Walid ibnul Mugirah ibnu 
Abdullah ibnu Amr ibnu Makhzunv- 

Dari kalangan Bani Sahm ibnu Umar ibnu Hasis ibnu Ka'b ibnu 
Lu-ay ialah Al-As ibnuWa-il ibnuHisyam ibnuSa'id ibnu Sa'd. 

Dari kalangan Bani Khuza'ah ialah AI-Haris ibnut Talatilah ibnu 
Amr ibnul I laris ibnu Abdu ibnu Amr ibnu Mulkan. 

Setelah perbuatan jahat mereka kelewat batas dan sangat gencar 
dalam memperolok-olok Rasulullah Saw., maka Allah menurunkan 
firman-Nya: 

Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala 
apa yang diperintahkat) (kepadamu) dan berpalinglah dari orang- 
orang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari 
(kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu). (Al- 
Hijr: 94-95) 



Sampai dengan firman-Nya: 






kampungsannah. org 



90 Juzt4 — /y-Hijr 

maka mereka ketak akan mengetahui (akibat-akibatnya). (Al-Hijr: 
96) 

Ibnu lshaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Ruman. 
dari Urwah ibnuz Zubair atau lainnya dari kalangan ulama terdahulu, 
bahwa Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Saw. yang saat itu sedang 
tawaf di Baitullah. Malaikat Jibril berdiri, dan Rasulullah Saw. berdiri 
pula di sampingnya. Maka Malaikat Jibril membawa Rasulullah kepada 
Al-Aswad ibnu Abdu Yagus, lalu Jibril mengisyaratkan ke arah perut Al- 
Aswad, maka dengan serta merta perut Al-Aswad kembung dan mati 
karenanya. 

Malaikat Jibril membawa Rasulullah Saw. kepada Al-Walid ibnul 
Mugirah, lalu Jibril mengisyaratkan ke arah luka yang ada di bagian bawah 
mata kaki Al-W'alid. Luka itu telah dideritanya sejak dua tahun silam, 
karena itu Al-Walid selalu menjulurkan kainnya (untuk menutupi lukanya 
itu). Asal mula lukanya itu adalah melalui seorang lelaki dari kalangan 
Bani Khuza'ah yang sedang memberikan bulu penyeimbang pada anak 
panahnya, lalu salah satu anak panahnya terkait pada kain Al-Walid dan 
melukai kakinya itu. Pada mulanya lukanya itu tidaklah begitu parah, 
tetapi setelah ditunjuk oleh Malaikat Jibril, maka lukanya menjadi parah 
dan menyebabkannya mati. 

Malaikat Jibril membawa Nabi Saw. kepada Al-As ibnu Wa-il, lalu 
Jibril mengisyaratkan ke arah telapak kakinya. Setelah itu Al-As keluar 
dengan mengendarai keledainya menuju Taif, lalu keledainya ditambatkan 
di suatu tempat yang banyak belingnya, dan kakinya tertusuk oleh beling 
hingga matilah ia. 

Malaikat Jibril membawa Nabi Saw. kepada Al-Haris ibnut : falatilah, 
lalu Jibril mengisyaratkan ke arah kepalanya, maka Al-Haris mengeluar- 
kan ingus nanah, dan matilah ia karenanya. 

Muhammad ibnu lshaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku 
Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas 
yang mengatakan bahwa pemimpin mereka adalah Al-Walid ibnul 
Mugirah, dialah yang menghimpunkan mereka. Hal yang sama telah 
diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair dan Ikrimah semisal dengan lafaz 
yang diketengahkan oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Yazid, dari Urwah 
secara panjang lebar. Hanya Sa'id mengatakan bahwa salah seorang dari 
■ 

kompangsannah. org 



Tafsir Ilmu Kafin 9 1 



mereka adalah Al-Haris ibnu Gaitalah, sedangkan Ikrimah menyebutnya 
Al-Haris ibnuQais. Az-Zuhri mengatakan bahwa keduanya benar, nama 
aslinya ialah Al-Haris ibnu Qais, sedangkan ibunya bernama Gaitalah. 

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid dan Miqsam serta 
Qatadah dan lain-lainnya, bahwa mereka berjumlah lima orang. Asy- 
Sya'bi mengatakan, jumlah mereka ada tujuh orang. Tetapi pendapat yang 
terkenal mengatakan lima orang. 

Firman Allah Swt.: 

(Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain 
di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat- 
akibatnya). (Al-Hijr: 96) 

Ayat ini mengandung ancaman yang keras dan janji yang pasti kepada 
orang yang menjadikan sembahan lain di samping Allah. 
Firman Allah Swt,: 






Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui bahwa dadamu men- 
jadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbih- 
lah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang- 
orangyang bersujud (salat). (AI-Hijr: 97-98) 

Yakni sesungguhnya Kami, hai Muhammad, benar-benar mengetahui 
bahwa dadamu merasa sempit disebabkan gangguan yang mereka 
lancarkan terhadap dirimu, maka janganlah hal itu mengendurkan 
semangatmu, jangan pula memalingkanmu dari menyampaikan risalah 
Allah; dan bertawakallah kamu kepada-Nya, sesungguhnya Dialah yang 
memberimu kecukupan dan menolongmu dalam menghadapi mereka. 
Maka sibukkanlah dirimu dengan berzikir mengingat Allah, memuji-Nya, 
dan bertasbih kepada-Nya serta menyembah-Nya ( yaitu dengan menger- 
jakan salat. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: 

kampangsunnah. org 



92 Juz M — Al-Hijr 



SA -J^^)l=* 



&^&$%^# 



//;oAa bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu 
di antara orang-orang yang bersujud. (Al-Hijr: 98) 

Seperti yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam 
Ahmad, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, 
telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Abuz 
Zahiriyyah, dari Kasir ibnu Murrah, dari Na'im ibnu Ammar yang 
mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 

Allah Swt. berfirman, "Hai anak Adam, janganlah kamu segan 
mengerjakan (salat sunat) empat rakaat di permulaan siang hari, 
tentulah Aku akan memberikan kecukupan kepadamu di akhir siang 
harinya. " 

Imam Abu Daud dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis 
Mak-hul.dari Kasir ibnu Murrah dengan lafaz yang semisal. Karena itulah 
bilamana Rasulullah Saw. mengalami suatu musibah, maka beliau salat 
(sebagai penawarnya). 
Firman Allah Swt.: 

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini 
(ajal).(Ai-Hijr:99) 

Menurut Imam Bukhari, Salim mengatakan bahwa makna yang dimaksud 
ialah ajal atau maut Yang dimaksud dengan Salim ialah Salim ibnu 
Abdullah ibnu Umar. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Jarir, bahwa telah 
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan 
kepada kami Yahya ibnu Sa'id, dari Sufyan, telah menceritakan kepada 
kami Tariq ibnu Abdur Rahman, dari Salim ibnu Abdullah sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 93 

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini 
(ajal).(AI-Hijr:99) 

Menurutnya, yang dimaksud dengan hal yang diyakini ialah maut atau 
ajal. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, 
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, serta lain-lainnya. 

Sebagai dalilnya ialah firman Allah Swt. dalam ayat lain ketika 
menceritakan perihal ahli neraka. Disebutkan bahwa mereka mengatakan: 



Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan 
salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan 
adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang- 
orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan 
hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian. (Al- 
Muddassir: 43-47) 

Di dalam hadis sahih melalui hadis Az-Zuhri, dari Kharijah ibnu Zaid 
ibnu Sabit, dari Ummul Ala (seorang wanita dari kalangan Ansar) 
disebutkan bahwa ketika Rasulullah Saw. masuk ke tempat Usman ibnu 
Maz'un yang telah mati, lalu Ummul Ala berkata, "Semoga rahmat Allah 
terlimpahkan kepadamu, hai Abus Sa'ib (nama julukan Usman ibnu 
Maz'un). Kesaksianku terhadapmu menyatakan bahwa sesungguhnya 
Allah telah memuliakanmu." Maka Rasulullah Saw. bersabda, "Apakah 
yang membuatmu mengetahui bahwa Allah telah memuliakannya?" 
Ummul Ala berkata, "Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, wahai 
Rasulullah. Maka siapa lagikah yang mau memberikan kesaksian 
(untuknya)?" Rasulullah Saw. bersabda: 

kampangsannoh. org 



94 Juz i« — Al-Hijr 

Adapun dia, sesungguhnya dia lelah kedatangan hal yang 
meyakinkan (yakni kcmatian). dan sesungguhnya saya benar-benar 
memohon kebaikan (untuknya). 

Firman Allah Swt: 

dai} sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini 
(ajal). (Al-Hijr: 99) 

Dari makna ayal ini disimpulkan bahwa ibadah seperti salai dan lain- 
lainnya diwajibkan kepada manusia selagi akalnya sehat dan normal, maka 
ia mengerjakan salatnya sesuai dengan kondisinya, seperti yang telah 
disebutkan di dalam kitab Sahih Bukhari, dari Imran ibnu Husain r.a. 
yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda: 



s s 






Salat/ah sambil berdiri; dan jika kamu tidak mampu (berd iri ), maka 
(salatlah) dengan duduk. Dan jika kamu tidak mampu (duduk), maka 
(salailah) dengan berbaring pada lambung. 

Keterangan ini dapat dijadikan dalil yang menyalahkan pendapat sebagian 
orang-orang ateis yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan 
a!-yaqm dalam ayal ini ialah makrifat. Untuk itu. mereka mengatakan 
bahwa bilamana seseorang dari mereka telah sampai kepada tingkatan 
makrifat, maka gugurlah taklif atau kewajiban mengerjakan ibadah. Hal 
ini jelas merupakan kekufuran, kesesalan, dan kebodohan; karena sesung- 
guhnya para nabi dan para sahabatnya adalah orang yang paling makrifal 
kepada AHah dan paling mengetahui tentang hak-hak Allah serta sifat- 
sifal-Nya dan pengagungan yang berhak diperoleh-Nya. Akan tetapi, 
sekalipun demikian mereka adalah orang yang paling banyak mengerjakan 
ibadah dan paling mengekalkan perbuatan-perbuatan kebaikan sampai 
ajal menjemput mereka. 

kampangsannah. org 



■ Tafsir Ibnu Kasir 95 



Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan istilah al-ytujtn dalam 
ayal ini ialah kematian, seperti yang telah dijelaskan di atas. Akhirnya 
kami panjatkan puja dan puji kepada Allah Swt. atas hidayah yang telah 
diberikan-Nya, dan hanya kepada-Nyalah memohon pertolongan dan 
bertawakal. Dialah yang berhak mewafatkan kita dalam keadaan yang 
paling baikdan paling sempurna, dan sesungguhnya Dia Maha Pemurah 
lagi Mahamulia. 

Demikianlah akhir tafsir surat Al-Hijr, segala puji bagi Allah, Tuhan 
semesta alam. 



kampungsannah. org 



% Ju2 14 — An-Nphl 

TAFSIR SURAT AN-NAHL 

(Lebah) 

Makkiyyah, 128 ayat 

Kecuali tiga ayat terakhir Madaniyyah 

Turun sesudah surat Al-Kahfi 

i— ^uy^k, — \ 

Dengan nama Allah Yang Mafia Pemurah lagi Maha Penyayang. 
An-Nahl, ayat 1 

Telah pasti (f asongnya ketetapan Allah, maka janganlah kalian 
meminta agar disegerakan (datang)«>a Mahasuci Allah dan 
Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. 

Allah S\vt. menceritakan tentang dekat masa dalangnya hari kiamat, yang 
hal ini diungkapkan dalam bentuk madi, menunjukkan bahwa hal itu 
pasti terjadi. Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain 
melalui firman-Nya: 



i: fr 



Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan 
mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling 
(darinya). (Al-Anbi>a: l) 

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (AI- 
Oamar: l) 

kampangsannah.org 



Tafsir lbnu Kasir 97 



Adapun firman Allah Swt.; 

maka janganlah kamu meminta agar disegerakati (datangnya 
(An-Nahl: l) 

Yakni lelah dekat hal yang dianggap jauh itu. maka janganlah kalian 
meminta agar disegerakan datangnya. Damir yang ada pada tasta'jiluhu 
dapat diinterpretasikan bahwa ia merujuk kepada Allah. Dapat pula 
diinterpretasikan bahwa ia kembali kepada azab(siksa). keduanya saling 
menguatkan. Perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain 
melalui firman-Nya: 

Dan mereka meminta kepadamu supaya segera ditunaikan azah. 
Kalau tidaklah karena waktu yang lelah ditetapkan, benar- 
benar tehih datang azab kepada mereka, dan azab itu benar- 
benar akan dalang kepada mereka dengan liba-tiba. sedangkan 
mereka lidak menyadarinya. Mereka meminta kepadamu supaya 
segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahanam benar- 
benar meliputi orang-orang kafir. (AI-*Ankabut: 53-54) 

Sehubungan dengan tafsir a>at ini, yaitu firman-Nya: 



>-.j^jte ji$$o\ 



Telah pasti datangnya ketetapan Allah. (An-Nahl: I) 

Ad-Dahhak mengemukakan suaru pendapat yang aneh. Ia mengatakan 
bahwa yang dimaksud dengan amrullah ialah hal-hal yang difardukan 
oleh-Nya dan batasan-batasan larangan-Nya. Akan tetapi, lbnu .larir 
menyanggahnya. Untuk itu ia mengatakan. "'Kami tidak pernah 
mengetahui. ada seorang yang meminta agar hal-hal yang fardu dan 

kampangsunnah. org 



98 



Juz 14 — An-NaM 



hukum-hukum syariat disegcrakan pelaksanaannya sebelum waklu 
keberadaannya. Lain halnya dengan azab. mereka meminta agar azab 
disegerakan sebelum tiba masa turunnya, sebagai ungkapan rasa tidak 
percaya dan anggapan mustahil akan terjadi." Menurut kami, pendapat 
ini sama dengan yang disebutkan dalam firman-Nya: 



IA 



,„*«, .jWftlai&tiHSW^ 



Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta 
supaya hari itu segera didatangkan, dan orang-orang yang ber- 
iman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu 
adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya 
orang- orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar- 
benar dalam kesesalan yang jauh. (Asy-Syur5: 18) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Yahya ibnu Adam, 
dari Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Muhammad ibnu Abdullah maula Al- 
Mugirah ibnu Syu'bah, dari Ka'b ibnu Alqamali, dari Abdur Rahman 
ibnu Hujairah, dari Uqbah ibnu Amiryang mengatakan bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 



W 



kompungsunnah. org 



Talsir Ibnu Kasir 99 

f -'J, *'*1 

Kelak di dekat futri kiamat akan muncul kepada kalian awan hitam 
dari ufuk barat seperti tameng. Awan itu terus meninggi di langit. 
Kemudian dari dalamnya terdengar suara yang menyerukan, "Hai 
manusia! " Maka semua manusia terpusalkan perhatiannya kepada 
suara itu dan berkata, "Apakah kalian mendengar suara itu? " Maka 
sebagian dari mereka ada yang mengatakan, "Ya, " dan sebagian 
yang lain meragukan. Kemudian berserulah suara itu untuk kedua 
kalinya, "Hai manusia! " Maka sebagian dari mereka menanyakan 
kepada sebagian yang lain, "Apakah kalian mendengarnya? " Maka 
mereka mengatakan, "Ya. " Kemudian suara itu berseru lagi untuk 
ketiga kalinya, "Hai manusia, telah pasti datangnya ketetapan 
Allah, maka janganlah kalian meminta agar disegerakan 
(datang)/^ " 

Selanjulnya Rasulullah Saw. bersabda: 

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan- 
Nya, sesungguhnya dua orang lelaki benar-benar -menggelarkan 
pakaian, maka keduanya tidak sempat melipatnya kembali selama- 
lamanya (karena hari kiamal terjadi). Dan sesungguhnya seorang 
lelaki benar-benar sedang membedah saluran airnya, maka ternyata 
dia tidak sempat mengalirkannya barang sedikit pun untuk selama- 
lamanya. Dan sesimggulmya seorang lelaki benar-benar sedang 
memerah susu untanya, tetapi ia tidak dapat meminumnya untuk 
selama-lamanya. 

kampangsannah. org 



IOC Juz 14 — An-Nahl 

Perawi mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan semua orang sibuk 
dengan keadaan dirinya sendiri dan lupa kepada yang lainnya. 

Kemudian Allah Swt. menyucikan diri-Nya dari kemusyrikan yang 
dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap-Nya dengan yang lain dan 
penyembahan mereka terhadap tuhan yang lain di samping Allah, yaitu 
berupa berhala-berhala dan tandingan -tandingan yang mereka jadikan 
sebagai sekutu Allah. Mahasuci dan Mahatinggi Allah dengan ketinggian 
yang setinggi-tingginya dari apa yang mereka lakukan, mereka adalah 
orang-orang yang mendustakan adanya hari kiamat. Untuk itu Allah Swt. 
berfirman: 

Mahasuci Aliah dan Mahatinggi dari apa yang mereka perse- 
kutukan. (An-Nahl: I) 

An-Nahl, ayat 2 

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyudengan 
perin taf i-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara liamba- 
hamba-Nya. yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwa tidak 
ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kalian bertakwa 
kepada-Ku. " 

Firman Allah Swt.: 

Dia menurunkan malaikat-malaikat dengan (membawa) wahyu. 
(An-Nahl: 2) 

Yang dimaksud dengan ar-ruh dalam ayal ini ialah wahyu. Perihalnya 
sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

kampungsannah. org 



nAodns 'n/(fli-nqiunt{-nqiut?i{ tuvjun tp oK^-pppuaqaifip $uvKodt)ts 
apnday v^-qvjwjad (e*\Eqiu3ui) twHitap juqtf snjnZtmtt tia>\ 

(SZ. : fT B HiV) 
visnitznu twp twp imfiojviu tmp (^^-iiosnjn-uvsiijn tnfluaui tpny 



w^vtf&ws^tir 



l(K~& --CA-T7 



(fr2I :ui£uv-!V) 
•imptsanof svSnj itm/mduiauata oiq mivtu tp tmpiaSttaw ipqa/ ip/fy 



W'^TTf'O^^ »«wv'" 



?Af=> 



; i iada ■ 'iqeu Rred m?|Fi ^pjepusija^ip SubX ojsjaui, uuSusp pns^cuiip 2\iv\ 

"J«S 4 B MV UEimy undepv 

(CS : £ J 5^S"^ S V) 7'"*^/ oqwoq 
•oquwq djbiud tp tj/npuatfay nuny %tw/< odms Dtp uoSttap o/nfimt 
uuD)f StwK 'vKpima njt tin i jnfi-fy ttnytpDfuatu ttuo)[ tdojaj V;// uviui 
tpjyndr? mtwiaSuaw ofrid yopti twp (ub 4 jii£)-| v) q°i!)MP f qo^odo 
im/njaSuau/ twpwpt} ntumj D/dtumjaoag V UD )i ^luuad iioSuap 
(iit\jn£)-|v) nKtfVM muvpoda^ uojftt/dwM /iwoy qvjiwtiftiuap iwq 

gff[?$^ fefBI|9^ SIT g*$ *$HF|M 

I o I ,,se >* nut " « s J B i 

kompungwnnoh. org 



102 ,^__ Ju * 14— An-Nahl 

</«» memperingatkan (manusia) rentang hari pertemuan (liari 
kiamat). (Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada sitatu 
pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Allah 
berfirman). "Kepunyaan siapakah kerajaanpada hari ini? " Hanya 
kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al- 
Mu-tnin: 15-16) 

Firman Allah Swt.: 

Peringatkanlah oleh kamu sekalian. (An-Nahl: 2) 
Yakni agar mereka mendapat peringatan, 

bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kalian 
bertakwa kepada-Ku. (An-Nahl: 2) 

Artinya, takutlah kalian kepada siksaan-Ku kepada setiap orang yang 
menentang perintah-Ku dan menyembah selain-Ku. 

An-Nahl, ayat 3-4 

Dia menciplakan langit dan bumi dengan hak, Malictinggi Allah 
daripada apa yang mereka persekutukan. Dia telah menciplakan 
manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata. 

Allah Swi. menceritakan makhluk-Nya, alam yang ada di atas, yakni 
langit; dan alam yang ada di bawah, yakni bumi berikut dengan segala 
sesuatu yang ada padanya, bahwa Dia menciptakan semuanya dengan 
benar dan tidak sia-sia, bahkan; 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir [03 

supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat 
jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi 
balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala 
yang lebih baik (surga). (An-Najm; 3 1 ) 

Kemudian Allah Swt. membersihkan diri-Nya dari kemusyrikan orang- 
orang yang menyembah selain Dia di samping Dia, padahal Dialah semata 
yang menciptakan makhluk, tiada sekutu bagi-Nya. Karena itu, hanya 
Dialah yang berhak disembah. 

Selanjutnya Allah mengingatkan tentang penciptaan makhluk jenis 
manusia dari nutfah yang hina lagi lemah. Tetapi setelah ia menjadi 
manusia dan tumbuh dewasa, tiba-tiba ia menjadi pembantah terhadap 
Tuhannya, mendustakan-Nya, dan memerangi rasuI-rasul-Nya; padahal 
tidaklah ia diciptakan melainkan untuk menjadi hamba Allah, bukan 
lawan. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam firman-Nya: 

Dan Dia (pu\a)yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan 
manusia*itu (punya) keturunan dan musaharah, dan adalah 
Tuhanmu Mahakuasa. Dan mereka menyembah selain Allah apa 
yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) 
memberi mudarat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu 
penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuliannya. (Al- 
Furqan: 54-55) 

Dan firman Allah Swt,: 

Dan apakah manusia tidak memperhatikan balnva Kami mencipta- 
kannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi musuh 

kampungsunnah. org 



104 Juz 14 — An-Nahl 

yang nyala! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia 
lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat 
menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?" 
Katakanlah, la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakan 
kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala 
makhluk" (\ asm: 77-79) 

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam 
Ibnu Majali, dari Bisyr ibnu Jahhasy yang menceritakan bahwa Rasulullah 
Saw. meludah pada telapak tangannya, kemudian bersabda. 



..? •*\$*tfc*i >*r<-A. *nA 



Allah Swt, berfirman, "Hai anak Adam, mana mungkin kamu 
melemahkan- Ku, sedangkan Akulah yang menciptakanmu dari ini, 
hingga manakala Aku sempurnakan bentukmu dan Aku besarkan 
kamu, lalu kamu berjalan dengan memakai dua lapis bajumu, 
sedangkan bumi telah menyediakan tempat pengebumian bagimu. 
Lalu kamu menghimpun harta dan tidak mau bersedekah, dan 
manakala roh mencapai tenggorokanmu (menjelang ajal), kemudian 
kamu katakan. 'Saya akan bersedekah, ' padahal masa bersedekah 
telah habis. " 

An-Nahl, ayat 5-7 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir , 105 



.m$0&M 



Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kalian, padanya 
ada (bulu) yang menghangatkan dan beraneka ragam manfaat 
(kegunaan), dan sebagiannya kamu makan Dan kalian memperoleh 
pandangan yang indah padanya, ketika kalian membawanya 
kembali ke kandang dan ketika kalian melepaskannya ke tempat 
penggembalaan. Dan ia memikul beban-beban kalian ke suatu 
negeri yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan 
dengan kesukaran- kesukaran (yang memayahkan) diri. Sestoig- 
guhiya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi Maha 
Penyayang 

Allah Swt. menyebutkan nikmat yang Dia limpahkan kepada hamba- 
hamba-Nya, antara lain Dia menciptakan binatang ternak untuk mereka, 
yaitu unta, sapi, dan kambing, seperti yang telah dirinci di dalam surat 
Al-An'am sampai dengan firman-Nya, '\%imarm>ata azwf* (delapan ekor 
ternak yang berpasang-pasangan). Allah pun telah menjadikan pada 
binatang-binatang ternak itu berbagai manfaat dan kegunaan buat mereka, 
yaitu bulunya mereka jadikan pakaian dan hamparan, air susunya mereka 
minum, dan anak-anaknya mereka makan, serta pandangan yang indah 
pada ternak mereka sebagai perhiasan buat mereka. Untuk itulah 
disebutkan dalam firman-Nya: 

Dan kalian memperoleh pandangan yang indah ketika kalian 
membawanya kembali ke kandang, (An-Nahl: 6) 

Artinya, di saat ternak kembali dari tempat penggembalaannya di petang 
hari, maka ternak unta kelihatan sebagai ternak yang memiliki pinggang 
paling panjang, tetek paling besar, dan punuk yang paling tinggi. 

dan ketika kalian melepaskannya ke tempat penggembalaan. 
(An-Nahl: 6) 

kampangsannah. org 



106 t Juz ifl — A/i-Nam 

Yakni di pagi liari ketika kalian melepaskannya ke tempat penggembalaan. 

Z)on /o memikul beban-beban kalian. (An-Nahl: 7) 

Maksudnya, bawaan kalian yang beral-berat yang kalian tidak mampu 
mengangkat dan membawanya. 

Ae j n...: u negeri yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya 
melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. 
(An-Nahl: 7) 

Yakni dalam perjalanan kalian menuju ibadah haji dan umrah, berperang 
dan berniaga sena tujuan-tujuan lainnya; kalian dapat menggunakannya 
untuk berbagai keperluan, yaitu sebagai kendaraan dan pembawa muatan 
barang-barang kalian. Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat 
yang lain, yaitu: 

Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak benar-benar 
terdapat pelajaran yang penting bagi kalian. Kami memberi minum 
air susu yang ada dalam penanya, dan (J u 8 a ) pada binatang- 
binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kalian, 
dan sebagian darinya kalian makan, dan di atas punggung 
binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu 
kalian diangkut. (AI-Mu-minun: 2 1 -22) 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 107 

Allah-lah yang menjadikan binatang rentak untuk kalian, 
sebagiannya unluk kalian kendarai dan sebagiannya untuk kalian 
makan. Dan (ada lagi) manfaat-manfaat lain pada binatang ternak 
itu untuk kalian dan supaya kalian mencapai suatu keperluan yang 
tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kalian dapat 
diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan 
mengendarai bahtera. Dan Dia memperlihatkan kepada kalian 
tanda-tanda (kekuasaan-Nya); makti tanda-tanda (kekuasaan) 
Allah yang manakah yang kalian ingkari? (AI-Mu-rnin: 79-81) 

Karena itulah setelah menyebutkan berbagai macam nikmat melalui 
firman-Nya, dalam ayat berikut ini disebutkan; 

Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi 
Malui Penyayang. (An-Nahl: 7) 

Yakni Tuhanlah yang telati menyediakan hewan-hewan lemak itu buat 
kalian dan yang menundukkannya buat kalian, sama halnya dengan yang 
disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah 
menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari 
apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka 
menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk 
mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan 
sebagiannya mereka makan. (Yasih: 71-72) 

kampangsannah. org 



108 Juz 14— An-Nahl 

dan menjadikan untuk kalian kapal dan binatang ternak yang 
kalian tunggangi, supaya kalian duduk di atas punggungnya, 
kemudian kalian ingat nikmat Tuhan kalian apabila kalian telah 
duduk di atasnya: dan supaya kalian mengucapkan. "Maha- 
suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal 
kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya 
kami akan kembali kepada Tuhan kami. "(Az-Zukhruf: 12-14) 

lbnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

padanya ada (bulu) yang menghangatkan. (An-Nahl: 5) 

« 

yang dapat mereka jadikan sebagai pakaian. 

dan berbagai manfaat. (An-Nahl: 5) 

Yakni manfaat lainnya, yaitu dagingnya dapat kalian makan dan susunya 
dapat kalian minum. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, 
dari Sammak, dari Ikrimah, dari lbnu Abbas, bahwa yang dimaksud 
dengan dif'un dan manafi" ialah keturunan dari semua hewan ternak. 

Mujahid mengatakan bahwa makna firman-Nya; 



C C 



S \\" ZV. t'*; 



padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat. 

(An-NahhS) 

Artinya pakaian dari hasil tenunan bulunya; dan berbagai manfaat lainnya 
dari hewan ternak, yaitu sebagai kendaraan, dimakan dagingnya, dan 
diminum air susunya. 

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

kompangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 09 

(bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat. (An-Nahl: 5) 

Yakni pada binatang ternak terdapat bahan pakaian, makanan dan 
minuman, serta sarana transportasi. I lal yang sama telah dikatakan oleh 
banyak kalangan ulama tafsir dengan ungkapan yang berdekatan. 



An-Nahl, ayat 8 



/W^Ju» 






dan (Dia telah menciptakan) kuda. bagal, dan keledai, agar kalian 
menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah 
menciptakan apa yang kalian tidak mengetahuinya. 

Jenis hewan lain yang diciptakan oleh Allah Swt. buat hamba-hamba- 
Nya sebagai anugerah-Nya buat mereka ialah kuda, bagal, dan keledai 
yang dapat dipergunakan untuk kendaraan dan perhiasan. Itulah kegunaan 
hewan-hewan tersebut yang paling menonjol. 

Mengingat ketiga jenis hewan ini dipisahkan penyebutannya dari 
hewan ternak, maka ada sebagian ulama yang dengan berdalilkan ayat 
ini mengatakari bahwa daging kuda hukumnya haram. Di antara mereka 
yang berpendapat demikian ialah Imam Abu Hanifah dan ulama fiqih 
lainnya yang sependapat dengannya, dengan alasan bahwa Allah Swt. 
menyebutkan kuda bersama dengan penyebutan bagal dan keledai; karena 
itulah maka kuda haram, seperti yang disebutkan juga di dalam sunnah 
nabawi dan pendapat sebagian besar ulama. 

Imam Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan 
kepadaku Ya'qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah, telah 
menceritakan kepada kami Hisyam Ad-Dustuwa-i, telah menceritakan 
kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, dari mau la Nafi* ibnu Alqamah, 
dari Ibnu Abbas, bahwa Ibnu Abbas tidak menyukai (memakruhkan) 
daging kuda, bagal, dan keledai, la mengatakan pula sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 



kampungsunnah. org 



110 Juz 14— Ar-Nahl 



Dan Dia telah mencipiakan binatang ternak untuk kalian: padanya 
ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan 
.sebagiannya kalian makan. (An-Nahl: 5) 

Yang disebutkan dalam ayat ini adalah hewan ternak yang dapat dimakan 
dagingnya. Sedangkan firman berikutnya: 



,,&a*X 






dan (Dia telah mencipiakan) kuda. bagal, dan keledai agar kalian 
menungganginya. (An-Nahl: 8) 

menerangkan jenis hewan yang kegunaannya untuk dikendarai. Hal yang 
sama telah diriwayatkan melalui jalur Sa'id ibnu Jubair dan lain-lainnya, 
dari Ibnu Abbas, dengan lafaz yang semisal. Abu Ja'far ibnu Jarir" 
mengatakan bahwa hal yang sama telah dikatakan pula oleh Al-Hakam 
ibnu Ulaibah r.a. 

Mereka mengatakan demikian dengan berdasarkan hadis yang 
diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab Musnad-nya; disebutkan 
bahwa telah menceritakan kepada kami Yazid jbnu Abdu Rabbihi, telah 
menceritakan kepada kami Baqiyyah ibnul Walid, telah menceritakan 
kepada kami Saur ibnu Yazid, dari Saleh ibnu Yahya ibnul Miqdam ibnu 
Ma'dikariba, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Khalid ibnul Walid yang 
mengatakan bahwa: 

Rasulullah Saw. melarang memakan daging kuda, bagal, dan 
keledai. 

Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah mengetengahkan nya 
melalui hadis Saleh ibnu Yahya ibnul Miqdam, tetapi predikat siaah-nya 
masih disangsikan. 

Imam Ahmad meriwayatkan pula melalui jalur lain secara lebih 
panjang daripada riwayat yang pertama. Untuk itu ia mengatakan, telah 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kas» | | | 

menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdul Malik, lelah menceritakan 
kepada kaini Muhammad ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami 
Sulaiman ibnu Salim, dari Saleh ibnu Yahya ibnul Miqdam. dari kakeknya 
(yaitu Al-Miqdam ibnu Ma'dikariba) yang mengatakan, "Kami bersama 
Khalid ibnul Walid memerangi As-Sa-ifah, kemudian teman-teman kami 
memberikan daging kepada kami, dan sebagai imbalannya mereka 
meminta seekor kuda, maka saya berikan kuda itu kepada mereka dan 
mereka mengikatnya. Maka saya katakan kepada mereka, ' Kalian tunggu 
dahulu, hingga aku datang kepada Khalid untuk bertanya kepadanya." 

Maka saya datang kepada Khalid dan menanyakan masalah itu 
kepadanya, maka Khalid menjawab, ' Kami berperang bersama Rasulullah 
Saw. dalam Perang Khaibar.' Maka pasukan kaum muslim bersegera 
menyerbu kandang ternak milik orang-orang Yahudi, dan Rasulullah Saw. 
memerintahkan kepadaku untuk menyerukan bahwa salat didirikan 
dengan berjamaah dan tidak akan masuk surga kecuali hanya seorang 
muslim. 

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: 

Hai manusia, sesungguhnya kalian lelah bersegera menuju 
tempat kandang ternak orang-orang Yahudi Ingatlah, tidaklah 
halal harta benda orang-orang mu 'ahad kecuali dengan alasan 
yang hak, dan diharamkan kepada kalian daging keledai kampung, 
kuda, dan bagalnya; juga (diharamkan kepada kal ian) setiap hewan 
pemangsa yang bertaring dan setiap burung yang berkuku tajam 
(burung pemangsa). 

Seakan-akan peristiwa ini terjadi sesudah orang-crang Yahudi mau 
mengadakan perjanjian perdamaian dengan kaum muslim dan mereka 

kampangsannah. org 



112 Juz 14 — An-Nahl 

bersedia memberikan separo hasil pertanian mereka kepada kaum 
muslim." Seandainya hadis ini sahih, tentulah ia menjadi nas yang 
mengharamkan daging kuda, tetapi hadis ini tidak dapat melawan hadis 
sahih yang terdapat di dalam kitab Sahihain melalui riwayat Jabir ibnu 
Abdullah yang mengatakan: 



Rasulullah Saw. telah melarang (memakan) daging keledai 
kampung dan membolehkan daging kuda. 

Imam Ahmad dan Imam Abu Daud lelah meriwayatkannya'berikut kedua 
sanad yang ada pada masing-masing dengan syarat Muslim melalui Jabir 
yang telah mengatakan: 






Pada Perang Klwibar kami menyembelih kuda dan bagal seria 
keledai, maka Rasulullah SaW. melarang kami (memakan) bagal 
dan keledai, tetapi tidak melarang kami (memakan) kuda. 

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Asma 
binti Abu Bakar r.a. yang mengatakan: 

Di masa Rasulullah Saw. kami pernah menyembelih kuda, lalu 
kami memakannya, sedangkan kami berada di Madinah. 

kampangsannah. org 



Tafsit Ibnu Kasir 113 

Dalil ini lebih kuat dan lebih teguh, dan hadis inilah yang dijadikan 
pegangan oleh Jumhur ulama, antara lain Imam Malik, Imam Syafi'i dan 
Imam Ahmad serta semua murid masing-masing; dan kebanyakan ulama 
Salaf dan Khalaf 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu 
Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa 
kuda itu pada asal mulanya adalah hewan liar, lalu Allah menjinakkannya 
buat Ismail ibnu Ibrahim a.s. 

Wah b ibnu Munabbih menyebutkan di dalam hadis Israiliyatnya, 
bahwa Allah menciptakan kudadari angin selatan. 

Nas hadis menunjukkan boleh mengendarai binatang-binatang ini, 
antara lain bagal. Rasulullah Saw. pernah menerima hadiah seekor bagal, 
lalu dijadikannya sebagai hewan kendaraannya, padahal beliau sendiri 
melarang menginseminasikan (mengawinsilangkan) antara keledai dan 
kuda, agar keturunan keledai tidak terputus (punah). 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad 
ibnu Ubaid, telah menceritakan kepada kami Umar, dari keluarga 
lluzaifah.dari Huzaifah, dari Asy-Sya'bi, dari Dahiyyah Al-Kalabi yang 
mengatakan bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah Saw., "Wahai 
Rasulullah, maukah engkau bila aku mengawinsilangkan keledai dan 
kuda, maka anaknya nanti (bagal) untukmu buat kendaraanmu?" 
Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya yang melakukan demikian 
hanyalah orang-orang yang tidak mengetahui." 

An-Nahl, ayat 9 

Dan hak bagi Allah (menerangkan ) jalan yang lurus, dan di antara 
jalan-jalan itu ada yang bengkok Dan jikalau Dia menghendaki, 
tentulah Dia memimpin kalian semuanya (kepada jalan yang benar). 

Setelah Allah Swt. menyebutkan berbagai hewan dan manfaat serta 
kegunaannya di jalan yang bersifat kongkret, maka Allah Swt. 
mengingatkan kepada jalan agama yang bersifat abstrak. Di dalam Al- 
Qur'an sering sekali terjadi peralihan ungkapan dari hal-hal yang kongkret 

kompangsunnah. org 



114 • Juz 14— An-Nahl 

kepada hal-hal yang maknawi (abstrak), seperti yang terdapat di dalam 
firman Allah Swt: 

Berbekallah, dot: sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. 
(Al-Baqarah:197) 

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu 
pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk 
perhiasan. Dan pakaian takwa itulah vang paling baik. (Al-A'raf: 
26) 

Setelali menyebutkan berbagai jenis hewan yang mereka kendarai 
sehingga dapat mengantarkan mereka kepada keperluan yang ada di dalam 
hati mereka — hewan-hewan itulah yang mengangkut barang-barang berat 
mereka ke berbagai negeri, tempat yang jauh, dan perjalanan yang 
melelahkan— Allah menyebutkan jalan-jalan yang ditempuh oleh manusia 
untuk menuju kepada Allah. Maka dijelaskan bahwa hanya jalan yang 
hak sajalah yang dapat mengantarkan seseorang kepada Allah. Untuk itu 
disebutkan dalam firman-Nya: 

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. (An-Nahl: 9) 

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

dan baltwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, 
maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang 
lain), karena jalan-jalan itu mencerai- beraikan kamu darijalan- 
Nya. (Al-An'am: 153) 

karnpungsunnah. org 



Tafsir Ibmj Kasir I | 5 



■ ?■—,:■ fe^^^fiJ-s'^ 



&*£*& 



ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Akulah (menjaganya). (Al- 
Hijr:4l) " 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya; 

Dan hak bagi Allah (menerangkan)/tf/fl/7> T aH£ lurus. (An-Nahl: 9) 

Maksudnya, jalan yang benar ialah jalan menuju kepada Allah. As-Saddi 
mengnlakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. (An-Nahl: 9) 

Yakni agama Islam. 

AI-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Dan hak bagi Allah (menerangkanjyo/fl// yang lurus. (An-Nahl: 9) 

Artinya. Allah-lah yang menjelaskannya, yakni menjelaskan jalan 
petunjuk dan jalan yang sesat. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh 
Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas; telah dikatakan pulaoleh Qatadah 
dan Ad-Dahhak. 

Tetapi pendapat Mujahid lebih kuat, sebab lebih serasi dengan 
konteks kalimat sebelumnya. Allah Swt. memberitahukan bahwa banyak 
jalan yang ditempuh untuk menuju kepada-Nya, tetapi tidak dapat 
mengantarkan kepada-Nya kecuali hanya jalan yang hak (benar), yaitu 
jalan yang disyariatkan dan diridai-Nya. Sedangkan selain dari jalan itu 
tertutup (buntu) dan semua amal perbuatan yang dilakukan padanya 
ditolak. Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan: 



l:^ 1 ^ >Jiw£3 



kampungsannah. org 



11$ Juz 14— An-Nahl 



dan di antara jalan-jalan itu ada yang bengkok. (An-Nahl: 9) 

Yakni menyimpang dari jalan yang benar. Menunil Ibnu Abbas dan lain- 
lainnya, yang dimaksud dengan jalan yang bengkok ialah jalan yang 
ditempuh oleh orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi. 

Ibnu Mas'ud membaca ayal ini dengan bacaan berikut, "Dan di antara 
kalian ada yang menyimpang dari jalan yang benar." 

Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa hal itu semuanya 
terjadi karena kekuasaan-Nya dan atas kehendak-Nya. Maka Allah Swt. 
berfirman: 

Dan jikalau dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu 
semuanya (kepada jalan yang benar). (An-Nahl: 9) 

Sama seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 



-H<1 : t>*^^J=> 



Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua 
arang yang di muka bumi seluruhnya. (Yunus: 99) 

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia 
umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, 
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk 
itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan- 
Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka 
Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) kesemuanya. 
(Hud: 1 1 8- II 9) 



kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 17 

An-Nahl, ayat 10-11 

Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian, 
sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) 
tumbuli-tumbuhan, yang pada ((empat tumbuhnya) kalian meng- 
gembalakan ternak kalian. Dia menumbuhkan bagi kalian dengan 
air hujan itu tanam-tanaman: zaitun, kurma, anggur, dan segala 
macam buah-buahan. Sesungguhiya pada yang demikian itu benar- 
benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. 

Selelah Allah Swl. menyebutkan tentang hewan ternak dan binatang 
lainnya sebagai karunia-Nya buat mereka, maka hal itu diiringi-Nya 
dengan menyebutkan nikmat lainnya yang Dia I impahkan kepada mereka, 
yaitu penurunan hujan, nikmat yang datang dari atas. Hujan dapat 
memberikan bekal hidup dan kesenangan bagi mereka, juga bagi ternak 
mereka. 

Allah Swl. berfirman: 



*-*d»^te>'t5£fB2ia4 



pada sebagian dari air hujan itu kalian beroleh minuman. (An- 
Nahl: 10) 

Artinya, air hujan itu dijadikan oleh Allah berasa tawar dan mudah 
diminum oleh kalian. Dia tidak menjadikannya berasa asin. 

dan dari sebagiannya pepohonan (menjadi subur), yang pada 
(tempat tumbuhnya) kalian menggembalakan ternak kalian. (An- 
Nahl; 10) 

kampungwnnah. org 



1IS Juz 14 — An-Nahl 



Dengan kata lain, dari pengaruh air hujan itu Allah menjadikan tumbuh- 
tumbuhan sehingga dapat kalian jadikan sebagai tempat untuk meng- 
gembalakan lemak kalian, lbnu Abbas, Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, 
dan lbnu Zaid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

yang pada (tempat tumbuhnya) kalian menggembalakan ternak 
kalian- (An-Nahl: 1 0) 

Yakni kalian menggembalakan ternak kalian, berasal dari kata as-saum 
yang artinya gembala. Dikatakan Al-ibilus sa-imah, artinya unta yang 
digembalakan, lbnu Majah telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. 
melarang melakukan penggembalaan sebelum matahari terbit 
Firman Allah Swt.: 

Dia menumbuhkan bagi kalian dengan air hujan itu tanam- 
tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. 
(An-Nahl: II) 

Allah menumbuhkan semuanya dari bumi dengan air yang sama, tetapi 
hasilnya berbeda jenis, rasa, warna, bau. dan bentuknya. Karena itulah 
disebutkan dalam firman-Nya: 

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda 
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (An-Nahl: 1 1) 

Yakni petunjuk dan bukti yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain 
Allah. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan oleh Allah dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 



kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir l_l_9 

c=- 1- -. J-*^-J' => 

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang 
menurunkan air untuk kalian dari langit, lalu Kami tumbuhkan 
dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang 
kalian sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? 
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan 
(sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari 
kebenaran). (An-Naml: 60) 

An-Nahl, ayat 12-13 

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untuk 
kalian Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untuk kalian) 
dengan perintoJi-Nya Sesunggulmy a pada yang demikian itu benar- 
benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang me- 
mahami{ny&), dan Dia (menundukkan pillah apa yang Dia ciptakan 
untuk kalian di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda 
(kekuasaan Allah ) bagi kaum yang mengambil pelajaran. 

Allah Swt. mengingatkan hamba-hamba-Nya akan tanda-tanda 
kekuasaan-Nya dan karunia-Nya yang sangat besar. Dia telah menun- 
dukkan malam dan siang hari yang silih berganti, matahari dan bulan 
yang terus berputar, serta bintang-bintang yang tetap dan bintang-bintang 
yang beredar di seluruh cakrawala langit; semuanya sebagai cahaya dan 
penerangan untuk dijadikan petunjuk di dalam kegelapan malam hari. 
Masing-masing beredar di garis edarnya yang telah ditetapkan oleh Allah 
Swt. Masing-masing darinya bergerak dengan gerakan yang telah 

kampungsunnah. org 



120 Juz 14— An-Nahl 

ditentukan, tidak bertambah, tidak pula berkurang dari apa yang telah 
ditetapkan untuknya. 

Semuanya itu berada di bawah kekuasaan dan pengaruh Allah Swt 
Semuanya telah ditundukkan olch-Nya, diatur, dan dimudahkan menurut 
apa yang dikchendaki-Nya. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan 

oleh Allah dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

< 

Sesungguhnya Tulian kalian ialah Allah yang telah menciptakan 
langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 
'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya 
dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan 
bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada per'mtah-Nya. 
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah 
Mahasuci Allah, Tulian semesta alam. (Al-A'raf: 54) 

Dalam surat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat 
tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (An- 
Nahl: 13) 

Maksudnya, padanya terdapat tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan 
Allah Swt yangsangat menakjubkan dan menunjukkan akan kekuasaan- 
Nya Yang Mahabesar bagi orang-orang yang mengambil pelajaran dari 
Allah dan memahami bukti-bukti-Nya. 
Firman Allah Swt: 

dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kalian 
di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. (An-Nahl: 1 3 ) 

kampungwnnati org 



Tafsit Ibnn Kasit 121 

Setelah mengingatkan kekuasaan-Nya yang ada di alam samawi (alam 
atas), Allah kembali mengingatkan (manusia) kepada segala sesuatu yang 
diciptakan-Nya di bumi, yaitu berbagai macam ciptaan yang menakjubkan 
dan segala macam hewan (makhluk hidup), mineral-mineral, tumbuh- 
tumbuhan, dan benda-benda lainnya yang beraneka ragam warna dan 
bentuknya, yang masing-masing mempunyai berbagai manfaat (kegunaan) 
dan ciri-ciri khasnya. 

Sesunggultnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda 
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (An-Nahl: 
13) 

Yaitu tanda-tanda kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat-Nya, agar mereka 
bersyukur kepada-Nya. 

An-Nahl, ayat 14-18 

Dan Dialah Allah yang menundukkan tautan (untuk kalian), agar 
kalian dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan 
kalian mengeluarkan dari tautan itu perhiasan yang kalian pakai; 
dan kalian melihat bahtera berlayar padanya dan supaya kalian 
mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kalian ber- 
syukur. Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi 
itu tidak guncang bersama kalian, (dan Dia menciptakan) sungai- 

kampangsannah. org 



122 Juz 14 — An-Nahi 

sungai dan jalan-jalan agar kalian mendapat petunjuk dan (Dia 
cipmkan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang 
itulah mereka mendapat petunjuk. Maka apakah (Allah) yang 
menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa- 
apa)? Maka mengapa kalian tidak mempelajari. Dan jika kalian 
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat 
menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. 

Allah Swt. menyebutkan tentang laut yang luas dengan ombaknya yang 
gemuruh, Dia telah menundukkannya. Allah menyebutkan pula karunia- 
Nya kepada hamba-hamba-Nya, bahwa Dia telah menundukkan laut untuk 
mereka sehingga mereka dapat mengarunginya; Dia telah menciptakan 
padanya ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, lalu mcnghalalkannya bagi 
hamba-hamba-Nya untuk dimakan dagingnya, baik dalam keadaan hidup 
maupun telah mati, baik mereka dalam keadaan tidak ihram maupun 
sedang ihram. 

Allah telah menciptakan padanya mutiara-mutiara dan berbagai 
macam perhiasan yang berharga, serta memudahkan bagi hamba-hamba- 
Nya dalam mengeluarkannya dari tempatnya untuk perhiasan yang mereka 
pakai. 

Allah telah menundukkan laut untuk mengangkut kapal-kapal yang 
membelah jalan melaluinya. Menurut pendapat lain, makna mawakhira 
ialah membelakangi arah angin; kedua makna ini benar. Menurut pendapat 
lainnya lagi, laut dengan anjungannya, yaitu bagian depan perahu (kapal) 
yang bangunannya agak tinggi. Itulah cara membuat perahu yang telah 
ditunjukkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya melalui kakek moyang 
mereka, Nabi Nuh a. s.; lalu diterima oleh mereka secara turun-temurun. 

Nabi Nuh a. s. adalah orang pertama yang membuat kapal dan yang 
menaikinya, kemudian manusia menerima keahlian ini dari suatu generasi 
ke generasi lainnya secara turun-temurun. Mereka menaiki perahu dari 
satu kawasan ke kawasan yang lain melalui jalan laut, dan dari suatu kota 
ke kota yang lain serta dari suatu pulau ke pulau yang !ain. Dengan menaiki 
perahu, mereka melakukan kegiatan ekspor impor. Karena itulah 
disebutkan oleh firman-Nya: 



kampangwnnah. org 



!&&&&&&& 



Tafsir Ibnu Kasir 123 

dan supaya kalian mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan 
supaya kalian bersyukur. (An-Nahl: 14) 

Yakni mensyukuri nikmat-nikmat-Nya dan kebajikan yang diberikan-Nya. 
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar dalam kitab Musnad-v\y& mengatakan 
bahwa dalam kitabnya ia menjumpai sebuah riwayat dari Muhammad 
ibnu Mu'awiyah Al-Bagdadi yang mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Amr, dari Sahi ibnu . 
Abu Saleh, dari ayahnya, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa 
Allah berfirman kepada Laut Barat dan Laut Timur. Kepada Laut Barat 
dikatakan, "Sesungguhnya Aku akan membawa sebagian dari hamba- 
hamba- Ku berlayar melaluimu, maka apakah yang akan engkau lakukan 
terhadap mereka?" Laut Barat menjawab, "Saya akan menenggelamkan 
mereka." Maka dikatakan kepadanya, "Bahayamu berada di sekitarmu, 
tetapi Aku membawa mereka dengan kekuasaan-Ku, dan Aku haramkan 
perhiasan dan berburu (padamu)." Lalu Allah berfirman kepada Laut 
Timur, "Sesungguhnya Aku akan membawa sebagian dari hamba-hamba- 
Ku dengan melaluimu, maka apakah yang akan engkau lakukan terhadap 
mereka?" Laut Timur menjawab, "Aku akan membawa mereka di atas 
permukaanku, dan aku akan menjadi seperti seorang ibu kepada anaknya 
terhadap mereka." Maka Allah memberinya balasan berupa perhiasan 
dan hewan buruan laut. 

Kemudian Al-Bazzar mengatakan,"Kami belum pernah mengetahui 
ada yang meriwayatkannya dari Sahi selain Abdur Rahman ibnu Abdullah 
ibnu Amr, sedangkan hadisnya berpredikat munkar" Riwayat ini telah 
dikemukakan pula oleh Sahi, dari An-Nu*man ibnu Abu Ayyasy, dari 
Abdullah ibnu Amr secara mauquj. 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan tentang bumi dan gunung- 
gunung yang menjulang tinggi lagi kokoh, semuanya Dia' tancapkan di 
bumi agar bumi stabil, tidak guncang; yakni tidak mengguncangkan semua 
makhluk hidup yang ada di permukaannya. Karena bila bumi terus 
berguncang, hidup mereka tidak akan tenang. Disebutkan oleh firman- 
Nya dalam ayat yang lain, yaitu: 

kompungwnnah. org 



124 Juz t<4— An-Nahl 

Dan gunung-gunung dipancangkan-N\a dengan tegu/i ( An-Nazi T at: 
32) 

Abdur Raz/aq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, 
dari Qatadah; ia pernah mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa setelah 
Allah menciptakan bumi, bumi terus berguncang, maka mereka (para 
malaikat) berkata, "Bumi ini tidak layak menjadi tempat bagi seorang 
manusia pun." Kemudian pada keesokan harinya gunung-gunung telah 
diciptakan padanya, dan para malaikat tidak mengetahui mengapa gunung- 
gunung itu diciptakan. 

Sa'id telah meriwayatkan dari Qatadah, dari Al-Hasan. dari Qais 
ibnu Ubadah, bahwa setelah Allah menciptakan bumi, maka bumi terus 
berguncang, lalu para malaikat berkata, "Ini tidak layak bagi seorang 
pun yang bertempat tinggal di permukaannya." Kemudian pada keesokan 
harinya ternyata telah ada gunung-gunung (yang menstabilkannya). 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, 
telah menceritakan kepadaku Hajjaj ibnu Minhal, telah menceritakan 
kepada kami I lammad, dari Ata ibnus Sa-ib, dari Abdullah ibnu Habib, 

menciptakan bumi. Dia membiarkannya, kemudian bumi berkata. "Wahai 
Tuhanku, Engkau akan menciptakan di atasku Bani Adam yang gemar 
mengerjakan dosa-dosa dan menimbulkan kekotoran di atasku?" Maka 
Allah menancapkan padanya gunung-gunung yang dapat kalian lihat dan 
yang tidak terlihat oleh kalian. Sebelum itu bumi tidak tetap, selalu 
berguncang seperti daging yang hidup (berdenyut). 
Firman Allah Swt.: 

dan (Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan (An-Nahl: 
15) 

Maksudnya, Allah menciptakan padanya sungai-sungai yang mengalir 
dari suatu tempat ke tempat yang lain sebagai rezeki buat hamba-hamba- 
Nya. Sungai berhulu dari suatu tempat dan menjadi rezeki bagi orang- 
orang yang ada di tempat lain (yang dilaluinya). Sungai menempuh 
berbagai kawasan dan daerah melalui hutan-hutan, pada ng- pada ng. dan 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 125 



membelah bukit-bukit serta lembah-lembah, lalu sampai pada suatu negeri 
yang penduduknya beroleh manfaat besar darinya. Dalam alirannya air 
sungai berbelok-belok, terkadang ke arah kanan, ke arah kiri, terkadang 
menciut, melebar, serta ada yang berarus deras, ada pula yang berarus 
tenang. Terkadang sebagian lembah ada yang diairinya dalam suatu waktu, 
sedangkan di waktu yang lain tidak diairinya, dalam perjalanannya dari 
sumber menuju muaranya. Kekuatan dan lemahnya arus air telah 
ditetapkan oleh kehendak-Nya dan menuruti sunnah yang telah ditetapkan- 
Nya, Maka tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada Rabb selain Dia. 
Allah pun telah menjadikan padanya jalan-jalan yang dapat dilalui 
dari suatu negeri ke negeri yang lain, sehingga ada jalan yang membelah 
gunung, yakni jalan yang ada di antara dua gunung membentuk celah 
sebagai jalan yang dapat dilalui, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. 
dalam firman -Nya: 



r 



*a&i^%&G@5l&& 



dan lelah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas. 
( AI-Anbiya: 3 1 ), hingga akhir ayat. 

Adapun firman Allah SwL: 

dan (Dia cx$\2kvn) tanda-tanda (penunjuk jalan). (An-Nahl: 16) 

Yakni petunjuk-petunjuk berupa gunung-gunung yang besar, bukit-bukit 
yang kecil, serta lain-lainnya yang dapat dijadikan oleh para musafir 
sebagai tanda-tanda mereka dalam perjalanannya — baik di darat maupun 
di laut — bila mereka sesat jalan. 
Firman Allah Swt.: 

Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. 
(An-Nahl: 16) 

Yaitu di malam hari, menurut Ibnu Abbas. Diriwayatkan dari Malik 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

kompungsannah. org 



126 Juz t4— An-Nahl 



.f|:,l»0-H=> 






Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan 
bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. (An-Nalil: 16) 

Bahvva yang dimaksud dengan landa-tanda itu adalah gunung-gunung. 
Kemudian Allah Swt. mengingatkan (manusia) akan kebesaran Zat- 
Nya, bahwa yang patut disembah hanyalah Dia, bukan berhala-berhala 
itu yang tidak dapat membuat sesuatu apa pun, bahkan mereka sendiri 
dibuat orang. Untuk itu Allah Swt. berfirman; 

Maka aj)akali (A 1 1 ah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak 
dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kalian tidak 
mengambil pelajaran. (An-Nahl: 17) 

Kemudian Allah Swt. mengingatkan mereka atas sangat berlimpahnya 
nikmat-nikmat serta kebaikan-Nya yang telah dilimpahkan kepada 
mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 

Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian 
tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar 
Malui Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 1 8) 

Yakni memaafkan kalian. Sekiranya kalian dituntut untuk mensyukuri 
semua nikmat-Nya, tentulah kalian tidak akan mampu melakukannya. 
Dan seandainya kalian diperintahkan untuk itu, pastilah kalian lemah 
dan meninggalkannya (tidak dapat bersyukur secara semestinya). 
Seandainya* D ia mengazab kal ian, tentulah Dia berhak mengazab kal ian 
tanpa berbuat aniaya terhadap kal ian. Akan tetapi. Dia Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang, Dia selalu mengampuni dosa-dosa yang banyak 
dan membalas pahala kebaikan sekecil apa pun. 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa firman Allah Swt. yang mengatakan: 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasii 127 

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun. (An-Nahl: 18) 

Hal ini dinyatakan-Nya mengingat ada di antara kalian yang lupa unluk 
bersyukur kepada-Nya alas sebagian dari nikmat yang telah diberikan 
kepadanya- Allah Maha Pengampun bila kalian bertobat kepada-Nya dan 
kembali kepada-Nya dengan mengerjakan ketaatan kepada-Nya seria 
menempuh jalan yang diridai-Nya. 

n' * 

lagi Maha Penyayang (An-Nahl: 18) 

Yakni Maha Penyayang kepada kalian, Dia tidak mengazab kalian sesudah 
kalian kembali dan bertobat kepada-Nya. 

An-Nahl, ayat 19-21 

Dan Allah mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa 
yang kalian lahirkan. Dan berhala-berhala yang mereka seru 
selain Allah tidak dapat membuat sesuatu apa pun. sedangkan 
berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (Berhala-berhala itu) 
benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui 
bilakah penye mbah- penye mbahnya akan dibangkitkan. 

Allah Swt menyebutkan bahwa Dia mengetahui semua yang terkandung 
di dalam hati dan semua rahasia, sebagaimana Dia mengetahui hal-hal 
yang lahir (nyata). Di hari kiamat kelak Dia akan memberikan balasan- 
Nya kepada setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Jika amal 
perbuatannya baik, maka balasannya baik; tetapi jika amal perbuatannya 
buruk, maka balasannya buruk pula. 

Selanjutnya Dia menyebutkan bahwa berhala-berhala yang mereka 
seru selain Allah tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedangkan mereka 
sendiri dibuat oleh manusia; seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. 

kampungsannah. org 



128 Juz 14 — An-Nahl 

dalam firman-Nya menyitir kata-kata kekasih-Nya Nabi Ibrahim a.s., 
yaitu: 

Apakah kalian menyemhah palung-palung yang kalian pahat itu? 
Padahal Ailah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian 
perbuat itu? (As5afiat: 95-96) 

Firman Allah Swt.: 

(Berhala-berhala itu) benda mati. tidak hidup. (An-Nahl: 2 1 ) 

Artinya, benda-benda mati tidak bernyawa; maka tidak dapat mendengar, 
tidak dapat melihat, dan tidak berakal. 

dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah- 
penyembahnya akan dibangkitkan. (An-Nahl: 2 1 ) 

Berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah hari kiamat terjadi. Maka 
bagaimanakah dapat diharapkan darinya manfaat atau pahala atau balasan? 
Sesungguhnya yang dapat diharapkan manfaat, pahala, dan balasannya 
hanyalah Tuhan yang mengetahui segala sesuatu. Dialah Yang mencipta- 
kan segala sesuatu. 

An-Nahl, ayat 22-23 



&m 



Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang 
yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari 

kompungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 29 

(keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang 
yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah 
mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka 
lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang 
sombong. 

Allah Swt. menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha 
Esa, yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Lalu Dia memberi- 
tahukan bahwa orang-orang kafir itu ingkar hatinya akan hal tersebut, 
seperti yang dice ritakan-Nya menyitir ucapan mereka yang bernada heran: 

Mengapa ia menjadikan tuhan-tulian itu Tuhan Yang Satu saja? 
Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat menglte- 
rankan. (Sad: 5) 

Demikian pula dalam firman Allah Swt. yang mengatakan: 

'S ®s%&iMM$M ikd&i i&M 'M'> 

Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati 
orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan 
apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba- 
tiba mereka bergirang hati. (Az-Zumar: 45) 



Adapun firman Allah Swt.: 



rt : J~t^ (jij^j^S 



sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. 
(An-Nahl: 22) 

Maksudnya, tidak mau menyembah Allah selain hati mereka ingkar 
kepada keesaan-Nya, seperti yang d isebutkan dalam ayat yang lain me lalu i 
firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



130 Juz M— An-Nahl 

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari 
menyembah- Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan 
hinadina. (AI-Mu-min: 60) 

Karena itulah dalam surat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya; 

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui 
apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. (An- 
Nah'l:23) 

Dengan kata lain. Dia akan membalas mereka atas hal tersebut dengan 
balasan yang sempurna. 

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. 
(An-Nahl: 23) 

An-Nahl, ayat 24-25 

Dan apabila dikatakan kepada mereka. "Apakah yang telah di- 
turunkan Tuhanmu? " Mereka menjawab. "Dongengan-dongengan 
orang-orang dahulu. " (ucapan mereka) menyebabkan mereka me- 
mikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, 
dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak 
mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amal 
buruklah dosa yang mereka pikul itu. 

Allah Swl. berfirman kepada merekayang mendustakan-Nya: 

******* ^j&&ra\i 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir ] 3 1 

"Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhan kalian? " Mereka 
menjawab. (An-Nahl: 24) 

dengan jawaban yang memalingkan pembicaraan dari jawaban yang 
sebenarnya, yaitu: 

Dongengan-dongengan orang-orang dahidu. (An-Nahl: 24) 

Dengan kala lain, Allah tidak menurunkan sesuatu pun yang berarti, dan 
sesungguhnya apa yang dibacakan kepada kami hanyalah dongengan- 
dongengan orang dahulu, yakni diambil dari kitab-kitab terdahulu; 
sebagaimana yang disebutkan oleh Al lah Swt. menyitir kata-kata mereka 
dalam ayat yang lain, yaitu: 

Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, 
dimintanya snpayw dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu 
kepadanya setiap pagi dan petang. " (Al-Furcjan: 5) 

Artinya, mereKa membuat-buat kedustaan terhadap Rasul dan mengatakan 
kata-kata yang semuanya tidak benar, bertentangan serta berbeda 
dengan kenyataannya; seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam 
ayal yang lain melalui firman-Nya: 

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan- 
perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak 
sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu). 
( Al-Furqan: 9) 

Demikian itu karena sesungguhnya setiap orang yang keluar dari jalan 
yang benar, maka apa pun yang dikatakannya adalah keliru belaka. Mereka 
mengatakan Nabi Saw. sebagai seorang penyihir, tukang syair, ahli ra- 
mal (tenung), dan orang gila. Kemudian pendapat mereka menjadi satu, 

kampung wnnoh. org 



132 Juz 14— An-Naht 

menuruti apa yang dibuat-buat oleh pemimpin mereka yang dikenal 
dengan sebulan Al-Walid ibnul Mugirali Al-Makhzumi, yaitu setelahdia: 

memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka 
celakalah dia'. Bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian 
celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian dia 
memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, 
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, 
lalu dia berkata, "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah sihir yang 
dipelajari (dari orang-orang dahulu). "(Al-Muddassir 18-24) 

Yakni Al-Qur'an itu merupakan nukilan, lalu dibacakan. Kemudian 
mereka (orang-orang kafir) bubar dengan suatu kesepakatan yang bulat 
menurut apa yang telah ditetapkan oleh pendapat Al-Walid ibnul Mugirah 
itu; semoga Allah melaknat mereka. Mengenai mereka, Allah Swt. 
berfirman: 

cr ya s J^ciJl s» 

(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya 
dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa- 
dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui 
sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). (An-Nahl: 25) 

Yaitu sesungguhnya Kami menetapkan atas mereka untuk mengatakan 
hal tersebut yang menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya berikut 
dosa-dosa orang-orang yang mengikuti dan menyetujui mereka. Dengan 
kata lain, mereka beroleh dosa-dosa diri mereka dan dosa menyesatkan 
orang lain yang mengikuti jejak mereka. 
Di dalam sebuah hadis disebutkan: 

kampangsannah. org 



Tafsir Ifrpu Kasu ■ 133 



Barang siapa yang menyeru kepada hidayah (petunjuk), dia akan 
beroleh pahalanya semisal dengan pahala orang-orang yang 
mengikuti jejaknya, tanpa mengurangi paliala mereka barang sedikit 
pun. Dan barang siapa yang menyeru kepada kesesalan, dia akan 
mendapatkan dosanya semisal dengan dosa orang-orang yang 
mengikuti jejaknya, tanpa mengurangi dosa mereka barang sedikit 
pun. 

Dan Allah Swt. lelah berfirman: 

c 'W 

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, 
dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka 
sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada liari kiamat 
tentang apa yang selalu mereka ada-adakan. (AI-'Ankabut: 13) 

Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Aufi, dari Ibr.u Abbas, sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 

(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya 
dengan sepenuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa 
orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun 
(bahwa mereka disesatkan). (An-Nahl: 25) 

Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu: 

kampungsannah. org 



134 Juz 14— An-Nahl 

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban-beban (dosa) mereku, 
dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-bebat) mereka 
sendiri. (Al-' Ankabut; 13) 

Mujahid mengatakan bahwa mereka memikul beban dosa-dosa mereka 
berikut dosa orang-orang yang mengikuti jejak mereka, lanpa mengurangi 
azab yang diterima oleh orang-orang yang taat kepada mereka barang 
sedikit pun. 

An-NahI, ayat 26-27 



Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah meng- 
adakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka 
dari fondasinya, lalu dtup (rumah H\i) jatuh menimpa mereka dari 
atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak 
mereka sadari. Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, 
dan berfirman, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena 
membelanya) kalian selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan 
orang-orang mujuri in)? '* Berkatalah orang-orang yang telah diberi 
ilmu, "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas 
orang-orang yang kafir. " 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

kampung wnnah. org 



Tafsir Ibnu Kastr 1 35 

Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah meng- 
adakan makar. (An-Nahl: 26) 

Orang yang dimaksud ialah RajaNamruz yang telah membangun pencakar 
langit (di masa dahulu). Ibnu Abu Hatim mengatakan, hal yang semisal 
telah diriwayatkan dari Mujahid. 

Abdur Raz/aq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Zaid ibnu 
Aslam, bahwa orang yang mula-mula berlaku sewenang-wenang di muka 
bumi ialah RajaNamruz. Kemudian Aliah mengirimkan seekor nyamuk 
kepadanya, lalu nyamuk itu memasuki lubang hidungnya. Maka Namruz 
hidup selama empat ratus tahun yang setiap harinya ia memukuli 
kepalanya dengan palu (untuk meringankan rasa sakit kepalanya akibat 
nyamuk itu). Lama-kelamaan ada seseorang yang merasa kasihan kepada 
orang-orang yang ditugaskan untuk memukulinya setiap liari, lalu ia 
memukul kepala raja itu dengan keras hingga terbelah dan matilah raja 
itu. Dia hidup sewenang-wenang selama empat ratus tahun, maka Allah 
mengazabnya selama empat ratus tahun sama dengan masa pemerin- 
tahannya, lalu Allah mematikannya. Dialah yang membangun pencakar 
langit, yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: 



M ***3k> *0Z$MlM 



maka Allah menghancurkan bangunan-bangunan mereka dari 
fondasinya. (.An-Nahl: 26) 

Ulama lainnya mengatakan bahwa dia bukanlah Namruz, melainkan 
Bukhtanasar. Lalu mereka menyebutkan salah satu dari makarnya yang 
dikisahkan oleh Allah Swt. dalam ayat ini, sama dengan apa yang 
disebutkan oleh Allah Swt. dalam surat Ibrahim melalui firman-Nya: 

Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung- 
gunung dapat lenyap karenanya. (Ibrahim: 46) 

Utama lainnya mengatakan, apa yang diungkapkan dalam ayat ini 
merupakan perumpamaan yang menggambarkan kebatilan dari apa yang 
telah diperbuat oleh orang-orang yang kafir kepada Allah dan 

kampungsannah. org 



36 



Juz U— An-Nahl 



mempersekutukan-Nya dengan yang lain dari ibadahnya, seperti penger- 
tian yang lerdapat di dalam firman-Nya yang menceritakan perkataan 
Nabi Nuh a.s.: 

dan melakukan tipu daya yang amat besar. (Nuh: 22) 

Artinya, mereka telah melakukan lipu muslihat untuk menyesatkan 
manusia dengan segala upaya, dan dengan berbagai cara mereka memikat 
manusia untuk menyukai kemusyrikan mereka. Para pengikut mereka 
berkata kepada mereka pada hari kiamat: 

(Tidak) sebenarnya tipu daya (kalian) di waktu malam dan siang 
(yang menghalangi kami), ketika kalian menyeru kami supaya 
kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya. 
(Saba: 33), hingga akhir ayat. 

Firman Allah Swt.: 



&1xfr*Sl\ 



sk$tS»IOU< 



maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya. 
(An-Nahl: 26) 

Yakni Allah mencabutnya dari dasarnya dan membatalkan amal perbuatan 
mereka. Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt dalam 
firman-Nya: 



c= *vt = «x> 



Setiap mereka menyalakan api peperangan. Aliah memadamkannya. 
(Al-Maidah: 64) 

kompungwnnoh. org 



«s r 



Tafsir Ibru Kasir | 37 

maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari azab 
yang tidak mereka sangka- sangka. Dan Allah menimpakan 
ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnalikan rumuh- 
rumahnya sendiri dengan tangan mereka sendiri dan tangan 
orang-orang yang beriman Maka ambil/ah (kejadian itu) untuk 
menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan. 
(Al-Hasyr2) 

Dan dalam ayat ini Allah Swt. menyebutkan melalui firman-Nya: 

maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, 
lalu atap (rumah ilu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datang- 
lah azab itu kefHida mereka dari tempat yang tidak mereka saduri. 
Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat. (An-Nahl: 
26-27) 

Maksudnya,, Allah bakal menampakkan kemaluan mereka dan 
menampakkan segala sesuatu yang mereka sembunyikan dalam hatinya 
sehingga hal itu menjadi terang dan jelas. Sama dengan pengertian yang 
disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Pada hari ditampakkan segala rahasia (At-Tariq: 9) 

Yaitu ditampakkan dan diumumkan, seperti yang disebutkan di dalam 
kitab Sahihain melalui hadis Ibnu Uniar yang telah mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



•Cpte&Cpte oj ssroSJt, JUL3* -*^L?At 



kampungsunnah. org 



138 Juz 1« — An-Nahl 

Kelak di hari kiamat akan ditegakkan suatu panji bagi setiap 
orang yang berkhianat di pantatnya sesuai dengan perbuatan 
khianatnya, lalu dikatakan bahwa inilah pengkhianatan si Fulan 
bin Fulan. 

Demikian pula halnya dengan mereka, pada hari kiamat nanti Allah 
menampakkan kepada semua orang tipu muslihat yang disembunyikan 
oleh mereka, lalu Allah menghinakan mereka di mata semua makhluk. 
Kemudian Tuhan berfirman kepada mereka dengan nada mencemoohkan 
dan mencela mereka: 

Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena menyembahnya) 
kalian selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang muk- 
min)? (An-Nahl: 27) 

Maksudnya, di manakah sembahan- sembahan yang karenanya kalian 
berperang dan memusuhi para nabi dan orang-orang yang beriman? Di 
manakah mereka? Apakah mereka dapat menolong kalian dan menye- 
lamatkan kalian dari sini? 



,«.*&**» i^^^as 



Dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri mereka 
5e?K/i>/?(Asy-Syu'ara: 93) 

l'/, tm'l 



**a^~4m&&to 



maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun 
dan tidak (pula) seorang penolong. (At-Taric|: 10) 

Dan manakala hujati telah mengarah kepada mereka, bukti telah ditegak- 
kan terhadap mereka, serta kalimat azab telah pasti atas diri mereka, maka 
mereka diam — tidak dapat beralasan lagi — di saat tiada jalan lari bagi 
mereka. 

kompungsunnah. org 



Tafetf Ibru Kasir 139 

Berkatalah orang-orang yang lelah diberi ilmu. (An-Nahl: 27) 

Mereka adalah orang-orang yang terkemuka di dunia dan akhirat, dan 
mereka adalah orang-orang yang selalu memberitakan tentang perkara 
yang hak di dunia dan di akhirat. Pada saat itu mereka mengatakan: 



■ VViJpeJl.- 



®$&M&CfM 



Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas 
orang-orang yang kafir. (An-Nahl; 27) 

Yakni orang yangdipermalukan dan mendapat azab yang menyelimutinya 
pada hari itu adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah dan mcmper- 
sekutukan-Ny a dengan sesuatu yang tidak dapat membahayakannya, tidak 
pula dapat memberikan manfaat kepadanya. 

An-Nahl, ayat 28-29 



-\<i\\ ;x 



(yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam 
keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka 
berserah diri (sambil berkata), "Kami .sekali-kali tidak ada menger- 
jakan sesuatu kejahatan pun " (Malaikat menjawab), "Ada, sesung- 
guhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan. " 
Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kalian kekal di 
dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang 
menyombongkan diri itu 

Allah Swt. menceritakan keadaan orang-orang musyrik yang menganiaya 
diri mereka sendiri di saat mereka menghadapi kematiannya dan para 
malaikat datang kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka yang 
buruk- 

karnpungsunnah. org 



140 Juz U— An-Nahl 



lalu mereka berserah diri. (An-Nahl: 28) 

Yakni mereka menampakkan, rasa tunduk, patuh, dan menurut seraya 
berkata: 

Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun 
(An-Nahl: 28) 

Perihalnya sama dengan apa yang dikatakan oleh mereka nanti pada hari 
mereka dibangkitkan (di hari kiamat), seperti yang disitir oleh firman- 
Nya: 

Demi Allah, Tuhan kami. tiadalah kami mempersekutukan Allah. 
\NVJvrTaw.TS> 

(Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu 
mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang 
musyrik), sebagaimana mereka bersumpah kepadamu. (Al- 
Mujadilah: 18) 

Maka Allah berfirman mendustakan perkataan mereka itu: 

Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian 
kerjakan- Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kalian 
kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang 
menyombongkan diri itu. (An-Nahl: 28-29) 

kompongsannaf). org 



Tafstr Ibru Kasir I -i 1 

Artinya, seburuk-buruk tempat tinggal ialah tempat kehinaan bagi 
oranp-orang yang menyombongkan dirinya terhadap ayat-ayat Allah dan 
tidak mau mengikuti rasul-rasuI-Nya. Mereka memasuki neraka Jahanam 
sejak kematian mereka berikut arwahnya, dan jasad mereka di dalam 
kuburnya beroleh panas dan angin yang membakar dari neraka Jahanam. 
Dan apabila hari kiamat terjadi, maka arwah mereka dimasukkan ke dalam 
tubuhnya masing-masing, lalu mereka tinggal kekal di dalam neraka 
Jahanam. 



c n 



Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan //Y/o£{pula) 
diringankan dari mereka azabnya, (Fatir: 36) 

Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya; 

Kepuda mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan 
patla hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masuk- 
kanluh Kir 'mm dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. " 
(AI-Mu-min:46) 

An-Nahl, ayat 30-32 

kampangsannah. org 



142 Juz 14— An-Nahl 

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, 'Apakah yang 
lelah diturunkan oleh Tuhanmu? " Mereka menjawab, "(Allah telah 
menurunkan) kebaikan. " Orang-orang yang berbual baik di dunia 
ini mendapat (pe m balasan )yang baik. Dan sesungguhnya kampung 
akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi 
orang yang bertakwa, (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke 
dalamnya, mengalir di bawahnya .sungai-sungai, di dalam surga 
itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demi- 
kian/ah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertak- 
wa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh 
para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), "Safamwi 
'alaikum, masuk/ah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa 
yang telah kalian kerjakan. " 

Apa yang disebutkan dalam ayat-ayat ini menceritakan perihal orang- 
orang yang berbahagia, berbeda dengan apa yang diceritakan-Nya tentang 
orang-orang yang celaka. Karena sesungguhnya orang-orang yang celaka 
itu ketika dikatakan kepada mereka: 

Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu? (An-Nahl: 24) 

Mereka menjawab dengan jawaban yang menyimpang, yaitu: "Allah tidak 
menurunkan sesuatu pun yang berarti, sesungguhnya apa yang diturunkan- 
Nya hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu." Sedangkan 
orang-orang yang berbahagia menjawab. "Allah telah menurunkan 
kebaikan," yakni rahmat dan berkah bagi orang-orang yang mengikuti 
petunjuk-Nya dan beriman kepada-Nya. 

Kemudian Allah Swt menceritakan tentang janji-Nya kepada hamba- 
hamba-Nya melalui apa yang diturunkan-Nya melalui rasul-rasul-Nya. 
Untuk itu Allah Swt, berfirman: 



l>*y 



$&i&i!M&$ 



Orang-orangyang berbuat baik di dimia ini mendapat (pembalasan) 
yang baik. (An-Nahl; 30). hingga akhir ayat. 

kampungsannah.org 



Tafsir Ibnu Kasir M3 

Semisal dengan makna yang terkandung dalam ayal lain melalui firman- 

Nya: 

Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh, baik laki-laki 
maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesunggulinya 
akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik; dan 
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan 
pahala yang lebih baik daripada apa yang lelah mereka kerjakan. 
(An-Nah!:97) 

Dengan kala lain. barang siapa yang berbual baik dalam dunia ini, pastilah 
Allah, akan membalas amalnya dengan balasan yang lebih baik di dunia 
dan di akhirat. 

Kemudian Allah SWt menyebutkan bahwa kehidupan di akhirat 
adalah lebih baik daripada kehidupan di dunia, karena balasan di akhirat 
jauh lebih sempurna daripada balasan di dunia, seperti yang disebutkan 
dalam firman-Nya: 

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, "Kecelakaan yang 
besar/ah bagi kalian, pahala Allah adalah lebih baik. (Al-Qasas: 
80), hingga akhir ayat. 



KAtCv*-*- 



&BM&S& 



Dan apa yang di sbi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang 
yang berbakti. (Ali Imran: 198) 



««^jw-jn&fgk 



Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. 
(Al-A'la:l7) 

kampangsunnah. org 



144 juz U — An-Nahl 



ii 



+*** OSSiMSit^fe 



i/an sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada permulaan 
(Ad-Duha: A) 

Kemudian Allah Swt. menggambarkan tenlang kampung akhirat. Untuk 
itu Dia berfirman: 



cr-:,^cJ^ 



S#2i«3 



dan itulafi sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang bertakwa. 
(An-Nahl: 30) 

Mengenai firman Allah Swt.; 

v 'i-/ 

(yaitu) .«//*#« 'Adn. (An-Nahl: 21 ) 

Lafaz ayal ini berkedudukan menjadi badai (kata ganti) dari tempat bagi 
orang-orang yang bertakwa. Dengan kata lain, di akhirat kelak mereka 
akan mendapat surga 'Adn sebagai tempat tinggal mereka. 

mengalir di bawahnya sungai-sungai. (An-Nahl: 3 1 ) 
Yakni mengalir di bawah pepohonan dan gedung-gedungnya. 

di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka 
kehendaki (An-Nahl: 31) 

Sama halnya dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firmannya: 

dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh 
hati dan sedap (dipandang) matu dan kalian kekal di dalamnya. 
<Az-Zukhruf:7l) 

kampungsannah. org 






Tafsir Ibnu Kasir MS 

Di dalam sebuah hadis disebutkan seperti berikut: 

$£& '4$£& %$£&{&&%$&&. fa 

Sesungguhnya awan benar-benar melalui sejumlah orang dari 
kalangan penduduk surga di saal mereka sedang duduk-duduk 
dalam jamuan minumnya Maka tiada seorang pun dari mereka 
menginginkan sesuatu melainkan awan itu menurunkan apa yang 
diingininya, hingga sesungguhnya di antara mereka benar-benar 
ada orang yang mengatakan, "Hai awan, turunkanlah kepada kami 
gadis-gadis remaja yang sebaya (bidadari-bidadari). " Maka 
keinginannya itu dituruti. 

Firman Allah Swt.: 

Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang 
bertakwa (An-Nah\: 3 \) 

Artinya, demikianlah Allah membalas setiap orang yang beriman kepada- 
Nya dan bertakwa kepada-Nya serta berbuat baik dalam amalnya. 

Kemudian Allah Swt. menceritakan tentang keadaan mereka di saat 
mereka menghadapi kematiannya, bahwa mereka dalam keadaan baik; 
yakni dalam keadaan bersih dari kemusyrikan, kekotoran, dan semua 
keburukan. Dan sesungguhnya para malaikat datang kepada mereka seraya 
mengucapkan salam dan menyampaikan berita gembira surga kepada 
mereka, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



146 Juz U — An-NaN 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah 
Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka 
malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 
"Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih; 
dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah 
dijanjikan Allah kepitda kalian. " Kamilah Pelindung-pelindung 
kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kalian 
memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di 
dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai hidangan, (bagi kalian) 
dari Tuhan Yang Maha Pengamjmn lagi Maha Penyayang. (Fussilat: 
30-32) 

Dalam keterangan terdahulu telah kami kemukakan hadis-hadis yang 
menceritakan tentang kisah dicabutnya nyawa orang mukmin dan orang 
kafir, yaitu pada pembahasan tafsir firman Allah Swt.: 

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman (lengan 
ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, 
dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat 
apa yang Dia kehendaki (Ibrahim: 27) 

An-Nahl, ayat 33-34 

kampungwnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 147 

Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir selain dari datangnya 
para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. 
Demikianlah yang lelah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum 
mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka tetapi merekalah yang 
selalu menganiaya diri mereka sendiri. Maka mereka ditimpa oleh 
(akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab 
yang selalu mereka perolok-olokkan. 

Allah Swt. berfirman mengancam orang-orang musyrik karena mereka 
terlalu berkepanjangan dalam kebatilannya dan teperdaya oleh 
keduniawian, bahwa tiadalah yang mereka tunggu-tunggu melainkan 
kedatangan para malaikat kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka. 
Demikianlah menurut keterangan yang dikemukakan oleh Qatadah. 

atau datangnya perintah Tuhanmu. (An-Nahl: 33) 

Yakni hari kiamat beserta kengerian-kengerian yang mereka derita di 
dalamnya. 

Firman Allah Swt.: 

Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum 
mereka. (An-Nahl; 33) 

Maksudnya, demikianlah telah berlarut-larut dalam kemusyrikannya para 
pendahulu mereka, orang-orang yang setara dan serupa dengan mereka 
dari kalangan kaum musyrik, hingga mereka merasakan pembalasan 
Allah, dan tertimpa azab serta murka Allah akibat perbuatannya. 

Dan Allah tidak menganiaya mereka. (An-Nahl: 33) 

Karena Allah Swt. mempunyai alasan yang kuat terhadap mereka dan 
telah menegakkan hujah-hujah (bukti-bukti )-Nya terhadap mereka, yaitu 
melalui utusan-ulusan-Nya dan penurunan kitab-kitab-Nya. 

kampungsunnah. org 



148 Juz 14 — An-Nahl 

lefapi merekalah yang selalu menganiayai diri mereka sendiri (An- 
Nahl: 33) 

Karena menentang para rasul dan mendustakan apa yang disampaikan 
oleh mereka, maka orang-orang musyrik itu tertimpa hukuman dari Allah 
atas perbuatannya sendiri. 

dan mereka diliputi. (An-Nahl: 34) 
Artinya, mereka diliputi oleh azab yang sangat pedih. * 

oleh azab yang selalu mereka perolok- olokan. (An-Nahl: 34) 

Yakni mereka memperolok-olokkan para rasul bilamana para rasul 
mengancam mereka dengan siksa Allah. Karena itulah pada hari kiamat 
nanti dikatakan kepada mereka, seperti yang disebutkan dalam ayat lain 
melalui firman-Nya: 

Inilah neraka yang dahulu kalian selalu mendustakannya. ( At-Tur: 
14) 

An-Nahl, ayat 35-37 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 



Doti berkotatoli orang-orang musyrik, "Jika AII0J1 menghendaki, 
niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia 
baik kami maupun bapak-bapak kami. dan tidak pula kami 
mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya. " Demikianlah yang 
diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban 
atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan 
terang. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap- 
tiap umat (untuk menyerukan). "Sembahlah Allah (saja), dan jauhi- 
lah Tagut itu, " maka di antara umat itu ada orang-orang yang di- 
beri petunjuk oleh A llah, ada pula di antaranya orang-orang yang 
telah pasti kesesalan baginya. Maka berjalanlah kalian di muka 
bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang 
mendustakan (rasul-rasul). Jika kamu sangat mengharapkan agar 
mereka dgpat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada mem- 
beri petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali 
mereka tiada mempunyai penolong. 

Allah S\vt. menyebutkan tentang teperdayanya orang-orang musyrik oleh 
kemusyrikan mereka dan alasan mereka yang berpegang kepada takdir, 
yang hal ini terungkapkan melalui ucapan mereka yang disitir oleh firman- 
Nya: 

Jika Allah menghendaki, niscaya kami lidak akan menyembah 
suatu apa pun selain Dia. baik kami maupun bapak-bapak kami, 
dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (rzm)-Nya- 
(An-Nahl: 35) 

kompangsunnah. org 



150 Juz 14 — An-Nahl 

seperti mengharamkan hewan ternak hahirah, saibah, wasilah, dan lain 
scbagain>a yang mereka buat-buat sendiri tanpa ada keterangan dari Allah 
yang menjelaskannya. 

Dengan kata lain, perkataan mereka mengandung kesimpulan bahwa 
seandainya Allah Swt. lidak suka dengan apa yang mereka perbuat, 
tentulah Allah mengingkari perbuatan itu dengan menurunkan hukuman, 
dan tentulah Dia tidak akan memberikan kesemutan kepada mereka untuk 
melakukannya. 

Allah Swt. membantah alasan mereka yang keliru itu melalui firman- 
Nya; 



|*A-xd*£jl9 



®SflQ&&»&& 



maka tidak ada kewajiban alas para rasul, selain dari menyampai- 
kan (amanat Allah) dengan terang. (An-Nahl: 35) 

Yakni duduk perkaranya tidaklah seperti yang kalian duga, bahwa Allah 
tidak mengingkari perbuatan kalian itu. Sesungguhnya Allah telah meng- 
ingkari perbuatan kalian dengan pengingkaran yang keras, dan Dia telah 
melarang kalian melakukannya dengan larangan yang kuat. Dia telah 
mengutus seorang rasul kepada setiap umat, yakni kepada setiap generasi 
dan sejumlah manusia. Semua rasul menyeru mereka untuk menyembah 
Allah dan melarang mereka menyembah selain-Nya: 

Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Tagut. (An-Nahl: 36) 

Allah Swt terus-menerus mengutus rasul-rasul-Nya kepada manusia 
dengan membawa risalah (tauhid) itu sejak terjadinya kemusyrikan di 
kalangan Bani Adam. yaitu sejak kaumnya Nabi Nuh, Allah mengutus 
Nabi Nuh kepada mereka. Nuh a.s. adalah rasul yang mula-mula diutus 
oleh Allah kepada penduduk bumi, lalu diakhiri oleh N. -.h Muhammad 
Saw. yang seruannya mencakup semua lapisan manusia dan jin, di belahan 
timur dan belahan barai bumi. 

Semua rasul Allah menyerukan hal yang sama, seperti yang 
disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya dalam ayat yang lain: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir _____^__ LLL 

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, 
melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bafiwasanya tidak ada 
Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah oleh kalian akan 
Aku. " (Al-Anbiya: 25) 

Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus 
sebelum kamu. "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk di- 
sembah selain Allah Yang Maha Pemurah? '" (Az-Zukhruf 45) 

Dan dalam ayal berikut mi Allah S\vt. berfirman: 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat 
(untuk menyerukan). "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Tagul 
itu. " (An-Nahl: 36) 

Maka sesudah adanya keterangan ini, bagaimanakah seorang musyrik 
dapai diperkenankan mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya: 

Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah 
sesuatu apa pun selain Dia. (An-Nahl: 35) 

Kehendak Allah secara syar'i tentang mereka tidak ada, karena Allah 
Swt. telah melarang mereka berbual hal itu melalui lisan rasul -rasul-Nya. 
Adapun mengenai kehendak Allah yang bersifat kaum (kenyataan) yang 
mendorong mereka untuk melakukan hal tersebut secara takdir, maka 
tidak ada hujah (alasan) bagi mereka dalam hal ini. Karena Allah telah 

kampangsannah. org 



152 Juz 14 — An-NahI 

menciptakan neraka dan para penduduknya daii kalangan setan dan 
orang-orang kafir. Dia lidak rela hamba-hamba-Nya berlaku kafir. Dalam 
menentukan hal tersebut Allah mempunyai alasan yang kuat dan hikmah 
yang bijak. 

Kemudian sesungguhnya Allah Swl. telah memberitakan bahwa Dia 
mengingkari parbuatan mereka dengan menimpakan siksaan kepada 
mereka di dunia sesudah para rasul memberikan peringatan kepada mereka. 
Untuk itulah Allah Swt menyebutkan dalam firman-Nya: 

Maka di antara umat itu ada orang-orang yang 'diberi petunjuk 
oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti 
kesesalan baginya. Maka berjalanlah kalian di muka bumi dan 
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang men- 
dustakan (rasul-rasul). (An-NahI: 36) 

Dengan kata lain, tanyakanlah nasib yang dialami oleh orang-orang yang 
mendustakan perkara yang hak dan menentang rasul-rasul Allah, 
bagaimanakah: 



C= I-: 



&A9g$&&& 



Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang- 
orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti iht. (Muhammad: 
10) 

Allah Swl. telah berfirman pula: 

Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah 
mendustakan (rasul -rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemur- 
kaan-Ku. (Al-Mulk: 18) 

Kemudian Allah Swt. memberitahukan kepada Rasul-Nya bahwa 
keinginannya yang mendambakan agar mereka (orang-orang kafir) 

kampangsunnah. org 



e tl 



Tafsir tomiKoai 153 

mendapat petunjuk tidak ada manfaatnya bagi mereka bilamana Allah 
lelah menghendaki kesesalan mereka. Sama halnya dengan yang 
disebutkan dalam ayat lain melalui tirman-Nya: 

Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali- 
kali kamu tidak akun mampu menolak sesuatu pun (yang datang) 
dari Allah (Al-Maidah: 41) 

Nuh a.s. berkata kepada kaumnya yang disitir oleh firman-Nya'. 

Dan tidaklah bermanfaat kepada kalian nasihatku jika aku hendak 
memberi nasihat kepada kalian, sekiranya Allah hendak menye- 
satkan kalian. (Hud: 34) 

Dan dalam ayat berikut ini Allah Swt berfirman: 

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, 
maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang 
yang disesatkan-Nya (An-Nahl; 37) 

Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah Sut. dalam ayat 
lain melalui firman-Nya: 

-i • #**&& *&& iMflttftftk& &&%& 

Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang 
yang akan memberi petunjuk Dan Allah membiarkan mereku 
terombang-ambing dalam kesesalan. (Al-A'rafi 186) 

kampangsunnah. org 



I 54 J112 14 — An-Nahl 

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka 
kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada 
mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan 
azab yang pedih. (Yunus: 96-97) 

Adapun firman Allah S\vt: 

muka sesungguhnya Allah. (An-Nahl: 37) 

Yakni perihal dan urusan-Nya ialah bahwa apa yang dikehendaki-Nya 
pasli Icrjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. 
Dalam ayat berikutnya disebutkan: 



rvs^MUi*. c^&<*$^3 



tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-hJya. (An- 
Nahl: 37) 

Maka siapakah yang dapat memberinya petunjuk bila bukan Allah? 
Jawabannya tentu saja tiada seorang pun yang dapat memberinya 
petunjuk 

dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong. (An-Nahl: 37) 

yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah dan belenggu siksaan- 

Nya. 



<?»l- t*l 



Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. 
Mahasuci Allah, Tuhan semesta aiam. (Al-A'raf: 54) 

An-Nahl, ayat 38-40 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir l_5_5 

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang 
sungguh-sungguh. ''Allah tidak akan membangkitkan orang yang 
mati. " (Tidak demikian), bahkan (pasti akan membangkitkannya), 
sebagai suatu janji yang benar dari Allah, tetapi kebanyakan 
manusia tiada mengetahui, agar Allah menjelaskan kepada mereka 
apa yang mereka perse/isihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu 
mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang 
berdusta. Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila 
Kami menghendakinya. Kami hanya mengatakan kepadanya, 
"Jadilah. " Maka jadilah ia. 

Allah S\vt. berfirman menceritakan perihal orang-orang musyrik; mereka 
bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, 
yakni dengan sumpah yang berat bahwa Allah tidak akan membangkitkan 
orang yang telah mati. Dengan kata lain, mereka menganggap hal tersebut 
mustahil; mereka mendustakan para rasul yang menyampaikan berita itu, 
dan mereka bersumpah menentang hal itu. Maka Allah Bwt berfirman, 
mendustakan mereka dan membantahnya: 

(Tidak demikian) bahkan. (An-Nahl: 38) 

Yakni lidaklah seperti yang mereka duga, bahkan kebangkitan ilu pasti 
terjadi. 



c 



rA--t>^Ji= Ito^telow 



sebagai suatu janji yang benar dari Allah. (An-Nahl: 38) 
Yaitu sebagai suatu hal yang pasti terjadi. 

kampungwnnah. org 



156 Juz 14 — An-Nahl 

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (An-Nahl: 38) 

Karena ketidaktahuan mereka, maka mereka menentang rasul-rasul dan 
terjerumus ke dalam kekafiran. 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan hikmah diadakan-Nya hari 
kembali dan dibangkitkan-Nya semua jasad pada hari pembalasan. Untuk 
itu disebutkan dalam firman-Nya: 

agar Allah menjelaskan kepada mereka. (An-Nahl: 39) 
Maksudnya, kepada manusia. 

apa yang mereka persehsihkan itu. (An-Nahl. 39) 
Yaitu segala sesuatunya 

supaya Dia memberi balasan kepada arang-arang yang berbuat 
jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi 
balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan paha/a 
yang lebih baik (surga) (An-Najm. 31) 

Adapun firman Allah Swt.: 



^r'i-d**^^ 



&Ml®$^Q$£& 



dan agar orang-orang kafir itu mengetahui baliwa mereka adalah 
orang-orang yang berdusta. (An-Nahl: 39) 

Yakni dalam sumpah mereka yang menyatakan bahwa Allah tidak akan 
menghidupkan orang yang mati . Karena itulah, maka kelak di hari kiamat 
mereka yang berbuat demikian akan diseru untuk masuk neraka Jahannam 
dengan digiring, dan Malaikat Zabaniyah (juru siksa) berkata kepada 
mereka: 

kampangsannah. org 



tafsir Ibnu K.isir ^ 157 

(Dikatakan kepada mereka). "Inilah neraka yang dahulu kalian 
selalu mendustakannya. " Maka apakah ini sihir? Ataukah kalian 
tidak melihat? Masuklah kalian ke dalamnya (rasakanlah panas 
apinya), maka baik kalian bersabar atau tidak, sama saja bagi 
kalian, kalian hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kalian 
kerjakan. (At-Tur. 14-16) 

Kemudian Allah S\vl. menyebutkan tentang kekuasaan-Nya atas segala 
sesuatu yang dikehendaki -Ny a, bahwa tiada sesuatu pun yang tidak 
mampu dilakukan-Nya, baik di bumi maupun di langit. Dan sesungguhnya 
urusan Allah itu apabila Dia menghendaki sesuatu, maka Dia hanya 
mengatakan kepadanya, ''Jadilah!" Maka jadilah ia. Dan membangkitkan 
makhluk yang telah mati termasuk ke dalam pengertian ini. Apabila 
Allah menghendaki hal itu terjadi, sesungguhnya Dia hanya memerintah- 
kannya dengan sekali perintah, maka terjadilah apa yang dikehendaki- 
Nya. Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya: 

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. 
(AI-Qamar: 50) 

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam 
kubur) itu melainkan hanytilah seperti (menciptakan dan membang- 
kitkan) satu jiwa saja. (Luqman: 28) 

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 

SesungguJmya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami 
menghendakinya. Kami hanya mengatakan kepadanya. "Jadilah " 
Maka Jadilah ia. (An-Nahl: 40) 

kampungsannah. org 



158 Juz 14 — An-Naht 

Artinya, Kami tinggal memerintahkan kepadanya sekali perintah, maka 
dengan serta merta hal itu tetah ada. Sehubungan dengan hal ini, salah 
seorang penyair mengatakan dalam salah satu baitnya: 

Apabila Allah menghendaki suatu urusan, maka sesungguhnya 
Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah kamu, " dengan sekali 
perkataan; maka jadi lali ia. 

Dengan kata lain. Allah tidak memerlukan penegasan apa pun dalam 
pcrintah-Nya untuk mengadakan sesuatu. Karena sesungguhnya tiada 
sesuatu pun yang dapat mencegah kchcndak-Nya dan tiada sesuatu pun 
yang dapat mcnentang-Nya. sebab hanya Dia sematalah Tuhan Yang 
Mahapcrkasa lagi Mahabesar, segala sesuatu tunduk di bawah kekuasaan 
dan keagungan-Nya. Maka tidak ada Tuhan selain Dia dan tidak ada 
Rabb kecuali hanya Dia semata. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Al-Hasan ibnu Muhammad 
ibnus Sabbah pernah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami 
Hajjaj, dan Ibnu Juraij. telah menceritakan kepadaku Ata yang pernah 
mendengar Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Allah Swt. berfirman 
(dalam hadis Qudsi-Nya): 




kampungwnnah. org 



Tafsir llyu Kasir - 159 

Anak Adam mencaci-Ku, padahal tidaklah layak baginya mencaci- 
Ku. Anak Adam mendustakan Aku, padahal tidak layak baginya 
mendustakan Aku Adapun pendustaannya kepada-Ku ialah: 
Mereka bersumpah dengan nama A l/ah dengan sumpahnya yang 
sungguh-sungguh, "Allah tidak akan membangkitkan orang yang 
mati" (An-Nahl: 38) Maka Aku berfirman, "(Tidak demikian) 
bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji 
yang benar dari Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak menge- 
tahui" (An-Nahl' 38) Adapun caciannya terhadap-Ku ialah 
ucapannya yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah satu 
dari yang tiga " (Al-Maidah: 73). Maka Aku berfirman, "Katakan- 
lah. 'Dialah Allah, Yang Maha ICsa. Allah adalah Tuhan yang 
bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan 
tiada pula diperanakkan, dan tidak pula seorangpun yang 
setara dengan Dia* (Al-Ikhlas: 1-4)." 

Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim 
secara mauuuf. tetapi hadis ini dalam kitab Sahihain berpredikat marfit 
dengan lafaz yang lain. 

An-Nahl, ayat 41-42 

Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka 
dianiaya, fKistt Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada 
mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah 
lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang 
sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal 

Allah Swt. menyebutkan tentang balasan-Nya kepada orang-orang yang 
berhijrah di jalan-Nya dengan mengharapkan rida-Nya. Mereka adalah 
orang-orang yang meninggalkan tempat kelahirannya dan teman-teman- 
nya serta sanak familinya dengan mengharapkan pahala dan balasan dari 
Allah Swt 

kampangsannah. org 



160 Juz 14 — An-Nahl 

Dapat pula dikatakan bahwa penyebab turunnya ayat ini berkenaan 
dengan orang-orang muslim yang berhijrah ke negeri Habsyah (Abesinia), 
yaitu mereka yang mendapat tekanan keras dari kaumnya di Mekah, 
hingga terpaksa keluar meninggalkan kaumnya menuju negeri Habsyah, 
agar mereka dapat menyembah Tuhannya dengan tenang, tiada yang 
mengganggu Di antara mereka yang hijrah ke negeri Habsyah dan yang 
termasuk orang yang paling terhormat di kalangan mereka ialah Usman 
ibnu Affan dan istrinya (yaitu Siti Ruqayyah binti Rasulullah), Ja'far 
ibnu Abu Talib (anak paman Rasulullah), Abu Salamah ibnu Abdul Aswad 
beserta sejumlah orang — kurang lebih delapan puluh orang — yang terdiri 
atas laki-laki dan wanita, dan istri Abu Bakar As-Siddiq; semoga Allah 
melimpahkan rida-Nya kepada mereka dan memuaskan mereka, Allah 
memang lelah memperkenankannya. 

Allah menjanjikan akan memberikan balasan yang baik kepada 
mereka di dunia dan akhirat. Allah Swt berfirman 



t' :,l»t^". 



^^£Z0> 



pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka 
di dunia. (An-Nahl* 4 1 ) 

Ibnu Abbas. Asy-Sya'bi. dan Qatadah mengatakan bahwa tempat yang 
bagus itu adalah kota Madinah. Menurut pendapat lain adalah rezeki yang 
baik. kata Mujahid Pada liakikatnya di antara kedua pendapat ini tidak 
ada pertentangan, karena mereka meninggalkan tempat tinggal dan harta 
benda mereka, maka Allah menggantikannya dengan tempat tinggal dan 
harta benda yang lebih baik di dunia ini. Karena sesungguhnya barang 
siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan 
memberinya ganti dengan sesuatu yang lebih baik baginya daripada apa 
yang ditinggalkannya itu. Dan memang kenyataannya demikian, karena 
sesungguhnya Allah memperkuat mereka tinggal di berbagai negeri dan 
menjadikan mereka berkuasa atas hamba-hamba-Nya, sehingga jadilah 
mereka para raja dan para penguasa, dan masing-masing dari mereka 
menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. 

Allah Swt. memberitahukan pula bahwa pahala-Nya bagi orang-orang 
yang berhijrah di han akhirat nanti jauh lebih besar daripada apa yang 
diberikan kepada mereka di dunia. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 

kompangsannah. org 



Tafsir (bnu Kasir 1 6 1 



,£l>J»«U)lj 



£tafl£ft 



/}(«? sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar. (An- 
Nahl:4l) 

Yakni jauh lebih besar daripada apa yang diberikan kepada mereka di 
dunia. 

kalau mereka mengetahui. (An-Nahl: 41) 

Maksudnya, seandainya orang-orang yang tidak ikut hijrah bersama kaum 
Muhajirin mengetahui pahala yang disimpan oleh Allah Swt. di sisi-Nya 
bagi orang-orang yang taat kcpada-Nya dan mengikuti Rasul-Nya. 

Hasyim telah meriwayatkan dari Al-Awwam, dari seseorang yang 
menceritakan kepadanya bahwa Umar ibnul Khattab ra. bilamana 
memberikan 'ata kepada seseorang dari kalangan kaum Muhajirin selalu 
mengatakan, "'Ambillah, semoga Allah memberkatimu dalam pemberian 
ini Inilah balasan yang dijanjikan oleh Allah di dunia, dan apa yang 
disimpan-Nya buatmu kelak di kampung akhriat adalah jauh lebih utama." 
Kemudian ia membacakan firman-Nya: 

pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka 
di dunia. Dan sesunggulmya paha/a di akhriat adalah lebih hesar, 
kalau mereka mengetahui. (An-Nahl: 41) 

Kemudian Allah Swt menyebutkan ciri-ciri khas mereka melalui firman- 
Nya: 

(yaitu) arang-arang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja 
mereka bertawakal. (An-Nahl: 42) 

Yakni mereka sabar dalam menghadapi gangguan dari kaumnya dan 
bertawakal kepada Allah Yang memberikan kesudahan yang baik bagi 
mereka di dunia dan akhirat 

karnpangsunnah. org 



162 Juz 11 — An-Nahl 

An-Nahl, ayat 43-44 



Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang 
lelah yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah 
kepada orang yang mempunyai pengetahuan Jika kamu tidak 
mengetahui, keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan 
Kami turunkan kepadamu Al-Qur an, agar kamy menerangkan 
kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka 
dan supaya mereka memikirkan. 

Ad-Dahhak mengatakan dan Ibnu Abbas, bahwa setelah Allah mengutus 
Nabi Muhammad menjadi seorang rasuk orang-orang Arab menging- 
karinya, atau sebagian dari mereka ingkar akan hal ini. Mereka 
mengatakan bahwa Mahabesar Allah dari menjadikan utusan-Nya seorang 
manusia Maka Allah SWt menurunkan iirrnan-Nya: 

... mM&ti^^$®z&Mm 

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami me- 
wahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah 
peringatan kepada manusia. " (Yunus: 2), hingga akhir ayat. 

Adapun firman Allah S\vt.: 

v 



Dan' Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang 
lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah 

kampungsunnah. org 



Tafsir ILmu Kasir _ 1_6J 

kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu iidak 
mengetahui. (An-Nahl: 43) 

Maksudnya, bertanyalah kamu kepada ahli kitab yang terdahulu, apakah 
rasul yang diutus kepada mereka itu manusia ataukah malaikat? Jika rasul- 
rasul yang diutus kepada mereka adalah malaikat, maka kalian boleh 
mengingkarinya. Jika ternyata para rasul itu adalah manusia, maka 
janganlah kalian mengingkari bila Nabi Muhammad Saw. adalah seorang 
rasul 

Allah Swt. telah berfirman: 

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang lelaki 
yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. 
(Yusuf: 109) 

Mereka bukanlah berasal dari penduduk langit seperti yang kalian duga 
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, dan Ibnu Abbas, bahwa 
yang dimaksud dengan ah/uz zikr dalam ayal ini ialah ahli kitab. Pendapat 
yang sama dikatakan pula oleh Mujahid dan Al-A'masy. 

Menurut Abdur Rahman ibnu Zaid, yang dimaksud dengan az-zikr 
ialah Al-Qur'an. Ia mengatakan demikian dengan bcrdalilkan firman Allah 
Swt. yang mengatakan: 



cv.jH" 



&&S&&&B&&* 



Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur an, dan sesung- 
guhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr: 9) 

Pendapat ini memang benar, tetapi bukan makna tersebut yang dimaksud 
dalam ayat ini, mengingat orang yang menentang tidak dapat dijadikan 
sebagai rujukan untuk membuktikannya sesudah ia sendiri menging- 
karinya. 

Hal yang sama dikatakan oleh Abu Ja'far Al-Baqir, balmu kami 
adalah ahli zikir. Maksud ucapannya ialah bahwa umat ini adalah 
ahluz zikir memang benar, mengingat umat ini lebih berpengetahuan 
daripada umat-umat terdahulu. Lagi pula ulama yang terdiri atas kalangan 

kampungsannah. org 



164 Juz 14 — An-Nahl 

ahli bait Rasulullah Saw adalah scbaik-baik ulania bila mereka tetap 
pada sunnah yang lurus, seperti Ah ibnu Abu Talib, Ibnu Abbas, kedua 
anak Ali (Hasan dan Husain), Muhammad ibnu I Hanafiyah. Ali ibnul 
I lusain Zainal Abidin, dan Ali ibnu Abdullah ibnu Abbas, dan Abu Ja'far 
Al-Baqir yang nama aslinya ialah Muhammad ibnu AU ibnul Musatn, 
sedangkan Ja'far adalah nama putranya. Begitu pula ulama lainnya yang 
semisal dan serupa dengan mereka dari kalangan ulama-ulama yang 
berpegang kepada tali Allah yang kuat dan jalan-Nya yang lurus. Dia 
mengetahui hak tiap orang serta menempatkan kedudukan masing-masing 
sesuai dengan apa yang telah diberikan kepadanya oleh Allah dan Rasul- 
Nya, dan telah disepakati oleh hati hamba-hamba-Nya yang beriman. 

Kesimpulan dari makna ayat ini ialah bahwa para rasul terdahulu 
sebelum Nabi Muhammad Saw. adalah manusia, sebagaimana Nabi 
Muhammad sendiri juga seorang manusia, seperti yang disebutkan oleh 
firman-Nya: 

Katakanlah. "Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya searang 
manusia yang menjadi rasul?" Dan tidak ada sesuatu yang 
menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk 
kepadanya, kecuali perkataan mereka, "Atkikah Allah mengutus 
searang manusia menjadi rasul? " (Al-lsra: 93-94) 

Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan 
mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar 
(Al-Furqan: 20) 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 65 

Ban tidaklah Ka/ni menjadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada 
memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang 
kekal. (Al-Anbiva: 8) 



1 1 wili*-V<=» »j^(a^Ltt3rti^ 



Katakanlah. "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul- 
rasul. " (Al-Ahqaf: 9) 

Katakanlah. ' 'Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti 
kalian, yang diwahyukan kepadaku. " (Al-Kahfi: 110) 

Kemudian Allah Swt. memberikan petunjuk kepada orang-orang yang 
meragukan bahwa rasul-rasul itu adalah manusia, agar mereka bertanya 
kepada alih kitab terdahulu tentang para nabi yang terdahulu, apakah 
mereka dari kalangan manusia ataukah dari kalangan malaikat? 

Kemudian Allah S\vt. menyebutkan bahwa Dia mengutus mereka 
vaitu: 



4S. tti J^cjJi=. 

dengan membawa keterangan-keterangan. (An-NahJ: 44) 
Yakni hujah-hujah dan dalil-dalil. 

dan kitab-kitab. (An-Nalil: 44) 

Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, dan 
yang lainnya. Az-zubur adalah bentuk jamak dari zabur. Orang-orang 
Arab mengatakan zabarlul kitaba. artinya saya telah menulis kitab 
Allah Swt. telah berfirman: 

kampungsannah. org 



166 Juz 14 — An-N aM 

Dan segala sesuatu yang lelah mereka perbuat tercatat dalam 
buku-buku catatan. (A1-Qamar. 52) 

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis 
dalam) Latih Mahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba- 
hamha-Ku yang saleh. (Al-Anbiya: 105) 

Adapun firma» Allah Swt.: 

Dan Kami turunkan kepadamu Az-Zikr. (An-Nahl: 44) 
Maksudnya, kitab AJ-Qur*an. 



l&$V>um$ 



agar kamu menerarjgkan kepada umat manusia apa yang telah 
diturunkan kepada mereka. (An-Nahl. 44) 

Yakni dari Tuhannya, karena kamu telah mengetahui makna apa yang 
telah diturunkan oleh Allah kepadamu; dan karena keinginanmu yang 
sangat kepada Al-Qur'an serta kamu selalu mengikuti petunjuknya. 
Karena Kami mengetahui bahwa kamu adalah makhluk yang paling 
utama, penghulu anak Adam, maka sudah sepantasnya kamu memberikan 
keterangan kepada mereka segala sesuatu yang global, serta memberi 
penjelasan tentang hal-hal > , ang sulit mereka pahami. 

dan supaya mereka memikirkan. (An-Nahl: 44) 

Maksudnya, agar mereka merenungkannya buat diri mereka sendiri, lalu 
mereka akan mendapat petunjuk dan akhirnya mereka beroleh keber- 
untungan di dunia dan akhirat (berkat Al-Qur'an). 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 167 

An-Nahl, ayat 45-47 

maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, 
merasa aman (dari bencana) ditengge/amkannya bumi oleh Allah 
bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari lemfmt 
yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka di waktu 
mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat 
menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur- 
angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah 
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Allah S\vt. menyebutkan tentang kcsabaran-Nya dalam memberikan masa 
tangguh terhadap orang-orang yang durhaka, yaitu mereka yang 
mengerjakan hal-hal yang buruk dan menyeru orang lain untuk melaku- 
kannya, serta^ menjerat manusia dalam seruannya agar mereka ikut 
mengerjakannya. Padahal Allah mampu untuk membenamkan mereka 
ke dalam bumi atau mendatangkan azab kepada mereka dari arah yang 
tidak mereka duga-duga, yakni dari arah yang tidak mereka ketahui. 
Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui 
Firman-Nya: 



,W-|ts OJU-'r» 



^4&^\^i&a^ 



Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa 
Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga 
dengan tiba-tiba bumi itu bergtmcang? Atau apakah kalian merasa 
aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan 
badai yang berbatu. Maka kelak kalian akan mengetahui bagai- 
mana (akibat mendustakan) peringatan-Kii? (Al-Mulk; 16-17) 

kampangsannah. org 



168 Ju? 14 — An-Nahl 

Adapun firman Allah Swt.: 

atau Allah mengazab mereka- di waktu mereka dalam perjalanan, 
(An-Nahl: 46) 

Yakni dalam bolak-balik mereka di kala mencari penghidupan, dalam 
kesibukan mereka di perjalanann>a, dan kesibukan-kesibukan lainnya 
yang RI0flyita waktu mereka. 

Qatadah dan As-Saddi mengatakan bahwa makna taqallubuhum ialah 
perjalanan mereka. 

Mujahid, Ad-Dahhak, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan 
makna firman-Nya. "Fi taaa/lubihim," yakni di malam dan siang hari 
mereka. Perihalnya sama dengan makna yang disebutkan di dalam firman- 
Nya: 

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dan 
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu 
mereka sedang tidur? Atau afmkah penduduk negeri-negeri itu 
merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di 
waktu matahari sepengga/ah naik ketika mereka sedang bermain'/ 
(Al-A'raf: 97-98) 

Mengenai firman Allah S\vt.: 

maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu). (An-Nahl: 
46) 

Sebagai jawabannya dapat dikatakan bahwa mereka sama sekali tidak 
dapat menolak siksa Allah dalam keadaan apa pun. 

kompangsannah. org 



Tafsir Itjnu Kas» 169 

Firman Allah Swt.: 



. *« V' - • 'Vn 



o/m/ -4/to/j mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai 
binasa). (An-Nahl: 47) 

Makna yang dimaksud ialah 'atau Allah mengazab mereka di saat mereka 
dalam keadaan dicekam ketakutan akan disiksa Allah, maka siksaan 
seperti ini lebih berat dan lebih keras; karena di samping siksaan yang 
keras, rasa takut itu juga merupakan siksaan lainnya'. Karena itulah Al- 
Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 






atau Allah mengazab mereka di saat (mereka) dalam keadaan taktil. 
(An-Nahl: 47) 

Allah Swt. berfirman, "Jika Aku menghendaki, tentu Aku mengazabnya 
setelah kematian temannya dan di saat ia dicekam oleh rasa ketakutan 
akan tertimpa azab." Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid. 
Ad-Dahhale Qatadah, dan lain-lainnya. 
Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Maka sesungguhnya Tuhan kalian adalah Maha Pengasih lagi 
Maha Penyayang. (An-Nahl: 47) 

Mengingat Dia tidak menyegerakan siksaan-Nya terhadap kalian. Di 
dalam kitab Sahihain disebutkan: 

Tiada settrang pun ya/ ig lebih sabar daripada A I la h bila mendengar 
gangguan yang menyakitkannya; sesunggutwya mereka menjadi- 

kampungsannah. org 



170 Juz 14 — An-Nahl 

kan bagi Allah anak. padahal Allah-lah yang memberi rezeki 
mereka, dan Allah membiarkan mereka (tidak mengazab mereka 
dengan segera). 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan pula hadis lainnya, yaitu: 

Sesungguhnya Allah benar-benar menangguhkan orang yang 
berbual aniaya; hingga manakala Dia mengazabnya, maka Allah 
tidak membiarkannya terlepas (dari siksa-Nya). 

Kemudian Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: 

« 

Dan begitulah azab Tuhanmu apahila Dia mengazab penduduk 
negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu 
adalah sangat pedih lagi keras. (Hud: 102) 

Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) 
kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemiulian Aku azab 
mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu). ( Al- 
Ha]j: 48) 



An-Nahl, ayat 48-50 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu KaSir I 7]_ 

Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang 
telah diciptakan Allah yang bayangannya herbolak-balik ke kanan 
dan ke kiri dalam keadaan bersujud kepada Allah, sedangkan 
mereka terendah diri? Dan kepada Allah sajalah bersujud segala 
apa yang berada di langit dan semua makliluk yang melata di bumi 
dan (J u S a ) P ara malaikat, sedangkan mereka (malaikat) tidak 
menyombongkan diri Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di 
atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada 
mereka). 

Allah Swt menyebutkan tentang keagungan, kebesaran, dan kcmuliaan- 
Nya, bahwa segala sesuatu tunduk kcpada-Nya dan semua makhluk 
berendah diri kcpada-Nya, baik berupa benda, makhluk hidup, maupun 
makhluk yang terkena taklif dari kalangan manusia, jin, dan para malaikat. 

Maka Allah menyebutkan bahwa semua makhluk yang mempunyai 
bayangan yang berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, yakni di pagi dan 
petang hari, sesungguhnya bayangan itu pada hakikatnya sedang bersujud 
kepada Allah Swt. 

Mujahid mengatakan bahwa apabila matahari tergelincir, maka 
hersujudlah segala sesuatu kepada Allah. Hal yang sama telah dikatakan 
oleh Qatadah, Ad-Dahhak, dan yang lainnya. 

Firman Allah Swt.: 

sedangkan mereka berendah diri (An-Nahl: 48) 

Yakni merendahkan dirinya. Mujahid mengatakan pula bahwa sujudnya 
segala sesuatu (kepada Allah) ialah bayangannya. Mujahid menyebutkan 
gunung-gunung, lalu ia mengatakan bahu a sujudnya gunung-gunung ialah 
bayangannya. 

Abu Galib Asy-Syaibani mengatakan, laut berombak merupakan 
ungkapan salatnya, dan laut diumpamakan sebagai makhluk yang berakal 
bila sujud dikaitkan kepadanya, seperti yang disebutkan di dalam firman- 
Nya: 

kampangwnnah. org 



1 72 Juz U — An-Nahl 

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit 
dan semua makhluk yang melata di bumi. (An-Nahl: 49) 

Sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya: 

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit 
dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa 
(dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. 
(Ar-Ra'd: 15) 

Firman Allah Swt.: 

dan (juga) para malaikat, sedangkan mereka (malaikat) tidak 
menyombongkan diri. (An-Nahl: 49) 

Para malaikat bersujud kepada Allah, yakni mereka tidak merasa enggan 
untuk menyembah Allah. 






Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka (An-Nahl: 
50) 

Yakni mereka bersujud dengan rasa takut dan malu kepada Tuhan Yang 
Mahaagung lagi Mahabesar. 






dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). 
(An-Nahl: 50) 

Artinya, para malaikat selalu tetap taat kepada Allah Swt dan mengerjakan 
semua perintah-Nya serta meninggalkan semua larangan-Nya. 

kampangsannah. org 



Tatsli Ibnu Kasir | 73 

An-Nahl, ayat 51-55 



Allah berfirman, "Janganlah kalian menyembah dua tuhan; 
sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah 
kepada-Ku saja kalian takut. " Dan kepunyaan-Nyalah segala apa 
yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nyalah ketaatan itu 
selama-lamanya. Maka mengapa kalian bertakwa kepada selain 
Allah? Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari 
Allah-lah (datangnya), dan bila kalian ditimpa oleh kemudaratan. 
maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan. Kemudian 
apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari kalian, tiba- 
tiba sebagian dari kalian mempersekutukan 1 ubannya (dengan yang 
lain), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan 
kepada mereka: maka bersenang-senanglah kalian Kelak kalian 
akan mengetahui (akibatnya). 

Allah Swt. menyebutkan hahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan bahwa 
penyembahan itu hanyalah ditujukan kepada Allah semata, tiada sekutu 
bagi-Nya. Sesungguhnya Dialah yang memiliki segala sesuatu, yang 
menciptakannya, dan Dialah Tuhan semuanya. 

dan untuk-Nyalah ketaatan itu selama-lamanya. (An-Nahl: 52) 

Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Maimun ibnu Maliran, As-Saddi, Qaladah, 
dan lain-lainnya mengatakan bahwa makna \wisiban ialah selaina- 

kampungwnnah. org 



1 74 Juz 14 — An-Nahl 

lamanya. Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas, bahwa wmiban artinya 
wajib. Mujahid mengatakan bahwa makna nmihan ialah murni hanya 
untuk-Nya, yakni yang wajib disembah oleh semua makhluk yang ada 
di langit dan di bumi hanyalah Allah saja. Seperti yang disebutkan dalam 
ayat lain, yaitu: 

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, 
padahal kcpada-Nyalah berserah diri segala apa yang di langit dan 
di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada 
Allah-lah mereka dikembalikan. (Ali Imran: 83) 

Berdasarkan pendapat Ibnu Abbas dan Ikrimah. maka pengertiannya 
termasuk ke dalam Bab "Kebaikan". Adapun berdasarkan pendapat 
Mujahid, maka pengertiannya termasuk ke dalam Bab "Talab (Perintah)" 
Dengan kata lain, takutlah kalian, janganlah kalian mempersekutukan 
Aku dengan sesuatu pun, dan mumikanlah ketaatan kalian hanya kepada- 
ku. Pengertian ini sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari 
syirik). (Az-Zumar: 3) 

Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa Dialah yang memiliki 
manfaat dan mudarat, dan bahwa segala sesuatu yang ada pada hamba- 
hamba-Nya berupa rezeki, nikmat, kesehatan, dan pertolongan hanyalah 
semata-mata dari karuniadan kebajikan-Nya kepada mereka. 



c:ar-. Jj*OJ«: 



8$$§M&%& 



dan bila kalian ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada- 
Nyalah kalian meminta pertolongan. (An-Nabl: 53) 

kampangsunnah. org 



Tafsir ibnu Kasir 1 75 

Karena kalian telah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat 
melenyapkannya kecuali hanya Allah, maka sesungguhnya kalian di saat 
darurat (tertimpa bahaya) selalu meminta pertolongan kepada-Nya dengan 
permintaan yang sangat mendesak. Makna ayal ini sama dengan yang 
disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya; 

Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah 
siapa yang kalian seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamat- 
kan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia culalah selalu 
tidak berterima kasih. (Al-Isra: 67) 

Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan ke m udara ton itu 
dari kalian, . tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan 
Tuhannya (dengan yang lain), biarlah mereka mengingkari nikmat 
yang telah Kami berikan kepada mereka. (An-Nahl: 54-55) 

Menurut suatu pendapat, huruf tam yang terdapat di dalam firman-Nya, 
"Liyakfurii" menunjukkan makna akibat. Menurut pendapat yang lainnya 
bermakna ta 'UI; dengan kata lain, Kami tetapkan hal itu bagi mereka 
agar mereka kafir, yakni mereka menyembunyikan dan mengingkari 
nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mereka. Padahal Dialah yang 
telah melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka. Dialah yang 
melenyapkan bahaya itu dari mereka. 

Kemudian Allah Swt. mengancam mereka melalui firman-Nya: 

maka bersenang-senanglah kalian. (An-Nahl: 55) 

kampungsannah. org 



176 Juz 14 — An-Nahl 

Aninya, berbuatlah sesuka hati kalian, dan bcrsenang- senanglah sebentar 
dengan kehidupan kalian. 

Kelak kalian akan mengetahui. (An-Nahl: 5S) 
akibat dari perbuatan kalian yang ingkar itu. 

An-Nahl, ayat 56-60 

■ Mi ^^g^^^j^M. 

Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada 
mengetahui (kekuasaannya). Satu bagian dari rezeki yang telah 
Kami berikan kepada mereka Demi Allah sesungguhnya kalian 
akan ditanyai tentang apa yang telah kalian ada-adakan. Dan 
mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Mahasuci 
Allah, sedangkan untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang 
mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang 
dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, 
hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah, ia 
menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya 
berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara- 
nya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkan- 
nya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya 
ajta yang mereka tetapkan itu. Orang-orang yang tidak beriman 
kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk dan Allah 
■ 

karnpungsunnah. org 



Ta(sir Ibnu Kasif 177 



mempunyai sifat yang Mahatinggi; dan Dialah Yang Mahaperkasa . 
lagi Maliabijaksana. 

Allah Swt. menceritakan keburukan- keburukan orang-orang musyrik yang 
menyembah berhala-berhala dan patung-patung serta tandingan-landingan 
yang mereka ada-adakan di samping Allah tanpa pengetahuan. Mereka 
sediakan untuk berhala-berhala itu satu bagian dari apa yang dire/ekikan 
oleh Allah untuk mereka. Seperti yang disitir oleh firman Allah yang 
menceritakan ucapan mereka: 

Ini untuk Allah, sesuai dengan persangkaan mereka dan ini untuk 
berhala-berhala kami. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi 
berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji- 
sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai 
kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka 

itu. (Al-An'am: 136) . 

- 

Yakni mereka menetapkan bagi tuhan-tuhan sembahan mereka suatu 
bagian bersama-sama dengan bagian Allah, bahkan mereka menye- 
jajarkannya dengan Allah. Maka Allah bersumpah dengan menyebut nama 
Zal-Nya sendiri Yang Mahamulia, bahwa sesungguhnya Dia kelak akan 
meminta pertanggungjawaban dari mereka terhadap hal-hal yang mereka 
buat-buat itu. Sesungguhnya mereka benar-benar akan mendapat balasan 
dari perbuatannya dan kelak Allah akan membalasnya dengan balasan 
yang sempurna, yaitu di neraka Jahanam. Untuk ilu Allah Swt. berfirman: 

Demi Allah, sesungguhnya kalian akan ditanyai tentang apa 
yang telah kalian ada-adakan. (An-Nahl: 56) 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan perihal sikap mereka, bahwa mereka 
menjadikan para malaikat —hamba-hamba Allah — sebagai makhluk jenis 
perempuan, lalu mereka menganggapnya sebagai anak-anak perempuan 

kampangsunnah. org 



178 Juz 14 — An-Nahl 

Allah, yang mereka sembah juga selain-Nya. Mereka melakukan kekeli- 
ruan yang sangat besar dalam tiga penilaian tersebut. Mereka menisbatkan 
kepada Allah Swt. bahwa Allah mempunyai anak, padahal Allah tidak 
beranak. Kemudian mereka memberikan kepada-Nya bagian anak yang 
paling rendah, yaitu anak-anak perempuan, padahal mereka tidak senang 
hal tersebut buat diri mereka sendiri, seperti yang disebutkan di dalam 
fimian-Nya: 

Apakah (patut) untuk kalian (anak) laki-laki dan untuk Allah {anak) 
perempuan/ Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang 
tidakadil (An-Najm: 21-22) 

Dan firman Allah S\vt, dalam surat ini, yaitu: 

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. 
Mahasuci Aliah (An-Nahl: 57) 

Yakni Mahasuci Allah dari perkataan dan apa yang mereka buat- 
buat itu. 

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya 
benar-benar mengatakan, "Allah beranak " Dan sesungguhnya 
mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Apakah Tuhan 
memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak 
laki-laki? Apakah yang terjadi pada kalian? Bagaimana (caranya) 
kalian menetapkan? (As-Saffat: 151-154) 

Adapun firman Allah Swt.: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir I 79 

sedangkan untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka 
sukai (yaitu anak-anak laki-laki). (An-Nahl: 57) 

Maksudnya, untuk diri mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki- 
laki, enggan menerima anak-anak perempuan yang kemudian mereka 
nisbatkan kepada Allah. Mahatinggi Allah dari ucapan mereka dengan 
ketinggian yang setinggi-tingginya. 

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) 
anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya (An-Nahl: 
58) 

Yakni tampak murung karena sedih dengan kanmia anak yang 
diterimanya. 



:flA*i>^Ji^» ^Ikfja^ 



dan dia sangat marah. (An-Nahl: 58) 
Yaitu diam karena sangat sedih. 



Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak (An-Nahl: 59) 
Maksudnya, tidak suka bila dirinya dilihat oleh orang-orang. 

disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah 
dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukali 
akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? (An-Nahl: 
59) 

Yakni jika dia membiarkan anak perempuannya hidup, berarti dia 
membiarkannya hidup terhina; dia tidak memberikan hak waris kepada- 
nya, tidak pula memperhatikannya, dia lebih mengutamakan anak laki- 
laki daripada anak perempuan. 

kampungsunnah. org 



180 Juz 14 — An-NaN 



i**jt-Amt& 



(G&&2S& 



ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). ( An- 
Nahl: 59) 

Yaitu mengebumikannya hidup-hidup, seperti yang biasa mereka lakukan 
di masa Jahiliah. Maka apakah yang tidak mereka sukai itu dan mereka 
menolaknya buat diri mereka, lalu mereka menjadikannya buat Allah? 



**&**- <g&£X>&$ 



Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. ( An- 
Nahl: 59) 

Alangkah buruknya apa yang mereka katakan itu, alangkah buruknya 
apa yang mereka bagikan itu, dan alangkah buruknya apa yang mereka 
nisbatkan kepada-Nya. Makna ayal ini sama dengan ayat lain yang 
mengatakan: 

PadaJial apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gem- 
bira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang 
Maha Pemurah, jadilah mukanya hitam pekat, sedangkan dia amat 
menahan sedih. (A/.-Zukhruf: 17) 

l'irman Allah Swt.: 

Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, 
mempunyai sifat yang buruk. (An-Nahl; 60) 

Maksudnya, kekurangan itu hanyalah pantas dinisbatkan kepada mereka. 
dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. (An-Nah!: 60) 

kampangsannah.org 



Tafsir Ibnu Kasir 181 

Yakni Kesempurnaan yang mutlak dari segala seginya, hal inilah yang 
pantas dinisbatkan kepada Allah. 

dori Dialah Yang Mahaperkasa lagi Aiahabijaksana. (An-Nahl:60) 
An-Nahl, ayat 61-62 

Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya 
tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk 
yang melata, tetapi Allah menanggiMan mereka sampai kepada 
waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang 
ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya 
barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya Dan mereka 
menetapkan bagi A l/ah apa yang mereka sendiri membencinya, dan 
lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya 
merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiada/ah diragukan 
bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera 
dimasukkan (ke dalamnya). 

Allah Swt. menyebutkan sifat penyantun-Nya dalam menghadapi 
makhluk-Nya yang banyak berbual aniaya, bahwa seandainya Allah 
menghukum mereka karena perbuatan mereka, tentulah semua makhluk 
yang melata di bumi ini tidak akan ada karena habis ditumpas-Nya. 
Dengan kata lain, semua binatang yang melata di muka bumi ini ikut 
binasa karena semua manusia dibinasakan. Akan tetapi, Tuhan Yang Maha 
Penyantun mempunyai sifat Penyantun; karenanya Dia menghadapi 
mereka dengan sifat penyantun-Nya serta memaaf, dan menangguhkan 

kampangsannah.org 



182 Juz 14 — An-Nahi 

mereka sampai batas waktu yang telah ditentukan (yakni hari kiamat). 
Dengan kata lain, Allah tidak menyegerakan hukuman-Nya terhadap 
mereka, karena seandainya Dia melakukan hal tersebut, niscaya tidak 
akan ada seorang manusia pun yang hidup. 

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Abu lsliaq, dari Abui Ahwas 
yang mengatakan bahwa hampir-hampir binatang landak ikut diazab 
karena dosa manusia. Lalu ia membacakan firman-Nya: 

Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya 
tidak akan difinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk 
yang. melata. (An-Nahl: 61) 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-A'masy, dari Abu Ishaq, dari 
Abu Ubaidah yang mengatakan bahwa Abdullah (Ibnu Mas'ud) pernah 
mengatakan, "Hampir saja landak binasa di dalam liangnya disebabkan 
dosa manusia." 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad 
ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Hakim Al- 
Khuza'i, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jabir Al- 
Hanafi, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah yang mengatakan 
bahwa sahabat Abu I lurairah pernah mendengar seorang lelaki berkata, 
"Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak membahayakan kecuali 
terhadap dirinya sendiri." Maka Abu 1 lurairah berpaling ke arah lelaki 
itu dan berkata. "Tidak demikian, demi Aliah, melainkan sesungguhnya ayam 
kalkun benar-benar mati di dalam sarangnya karena perbuatan aniaya 
orang yang zalim." 

Ibnu Abu Hatini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali 
ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Abdul 
Malik, telah menceritakan kepada kami 1,'baidillah ibnu Syurahbil, telah 
menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Ala, dari Salamah ibnu 
Abdullah, dari pamannya (Abu Misyja'ah ibnu Rib'i), dari Abu Darda 
r.a. yang mengatakan bahwa kami berbincang-bincang di hadapan 
Rasulullah Saw., lalu beliau Saw. bersabda: 

kampongsannah. org 



Talsif Ibnu KaSir [83 

Sesungguhnya Allah tidak memberikan masa tangguh kepada 
sesuatu pun bila lelah tiba ajalnya, dan sesungguhnya bertambah- 
nya usia itu hanyalah karena anak cucu yang saleh yang diberikan 
oleh Allah kepada seorang hamba, lalu mereka mendoakannya 
sesudah ia tiada, maka doa mereka sampai ke kuburnya Yang 
demikian itulah penambahan umur. 

Firman Allah Swt: 

■"'•Y/i' - "-?•"'• 

Dan mereka mengantukkan bagi Allah apa yang mereka sendiri 
membencinya. (An-Nahl: 62) 

Yakni anak-anak perempuan dan sekutu-sekutu yang pada hakikatnya 
mereka pun adalah hamba-hamba Allah juga, padahal orang-orang 
musyrik itu tidak suka bila seseorang di antara mereka mempunyai sekutu 
dalam harta miliknya. 
Firman Allah Swt.: 

dan hdaii mereka mengucap/ain keduslaan, yaitu bahwa sesungguh- 
nya merekalah yang akan mendapat kebaikan. (An-Nahl: 62) 

Hal itu sebagai pengingkaran terhadap pengakuan mereka yang mengata- 
kan bahwa mereka beroleh kebaikan di dunia; dan jika ada hari kemudian, 
maka mereka beroleh kebaikan pula. Ayat ini sekaligus sebagai pemberita- 
an tentang apa yang diucapkan oleh sebagian di antara mereka (yang 
kafir), seperti yang disebutkan pula dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

kampangsannah. org 



184 Juz 14 — An-Nsl 

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) 
dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia 
menjadi puitis asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan 
kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, 
niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu 
darihi, " sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga. (Hud: 9- 
IO) 



-v 






Dan jika Kami merasakan kepadanya suatu rahmat dari Kami 
sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilafi dia berkata, "Ini adalah 
hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang. 
Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya 
aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya. " Maka Kami benar- 
benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah 
mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang 
keras. (Fussilat: 50) 



w -. (^rir' 



&m$m$&&ii$£$ 



Maka apakah kamu telah jnelihat orang yang kafir kepada ayat-ayat 
Kami dan ia mengatakan, "Pasti aku akan diberi harta dan anak " 
(Maryam: 77) 

Demikian pula dalam firman Allah SwL yang menceritakan perkataan 
salah seorang lelaki dari dua orang lelaki, yaitu: 

kampungsannah. org 



Taf^lbnu Kaslt 185 

Dan dia memasuki kebunnya. Sedangkan dia zalim terhadap dirinya 
sendiri: ia berkala. "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama- 
lamanya, dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan 
jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan 
mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun 
/Tu^AI-Kahfi: 35-36) 

Mereka menggabungkan antara perbuatan yang buruk dan harapan yang 
kosong yang mengatakan bahwa mereka akan beroleh balasan kebaikan 
dari kekafirannya; bal ini jelas mustahil. Sehubungan dengan hal inilbnu 
Ishaq telah menceritakan bahwa ketika mereka membongkar Ka'bah untuk 
memperbaharui bangunannya, mereka menjumpai sebuah batu pada batu 
fondasinya. Pada balu itu tertulis kata-kata bijak dan nasihat-nasihat, yang 
antara lain mengatakan, "Apakah kalian mengerjakan keburukan, lalu 
dibalas dengan kebaikan? Ya, perumpamaannya sama dengan memetik 
nyali anggur dari pohon yang berduri." 

Mujahid dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya; 

dan lidalymereka mengucapkan kedustaan. yaitu bahwa sesungguh- 
nya merekalah yang akan mendapat kebaikan. (An-Nahl: 62) 

Yakni para pelayan. Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

bahwa sesungguhnya merekalah yang akar) mendapat kebaikan. (An- 
Nahl: 62) 

Yaitu kelak di hari kiamat, seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, 
dan inilah pendapat yang benar. Untuk itulah Allah Swt. membantah 
mereka sehubungan dengan angan-angan mereka itu melalui firman-Nya: 

Tiadalah diragukan, (An-Nahl: 62) 

kampangsannah.org 



186 Juz 14 — An-Nahl 



Maksudnya, memang benar dan pasti. 



ar*M*» W Hgf 



bahwa nerakalah bagi mereka. (An-Nahl: 62) 
Yakni di hari kiamat kelak. 

dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya). 
(An-Nahl: 62) 

Mujahid, SaMd ibnu Jubair, Qatadah, serta yang lainnya mengatakan bahwa 
makna lafaz mufarratwi ialah terlupakan dan tersia-sia di Salam neraka. 
Pengertian ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: M 

Maka pada hari (kiamat) ini Kami melupakan me*reka sebagaimana 
mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini. ( Al-A'raf: 
51) 

Uari Qatadah, disebutkan pula sehubungan dengan makna firman-Nya, 
"Mufarralun" yakni mereka d i segerakan masuk ke neraka, berasal dari 
al-fart yang artinya paling dahulu sampai. Di antara pendapat-pendapat 
yang disebutkan di atas tidak ada pertentangan, karena pada hakikatnya 
mereka disegerakan masuk ke neraka pada hari kiamat nanti, lalu mereka 
terlupakan di dalam neraka, yakni tinggal di dalam neraka selama-lamanya 
(kekal). 



An-Nahl, ayat 63-65 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 187 

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami 
kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat- 
umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka 
setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab 
yang sangat pedih Dan Kami tiadalah menurunkan kepadamu Al- 
Kitab (Al-Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan 
kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi 
petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Dan Allah 
menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan- 
nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu 
benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang- 
orang yang mendengarkan (pelajaran). 

Allah Swt menyebutkan bahwa Dia telah mengutus rasul-rasul kepada 
umat-umat terdahulu, tetapi mereka didustakan oleh kaumnya masing- 
masing. Maka bagimu, hai Muhammad, terdapat suri teladan dari kalangan 
saudara-saudaramu para rasul yang terdahulu. Untuk itu, janganlah kamu 
kendur semangat dalam menghadapi pendustaan kaummu terhadap dirimu. 
Adapun orang-orang musyrik yang mendustakan rasul-rasul itu, 
sesungguhnya mereka berbuat demikian hanyalah karena dorongan setan 
yang menghiasi apa yang mereka lakukan, sehingga mereka 
memandangnya baik. 

maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu. (An-Nahl: 63) 

Artinya, mereka dan setan yang menjadi pemimpin mereka berada dalam 
siksaan dan pembalasan Allah. Setan tidak dapat menyelamatkan mereka, 
tiada yang dapat menolong mereka, dan bagi mereka azab yang pedih. 
Kemudian Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya bahwa sesung- 
guhnya Dia menurunkan Al-Qur'an kepadanya tiada lain agar dia men- 
jelaskan kepada manusia apa yang mereka perselisihkan itu. Al-Qur'an 

kampangsannah. org 



ISS Juz 14 - Ar-Nahl 

adalah pemisah di antara manusia dalam setiap hal yang mereka 
pers engket akan. 



dan menjadi petunjuk. (An-Nahl: 64) 
bagi hati manusia. 









dan (menjadi) rahmat. (An-Nahl: 64) 
bagi semua orang yang berpegang teguh kepadanya. 

bagi kaum yang beriman. (An-Nahl: 64) 

Sebagaimana Allah menjadikan Al-Qur'an sebagai kehidupan buat hati 
yang mati karena tadinya ingkar kepada Al-Qur'an, demikian pula Allah 
menghidupkan bumi yang telah mati dengan air hujan yang diturunkan- 
Nya dari langit. 

Sesunggtihiya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- 
tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan 
(pelajaran). (An-Nahl: 65) 

Yakni memahami Kalamullah dan maknanya. 
An-Nahl, ayat 66-67 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu KaSif 189 

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat 
pelajaran bagi kalian. Kami memberi kalian minum dari apa yang 
berada dalam perutnya (berupa) s tisu yang bersih antara tahi 
dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orcmg yang hendak 
meminumnya. Dan dari huah kurma dan anggur, kalian buat 
minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya 
/rada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan 
Allali) bagi orang yang memikirkan. 

Firman Allah Swi.: 

Dan sesungguhnya bagi kalian. (An-Nahl: 66) 

hai manusia. 



Tl: JJ-CJIr' ^li^ll^ 



pada binatang ternak. (An-Nahl: 66) 
seperti unta, sapi, dan kambing. 






benar-benar terdapat pelajaran. (An-Nahl: 66) 

Yaitu tanda dan bukti yang menunjukkan kebijaksanaan Penciptanya, 
kekuasaan -Ny a, rahmat, dan kelembutan-Nya. 



■n*M*u 



<$>m$& 



Kami memberi kalian minum dari apa yang berada dalamperutnya. 
(An-Nahl: 66) 

Damir yang terdapat pada lafaz bufunihi dalam bentuk tunggal, tetapi 
merujuknya kepada makna al-an 'am (hewan-hewan ternak); atau damir 
kembali kepada hewan (makhluk hidup), karena sesungguhnya binatang 
ternak termasuk hewan yang bernyawa. Maksud ayat di atas. Kami 
memberi kalian minum dari apa yang terdapat di dalam perut binatang 

kampangsannah. org 



190 Jlz 1« — An-Nahi 

ini. Tetapi di dalam ayal yang lain disebutkan dengan bentuk jamak (dam i r 
muannas), yaitu: 

ilari air si4su yang tufa dalam perutnya. (AI-Mu-minun:2l) 

Yang ini dan yang itu boleh, keduanya sama-sama boleh, seperti hal yang 
terdapat di dalam firman-Nya: 

Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan 
itu adalah suatu peringatan, maka barang siapa yang mengltendaki, 
tentulah ia memperhatikannya. (* Abasa: 11-12) 

Demikian pula dalam contoh yang terdapat di dalam firman-Nya: 

Dan sesungguhnya aku akan mengirimkan utusan kepada mereka 
dengan (membawa) /utdiali, dan (aku akan) menunggu apa yang 
akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu. Maka tatkala utusan 
itu sampai kepada Sulaiman. (An-Naml: 35-36) 

Yakni dengan membawa hadiah yang berupa harta benda (Al-Mal) itu. 
Firman Allah Swt: 

antara tahi dan darah berupa susu yang bersih (An-Nahl: 66) 

Yaitu warna putihnya, rasa susunya, dan kemanisannya terpisah dari darah 
di antara tahi dan darah melalui suatu proses dalam perut hewan; maka 
masing-masing dari ketiganya berjalan ke tempat salurannya masing- 
masing bila makanan yang ada di dalam perut hewan telah diproses. Darah 
mengalir ke arah urat-urat, air susu mengalir ke arah tetek, sedangkan air 
kencing mengalir ke arah kemaluan, dan tahi disalurkan ke tempat 

kampanasannah. orq 



Tafsir Ibnu Kasir 191 

pembuangan (anus)nya. Dengan kala lain, masing-masing dari ketiganya 
tidak bercampur dengan yang lain setelah terpisah (teruraikan), tidak pula 
berubah. 

Firman Allah S\vt.: 



mf^i» $>tya£tt0$! 



berupa susu yang bersih yang mudah ditelan bagi orang-orang 
yang hendak meminumnya. (An-Nahl: 66) 

Artinya, tiada seorang pun yang merasa sulit meminumnya. Setelah Allah 
menyebutkan perihal air susu, yang antara lain Dia menyebutkan bahwa 
air susu itu dijadikan-Nya sebagai minuman yang mudah ditelan oleh 
orang-orang yang meminumnya; kemudian Allah menyebutkan tentang 
jenis minuman lain yang dibuat oleh manusia yang dihasilkan dari buah 
kurma dan buah anggur, serta minuman perasan yang memabukkan yang 
dahulu sering mereka buat sebelum diharamkan. Karena itulah, maka 
dalam ayat ini Allah menyebutkan karunia yang telah diberikan-Nya 
kepada mereka melalui firman-Nya: 

«* - ***** t&M*$$*M* & <s$ &* 

Dan dari buah kurma dan anggur, kalian bual minuman yang 
memabukkan. (An-Nahl: 67) 

Hal ini menunjukkan bahwa khamr dihalalkan menurut syara' sebelum 
ada pengharamannya, sekaligus menunjukkan makna persamaan antara 
yang memabukkan yang terbuat dari perasan buah kurma dan yang terbuat 
dari perasan buah anggur. Demikianlah menurut mazhab Imam Malik, 
Imam Syafli.dan Imam Ahmad serta jumhur ulama. Hukum yang sama 
diberlakukan pula terhadap semua jenis minuman ini yang terbuat dari 
gandum, jewa w ut, jagung, dan madu; seperti yang telah disebutkan secara 
rinci oleh sunnah, dan di sini tidak akan diuraikan pembahasannya secara 
rinci. 

Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 

kampungsunnah. org 



192 Juz 14 — An-Nahl 

minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. (An-Nahl: 67) 

Minuman yang memabukkan ialali minuman haram yang terbuat dari 
keduanya (kurma dan anggur), sedangkan yang dimaksud dengan rezeki 
yang baik ialah hal-hal yang dihalalkan dari hasil keduanya. Menurut 
riwayat yang lain, yang memabukkan adalah yang diharamkan, sedangkan 
rezeki yang baik ialah yang dihalalkan. Dengan kata lain, hasil yang kering 
dari kedua jenis buah ini (kurma dan anggur) dan jenis minuman lain 
yang terbuat dari keduanya yang tidak memabukkan, seperti minuman 
perasan anggur dan kurma sebelum berubah menjadi keras; begitu pula 
cuka yang dihasilkan dari keduanya, seperti yang telah disebutkan oleh 
sunnah. 

««St**» &ffa&$&&& 

Sesungguhtya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda 
(kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. (An-Nahl: 67) 

Penyebutan akal dalam ayat ini sangat tepat, karena akal merupakan 
bagian yang termulia dari manusia. Untuk itulah maka Allah mengharam- 
kan kepada umat ini semua jenis minuman yang memabukkan demi 
menjaga akal mereka. 

Sehubungan dengan buah kurma dan buah anggur ini, Allah S\vt. 
menyebutkannya pula dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan 
Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat 
makan dari buahnya, dan dari apa yang diusaliakan oleh tangan 
mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Mahasuci 
Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik 
dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun 
dari apa yang tidak mereka ketahui. (YasTn: 34-36) 

kampangsunnah. org 



Tafsif Ibnu Kas» [93 

An-Nahl, ayat 68-69 

'W/ 3 ** 

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah "Buallah sarang-sarang 
di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang 
dibuat manusia, " kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah- 
buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan 
(bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang 
bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang 
menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya padfi yang demikian 
itu benar-benar terdapat landa (kebesaran Tuhan) bagi orang- 
* orang yang memikirkan. 

Yangdimaksgd dengan 'wahyu' dalam ayal ini ialah ilham, petunjuk, 
dan bimbingan dari Allah kepada lebah agar lebah membuat sarangnya 
di bukit-bukit, juga di pohon-pohon serta di tempat-tempat yang dibuat 
manusia. Kemudian berkat adanya ilham dari Allah ini lebah membangun 
rumah (sarang)nya dengan sangat rapi struktur dan susunannya, sehingga 
tidak ada cela padanya. 

Kemudian Allah Swt. menganugerahkan insting kepada lebah untuk 
makan dari sari buah-buahan dan menempuh jalan-jalan yang telah 
dimudahkan oleh Allah baginya; sehingga lebah dapat menempuh jalan 
udara yang luas, padang sahara yang membentang luas, lembah-lembah, 
dan gunung-gunung yang tinggi menurut apa yang disukainya. Lalu 
masing-masing lebah dapat kembali ke sarangnya tanpa menyimpang ke 
arah kanan atau ke arah kiri, melainkan langsung menuju sarangnya, 
tempat ia meletakkan telur-telurnya dan madu yang dibuatnya. Lebah 
membangun lilin untuk sarangnya dengan kedua sayapnya, dan dari 
mulutnya ia memuntahkan madu; sedangkan lebah betina mengeluarkan 

kampongsannah. org 



194 . Juz 14 — An-Nah| 



telur dari duburnya, kemudian menetas dan terbang ke tempat 
kehidupannya. 

Qatadah dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 



n .«*«>- fkjfi (&>&& 



dan tempuhlah jalan Tutianmu yang telah dimuda/ikan (bagimu). 
(An-Nahl: 69) 

Yakni dengan penuh ketaatan. Qafadah dan Abdur Rahman menjadikan 
lafaz zu/ulan sebagai hal (keterangan keadaan) dari iafaz/asluki, yakni 
'dan tempuhlah jalan Tuhanmu dengan penuh ketaatan 1 . Makna ayat 
menurut Ibnu Zaid mirip dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. 
dalam ayat lain melalui ftrman-N'ya: 



vr : . 



■** {^l&U^l^m 



Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka 
sebagiannya menjudi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka 
makan. (YasTn: 72) 

Ibnu Zaid mengatakan, tidakkah kamu lihat bahwa orang-orang memin- 
dahkan lebah-lebah itu berikut sarangnya dari suatu negeri ke negeri yang- 
lain, sedangkan lebah-lebah itu selalu mengikuti mereka. 

Akan tetapi, pendapat yang pertama adalah pendapat yang paling 
kuai, yaitu yang mengatakan bahwa lafaz z ululan menjadi hal dari lafaz 
subul (jalan). Dengan kata lain, tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah 
dimudahkan bagimu. Demikianlah menurut apa yang telah dinaskan oleh 
Mujahid. Ibnu Jarir mengatakan bahwa kedua pendapat tersebut benar. 
Sehubungan dengan hal ini Abu Ya'la Al-Mausuli mengatakan, telah 
menceritakan kepada kami Syaiban ibnu Farakh, telah menceritakan 
kepada kami Makin ibnu Abdul Aziz, dari ayahnya, dari sahabat Anas 
yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

kampungsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 195 



"*-» 



•v& 



Usia serangga empat puluh hari, dan semua jenis serangga 
dimasukkan ke dalam neraka kecuali lebah. 

Firman Allah Swt.: 

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam- 
macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan 
bagi manusia. (An-Nalil: 69) 

Maksudnya, dengan berbagai macam warnanya, ada yang putih, kuning, 
merah, dan warna-warna lainnya yang indah sesuai dengan tempat 
peternakan dan makanannya. 
Firman Allah Swt. 



«&§& 



di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia 
(An-NahJ:69) 

Di dalam madu terdapat obat penawar yang mujarab bagi manusia untuk 
menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang dialami mereka. Salah 
seorang ulama yang membicarakan tentang pengobatan cara Nabi 
mengatakan bahwa seandainya ayal ini menyebutkan Asy-syifa-u lin has, 
tentulah madu dapat dijadikan sebagai obat untuk segala macam penyakit. 
Akan tetapi, disebutkan syifa-un lin nas, yakni obat penyembuh bagi 
manusia dari penyakit-penyakit yang disebabkan kedinginan; karena 
sesungguhnya madu itu panas, dan sesuatu itu diobati dengan lawannya. 
Mujahid dan Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 



c «.j«j.=. J®$&:-& 



di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia 
(An-Nahl:69) 

kampangsunnah. org 



196 JlzU — An-Nahl 

Bahwa damir yang ada pada/flu kembali kepada Al-Qur'an. Pendapat 
ini jika lerpisah dari konteks dapat dibenarkan; tetapi bila dikaitkan dengan 
kontek kalimat, jelas bukan makna ) ang dimaksud, mengingat kontcknya 
menyebutkan tentang masalah madu (bukan Al-Qur'an). Pendapat 
Mujahid dalam ayat ini tidak dapat diikuti, dan sesungguhnya apa yang 
dimaksudkan oleh Mujahid hanyalah disebutkan oleh para ulama 
sehubungan dengan tafsir firmaii-Nya: 

Dan Kami turunkan dari Al-Qur 'an suain yang menjadi penawar 
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Al-lsra: 82) 

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran 
dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang 
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang 
yang beriman. (Yunus: 57) 

Dalil yang menunjukkan bahwa makna yang dimaksud oleh firman-Nya: 



wW-ip-CJ 



c? 



ufc8&§& 



di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. 
(An-Nahl: 69) 

adalah madu yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam 
Muslim di dalam kitab sahihnya masing-masing melalui riwayat Qatadah, 
dari Abui Mutawakkil Ali ibnu Daud An-Naji, dari Abu Sa'id Al-Khudri 
r.a. yang menceritakan bahwa pernah seorang lelaki datang kepada 
Rasulullah Saw., lalu berkata, "Sesungguhnya saudara laki-lakiku terkena 
penyakit buang air." Maka Nabi Saw. bersabda. "Berilah minum madu." 
Lelaki itu pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. 
Kemudian ia kembali dan berkata. "Wahai Rasulullah, saya telah 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 97 

memberinya minum madu, tetapi tiada membawa kebaikan melainkan 
bertambah parali buang airnya." 

Rasulullah Saw. bersabda, "Pergilah dan berilah dia minum madu." 
Lelaki ilu pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya yang 
sakit itu. Tetapi dia kembali lagi dan berkata, "Wahai Rasulullah, tiada 
kemajuan, melainkan makin parah." Maka Rasulullah Saw. bersabda: 



" Mahabenar Allah dan dustalah perut saudaramu itu. Pulanglah 
dan berilah dia minum madu lagi'. " Maka lelaki itu pergi dan 
memberi minum madu saudaranya, maka sembuhlah saudaranya 
itu. 

Salah seorang ahli ketabiban memberikan analisisnya tentang hadis ini, 
bahwa lelaki yang dimaksud (si penderita) menderita sakit buang air. 
Setelah diberi minum madu, sedangkan madu ilu panas, maka penyakitnya 
menjadi teruraikan, sehingga cepat keluar dan mencretnya makin 
bertambah. Akan tetapi, orang Badui itu mempunyai pengertian lain, 
bahwa madu membahayakan kesehatan saudaranya, padahal 
kenyataannya bermanfaat bagi saudaranya. 

Kemudian ia memberi saudaranya minum madu sekali lagi, tetapi 
mencret saudaranya ilu kian bertambah, lalu diberinya minum madu sekali 
lagi. Dan setelah semua endapan yang merusak kesehatan dalam perutnya 
keluar, barulah perutnya sehat, ia tidak mulas lagi, dan semua penyakit 
hilang berkat petunjuk yang diberikan oleh Rasulullah Saw. dari Tuhannya. 

Di dalam kitab Sahihi:! r. disebutkan sebuah hadis melalui Hisyam 
ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Siti Aisyah r.a. yang telah mengatakan: 

kampungsunnah. org 



198 Juz M — An-Naht 

Bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. suka makanan yang manis 
dan madu. 

Demikianlah menurut lafaz yang ada pada Imam Bukliari. Di dalam kitab 
Sahih Bukliari disebutkan pula sebuah hadis melalui Salim Al-Aftas, 
dari Sa'id ibnu Jubair, dnri Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Penyembuhan itu dengan tiga macam cara, yaitu melalui sayatan 
bekam, atau minuman madu, atau setrika dengan api; tetapi Aku 
larang umatku berobat memakai cara setrika. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kam i Abu Na'im, 
telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnul Gasil, dari Asim 
ibnu l.'mar ibnu Qatadah; ia pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah 
mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 



bn&tf^>&ij$h&b&& 




Jikalau pada sesuatu dari cara pengobatan kalian mengandung 
kebaikan, atau bila nanti ada kebaikan dalam salah satu cara 
pengobatan kalian, maka adanya pada sayatan bekam, atau 
minuman madu, atau sengatan api yang disesuaikan dengan jenis 
penyakit; tetapi saya tidak suka dengan cara setrika. 

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Asim ibnu Umar ibnu 
Qatadah, dari Jabir, dengan sanad yang sama. 

Imam Ahmad mengatakan, lelah menceritakan kepada kami Ali ibnu 
lshaq, telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 9g 

kepada kami Sa'id ibnu Abu Ayytib, telah menceritakan kepada kami 
Abdullah ibnul Walid, dari Abui Khair, dari Uqbah ibnu Amir Al-Juhani 
yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



gf$tP^\t&4$JsU$*£ 



(y^'&rLr* 



Ada tiga cara: Jika pada salah satunya terdapat kesembuhan, yaitu 
sayatan hekam, atau minuman madu, atau setrikaan pada anggota 
yang terkena sakit; tetapi aku benci dan tidak suka pengobatan 
cara setrika 

Imam Tabrani meriwayatkan hadis ini dari Harun ibnu Salul Al-Masri, 
dari Abu Abdur Rahman Al-Muqri, dari Abdullah ibnul Walid dengan 
sanad yang sama. Lafaznya berbunyi seperti berikut: 

Jikalau ada kesembuhan pada cara pengobatan, maka culanya pada 

sayatan bekam. 

Hadis ini disebutkan hingga selesai. Sanad hadis, berpredikat sahih, 
tetapi mereka tidak mengelengahkannya. 

Imam Abu Abdullah Muhammad ibnu Yazid ibnu Majali Al- 
Qazwaini mengatakan di dalam kitab sunnahnya bahwa telah menceri- 
takan kepada kami Ali ibnu Salamah At-Tagallubi, tela h "menceritakan 
kepada kami Zaid ibnu Hubab, telah menceritakan kepada kami Sufyan 
ibnu Abu lshaq, dari Abui Ahwas, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw r . pernah bersabda: 

Gunakanlah oleh kalian dua penawar, yaitu madu dan Al-Qur an. 

kampangsunnah. org 



200 Juz 14 — An-Nahi 

Saiiad hadis ini heiprcdikalyoyvK/, Ibnu Majnh mengetengahkannya secara 
nnmfarid dengan predikat marfu' . Ibnu Jarir lelah meriwayalkannya dari 
Sufyan ibnu Waki*, dari ayahnya, dari Sufyan As-Sauri dengan sanad 
yang sama secara mauquf. dan riuayal inilah yang lebih mendekati 
kebenaran. 

Telah diriwayatkan pula kepada kami melalui Amirul Mu-minin Ali ibnu 
AbuTalib r.a., bahwa ia pernah mengatakan, "Apabila seseorang d i antara 
kalian menghendaki kesembuhan, hendaklah menulis sebuah ayat dari 
Kitabutlah (Al-Quran) pada selembar kertas, lalu cucilah kertas itu 
dengan air dari langit (air hujan). Kemudian hendaklah ia meminta uang 
satu dirham dari istrinya secara suka rela, lalu uang itu dibelikan madu, 
dan madu itu diminum, karena madu itu mengandung kesembuhan pula." 
yakni penyembuh dari berbagai macam penyakit. 

Allah Swt. telah berfirman: 

Dan Kami turunkan dari Al-Qtir 'an suatu yang menjadi penawar 
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Al-lsra: 82) 

Dan Kami turunkan air dari langit yang banyak manfaatnya (Qaf: 

Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari 
maskawin itu dengan senang liati, maka makanlah (ambillah) 
pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. 
(An-Nisa:4) 

Dan firman Allah Swt. dalam masalah madu, yaitu: 

di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. 
(An-Nahi: 69) 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 201 

Ibnu Majah mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Mahmud 
ibnu Khaddasy, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Zakaria Al- 
Onrasyi. telah menceritakan kepada kami Az-Zubair ibnu Sa'id Al- 
Hasyimi. dari Abdul Ilamid ibnu Salim, dari Abu Hurairah yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Barang siapa yang meneguk madu tiga kali setiap bulannya, maka 
tidak akan terkena penyakit yang parah. 

Az-Zubair ibnu Sa'id tidak dapat diterima hadisnya (mairuk). 

Ibnu Majah mengatakan pula bahwa lelah menceritakan kepada kami 
Ibrahim ibnu Muhammad ibnu Yusuf ibnu Sarh Al-Karyabi, lelah 
menceritakan kepada kami Amr ibnu Bakr As-Saksaki, telah menceritakan 
kepada kami Ibrahim ibnu Abu Ablah; ia pernah mendengar Abu Ubay 
ibnu Unimu I laram yang pernah salat menghadap ke arah dua kiblat, ia 
berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 

Berobatlah kalian dengan biji as-sana dan biji as-sanut, karena 
sesungguhnya pada keduanya terdapat penyembuh dari berbagai 
macam penyakit, kecuali Sam. 

Ketika ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan 
sam?" Rasulullah Saw. menjawab bahwa sam adalah maut. 

Amr berkata bahwa Abu Ablah mengatakan, ,l As-sanut adalah biji 
pohon syabat." Menurut ulama lain, sanut adalah madu yang disimpan 
di dalam wadah minyak samin, seperti yang dikatakan oleh seorang 
penyair mereka, yaitu: "Mereka menyukai samin dan madu yang tidak 
mereka campurkan, dan mereka selalu melindungi tetangganya, tidak 
pernah berbuat aniaya kepadanya." 

kampangsunnah. org 




202 Juz 14 - An-Nahl 



1 ial yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah. 
Firman Allah Swt.: 

Sesunggulmya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda 
(kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. (An-Nahl: 67) 

Yakni sesungguhnya ilham dari Allah kepada serangga yang lemah ini 
— yang memerintahkan kepadanya agar menempuh jalan yang telah 
ditetapkan untuknya seraya memikul tugas mengisap sari buah-buahan, 
lalu mengumpulkannya dan memprosesnya secara alami menjadi lilin 
dan madu — benar-benar terdapat landa kebesaran Allah bagi orang- 
orang yang memikirkan keagungan Pencintanya yang tclalvmcngatumya, 
menundukkannya, dan yang memperjalankannya; pada akhirnya mereka 
mengambil kesimpulan dari fenomena ini bahwa Aliah adalah Yang 
Menciptakan itu, Dia Mahakuasa, Maha bijaksana, Maha Mengetahui, 
Mahamulia, dan Maha Pengasih. 

An-Nahl, ayat 70 

Allah menciptakan kalian, kemudian mewafaikan kalian; dan di 
antara kalian ada yang dikembalikan kepada umur yang paling 
lemah (pikun), .supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang 
pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi 
Mahakuasa. 

Allah Swt. menyebutkan tentang kekuasaan-Nya terhadap hamba-hamba- 
Nya, bahwa Dialah yang menciptakan mereka dari tiada, kemudian setelah 
itu Dia mematikan mereka. Di antara mereka ada sebagian orang yang 
dibiarkan-Nya berusia lanjut hingga memasuki usia pikun, yakni menjadi 
lemah kembali tubuhnya, seperti yangdisebutkan dalam ayat lain melalui 
firman-Nya: 

kampangsannah. org 



Tafcir Ibnu Kasir 203 

*/l .>< ?<* 'i" si .t* t »M<t v4k4tf 

Allafi. Dia/ah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah, 
kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah keadaan lemah ilu 
menjadi kuai, (Ar-R'um: 54), hingga akhir ayat. 

Telah diriwayatkan dari Ali r.a. bahwa usia yang paling lemah atau usia 
pikun ialah tujuh puluh lima tahun. Dalam usia ini seseorang akan 
memudar kekuatannya dan menjadi lemah, tubuhnya rapuh, hafalannya 
buruk (pelupa), dan pengetahuannya berkurang. Karena itulah dalam ayat 
ini disebutkan oleh firmnn-Nya: 



cv- i^y^J" 



,ite« 



supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah 
diketahuinya. (An-Nahl: 70) 

Artinya, pada mulanya seseorang menjadi orang yang berpengetahuan, 
kemudian dalam usia pikun jadilah dia orang yang pelupa dan linglung. 
Karena itulah Imam Bttkhari di dalam kitab tafsirnya yang membahas 
ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, 
telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Musa Abu Abdullah 
Al-A'uar, dari Syu'aib, dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah Saw. 
pernah berucap dalam doanya: 



M 1 



Aku berlindung kepada Engkau dari kekikiran, malas, pikun, umur 
yang paling lemah, siksa kubur, fitnah Ddjjal serta fitnah kehidupan 
dan kematian. 

Zuhair ibnu Abu Salma dalam syair Mu'allaqat-t\yz yang terkenal 
mengatakan: 

kampangsannah. org 



204 Juz 14 — An-Natil 

Saya sudah bosan dengan beban-beban kehidupan, barang siapa 
yang diberi umur delapan puluh tahun, saya katakan kepadamu 
tanpa peduli, balma dia pasti bosan Kulihat maui tidak pandang 
bulu, siapa pun yang dikenainya pasti mati. dan siapa yang. luput 
darinya berusia panjang, lalu pikun. 

An-NahI, ayat 71 

Dan Allah melebihkan sebagian kalian dari sebagian yang lain 
dalam lial rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya 
itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang 
mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka 
mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? 

Allah SvvL menjelaskan perihal kebodohan dan kekafiran orang-orang 
musyrik dalam keyakinan mereka yang menjadikan sekutu-sekutu bagi 
Allah, padahal dalam hati kecilnya mereka mengakui bahwa sekutu-sekutu 
itu pun adalah hamba-hamba Allah juga. Seperti yang biasa mereka 
katakan dalam talbiyah mereka saat berhaji, yaitu: "Labbaika (kupenuhi 
seruan-Mu), tiada sekutu bagi-Mu kecuali sekutu yang menjadi milik- 
Mu; Engkau memilikinya, sedangkan ia tidak mempunyai milik." 

Maka Allah Swt. membantah mereka, "Kalian tidak rela bila budak- 
budak kalian memiliki hak sama rata dengan kalian dalam harta yang 
Kami rezekikan kepada kalian. Maka mana mungkin Allah rida bila 
hamba-hamba-Nya dipersamakan dengan-Nya dalam memperoleh 
penyembahan dan pengagungan?" Dalam ayat yang lain disebutkan oleh 
firman-Nya: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 205 

Dia membual perumpamaan imti/k kalian dari diri kalian sendiri. 
Apakah ada di antara hamba sahaya yang dimiliki oleh tangan 
kanan kalian, sekutu bagi kalian dalam (mem i I iki) rezeki yang telah 
Kami berikan kepada kalian; maka kalian sama dengan mereka 
dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kalian takut kepada mereka 
sebagaimana kalian takut kepada diri kalian sendiri? (Ar-Riim: 
28), hingga akhir ayat. 

Al-Aufi lelah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
ayat ini. bahwa tiadalah mereka akan menjadikan hamba sahaya mereka 
sebagai sekutu mereka dalam memiliki harta benda dan kaum wanita 
mereka. Maka mengapa mereka mempersekutukan Aku dengan hamba- 
hamba-Ku dalam kekuasaan-Ku? Yang demikian itu adalah makna 
firman-Nya: 



vi -- 



Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Al/ah? (An-Nahl: 7 1 ) 

Dalam riwayat lain Al-Aufi mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa mengapa 
kalian rela menisbatkan kepada-Ku hal yang tidak kalian sukai buat diri 
kalian sendiri? 

Menurut Mujahid ayat ini merupakan perumpamaan tentang keadaan 
tuhan-tuhan yang palsu. Qaladah mengatakan, ayat ini merupakan 
perumpamaan yangdibuat oleh Allah yang artinya 'adakah seseorang di 
antara kalian yang mau menjadikan orang lain sebagai sekutunya dalam 
memiliki harta, istri, dan pelaminannya; sehingga kamu dapat mem- 
bandingkannya dengan apa yang kalian dakwakan terhadap Allah, yaitu 
mempersekutukan -N ya dengan makhluk-Nya yang merupakan hamha- 
hamba-Nya? Apabila kalian tidak rela dengan hal tersebut untuk diri 
kalian, maka terlebih lagi untuk Allah, Dia harus lebih disucikan dari ha) 
tersebut dibandingkan dengan kalian. 

Firman Allah Swt: 

kampangsannah. org 



206 Juz 14 — An-NaM 

Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah? (An-Nahl: 7 1 ) 

Yakni mereka mempenmtukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan 
ternak yang telah diciptakan Allah. Maka ternyata mereka mengingkari 
nikmat-nikmat-Nya dan mcmpersekutukan-Nya dengan yang lain. Dari 
Al-Hasan Al-Basri, disebutkan bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab 
menulis surat kepada Abu Musa Al- Asy'ari yang bunyinya seperti berikut: 
"Puaslah dengan rezeki yang diberikan kepadamu, karena sesungguhnya 
Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengutamakan sebagian di antara 
hamba-hamba-Nya atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, sebagai 
cobaan untuk menguji masing-masing (dari mereka). Maka Allah menguji 
orang yang telah Dia luaskan rezekinya, bagaimanakah ia bersyukur 
kepada Allah dan apakah dia menunaikan hak yang diwajibkan atas rezeki 
dan harta yang telah diberikan kepadanya" (Diriwayatkan oleh ibnu Abu 
Hatim). 

An-Nahl, ayat 72 



Aliah menjadikan bagi kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri 
dem menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian itu anak-anak 
dan cucu-cucu, dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik 
Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan meng- 
ingkari nikmat A llah ? ' ' 

Allah Swt. menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang telah Dia berikan 
kepada hamba-hamba-Nya, bahwa di antaranya ialah Dia menjadikan 
bagi mereka istri-istri dari jenis dan rupa mereka sendiri. Seandainya 
Allah menjadikan bagi mereka istri-istri dari jenis lain, tentulah tidak 
akan ada kerukunan, cinta, dan kasih sayang. Tetapi berkat rahmat Allah, 
Dia menciptakan Bani Adam jenis laki-laki dan perempuan, dan Dia 
menjadikan perempuan sebagai istri dari laki-laki. 

■ 
kompungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 207 

Selanjutnya Allah menyebutkan bahwa dari hasil perkawinan itu Dia 
menjadikan anak-anak dan cucu-cucu bagi mereka. Hafadafi artinya anak- 
anak dari anak laki-laki, menurut Ibnu Abbas, Ikrimah, Al-Hasan, Ad- 
Dahhak, dan Ibnu Zaid. Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Bisyr, 
dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud ialah anak- 
anak dan cucu-cucu. 

Sunaid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari 
Abu Bakar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa al- 
batifn ialah anak-anakmu yang membantumu dan memberikan pelayanan- 
nya kepadamu, seperti yang dikatakan oleh salah seorang penyair dalam 
bait syairnya, yaitu: "Anak-anak itu memberikan pelayanan di sekitar 
mereka dan aku serahkan tali kendali unta kepada anak-anak itu melalui 
telapak tangan mereka." 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, 
"Banha wahafadah" bahwa makna yang dimaksud ialah anak seseorang 
dan pelayannya. Dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa hafiulah ialah 
penolong, para pembantu, dan para pelayan. Tawus dan lain-lainnya yang 
bukan hanya seorang mengatakan bahwa hafadah artinya para pelayan. 
Hal yang sama telah dikatakan oleh Oatadah, Abu Malik, dan Al-Hasan 
AI-Basri. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, 
dari Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah; ia mengatakan bahwa hafadah 
ialah orang-orang yang melayanimu dari kalangan anak-anak dan cucu- 
cucumu. Ad-Dahhak mengatakan, sesungguhnya orang-orang Arab itu 
hanyalah dilayani oleh anak-anaknya, 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
firman Allah Swt.: . 

dan menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian itu anak-anak 
dan cucu-cucu. (An-Nahl: 72) 

Bahwa yang dimaksud dengan hafadah ialah anak-anak tiri. Dan 
dikatakan hafadah bagi seseorang yang bekerja pada orang lain, misalnya, 
"Ftttanun yahfadu latfa (si Fulan bekerja untuk kami)." Tetapi sebagian 

karnpangsunnah. org 



208 Juz 11 — An-Nahl 



ulama mengatakan bahwa hafadah ialah besan seseorang. Pendapa! 
ierakhir yang disebutkan oleh Ibnu Abbas ini bersumber dari I bnu Mas'ud, 
Masruq, Abud Uuha, Ibrahim An-Nakha'i, Sa'id ibnu Jubair, Mujahid, 
dan Al-Qurazi. Ikrimah telah merivvayatkannya dari Ibnu Abbas. 

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa 
hafadah adalah menantu. I 

Ibnu Jarir mengatakan, semua pendapat tersebut termasuk ke dalam 
pengertian hafadah, yaitu pelayan yang termasuk ke dalam pengertian 
ini hal yang disebutkan di dalam doa qunut, yaitu: "Dan hanya karena 
Engkaulah usaha dan pelayanan kami. 1 ' 

Mengingat pelayanan ini adakalanya berasal dari anak-anak, para 
pelayan, dan saudara ipar, maka nikmat pelayanan itu telah terujudkan 
dengan adanya kesemuanya itu. Untuk itulah Allah Swt. menyebutkan 
dalam firman-Nya: 



vr i &*&A\- 






dan menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian, anak-anak. dan 
cucu-cucu. (An-Nahl: 72) 

Menurut kam i, siapa yang menjadikan lafaz hafadah ber-/a 'alluq kepada 
lafaz aznwjikum, maka sudah seharusnya dikatakan bahwa makna yang 
dimaksud adalah cucu-cucu atau menantu, sebab menantu adalah suami 
anak perempuan, dan termasuk ke dalam pengertian ini anak-anak istri 
(anak tiri). Demikianlah yang dikatakan oleh Asy-Sya'bi dan Ad- 
pahhak. Karena sesungguhnya mereka itu kebanyakan berada di bawah 
jaminan seorang lelaki dan berada di bawah asuhannya serta menjadi 
pelayannya. Dan adakalanya pengertian inilah yang dimaksudkan dari 
sabda Nabi Savv. dalam hadis Nadrah ibnu Aktam yang bunyinya: 

Anak adalah budakmu. (Riwayat Abu Daud) 

Adapun menurut pendapat orang yang mengatakan bahwa hafadah adalah 
para pelayan, hal ini berarti lafaz hafadah ber-/w 'alhtq kepada firman- 
Nya: 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 209 



vr 'j^t^Ji 



®%#2$®M2&M 



Allah menjadikan bagi kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri. 
(An-Nahl: 72) 

Maksudnya, Dia lelah menjadikan bagi kalian istri-istri dan anak-anak 
sebagai pelayan-pelayan kalian. 
Firman Allah Swl.: 



dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik (An-Nahl: 72) 

Yakni makanan-makanan dan minuman-minuman. 

Kemudian Allah Swt berfirman mengingkari sikap orang-orang yang 
mempersekutukan diri-Nya dalam penyembahan dengan selain-Nya, 
padahal Dialah yang memberikan nikmat-nikmat itu kepada mereka: 

Maka mengapa mereka beriman kepada yang batil. (An-Nahl: 72) 

Yang dimaksud dengan "yang batil' dalam ayal ini ialah sekutu-sekutu 
dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. 

dan mengingkari nikmat Allah? (An-Nahl: 72) 
Yaitu menyembunyikan nikmat-nikmat Allah, lalu mereka nishntkan 
kepada selain-Nya. Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan seperti 
berikut: 



$3 : j§^$^{%g2b-l£j%fy& 

kampungsannah. org 



210 Ju/ 14 — An-Nahl 

Sesur)gguhnya Allah berfirman kepada seorang hamba pada hari 
kiamat mengingatkan akan nikmat Allah yang telah diberikan 
kepadanya, "Bukankah Aku lelah mengaminkanmu? Bukankah Aku 
telah memuliakanmu? Bukankah Aku tundukkan bagimu kuda dan 
unta. serta membiarkanmu memimpin dan berkuasa? " 

An-Nahl, ayat 73-74 



Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat 
memberikan rezeki kepada mereka sedikit pun dari langit dan bumi. 
dan tidak berkuasa (sedikit jua pun). Maka janganlah kalian 
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah 
mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui. 

Aliah Swt berfirman menceritakan perihal orang-orang musyrik yang 
menyembah selain Allah bersama-Nya. padahal Allah-lah yang memberi- 
kan nikmat. Pemberi karunia. Yang Menciptakan. Yang memberi rezeki, 
hanya Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya. Tetapi selain dari itu mereka 
menyembah selain Allah, yaitu berhala-berhala, sekutu-sekutu, dan 
tandingan-tandinga n yangtidak memiliki rezeki barang sedikit pun bagi 
mereka dari langit dan bumi. Dengan kata lain. sekutu-sekutu itu tidak 
dapat menurunkan hujan dan tidak dapat menumbuhkan tanam-tanaman 
dan pohon-pohonan. Dan sembahan-semhahan itu tidaklah memiliki hal 
tersebut bagi diri mereka. Dengan kata lain. tiadalah bagi mereka hal 
tersebut dan mereka tidak akan mampu melakukannya walaupun mereka 
memiliki kehendak. Karena itulah Allah Swt. berfirman: 

Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. 

(An-Nahl: 74) 

kampungsunnah. org 






Tatsir Ibnu Kasir 2 1 1 

Dengan kala lain, janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu, tandingan- 
tandingan, dan penyerupaan-penyenipaan bagi-Nya. 

Sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak 
mengetahui. (An-Nahl: 74) 

Yakni sesungguhnya Allah mengetahui dan menyaksikan bahwa tidak 
ada Tulian selain Dia sendiri, sedangkan kalian — karena kebodohan kalian 
sendiri— mcmpersekulukan-Nya dengan yang lain. 

An-Nahl, ayat 75 

Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang 
dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun dan 
seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia 
menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara 
terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi 
Allah tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa hal ini adalah suatu 
perumpamaan yang dibuat oleh Allah, menggambarkan perihal orang 
kafir dan orang mukmin. Hal yang sama telah dikatakan pula oleh 
Qatadah, dan dipilih oleh Ibnu Jarir; bahwa hamba sahaya yang tidak 
mampu berbuat sesuatu adalah perumpamaan orang kafir, sedangkan 
orang yang diberi rezeki yang baik, lalu menafkahkan sebagian darinya 
baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan — adalah 
perumpamaan orang mukmin. 

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa hal ini 
merupakan perumpamaan yang dibuat untuk menggambarkan berhala 
dan Tuhan Yang I lak, maka apakah yang satu sama dengan yang lainnya? 
Mengingat perbedaan di antara keduanya sangat mencolok dan jelas, tiada 

kampangsannah. org 



212 Juz M — An-Nahl 



yang buta mengenainya kecuali hanya orang yang bodoh, maka disebutkan 
oleh firman-Nya: 



c= v.s -. J»t-! 1=< 



.&®M&k$£ 



Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak 
mengetahui (An-Nahl: 75) 

An-Nahl, ayat 76 

Dan Allah membuat (pula) perumpamaan dua orang lelaki; yang 
seorang bisu. tidak dapat berbuat sesuatu pun. dan dia menjadi 
beban atas penanggung/iya. ke mana saja dia disuruh olehpenang- 
gungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suattt kebajikan pun. 
Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat 
keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lums? 

•i 

Mujahid mengatakan, hal ini pun mengandung makna perumpamaan yang 
menggambarkan tentang berhala dan Tuhan Yang Mahahak. Dengan kata 
lain, kalau berhala bisu tidak dapat berbicara dan tidak dapat mengung- 
kapkan kebaikan, tidak dapat melakukan sesuatu pun dan sama sekali 
tidak mempunyai kemampuan apa pun, maka ia tidak dapat bicara dan 
tidak dapat berbuat. Selain itu budak tersebut merupakan beban dan 
tanggungan bagi pemiliknya. 



cviij^d-ho *4$9&U§ 



ke mana saja dia disuruh oleh penanggnngnya (An-Nahl: 76) 
Artinya, ke mana saja ia diarahkan dan disuruh oleh penanggnngnya. 

kampongsunrwh. org 



Tafsir lbnu Kasir 213 

dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pmt (An-Nahl: 76) 
Yakni segala upayanya tidak pernah berhasil. 

'J/ 'f 9 'O"* »1^ 

Samakah orang itu. (An-Nahl: 76) 
yang memiliki sifat ini, 

dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan. (An-Nahl: 76) 
yang ucapannya adalah benar dan perbuatannya tepat (lurus). 

dan dia berada di atas jalan yang lurus? (An-Nahl: 76) 

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan orang yang bisu adalah 
seorang budak milik Usman. Demikianlah menurut As-Saddi, Qatadah, 
dan Ata Al-Rhurrasani. Pendapat ini dipilih oleh lbnu Jarir. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa hal ini adalah 
perumpamaan tentang orang kafir dan orang mukmin; sama dengan 
pendapat yang disebutkan di alas. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan 
ibnusSabbah Al-Bazzar, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu 
lshaq As-Salihini, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah 
menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam, dari 
Ibrahim, dari Ikrimah, dari Ya'la ibnu Umayyah, dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan flrman-Nya: 

Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya 
yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun. 
(An-Nahl: 75) 

kampangsannah. org 



2W Juz 14 — An-NoM 

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari kalangan Quraisy 
dan hamba sahayanya, yakni firman-Nya: 

seorang hamba sahaya yang dimiliki (An-Nalil: 75), hingga akhir 
ayat. 

Dan sehubungan dengan firman-Nya: 

Dan Allah membual (pula) perumpamaan dua orang lelaki yang 
seorang bisu. (An-Nahl: 76) 

sampai dengan firman-Nya: 

dan dia berada pula pada jalan yang lurus, (An-Nahl: 76) 

Bahwa dia adalah Usman ibnu Affan. Sedangkan mengenai orang yang 
bisu. yang bila disuruh oleh penanggungnya ke mana saja dia tidak dapat 
mendatangkan suatu kebajikan pun, dia adalah maula (bekas budak) 
Usman ibnu Affan. Usmanlah yang memberinya nafkah, menjamin 
penghidupannya, dan mencukupi kebutuhannya; sedangkan orang yang 
ditanggungnya itu tidak suka kepada Islam, menolaknya dan melarang 
Usman bersedekah dan berbuat kebajikan, maka turunlah ayat ini. 

An-Nahl, ayat 77-79 

kampangsunnah. org 



Talsir Ibnu Kasir 2 1 5 



.&*&*&*& 



Dan kepunyaan Allah-tah .segala apa yang tersembunyi di langit 
dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti 
sekejap mala atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha- 
kuasa atas segala sesuatu. Dan Allah mengeluarkan kalian dari 
perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan 
Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati. agar 
kalian bersyukur. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung 
yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang 
menahannya selain dari Allah. Sesungguhnya pada yang demikian 
itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan,) bagi 
orang-orang yang beriman. 

Allah S\vt. menyebutkan lentang pengetahuan dan kekuasaan-Nya Yang 
Mahascmpurna atas segala sesuatu. Dia mengetahui apa yang gaib yang 
ada di langit dan di bumi. dan hanya Allah-lah yang mempunyai 
pengetahuan lentang perkara gaib. Maka tiada seorang pifn yang 
diberi-Nya ilmu gaib ini kecuali bila Allah menghendakinya untuk 
memperlihatkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Kekuasaan 
Allah Mahasem purna, liada dapat ditentang dan tiada dapat dicegah. Dan 
bahwa Allah 'itu apabila menghendaki sesuatu, Dia tinggal berfirman 
kepadanya, "Jadilah kamu!" Maka jadilah ia. Seperti yang disebutkan 
oleh firman-Nya: 

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. 
(Al-Qamar:50) 

Dengan kata lain, apa yang dikehendaki-Nya akan terjadi dalam sekejap 
mata. Hal yang sama disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat ini, yaitu: 



kampungsunnah. org 



2|6 Juz M — An-NaM 

Tidak adalah kejadian kiamat itu. melainkan seperti sekejap mata 
atau lebih cepat (lagi/ Sesungguhnya Allah Kfa/rakuasa atas segala 
sesuatu (An-Nahl: 77) 

Sama halnya dengan >ang disebutkan dalam ayal lain melalui flrman- 
Nya: 

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari kubur) 
itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) 
satu jiwa saja (Luqman: 28) 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan karunia-Nya yang telah Dia limpah- 
kan kepada hamba-liamba-Nya, yaitu Dia mengeluarkan mereka dari perut 
ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Sesudah itu 
Allah memberinya pendengaran hingga ia dapat mendengar suara, 
penglihatan hingga ia dapat melihat, dan hati (yakni akal yang menurut 
pendapat yang sahih pusatnya berada di hati). Menurut pendapat yang 
lain adalah utak. Dengan akal itu manusia dapat membedakan di antara 
segala sesuatu, mana yang bermanfaat dan manayang berbahaya. 

Kemampuan dan indera ini diperoleh oleh seseorang secara bertahap, 
yakni sedikit demi sedikit. Semakin besar seseorang, maka bertambah 
pula kemampuan pendengaran, penglihatan, dan akalnya hingga 
sampailah ia pada usia malang dan dewasanya. 

Sesungguhnya Allah menjadikan kesemuanya dalam diri manusia 
agar manusia mampu melaksanakan penyembahan kepada Tuhannya. 
Maka dengan bantuan semua anggota tubuhnya dan kekuatan yang ada 
padanya ia dapat menjalankan amal ketaatan kepada Tuhannya, seperti 
yang disebulkan di dalam kitab Sahih Bukiiari melalui sebuah hadis dari 
Abu Hurairah, dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda: 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu KaSir 217 



Allah Swt. berfirman. "Barang siapa yang memusuhi kekasih-Ku, 
berarti dia menantang perang deng(m-Ku. Dan tiadalah hambc- 
Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih 
Aku sukai selain dari mengerjakan apa yang telah Akufardukan 
(wajibkan) baginya. Hamba-Ku terus-menerus mendekatkan dirinya 
kepada- Ku dengan mengerjakan amaian-amalan sunat hingga Aku 
mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku selalu 
bersama pendengaran yang dipakainya untuk mendengar, selalu 
bersama penglihatan yang dipakainya untuk melihat, selalu ber- 
sama tangan yang dipakainya untuk berbual, dan selalu bersama 
kaki yang dipakainya untuk melangkah- Dan sesungguhnya jika 
dia meminta kepada-Ku, Aku benar-benar akan memberinya. Dan 
sesungguhnya jika dia berdoa kepada-Ku. Aku benar-benar akan 
memperkenankannya. Dan sesungguhnya jika dia meminta 
perlindungan kepada-Ku. Aku benar-benar akan melindunginya. 
Dan tidaklah Aku ragu-ragu terhadap sesuatu yang akan Aku 
kerjakan seperti keragu-raguan -Ku dalam mencabut nyawa hamba- 
Ku yang mukmin. Dia tidak suka mati dan Aku tidak suka 
menyakitinya, tetapi maut merupakan suatu keharusan baginya. " 

Makna hadis di atas menunjukkan bahwa seorang hamba apabila ikhlas 
dalam ketaatannya terhadap Allah, maka semua perbuatannya hanyalah 
karena Allah Swt Untuk itu tiadalah dia mendengar kecuali karena 
Allah, tiadalah dia melihat kecuali karena Allah, yakni apa yang 

kampangsannah. org 



218 Jiur 1« — An-Nahi 

diperintahkan oleh Allah untuknya. Dan tiadalah dia berbuat dan tiadalah 
dia melangkah melainkan dalam ketaatan kepada Allah Swl. seraya 
meminta pertolongan kepada Allah dalam mengerjakan kesemuanya itu. 
Dalam riwayat lain yang berada di dalam kitab selain kitab sahih 
sesudah kalimat "dan selalu bersama kaki yang dipakainya untuk 
melangkah" disebutkan hal berikut: 

Maka beserta Akulah dia mendengar, beserta Akulah dia melihat, 
dan beserta Akulah dia melangkah (berjalan). 

Firman Allah Swl. yang mengatakan: 

Dan Dia memberi kalian pendengaran, pengliliatan, dan hati, agar 
kalian bersyukur. (An-Nahl: 78) 

Sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Katakan/ah, "Dialah Yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi 
kalian />endengaran, penglihatan, dan hati " (Tetapi) amat sedikit 
kalian bersyukur. Katakanlah, "Dialah Yang menjadikan kalian 
berkembang biak di muka bumi, dan lianya kepada-Nyalah kaliem 
kelak dikumpulkan. " (Al-Mulk: 23-24) ' 

Selanjutnya Allah Swt. mengingatkan hamba-hamba-Nya agar melihat 
burung yang telah ditundukkan berada di antara langit dan bumi. 
Bagaimana Allah menjadikannya dapat terbang dengan kedua sayapnya 
di antara langit dan bumi, mengudara di angkasa. Tiada yang menahannya 
di udara kecuali Allah Swt. yang dengan kekuasaan-Nya Dia membekali 
burung-burung itu dengan kekuatan yang dapat membuatnya berbuat 
demikian, dan Allah menundukkan udara untuk dapat membawanya 

koffipungwnnah org 



Tafsir Ibnu KaSir 2)9 

terbang di udara. Hal ini diungkapkan oleh Allah S\vt melalui firman- 

Nya: 

Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang 
mengembangkan dan mengatupkan sayupnya di atas mereka? Tidak 
ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. 
Sesungguhnya Dia Mahamelihat segala sesuatu. (Al-Mulk: 19) 

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya: 



&&&&&&& 



Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- 
tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. ( An-Nahl: 
79) 



An-Nahl, ayat 80-83 

Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai 
tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kalian rumah-rumah 
(kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kalian merasa 
karnpungsannah. org 



220 Juz 14 — Ar-Nahl 



ringan (membau o)nya di waktu ka/ian berjalan dan waktu kalian 
bermukim dan (d ij ad ikan -Ny a pula) dari bulu domba, bulu unta dan 
bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kalian 
pakai) sampai waktu (tertentu). Dan Allah menjadikan bagi kalian 
tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan 
bagi kalian tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia 
jadikan bagi kalian pakaian yang memeliltara kalian dari panas 
dan pakaian (baju besi)>w/# memelihara kalian dalam peperangan. 
Demikkmlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian agar 
kalian berserah diri (kepada-Nya). Jika mereka telap berpaling, 
maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu 
(Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan 
terang. Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka 
mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir. 

Allah Swt. menyebutkan nikmat-nikmat-Nyayang serba lengkap kepada 
hamba-hamba -N ya, yaitu Dia menjadikan bagi mereka rumah-rumah 
tempat mereka menetap dan menutupi dirinya, serta mereka meng- 
gunakannya untuk berbagai manfaat dan kegunaan lainnya. Dia 
menjadikan bagi mereka kulit binatang ternak yang dapat digunakan 
sebagai kemah-kemah yang mereka merasa ringan membawanya dalam 
perjalanan, lalu mereka memasangnya bila hendak bermukim. Kemah- 
kemah itu dapat mereka gunakan sebagai tempat tinggal mereka, baik 
dalam perjalanan maupun di tempat tinggal mereka. Untuk itulah 
disebutkan oleh ilrman-Nya: 

yang kalian merasa ringan (membawa )nyadi waktu kalian berjalan 
dan waktu kalian bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu 
domba (An-Nahl: 80) 

Istilah ■ ;■/ uni uk bulu domba, aubar untuk bulu unti, dan asy "ar untuk 
bulu kambing, sedangkan damir yang ada kembali kepada al-anam 
(binatang ternak). 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu KaSIr 221 

alat-alat rumah tangga. (An-NahI: 80) 

Yakni kalian membuat darinya alat-alat rumah tangga, yang dimaksud 
ialah harta. Menurut pendapat lainnya perhiasan, dan menurut pendapat 
yang lainnya lagi adalah pakaian. Tetapi pendapat yang benar lebih umum 
daripada semuanya itu, karena sesungguhnya hal tersebut dapat dibuat 
menjadi permadani, pakaian, dan lain scbagainya, serta dapat dijadikan 
harta dengan memperjualbelikannya. Ibnu Abbas mengatakan bahwa asali 
artinya perhiasan. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, 
Sa'id ibnu Jubair, Al-Hasan. Atiyyah Al-Aufi, Ata Al-Khurrasani, Ad- 
Dahhak, dan Qatadah. 
f-'irman Allah Swt.: 



<=\". i y^jS 



i_- 



C^Cil 



sampai waktu (tertentu). (An-NahI: 80) 

Yakni sampai batas waktu y%ng tertentu. 
Firman Allah Swi.: 



«zrAi -. L k>r^0l 



%$WQZ$bi 



Dan Allah menjadikan bagi kalian lempar bernaung dari apa yang 
lelah Diaciptukan. (An-NahI: 81) 

Menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah pohon. 

dan Dia jadikan bagi kalian tempat-tempat tinggal di gunung- 
gunung. (An-NahI: 81) 

Yaitu benteng-benteng dan tempat-tempat perlindungan. Seperti juga yang 
disebutkan dalam firman selanjutnya: 

dan Dia jadikan bagi kalian pakaian yang memelihara kalian dari 
panas. (An-NahI: 81) 

kampangsannah. org 



222 . Jiu 1-a — An-NaW 

Maksudnya, pakaian yang terbuat dari katun, kapas, dan bulu. 

dan pakaian (baju be&fyyang memelihara kalian dalam peperangan. 
(An-Nahl: RI) 

Pakaian jenis ini adalah seperti baju besi, tameng, dan lain sebagainya 
yang digunakan untuk melindungi diri dalam peperangan. 



«****. $&%2$$$ 



Demikianlah Aliah menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian. 
(An-Nahl: 81) 

Artinya, demikianlah Dia menjadikan bagi kalian apa yang dapat kalian 
jadikan sebagai sarana untuk urusan kalian, dan apa yang kalian perlukan 
agar hal tersebut dapat dijadikan sebagai sarana bagi kalian untuk 
mengerjakan ketaatan dan beribadah kcpada-Nya. 

agar kalian berserah diri (kepada-Nya). (An-Nahl: 81) 

Demikianlah menurut tafsir yang dikemukakan oleh jumhur ulama. 
Mereka membacanya dengan huruf lam yang d\-kasrah-kan, yang berasal 
dari kata islam. 

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



.*.*«*- ^OM 



Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian. 
(An-Nahl: 81) 

Bahwa surat ini dinamakan \surat An-Ni'am\ 

Abdullah ibnul Mubarak dan Abbad ibnul Awam telah meriwayatkan 
dari Hanzalah As-Sadusi, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Ibnu Abbas, 
bahwa Ibnu Abbas membacanya dengan bacaan tuslaniuna dengan huruf 
lam yang &\-fat-hah~kan, yakni agar kalian selamat dari pelukaan. Abu 

kampungumnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 223 

Ubaid Al-Qasim ibnu Salam telah meriwayatkan asar ini dari Abbad. 
Ibnu Jarir mengetengahkannya dari dua jalur, dan ia menjawab qiraat ini. 
Ala Al-Khurrasani mengatakan, sesungguhnya Al-Qur'an ini 
diturunkan hanya sebatas pengetahuan orang-orang Arab. Dengan kata 
lain, dapat dikatakan bahwa tidakkah engkau melihat firman Allah Swt. 
berikut: 



^AliJtiMS 



w$&%&$c&i%&®iRaz&i 



c;a 



Dan Allah menjadikan bagi kalian tempat bernaung dari apa yang 
telah Dia ciptakan. dan Dia jadikan bagi kalian tempat-tempat 
tinggal di gunung-gunung. (An-Nahl: 81) 

Padahal lembah atau dataran rendah yang diciptakan oleh Allah Swt. 
jauh lebih luas dan lebih besar daripada pegunungan. Dikatakan demikian 
karena mereka (orang-orang Arab) adalah orang-orang pegunungan. Dan 
tidakkah engkau memperhatikan akan firman-Nya yang mengatakan: 

dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, hulu unta dan bulu 
kambingf alat-alat rumah tangga dan perhiastoi (yang kalian pakai) 
sampai \mktu (tertentu). (An-Nahl: 80) 

Padahal apa yang dijadikan-Nya selain dari itu jauh lebih banyak dan 
lebih besar. Dikatakan demikian karena mereka (orang-orang Arab) adalah 
para pemakai bulu unla dan bulu kambing. Tidakkah engkau perhatikan 
firman Allah Swt. yang menyebutkan: 

dan Allah (juga) menurunkcm (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) 
dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)£u»u//£-gu//w;g,(An-Nur: 
43) 

Dikatakan demikian karena mereka merasa takjub dengan adanya butiran- 
butiran es. padahal salju yang diturunkan oleh Allah Swt. di luar Arab 
jauh lebih banyak dan lebih besar, telapi mereka (orang-orang Arab) tidak 

kompangsannah. org 



224 Juz 14 — An-Nahl 

mengetahuinya. Tidakkah engkau perhatikan firman Allah Swt. yang 
menyebutkan: 

pakaian yang memelihara kalian dari panas. (An-Nahl: 8 1 ) 

Padahal pakaian untuk melindungi diri dari kedinginan jauh lebih banyak, 
tetapi dikatakan demikian karena mereka adalah orang-orang sahara dan 
tinggal di daerah yang panas. 
Firman Allah Swt.; 

Jika mereka tetap berpaling. (An-Nahl: 82) 

Yakni sesudah adanya keterangan ini dan penjelasan akan nikmat-nikmat 
yang telah dikaruniakan oleh Allah, maka tiada tanggung jawab bagimu 
(Muhammad) atas perbuatan mereka. 



\y \ l y>*:Ji-? 



%$&$$ 



maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan kepadamu 
(Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan 
terang. (An-Nahl: 82) 

Dan sesungguhnya kamu telah menyampaikan tugasmu itu kepada 

mereka. 

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka meng- 
ingkarinya. (An-Nahl: 83) 

Maksudnya, mereka mengetahui bahwa Allah-lah yang memberikan 
semuanya itu kepada mereka, dan Dialah yang mengaruniakannya kepada 
mereka. Tetapi sekalipun demikian, mereka mengingkari hal itu dan 
menyembah selain-Nya bersama Dia, dan mereka sandarkan pertolongan 
dan rezeki kepada selain-Nya. 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 225 

dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. ( An-Nahl: 
83) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah menceritakan 
kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman 
ibnu Yazid ibnu Jabir, dari Mujahid, bahwa seorang Arab Badui datang 
kepada Nabi Saw., lalu berbicara dengan Nabi Saw. Maka Nabi Saw. 
membacakan kepadanya Firman-Nya berikut ini: 

Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai 
tempat tinggal. (An-Nahl: 80) 

Maka orang Badui itu menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah Saw. membaca- 
kan lagi firman-Nya: 

dan Dia menjadikan bagi kalian rumah-rumah (kemah-kemah) dari 
kulit binatang ternak. (An-Nahl: 80), hingga akhir ayal. 

Kemudian orang Badui itu menjawab, "Ya." Lalu Nabi Saw. membacakan 
lagi kepadanya ayat lain yang semuanya diajawab dengan kalimat, "Ya." 
Hingga manakala Nabi Saw. membacakan firman-Nya: 

Demikianlah A llah menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian agar 
kalian berserah diri (kepada-Nya). (An-Nahl: 8 1 ) 

Maka orang Badui itu berpaling pergi, dan Allah menurunkan firman- 
Nya: 

Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka meng- 
ingkarinya. (An-Nahl: 83), hingga akhir ayat. 

kampangsannah. org 



226 Juz 14 — Ah-Nahl 

An-Nahl, ayat 84-88 

gfl ^^IJ^^^i^S lili <&&' 

Z)n/> (ingatlah) «Aom fcor/ (kelika) Ktoni bangkitkan dari tiap-tiap 
umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada 
orang-orang yang kafir (unluk membela diri) dan tidak (pula) 
mereka dibolehkan meminta maaf. Dan apabila orang-orang zalim 
telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi 
mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh Dan apabila orang- 
orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, 
mereka berkata, "Ya Tulmnkami. mereka inilah sekutu-sekutu kami 
yang dahulu kami sembah selain dari Engkau. " Lalu sekutu-sekutu 
mereka mengatakan kepada mereka. "Sesungguhnya kalian benar- 
benar orang-orang yang dusta. " Dan mereka menyatakan ketun- 
dukannya kepada Allah pada hari itu dan hilang/ah dari mereka 
apa yang selalu mereka ada-adakan Orang-orang yang kafir dan 
menghalangi (manusia) dari /akui Allah. Kami tambahkan kepada 
mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka sela/u berbuat 
kerusakath 

Allah Swt menceritakan perihal orang-orang musyrik kelak di kala 
mereka dikembalikan di hari akhirat, dan bahwa Dia membangkitkan 
dari setiap umat seorang saksi — yakni nabi mereka — yang memper- 
saksikan terhadap mereka tentang sambutan mereka kepada apa yang 
telah dia sampaikan kepada mereka dari Allah Swt. 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibru Kasir 227 



*>'- 



kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir. ( An-Nahl: 
84) 

Artinya, mereka tidak diizinkan mengemukakan alasan dalam rangka 
pembelaan dirinya, karena mereka sendiri mengetahui kebatilan dan 
kedustaan alasannya. Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), 
dan tidak diizinkan kepada mereka meminta uzur sehingga mereka 
(dapat) mintauzur. (Al-Mursalat: 35-36) 

Oleh karena itulah disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya: 

dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf. Dan apabila 
orang-orang zalim telah menyaksikan. (An-Nahl: 84-85) 

Yakni orang-orang musyrik itu telah menyaksikan: 



azab, maka tidaklah diringankan azab bagi merelai. (An-Nahl: 85) 

Maksudnya, azab itu tiada putus-putusnya menimpa mereka dan tidak 
pernah berhenti barang sesaat pun. 



©s 

dan tidak pula mereka diberi tangguh (An-Nahl: 85) 

Tiadalah azab ditangguhkan dari mereka, bahkan azab langsung 
mengambil mereka dari Mauqif (tempat mereka dihentikan) tanpa hisab 

lagi. 

kampungsunnah. org 



228 Juz 1fl — AnNahl 

Sesungguhnya neraka Jahanam itu didatangkan dengan ditarik oleh 
iiM.ii puluh ribu kendali, pada tiap kendali terdapat tujuh puluh ribu 
malaikat yang menyeretnya. Lalu muncullah salah satu leher neraka 
Jahanam kepada makhluk seraya mengeluarkan suara gemuruh, nyalanya 
sekali nyala, sehingga tiada seorang manusia pun melainkan pasti 
bersideku di atas kedua lututnya (karena sangat ketakutan). Kemudian 
neraka Jahanam berkata, "Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyik- 
sa setiap orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, yaitu 
orang-orang yang menjadikan tuhan lain di samping Allah," disebutkan 
pula macam-macam manusia lainnya, seperti yang disebutkan dalam hadis 
secara lengkapnya. Kemudian neraka Jahanam langsung menukik dan mengam- 
bil mereka dari Mauqif, sebagaimana burung mengambil (menyambar) 
biji-bijian. 

Allah Swt. berfirman menggambarkan keadaan neraka Jahanam: 

Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh. mereka 
mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. Dan apabila 
mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan 
dibeienggu. mereka di sana mengharapkan kebinasaan. (Akan 
dikatakan kepada mereka), "Jangan kamu sekalian mengharap- 
kan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang 
banyak. " ( Al-Furqan: 12-14) 

Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka 
meyakini bahwa mereka akanjatu/i ke dalamnya dan mereka tidak 
menemukan tempat berpaling darinya. (Al-Kahfl: 53) 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 229 



t&£tft» (•&>» 



Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu (di mana) mereka 
itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan 
(tidak pula) dari punggung mereka, sedcmgkan mereka (tidak pula) 
mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminla disc- 
gerakan). Sebenarnya (a?ab) itu akan datang kepada mereka dengan 
sekonyong-konyong, lalu membuat mereka menjadi panik, maka 
mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi 
tangguh. (Al-Anbiya: 39-40) 

Kemudian Allah SwI. menceritakan tentang sikap berlepas diri tuhan- 
tuhan mereka dari perbuatan mereka di saat mereka sangat memerlukan 
sembahan-sembahan mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 



Al: j--*^ 



0%^(mm 



Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat 
sekutu-sekutu mereka. (An-Nahl: 86) 

Yakni apabila orang-orang yang menyembah berhala-berhala itu sewaktu 
di dunia melihat sembahan-sembahan mereka. 

tf A3t.4«Kftbv &£$ 

Mereka berkata, " Ya Tuhan kami. mereka inilah sekutu-sekutu kami 
yang dahulu kami sembah selain dari Engkau. " Lalu sekutu-sekutu 
mereka mengatakan kepada mereka, "Sesungguhnya kalian benar- 
benar orang-orang yang dusta. " (An-Nahl: 86) 

Yakni sembahan-sembahan mereka menjawab, "Kalian dusta, tiadalah 
kami perintahkan kalian untuk menyembah kami," seperti yang disebutkan 
oleh Allah Swt dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

kampungsunnah. org 



230 Juz 14 — An-NaH 

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah 
sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperke- 
nankan {6on)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (mem- 
perhatikan) doa mereka 9 Dan apabila manusia (mereka) dikumpul- 
kan (pada hari Kiamat) niscaya sembahan -sembahan itu menjadi 
musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka. 
( Al-Ahqaf: 5-6) 



Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, 
agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka, 
sekali-kali tidak Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan 
mengingkari penyembahan (pengikut- pengikutnya) terhadapnya, 
dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi' musuh bagi 
mereka. (Maryam: 81-82) 

Al-khafil (yakni Nabi Ibrahim) mengatakan seperti yang disitir oleh 
firman-Nya: 

kemudian di hari kiamat sebagian kalian mengingkari sebagian 
yang lain. (AI-'Ankabilt: 25), hingga akhir ayat. 

Dan firman Allah Swt.: 

Dikatakan (kepada mereka), "Serulah oleh kalian sekutu-sekutu 
kalian. " (Al-Qasas 64), hingga akhir ayat. 

Ayat-ayat yang menjelaskan hal ini — yaitu pernyataan lepas diri dari 
para sekutu kepada para penyembahnya — cukup banyak. 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 23 I 



Firman Allah S\M.: 



--AV". J^Jl- 



$&i&M&m 



Dan mereka menyatakan ke /Dudukannya kepada Allah pada hari 
itu. (An-Nahl: 87) 

Oaiadah dan Ikrimah mengatakan bahwa mereka (sembahan-sembahan 
itu) menyatakan ketundukan dan penyerahan dirinya kepada Allah pada 
hari itu. Dengan kata lain, mereka semua tunduk kepada Allah, dan tiada 
seorang pun melainkan tunduk patuh kepada-Nya. Makna ayat ini sama 
dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajam- 
nya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada kami 
(Maryam:38) 

Artinya, pada hari itu pendengaran mereka sangat terang dan penglihatan 
mereka sangat tajam. 

Dan Allah Swt. telah berfirman; 



^^^^^m^^^aM 



Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kalian melihat ketika 
orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan 
Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat 
dan mendengar. " (As-Sajdah; 1 2). hingga akhir ayat- 



«**j- M$&$$* 



Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan 
Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya).(Taha: 
III) 

Yakni tunduk, merasa hina, diam serta berserah diri. 

kampangsannah. org 



232 Jw14 — An-Nahl 

Firman Allah Swt.: 

Dan mereka menyalakan ketundukannya kepada Allah pada hari 
itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. 
(An-Nahl: 87) 

Maksudnya, surut dan lenyaplah semua sembahan yang mereka ada- 
adakan terhadap Allah. Maka tiada yang dapat menolong mereka, tiada 
yang dapal membantu mereka, dan tiada yang dapat melindungi mereka. 
Kemudian dalam firman selanjutnya Allah Swt. berfirman: 

* Mt **x a ... tf&s&^i^^toigfi&p 

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan 
Allah Kami tambahkan kepada mereka siksaan. (An-Nahl: 88), 

hingga akhir ayat. 

Yakni azab atas kekafiran mereka dan azab karena menghalangi manusia 
dari mengikuti perkara yang hak, sama dengan yang disebutkan dalam 
ayat lain melalui firman-Nya: 

Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qnr *an dan mereka 
sendiri menjauhkan diri darinya. (Al-An'am : 26) 

Mereka mencegah manusia dari mengikuti perkara yang hak, dan mereka 
sendiri menjauh dari perkara yang hak. 



n-. r uw« &»$.*&» 



dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan 
mereka tidak menyadari. (Al-An'am: 26) 

Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu berbeda-beda dalam 
menerima azabnya. Sebagaimana orang-orang mukmin, berbeda-beda 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 233 

tingkatannya di dalam surga, begitu pula derajat (kedudukan)nya. Seperti 
yang disebutkan oleh Allah Swt dalam ayat yang lain melalui firman- 

Nya: 

Allah berfirman." Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat 
ganda, tetapi kalian tidak mengetahui." ( Al-A'raf: 38) 

Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Suraij 
ibnu Yunus, lelah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah 
menceritakan kepada kami Al-A'masy. dari Abdullah ibnu Murrah, dari 
Masmq, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya: 



AA 






Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan. ( An-Nahl: 
88) 

Mereka diberi siksaan tambahan, yaitu dengan kalajengking yang taring- 
taringnya sebesar pohon kurma yang tinggi. Telah menceritakan pula 
kepada kami Suraij ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibrahim 
ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Al- 
Hasan. dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Ibnu 
Abbas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya; 

Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan. (An-Nahl; 
88) 

Bahwa siksaan tambahan itu diadakan di lima buah sungai yang terletak 
di bawah 'Arasy; pada sebagiannya mereka disiksa di malam hari, dan 
pada sebagian yang lainnya mereka disiksa di siang hari. 

An-Nahl, ayat 89 

kampungwnnah. org 



234 Jwe14— An-NaH 

Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap 
umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami da- 
tangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat 
manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al- Kitab (Al-Qur'an) untuk 
menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar 
gembira bagi orang-orang yang berserah diri 

Allah Swt. berfirman kepada hamba dan rasul-Nya, yaitu Nabi 
Muhammad Saw.: 

Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap 
umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami 
datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi alas mereka. (An- 
Nahl: 89) 

Yakni atas umatmu. Maksudnya, ingatlah kamu akan hari itu dan kengerian 
yang ada padanya serta kemuliaan yang besar dan kedudukan yang tinggi 
yang diberikan oleh Allah kepadamu pada hari itu. Ayat ini mempunyai 
makna yang mirip dengan ayat yang sahabat Abdullah ibnu Mas'ud meng- 
hentikan bacaannya pada ayat tersebut. Ayat yang dimaksud adalah ayat 
surat An-Nisa, yaitu firman-Nya: 

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti) apabila Kami 
mendatangkan seseorang saksi ( rasu 1) dari tiap-tiap umat dan Kami 
mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu. 
(An-Nisa: 41) 

kampungwnnah. org 



Tatsir Ibnu Kasir 235 

Ketika bacaan sahabat Ibnu Mas'ud sampai pada ayal ini, Rasulullah 
Saw. bersabda kepadanya. "Cukup." yakni hentikan bacaanmu. Ibnu 
Mas'ud mengatakan bahwa lalu ia berpaling melihat Rasulullah Saw., 
tiba-tiba ia melihat kedua mata Rasulullah Saw . mencucurkan air matanya. 
Firman Allah Swt: 



A^sJj^H: 



&&S&<&Q@&i 



Dan Kami turunkan kepadamu Al- Kitab (Al-Qur'an) untuk men- 
jelaskan segala sesuatu. (An-Nahl: 89) 

Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa telah dijelaskan kepada kita di dalam 
Al-Qur'an ini semua ilmu dan segala sesuatu. Menurut Mujahid, telah 
dijelaskan di dalam Al-Qur'an semua perkara halal dan haram. Pendapat 
Ibnu Mas'ud lebih umum dan lebih mencakup, karena sesungguhnya Al- 
Qur'an itu mencakup semua ilmu yang bermanfaat, menyangkut berita 
yang terdahulu dan pengetahuan tentang masa mendatang. Disebutkan 
pula semua perkara halal dan haram, serta segala sesuatu yang diperlukan 
oleh manusia dalam urusan dunia, agama, penghidupan, dan akhiratnya. 

dan sebagai petunjuk. (An-Nahl: 89) 
buat manusia yang berhati. 

serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah 
diri. (An-Nahl: 89) 

Al- Auza'i mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitah (Al-Qur*an) untuk men- 
jelaskan segala sesuatu. (An-Nahl: 89) 

Yang dimaksud dengan menjelaskan dalam.ayat ini ialah menjelaskan 

kampungwnnah. org 



236 Juz 14 — An-NaN 

Al-Qur'an dengan Sunnah. Segi kaitan yang terdapat antara firman 
Allah Swt yang mengatakan: 

Ztow Kami tunaikan kepadamu Al-Kilab. (An-Nahl: 89) 
dengan firman-Nya yang mengatakan: 

dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas mereka 
(An-Nahl: 89) 

Dimaksudkan — hanya Allah Yang Lebih Mengetahui — bahwa Tuhan 
yang mewajibkan atas kamu untuk menyampaikan Al-Our'an yang 
diturunkan kepadamu, kelak Dia akan menanyakan hal tersebut pada hari 
kiamat. 

Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah 
diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan 
menanyai (pula) rasul-rasul {Kami). (Al-A'raf: 6) 



ir-'**' --^>Jto 



tt&Qtifr&& 



Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua 
tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu- (Al-Hijr: 92-93) 

(Ingatlah) hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu 
Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaum kalian 

kampungsannah. org 



tafsir Ibnu Kasir 23 7 

terhadap (seman) kalian?" Para rasul menjawab, "Tidak ada 
pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah ywig 
mengetahui perkara yang gaib" (Al-Maidah: 109) 

Adapun firman Allah Swt.; 

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum- 
hukum) Al-Qur'an benar-benar akan mengembalikan kamu ke 
tempat kembali (Al-Qasas: 85) 

Maksudnya, sesungguhnya Tuhan yang telah mewajibkan alas kamu untuk 
menyampaikan Al-Qur'an benar-benar akan mengembalikan kamu 
kepada-Nya. Dia akan mengembalikan kamu pada hari kiamat dan akan 
menanyai kamu tentang penyampaian apa yang telah diwajibkan atas 
dirimu, Demikianlah menurut salah satu pendapat yang ada, dan pendapat 
ini menyampaikan alasan yang cukup baik. 

An-Nahl, ayat 90 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat 
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari 
perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi 
pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran. 

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia memerintahkan kepada hamba- 
hamba-Nya untuk berlaku adil, yakni pertengahan dan seimbang. Dan 
Allah memerintahkan untuk berbuat kebajikan, seperti yang disebutkan 
oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu: 



kampungsannah. org 



238 Juz 14 — An-Nahl 

Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan 
balasan yang sama dengan s iksaan yang ditimpakan kepada kalian. 
Akan tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih 
baik bagi orang-orang yang sabar. (An-Nahl: 1 26) 

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka 
barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pai talanya atas 
(tanggungan ) Allah. (Asy-Syura: 40) 

dan luka-/uka(p\n\) ada qisasnya Barang siajm yang melepaskan 
(hak qisas )/n,tt, maka melepaskan hak ttu (menjadi) penebus dosa 
baginya. (Al-Maidah: 45) 

Dan ayat-ayat lainnya yang menunjukkan perintah berbuat adil serta 
anjuran berbuat kebajikan. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan makna ftrman-Nya: 

Sesuuggufmya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil. (An-Nahl: 90) 

Yakni mengucapkan persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Lain 
pula dengan Sufyan ibnu Uyaynah, ia mengatakan bahwa istilah adil dalam 
ayat ini ialah sikap pertengahan antara lahir dan batin bagi setiap orang 
yang mengamalkan suatu amal karena Allah Swt. Al-Uisan artinya ialah 
'bilamana hatinya lebih baik daripada lahiriahnya'. Alfalisyti serta al- 
munkar ialah 'bila lahiriahnya lebih baik daripada hatinya'. Dan yang 
dimaksud dengan firman-Nya: 

dan memberi kepada kaum kerabat. (An-Nahl: 90) 

kampungsannah. org 



Tafsw Ibnu Kasir 239 

Yaitu hendaknya dia menganjurkan untuk bersilaturahmi, seperti 
pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

£hm batikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, 
kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan 
janganlah kalian menghambur-hamburkan (harta kalian) secara 
boros. (AMsra: 26) 

Firman Allah Swt.: 

ria/; y4//^/j melarang dari perbuatan keji dan kemungkaran. (An- 
Nahl: 90) 

Yang dimaksud dengan fahsya ialah hal-hal yang diharamkan, dan munkar 
ialah segala sesuatu yang ditampakkan dari perkara haram itu oleh 
pelakun>a. Karena itulah dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya: 

Katakanlah, "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji. 
baik yang tampak ataupun yang tersembunyi. "(Al-A'raf: 33) 

Adapun yang dimaksud dengan al-bagyu ialah permusuhan dengan 
orang lain. Di dalam sebuah hadis diterangkan: 

Tiada suatu dosa pun yang lebih berhak Allah menyegerakan 
siksaan terhadap (pe\ak\})nya di dunia ini. di samping siksaan yang 
disediakan buat pelakunya di aktnrat nanti, selain dari permusuhan 
dan memutuskan tali silaturahmi. 

kampangsannah. org 



240 Juz 14 — An-Nahl 

Firman Allah Swt.: 

Dia memberi pengajaran kepada kalian. (An-Nahl: 90) 

Yaitu melalui apa yang diperintahkannya kepada kalian agar berbuat 
kebaikan dan melarang kalian dari perbuatan yang jahat. 

fl#ar kalian dapat mengambil pelajaran. (An-Nahl: 90) 

Asy-Sya'bi telah meriwayatkan dari Basyir ibnu Nuhaik, bahwa ia pemah 
mendengar 1 bn u Mas'ud mengatakan, "Sesungguhnya ayat yang paling 
mencakup dalam Al-Qur'an adalah ayat surat An-Nahl," yaitu firman- 

Nya: 



c^iA^ttAte 



.~42&J&b$i'£& 



Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berbuat adil dan berbuat 
kebajikan (An-Nahl: 90), hingga akhir ayat. 

Demikianlah menurut riwayat lbnu Jarir. 

Sa'id ibnu Qatadab telah mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 



*M»~42&£%Ai4lt 



Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berbuat adil dan berbuat 
kebajikan. (An-Nahl: 90), hingga akhir ayat. 

Bahwa tiada suatu akhlak baik pun yang dahulu dilakukan oleh orang- 
orang Jahiliah dan mereka memandangnya sebagai perbuatan yang baik, 
melainkan Allah Swt. menganjurkannya. Dan tiada suatu akhlak buruk 
pun yang dahulu mereka pandang sebagai suatu kcaiban di antara sesama 
mereka melainkan Allah melarangnya. Yang paling diprioritaskan ialah, 
sesungguhnya Allah melarang akhlak yang buruk dan yang tercela. Karena 
itulah — menurut kami — di dalam sebuah hadis disebutkan: 

kampangsannah. org 



Tafeir Ibnu Kasir 241 

Sesungguhnya Allah menyukai akhlak-akhlak yang tinggi dan benci 
terhadap akhlak-akhlak yang rendah. 

Al-Hafiz Abu Ya'la dalam kitab Ma rifatus Sahabah mengatakan, telah 
menceritakan kepada kami Abu Bakar Muhammad ibnul Fath Al-Hambali, 
telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Muhammad maula (pelayan) 
Bani I lasyim, telah menceritakan kepada kami Al-I lasan ibnu Daud Al- 
Munkadiri. telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ali Al-Maqdami, 
dari Ali ibnu Abdul Malik ibnu Umair, dari ayahnya yang mengatakan 
bahwa Aksam ibnu Saifi sampai di tempat Nabi Saw. biasa keluar, maka 
dia bermaksud datang langsung menemui Nabi Saw. tetapi kaumnya 
tidak membiarkannya berbuat begitu. Mereka berkata, "Engkau adalah 
pemimpin kami, tidaklah pantas bila engkau datang sendiri kepadanya." 

Aksam ibnu Saifi berkata, "Kalau begitu, carilah seseorang yang 
menjadi perantara untuk menyampaikan dariku dan seseorang perantara 
untuk menyampaikan darinya." Maka ditugaskanlah dua orang lelaki, 
lalu keduanya datang menghadap kepada Nabi Saw. dan berkata, "Kami 
berdua adalah utusan Aksam ibnu Saifi, dia ingin bertanya kepadamu, 
siapakah kamu dan apakah kedudukanmu?" 

Nabi Saw. bersabda, "Aku adalah Muhammad ibnu Abdullah. 
Adapun kedudukanku adalah Abdullah (hamba Allah) dan Rasulullah 
(utusan Allah)." 

Kemudian Nabi Saw. membacakan kepada mereka ayat ini, yaitu 
firman-Nya: 



<= i- - J->ciOl^ 



- g£$d£fejfe&i$ 



Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat 
kebajikan. (An-Nahl: 90), hingga akhir ayat 

Mereka berkata, "Ulangilah kalimat itu kepada kami." Maka Nabi Saw. 
mengulang-ulang sabdanya kepada mereka hingga mereka hafal. 

Setelah itu keduanya datang menghadap kepada Aksam ibnu Saifi 
dan mengatakan, "Dia menolak, tidak mau meninggikan nasabnya. Ketika 
kami tanyakan kepada orang lain tentang nasabnya, ternyata kami jumpai 

kampangsunnah. org 



242 juz u — Ar-Nahl 



dia (Nabi Savv.) bersih nasabnya (tinggi), dan dimuliakan di kalangan 
Mudar. Sesungguhnya dia telah melontarkan kepada kami kalimat- 
kalimat yang pernah kami dengar." 

Selelah Aksam mendengar kalimat-kalimat tersebut, ia mengatakan, 
"Sesungguhnya saya melihat dia adalah orang yang memerintahkan 
kepada akhlak-akhlak yang mulia dan melarang akhlak-akhlak yang buruk. 
Maka jadilah kalian semua dalam urusan ini sebagai pemimpin-pemimpin 
dan janganlah kalian menjadi pengekor-pengekor." 

Disebutkan di dalam hadis yang berpredikat hasati sehubungan 
dengan penyebab turunnya ayat ini, diriwayatkan oleh Imam Ahmad. 
Disebutkan bahwa lelah menceritakan kepada kami Abun Nadr, telah 
menceritakan kepada kami Abdul Hamid, lelah menceritakan kepada 
kami Syahr, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Abbas yang 
mengatakan bahwa ketika Rasulullah Saw. berada di halaman rumahnya sedang 
duduk-duduk, tiba-tiba lewatlah Usman ibnu Maz'un (yang tuna netra). 
Lalu Usman ibnu Maz'un tersenyum kepada Rasulullah Saw., dan 
Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, "Mengapa engkau tidak duduk 
(bersamaku)? 1 ' Usman ibnu Maz'un menjawab, "Baiklah." 

Maka duduklah Usman ibnu Maz'un berhadapan dengan Rasulullah 
Saw. Ketika Rasulullah Saw. sedang berbincang-bincang dengannya, 
tiba-tiba Rasulullah Saw. menatapkan pandangan matanya ke arah langit, 
lalu memandang ke arah langit sesaat, setelah itu beliau menurunkan 
pandangan matanya ke arah sebelah kanannya, dan saat itu juga 
Rasulullah Saw. beralih duduk ke tempat yang tadi dipandang oleh 
matanya, sedangkan teman duduknya (yaitu Usman ibnu Maz'un) 
ditinggalkannya. Setelah itu Rasulullah Saw. menundukkan kepalanya, 
seakan-akan sedang mencerna apa yang diucapkan kepadanya, sementara 
itu Ibnu Maz'un terus mengamatinya (dengan indera perasanya). 

Sesudah keperluannya selesai dan memahami apa yang diucapkan 
kepadanya, maka Rasulullah Saw. kembali menatapkan pandangannya 
ke arah langit, sebagaimana tatapannya yang pertama kali tadi. Nabi Saw. 
menatapkan pandangan matanya ke arah langit seakan-akan mengikuti 
kepergian (malaikat) hingga malaikat itu tidak kelihatan tertutup oleh 
langit. 

Kemudian Rasulullah Saw. menghadap kepada Usman di tempat 
duduknya yang semula tadi. Maka Usman ibnu Maz'un bertanya, "Hai 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasn 243 

Muhammad, selama saya duduk denganmu saya belum pernah melihat- 
mu melakukan perbuatan seperti yang kamu lakukan siang hari ini." 
Rasulullah Saw. balik bertanya, "Apa sajakah yang kamu lihat aku me- 
lakukannya?" Usman ibnu Maz'un berkata. "Saya lihat engkau mena- 
tapkan pandanganmu ke arah langit, kemudian kamu turunkan pandangan 
matamu ke suatu tempat di sebelah kananmu, lalu kamu pindah ke tempat 
itu seraya meninggalkan diriku. Setelah itu engkau menundukkan kepala 
seakan-akan sedang menerima sesuatu yang diucapkan kepadamu." 
Rasulullah Saw. bertanya, "Apakah kamu (yang tuna nelra)dapat melihat 
lial tersebut?" Usman ibnu Maz'un menjawab. "Ya." 

Rasulullah Saw. bersabda, "Aku baru saja kedatangan utusan Allah 
saat kamu sedang duduk." Usman Ibnu Maz'un bertanya, "Utusan Allah?" 
Rasulullah Saw. menjawab, "Ya." 

Usman ibnu Maz'un bertanya, "Apa sajakah yang dia sampaikan 
kepadamu?" Rasulullah Saw. bersabda membacakan firman-Nya: 



v -_j^J 



»3- 



•■ 4Z$t££fc$t4i$t 



Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat 
kebajikan. (An-Nahl: 90), hingga akhir ayat. 

Usman ibnu Maz'un mengatakan, "Yang demikian itu terjadi di saat iman- 
ku telah mantap dalam hatiku dan aku mulai mencintai Muhammad Saw." 

Sanad hadis ini cukup baik, mutiasil lagi hasan, telah disebutkan di 
dalamnya sima'i secara mutiasil. Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya 
melalui hadis Abdul I lamid ibnu Bahram secara ringkas. 

Hadis lain mengenai hal tersebut berasal dari Usman ibnu Abui As 
As-Saqafi. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Harim, dari Lais, 
dari Syahr ibnu Hausyab, dari Usman ibnu Abui As yang mengatakan, 
"Dahulu saya pernah duduk di hadapan Rasulullah Saw., tetapi tiba-tiba 
Rasulullah Saw. menatapkan pandangan matanya (ke arah langit). Setelah 
itu Rasulullah Saw. bersabda, 'Jibril bani datang kepadaku, dan me- 
merintahkan kepadaku agar meletakkan ayat berikut pada suatu tempat 
dari surat (An-Nahl) ini/ yaitu firman-Nya: 

kampungwnnah. org 



2*14 Juz 14 — An-NahI 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat 
kebajikan. (An-NahI: 90), hingga akhir ayat." 

Sanad hadis ini lidak ada celanya, dan barangkali hadis ini yang ada 
pada Syahr ibnu Hausyah diriwayatkan melalui dua jalur. 

An-NahI, ayat 91-92 



'Vs*'- 



Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji, dan 
janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kal ian ) itu sesudah 
meneguhkannya, sedangkan kalian lelah menjadikan Allah sebagai 
saksi kalian (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah 
mengetahui apa yang kalian perbuat. Dan janganlah kalian seperti 
seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah 
dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali, kalian 
menjadikan sumpah (perjanjian) kalian sebagai alat penipu di antara 
kalian, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak 
jumlahnya daripada golongan yang lain. Sesungguhnya Allah 
hanya menguji kalian dengan hal itu. Dan sesunggidmya di hari 
kiamat akan dijelaskan-Nya kepada kalian apa yang dahulu kalian 
perselisihkan itu. 

Apa yang disebutkan dalam ayat di atas mengandung perintah Allah, 
antara lain menepati janji, ikrar, serta memelihara sumpah yang telah 
dikukuhkan. Untuk itulah Allah Swt. berfirman: 

kampangsannah. org 



Tatsir jbOU Kas» 245 

dan janganlah kaitan membatalkan sumpah-sumpah (kalian) 
itu sesudah meneguhkannya. (An-NahI: 91) 

Tiada kontradiksi antara apa yang disebutkan oleh ayat ini dan apa yang 
disebutkan dalam firman-Nya: 

Janganlah kalian jadikan (nama) Allah dalam sumpah kalian 
sebagai penghalang. (Al-Baqarah: 224). hingga akhir ayat. 



Al : o oi>Ov=- 



Yang demikian itu adalah kifarat sumpah-sumpah kalian bila kalian 
bersumpah (dan kalian langgar). Dan jagalah sumpah kalian. 
(Al-Maidah: 89) 

Dengan kata lain, janganlah kalian meninggalkan sumpah tanpa membayar 
kifaratnya. Tidak ada pertentangan pula dengan sabda Nabi Saw. yang 
disebutkan di dalam kitab Sahihain, yaitu: 

Sesungguhnya aku. demi A Hak jika A I /ah menghendaki, tidak sekali- 
kali aku bersumpah, lalu aku melihat bahwa ada hal yang lebih 
baik dari sumpahku itu, melainkan aku akan mengerjakan hal yang 
kupandang lebih baik, lalu aku bertahallul dari sumpahku. Dalam 
riwayat lain disebutkan, lalu aku bayar kifarat sumpahku. 

Pada garis besarnya tidak ada pertentangan di antara semua dalil di atas 
dengan ayat yang disebutkan dalam surai ini, yaitu firman-Nya: 

kompungwnnah. org 



246 Juz 14 — An-NaN 

dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu 
sesudah meneguhkannya. (An-Nahl: 9l) 

Karena sesungguhnya yang dimaksud dengan istilah aimim (sumpah- 
sumpah) ini termasuk ke dalam pengertian janji-janji dan ikatan-ikatan, 
bukan hanya sekadar sumpah-sumpah yang diutarakan untuk mengerjakan 
sesuatu atau meninggalkannya. Karena itulah Mujahid mengatakan 
sehubungan dengan makna firman-Nya: • 



:<{\ %£*&£ 






dan jangan/ah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu 
sesudah mengukuhkannya. (An-Nahl: 91) 

Yakni sumpah, jelasnya sumpah pakta Jahiliah. Pendapat ini didukung 
oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan 
bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad (ibnu 
Abu Syaibah), lelah menceritakan kepada kami Ibnu Namir dan Abu 
Usamah, dari Zakaria (yakni lonu Abu Zaidah), dari Sa'd ibnu Ibrahim, 
dari ayahnya, dari Jubair ibnu Mut'im yang mengatakan bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

Tiada sumpah sepakta dalam Islam; dan sumpah sepakta mana 
pun yang terjadi di zaman Jahiliah, maka sesungguhnya Islam tidak 
menambahkan kepadanya melainkan menambah kekukufiannya. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Ibnu Abu 
Syaibah dengan sanad yang sama. Makna hadis menunjukkan bahwa 
dengan keberadaan agama Islam tidak diperlukan lagi adanya sumpah 
pakta yang biasa dilakukan di masa Jahiliah; karena sesungguhnya dengan 
berpegang kepada agama Islam sudah merupakan kecukupan untuk tujuan 
itu tanpa memerlukan lagi apa yang dahulu biasa mereka lakukan (di 
masa Jahiliah). 

kampungsannah. org 



Tals» Ibnu Kasir 247 

Adapun apa yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Asim 
Al-Ahwal, dari Anas r.a., yang mengatakan: 

Rasulullah Saw. pernah mengikat sumpah pakta di antara kaum 
Muhajirin dan kaum Ansar di kampung halaman kami. 

Makna yang dimaksud dari hadis ini ialah, Rasulullah Saw. memper- 
saudarakan di antara sesama mereka menjadi saudara-saudara angkat. 
Dahulu setelah adanya pakta ini mereka saling mevvaris di antara 
sesamanya, hingga Allah menghapusnya. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad 
ibnu Imarah Al-Asadi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu 
Musa, telah menceritakan kepada kami Abu La i la, dari Ruraidah 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji. 
(An-Nahl:91) 

Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan berbaiat (menyalakan janji 
setia) kepada Nabi Saw. Tersebutlah bahwa oraiig yang masuk Islam 
berbaiat kepada Nabi Saw . untuk menolong Islam. Lalu turunlah firman- 
Nya: 

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji. 
(An-Nahl:9l) 

Yakni janji setia yang kalian baiatkan untuk menolong Islam ini. 

kampangsannah.org 



248 Ju7 14 — An-Nahl 

dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu 
sesudah meneguhkannya. (An-Nahl: 91 ) 

Artinya, janganlah sekali-kali kenyataan minoritas pengikut Nabi 
Muhammad dan mayoritas kaum musyrik mendorong kalian 
membatalkan baiat yang telah kalian ikrarkan untuk membela Islam. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, 
telah menceritakan kepada kami Sakhr ibnu Juwairiyah, dari Nafi* yang 
mengatakan bahwa tatkala orang-orang (kaum muslim) memecat Yazid 
ibnu Mu'awiyah, Ibnu Umar mengumpulkan semua anaknya dan 
keluarganya, kemudian ia membaca syahadat, lalu berkata, "Amma 
ba'du, sesungguhnya kita telah membaiat lelaki ini (yakni Yazid) dengan 
baiat Allah dan Rastil-Nya, dan sesungguhnya aku pernah mendengar 
Rasulullah Saw. bersabda: 

$g ****** 4f**4S ^S'*- 

'Sesungguhnya bagi seorang pengkhianat itu akan dipancangkan 
untuknya sebuah panji nanti di hari kiamat, lalu dikatakan bahwa 
panji ini adalah panji pengkhianatan si Fulan. Dan sesungguhnya 
pengkhianatan yang paling besar —terkecuali terhadap perbuatan 
mempersekutukan Allah— ialah bila seseorang lelaki membaiat 
lelaki yang lain dengan baiat Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia 
mengkhianati baiatnya Qto\y\ setianya).' 

Maka janganlah sekali-kali ada seseorang di antara kalian mencabut 
kembali baiatnya, dan janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian 
menyimpang dalam urusan ini, maka hal itu akan menjadi pemisah antara 
aku dan dia." Sebagian dari hadis ini yang berpredikat marfu\ ada di 

dalam kitab Sahihain. 



kampangsunnah. org 




lalsir Ibnu KBSir 249 

Imam Ahmad mengatakan -telah menceritakan kepada kami Yazid, 
lelah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Abdur Rahman ibnu Abis, 
dari ayahnya, dari Hu/aifah yang mengatakan bahwa ia lelah mendengar 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Barang siapa mensyaratkan bagi saudaranya sualu syarat dengan 
niat tidak akan memenuhi syarat itu kepada saudaranya, maka 
keadaannya sama dengan orang yang menjerumuskan orang yang 
dilindunginya ke dalam keadaan tanpa perlindungan. 

Firman Allah Swt.: 

******* $2®Z$hM 

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat. 
(An-Nahl:91) 

Ayat ini mengandung makna ancaman dan peringatan terhadap orang 
yang membatalkan sumpahnya sesudah mengukuhkannya. 
Firman Allah Swt.: 

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang meng- 
uraikan benangnya sesudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai- 
berai kembali. (An-Nahl: 92) 

Abdullah ibnu Kasir dan As-Saddi mengatakan bahwa wanita itu adalah 
seorang wanita yang kurang akalnya, ia tinggal di Mckah di masa silam. 
Apabila telah memintal sesuatu, ia menguraikannya kembali sesudah 
kuat pintalannya. 

Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan, hal ini merupakan 
perumpamaan bagi orang yang membatalkan sumpahnya sesudah 
mengukuhkannya. Pendapat ini lebih kuat dan lebih jelas, tanpa 

kampungsannah. org 



250 Juz 14 — An-Nahl 

memandang apakah di Mekali ada wanita yang menguraikan pinta larinya 
itu ataukah tidak. 
Firman-Nya: 

menjadi cerai- berai kembal 'i. (An-Nahl: 92) 

Dapal diartikan bahwa lafaz ankasa ini adalah isim masdar* artinya 
'wanita itu menguraikan kembali pintalannya menjadi ccrai-bcrai'. Dapat 
pula diartikan sebagai badai dari khabar kano, yakni 'janganlah kalian 
menjadi orang yang gemar melanggar sumpahnya', bentuk jamak dari 
naksun berasal dari nakisun. Karena itulah dalam firman selanjutnya 
disebutkan: 



m&&>&^& 



kalian menjadikan sumpah (perjanjian) kalian sebagai alat penipu 
di antara kalian. (An-Nahl: 92) 



Yakni makar dan tipu muslihat. 






. . . . i* 



disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak dari golongan 
yang lain. (An-Nahl: 92) 

Artinya, kalian mau berpakta dengan orang lain bila mereka lebih banyak 
jumlahnya daripada jumlah kalian demi ketenangan kalian. Tetapi bila 
kalian mempunyai kesempatan untuk berkhianat, maka kalian berkhianat 
terhadap mereka. Karenanya Allah Swt. melarang sikap tersebut, sebagai 
gambaran pihak yang sedikit terhadap pihak yang lebih banyak. Bilamana 
dalam keadaan demikian Allah Swt. melarangnya, maka terlebih lagi 
bila disertai dengan kemampuan dan kekuatan (untuk berbuat khianat), 
tentunya lebih dilarang. 

Dalam surat Al-Anf al telah kami ceritakan kisah Mu'awiyah, ketika 
terjadi perjanjian gencatan senjata antara dia dengan Raja Romawi. 
Manakala perjanjian gencatan senjata itu hampir habis; Mu'awiyah 

kampungsunnah. org 



Tafsrt Ibnu Kasir 251 

berangkai bersama pasukannya menyerang mereka. Dan lepat di saat 
habisnya masa gencatan senjata, Mu'awiyah telah berada di dekat negeri 
mereka, maka Mu 'awiyah langsung menyerang mereka tanpa menyadari 
bahwa Mu'awiyahlah pihak yang menyerang (yang memulai dahulu). 
Maka berkatalah Amr ibnu Anbasah kepadanya, "Allah Mahabesar, hai 
Mu'awiyah. Tepatilah perjanjianmu, janganlah kamu berbuat khianat! 
Karena aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 

'Barang siapa yang antara dia dan suatu kaum terdapat suatu 
perjanjian, maka janganlah dia melepaskan ikatannya sebelum 
habis masa berlakunya '. " 

Maka Mu'awiyah r.a. surut mundur dan pulang bersama pasukannya. 
Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

•K 



«**«i* #&*&>%& 3 



disebabkan adanya suatu golongan yang lebih banyak daripada 
golongan yang lain. (An-Nahl: 92) 

Arba artinya lebih banyak, yakni lebih kuat. Mujahid mengatakan, dahulu 
di masa Jahiliah mereka biasa mengadakan perjanjian pakta di antara 
sesama mereka. Bilamana suatu golongan menjumpai golongan lain yang 
lebih banyak jumlahnya daripada diri mereka serta lebih kuat, maka 
dirusaknyalah perjanjian pakta yang ada. lalu mereka mengadakan 
perjanjian pakta yang baru dengan golongan yang lebih kuat itu. Maka 
dilaranglah mereka dari perbuatan seperti itu. Ad-Dahhak, Qatadah, dan 
Ibnu Zaid telah mengatakan hal yang semisal. 
Firman Allah Swt.; 

Sesungguhnya Allah hanya menguji kalian dengan hal itu 
(An-Nahl: 92) 

kampungsunnah. org 



252 Juz 14 — An-Nahi 

Sa'id ibnu Jubair mengatakan, makna yang dimaksud ialah Allah menguji 
mereka dengan adanya golongan yang lebih banyak. Demikianlah 
menurut riwayat Ibnu Abu I lalim. 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa Allah sengaja menguji kalian melalui 
perintah-Nya yang menganjurkan agar kalian memenuhi janji kalian. 



Sf «J^J 



i^- 






Dtff? sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepada 
kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan. (An-Nahi: 92) 

Kemudian Allah akan memberikan balasan kepada setiap orang yang 
beramal sesuai dengan baik buruk amalnya. 

An-Nahi, ayat 93-96 

*X"C t ' (\ *''X« »1 'a • 'i ><*! €$< \'-&\ jK""' &\X& <\' 

OjS» ^&^ ^3 vcl»j' r jjJg^ S j j ^j^^ut-Gft--^ 

/Jot/ Ao/oi* /!//#// menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian satu 
umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yangdikehendaki-Nya 
dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya. Dan 
sesungguhnya kalian akan ditanya tentang apa yang telah kalian 
kerjakan. Dan janganlah kalian jadikan sumpah-sumpah kalian 
sebagai alat penipu di antara kalian, yang menyebabkan tergelincir 
kaki (kalian) sesudah kokoh tegaknya, dan kalian rasakan 
kemelaratan (di dunia) karena kalian menghalangi (manusia) dari 
jalan Allah; dan bagi kalian azab yang besar. Dan janganlah kalian 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 253 

tukar perjanjian kalian dengan Allah dengan harga yang sedikit 
(murali), sesungguhnya apa yang ada di sis i Allah itulah yang lebih 
haik bagi kalian jika kalian mengetahui Apa yang di sisi kalian 
akan lenyap, dan apa yang ada di stsi Allah adalah kekal Dan 
sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang 
yang sabar dengan paha/a yang lebih baik daripada apa yang 
telah mereka kerjakan. 

Firman Allah Swl.: 

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian 
(hai manusia) satu umat saja. (An-Nahl: 93) 

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya: 

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua 
orang yang di muka bumi seluruhnya. (Yunus: 99) 

Yakni niscaya-Dia benar-benar merukunkan di antara sesama kal ian dan 
tentulah Dia tidak akan menjadikan perselisihan, permusuhan, dan 
perdebatan di antara kalian. Dalam ayal yang lain disebutkan pula: 



jS&Mg**' 



MH -HA:j>*>^ ^SAX><^A3uJJ **tyj 



Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia 
umat yang satu. tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, 
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk 
itulah Allah tnenciptakan mereka. (Hud: 118-119) 

I ial yang semakna dikatakan oleh firman-Nya dalam ayat ini, yaitu: 



kampungwnnah. org 



254 Juz 14 — ArvNahl 

tetapi Allah menyesalkan siapa yangdikehendaki-Nya dan memberi 
petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (An-Nahl: 93) 

Kemudian Dia akan meminia pertanggungjawaban dari kalian kelak di 
hari kiamat tentang semua amal perbuatan kalian, lalu Dia akan 
m cm bal askan nya terhadap kalian, baik yang besar, yang pertengahan, 
maupun yang terkecil, tanpa ada yang terlewatkan. 

Selanjutnya Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya, bahwa 
janganlah seseorang menjadikan sumpahnya sebagai sarana untuk 
menipu dan makar, agar kakinya tidak tergelincir sesudah kokoh. Hal 
ini merupakan perumpamaan bagi orang yang tadinya berada pada jalan 
yang lurus, lalu menyimpang dan tergelincir dari jaian petunjuk 
disebabkan sumpah yang dilanggarnya dan berakibat terhalangnya jalan 
Allah. Dikatakan demikian karena orang kafir itu apabila melihat ada 
orang mukmin yang bersumpah menjamin keselamatannya, kemudian 
ternyata orang mukmin itu melanggar sumpahnya, maka tiada 
kepercayaan lagi bagi si kafir terhadap agama si mukmin. Sebagai 
akibatnya, maka si kafir itu merasa anti pati untuk masuk Islam. Karena 
itulah maka disebutkan di dalam firman-Nya: 

dan kalian rasakan kemelaratan (di dunia) karena kalian 
menghalangi (manusia) dari jalan Allah: dan bagi kalian azab yang 
besar. (An-Nahl: 94) 

Kemudian dalam ayat selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya: 

Dan janganlah kalian tukar perjanjian kalian dengan Allah 
dengan harga yang sedikit (murah). (An-Nahl: 95) 

Maksudnya, janganlah kalian menukar iman kepada Allah dengan harta 
benda duniawi dan perhiasannya, karena sesungguhnya harta duniawi 
itu sedikit. Dan sekiranya diberikan dunia berikut isinya kepada 
seseorang, tentulah pahala yang ada di sisi Allah lebih baik baginya. 
Yakni balasan Allah dan pahala-Nya adalah lebih baik bagi orang yang 
berharap kepada Allah, beriman kepada-Nya, memohon kepada-Nya, 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kas.r 255 

dan memelihara janjinya dengan Allah karena mengharapkan pahala 
yang dijanjikan-Nya. Karena itulah dalam ayal selanjutnya disebutkan: 



t=. q*l- 10 : t>*t^JU> 



.&&£ -&&&&$ 



jika kalian mengetahui. Apa yang di sisi kalian akan lenyap. 
(An-Nahl: 95-96) 

Yaitu akan habis dan lenyap, karena sesungguhnya hal itu mempunyai 
batas waktu yang tertentu dan ada masa habisnya. 

dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (An-Nahl: 96) 

Pahala Allah untuk kalian di surga nanti kekal, tiada habis-habisnya dan 
tiada putus-putusnya, karena sesungguhnya pahala di surga itu bersifat 
kekal, tidak berubah, dan tidak akan lenyap. 



e.-**J»*3to 



^&X.^ r )&t^GM& 



Dan sesitnggufmya Kami akan memberi balasan kepada orang- 
orang yang sabar dengan pahala yang lebih haik daripada apa 
yang telah mereka kerjakan. (An-Nahl: 96) 

Ungkapan sumpah dari Allah yang diperkuat dengan memakai huruf 
tam mengandung makna bahwa sesungguhnya Dia akan memberikan 
balasan kepada orang-orang yang penyabar dengan pahala yang lebih 
baik daripada amal perbuatan mereka, yakni selain itu Allah memaafkan 
keburukan-keburukan amal perbuatan mereka. 

An-Nahl, ayat 97 

kampangsannah. org 



256 Ju* t4 — An-Nahl 

Barang Siapa yang mengerjakan amal saleh - baik laki-laki maupun 
perempuan — dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan 
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. dan sesungguhnya 
akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih 
baik daripada apa yang telah mereka kerjakan. 

Janji Allah ini ditujukan kepada orang yang beramal saleh. Yang 
dimaksud dengan amal saleh ialah amal perbuatan yang mengikuti 
petunjuk Kilahullah dan Sunnah Nabi-Nya, baik dia laki-laki ataupun 
perempuan dari kalangan anak Adam, sedangkan hatinya dalam keadaan 
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan bahwa amal yang dilakukan- 
nya itu merupakan amat yang diperintahkan serta dlsyariatkan dari sisi 
Allah. Maka Allah berjanji akan memberinya kehidupan yang baik di 
dunia, dan akan memberinya pahala yang jauh lebih baik daripada 
amalnya kelak di akhirat. 

Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung 
semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan 
dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya 
dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik. 

Dari Ali ibnu AbuTalib, disebutkan bahwa dia menafsirkannya 
dengan pengertian al-qana'ah (puas dengan apa yang diberikan 
kepadanya). Hal yang sama lelah dikatakan oleh Ibnu Abbas. lkrimah, 
dan Wahb ibnu Munabbih. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa 
makna yang dimaksud ialah kebahagiaan. Al-Hasan, Mujahid, dan 
Qatadah mengatakan. "Tiada suatu kehidupan pun yang dapat 
menyenangkan seseorang kecuali kehidupan di dalam surga." 

Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah rezeki yang 
halal dan kemampuan beribadah dalam kehidupan di dunia. Ad-Dahhak 
mengatakan pula bahwa yang dimaksud ialah mengamalkan ketaatan, 
dan hati merasa lega dalam mengerjakannya. 

Tetapi pendapat yang benar tentang makna kehidupan yang baik 
ini menyatakan bahwa pengertian kehidupan yang baik mencakup semua 
yang telah disebutkan di atas. Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh 
Imam Ahmad disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami 
Abdullah ibnu Yazid. telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu 



kampangsannah. org 



Tafsu Ibnu Kasir 257 

Ayyub, lelah menceritakan kepadaku Syurahbil ibnu Syarik. dari Ahu 
Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Umar. bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 



Sesungguhnya beruntunglah orang yang lelah masuk Islam dan 
diberi rezeki secukupnya serta Allah menganugerahkan kepadanya 
sifat qana 'ah terhadap apa yang diberikan kepadanya 

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Yazid Al- 
Muqri dengan sanad yang sama. 

Imam Turmuzi dan Imam Nasai lelah meriwayatkan melalui hadis 
Ummu Hani\ dari Abu Ali Al-Juhani, dari Kudalah ibnu Ubaid yang 
menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: 



.**-> 



<"<. 



•^e 



Sesungguhnya beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada 
Islam, sedangkan rezekinya secukupnya dan ia menerimatrya dengan 
penuh rasa syukur. 

Imam Turmuzi mengatakan, hadis ini berpredikat sahih. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Hammam, dari Yahya, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang 
menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



4%&Wj% JC2^jS^ft»l5» 




kampangsunnah.org 



258 Juz 14 — An-NaW 

Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya orang mukmin dalam 
suatu kebaikan pun yang Dia berikan kepadat\ya di dunia dan Dia 
berikan paluilanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia diberi 
balasan di dunia karena kebaikan-kebaikannya, hingga manakala 
ia sampai di akhirat, tiada suatu kebaikan pun yang tersisa bagitiya 
yang dapat diberikan kepadanya sebagai balasan kebaikan. 

Hadis ini diketengahkan secara munfarid oleh Imam Muslim. 
An-Nahl, ayat 98-100 

Apabila kalian membaca Al-Qur'an. hendaklah kalian meminta 
perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya 
setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman 
dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesunggu/m}xi kekuasaannya 
(setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi 
pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan 
Allah 

Perintah ini dari Allah, ditujukan kepada hamba-hamba-Nya melalui 
lisan Nabi-Nya; bahwa apabila mereka hendak membaca Al-Qur'an, 
terlebih dahulu hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari 
godaan setan yang terkutuk. Perintah ini adalah perintah sunat, bukan 
perintah wajib, menurut kesepakatan ulama yang diriwayatkan oleh Abu 
Ja'far ibnu Jarir dan lain-laimna dari kalangan para imam. Dalam 
pembahasan isti 'azali dalam permulaan tafsir ini telah disebutkan 
sejumlah hadis yang menerangkan tentang isti 'SzoJi secara panjang lebar. 
Makna membaca isii'azah pada permulaan membaca Al-Qur'an 
dimaksudkan agar si pembaca tidak mengalami kekeliruan dalam 
bacaannya yang berakibat campur aduk bacaannya sehingga ia tidak 
dapat merenungkan dan memikirkan makna apa yang dibacanya. Untuk 

kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 2>9 

itulah jumhur ulama berpendapat bahwa bacaan isti'a'zah itu hanya 
dilakukan sebelum bacaan Al-Qur'an. Akan tetapi, telah diriwayatkan 
dari Hamzah dan Abu I lalim As-Sijistani bahwa isli'azah dilakukan 
sesudah membaca Al-Qur'an. Keduanya mengatakan ini dengan 
berdalilkan ayat di atas. Imam Nawawi di dalam Syarah Muhazzah-\\y& 
mengatakan pula hal yang semisal dari Abu I lurairah, Muhammad ibnu 
Sirin, dan Ibrahim An-Nakha'i. 

Tetapi pendapat yang sahih adalah yang pertama (yakni bacaan 
ta'awwuz dilakukan sebelum membaca Al-Qur'an), karena berdasarkan 
hadis-hadis yang menunjukkan bahwa ta'awwuz dilakukan sebelum 
membaca Al-Qur'an. 

Firman Allah Swt.: 

Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya alas orang-orang 
yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya (An-Nahl: 99) 

As-Sauri mengatakan, makna yang dimaksud ialah setan tidak 
mempunyai kekuasaan untuk dapat menjerumuskan hamba-hamba 
Allah ke dalam suatu dosa yang mereka tidak bertobat darinya. Ulama 
lainnya mengatakan bahwa makna ayat ialah setan tidak mempunyai 
kemampuan untuk menggoda mereka. Ulama lainnya lagi mengatakan, 
ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam 
ayat lain. yaitu: 

h'cuaJi hamba-hamba-Mu yang muklilis di antara mereka ( Al-I lijn 
40) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang 
yang mengambilnya jaili pemimpin. (An-Nahl: 100) 

kampangsannah.org 



260 Juz 14— An-Nahi 

Mujahid mengatakan, makna yaiawallaunahii ialah orang-orang yang 
taat kepada selan. Sedangkan yang lainnya mengatakan bahwa orang- 
orang yang menjadikan setan sebagai penolongnya, bukan Allah. 



sedangkan mereka mempersekutukannya dengan Allah (An-Nahi; 
100) 

Yakni mereka mempersekutukan setan dengan Allah dalam penyem- 
bahannya. Dapal ditakwilkan bahwa huruf ba pada ayat ini bermakna 
sababiyah, yakni 'disebabkan ketaatan mereka kepada setan, jadilah 
mereka orang-orang yang mempersekutukan Allah SwL'. Ulama lainnya 
mengatakan bahwa makna ayat ialah mereka bersekutu dengan setan 
dalam harta benda dan anak-anaknya, 

An-Nahi, ayat 101-102 



Dan apabila Kami /elakkan sualu ayal di tempat ayat yang lain 
sebagai penggantinya, padahal Allah lebih mengetahui apa yang 
diturunkan-Nya, mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah 
arang yang mengada-ada saja. " Bahkan kebanyakan mereka tiada 
mengetahui. Katakanlah, "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan 
Al-Qur'an itudari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) 
orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar 
gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." 

Allah Swt menyebutkan kelemahan akal orang-orang musyrik, rapuhnya 
pendirian, dan tipisnya keyakinan mereka; sehingga tidak tergambarkan 
mereka rnau beriman, dan sesungguhnya mereka telah dipastikan menjadi 
orang-orang yang celaka. Demikian itu apabila mereka melihat ada 

kampangsunnGh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 26 I 

perubahan hukum-hukum yang d\-tnansukh oleh hukum yang baru dari 
Allah, maka dengan spontan mereka berkata kepada Rasulullah Saw,, 
seperti yang disitir oleh ilrman-Nya: 



*=-\ 



.»k*«- J&0& 



Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja. ( An- 
Nahl: 101) 

Dengan kata lain, mereka menuduh Nabi Saw. sebagai seorang pendusta. 
Padahal sesungguhnya penggantian hukum itu hanyalah dari Allah Swt. 
belaka, Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya dan memutuskan 
menurut apa yang disukai-Nya. 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Kami gantikan suatu ayat dengan ayal yang lain. (An-Nahl: 101) 

Artinya. Kami hapus ayat yang pertama, lalu Kami turunkan ayat yang 
lain menggantikan kedudukannya. Qatadah mengatakan bahwa ayat ini 

sama artinya dengan firman Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu: 

■ 

Ayal mana saja yang Kami nasakhkan atau Kami jadikan (manusia) 
lupa kepadanya. {Al-Baqarah: 106), hingga akhir ayal. 

Maka Allah Swt. berfirman membantah mereka melalui ayat ini: 



«= \-r • J^elJl 



<9^0^&™*&$ 



Katakanlah, ' Ruhul Qudus (Jibril) men urunkan A I- Qur 'an itu dari 
Tuhanmu dengan benar. "(An-Nahl: 102) 

Yakni dengan sesungguhnya dan adil. 

kampungsunnah. org 



262 Juz 14 — An-Nahl 

untuk meneguhkan (hali) orang-orang yang telah beriman. 
(An-Nahl: 102) 

Maka pastilah mereka membenarkan ayat yang diturunkan pertama, juga 
yang diturunkan kemudian serta hali mereka tunduk patuh kepada-Nya. 

dan menjadi petunjuk serta kahar gembira bagi orang-orang yang 
berserah diri (kepada Allah). (An-Nahl: 1 02) 

Maksudnya, Allah menjadikannya sebagai petunjuk dan berita gembira 
bagi orang-orang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. 

An-Nahl, ayat 103 

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bafiwa mereka berkala, 
"Sesungguhnya Al-Qur 'an itu diajarkan oleh seorang manusia 
kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka 
tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam. 
sedangkan At-Qur 'an adalah dalam bahasa Arab yang terang. 

Allah Swt menyebutkan tentang kedustaan. buat-buatan, dan 
kebohongan orang-orang musyrik dalam tuduhan mereka terhadap Nabi 
Saw., bahwa sesungguhnya Al-Qur'an yangdibacakan oleh Muhammad 
kepada mereka tiada lain diajarkan oleh seorang manusia kepadanya. 
Lalu mereka mengisyaratkan kepada seorang lelaki 'Ajam yang ada di 
antara mereka, yaitu seorang pelayan milik salah satu puak dari kabilah 
Quraisy. Lelaki itu seorang pedagang yang menjajakan barang-barangnya 
di Safa. Adakalanya Rasulullah Saw. duduk dengannya dan berbincang- 
bincang dengannya mengenai sesuatu hal. 

Padahal orang tersebut berbahasa 'Ajam, tidak mengetahui bahasa 
Arab, atau hanya mengetahui sedikit bahasa Arab, menyangkut 

kampung wnnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 263 

keperluannya yang darurat untuk berkomunikasi. Karena itulah Allah 
membantah tuduhan tersebut melalui firman-Nya: 

Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan ( bahwa) Muhammad 
belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedangkan Al-Qur 'an adalah 
dalam bahasa Arab yang terang. (An-Nahl: 103) 

Dengan kata lain, mana mungkin Al-Qur'an yang bahasanya sangal fasih, 
be (paramasastra sangal tinggi, dan mengandung makna-makna yang 
sempurna lagi mencakup segalanya — yang menjadikannya jauh lebih 
sempurna daripada makna-makna yang terkandung di dalam semua kitab 
yang diturunkan kepada kaum Bani Israil — merupakan buah dari 
pelajaran yang diterimanya! Dan mana mungkin dia belajar dari seorang 
'Ajam(non-Arab)! Jelas hal ini tidak akan dikatakan oleh seorang yang 
berakal rendah pun. 

Muhammad ibnu lshaq di dalam kitab As-STrah mengatakan, 
"Dahulu Rasulullah Saw. — menurut berita yang sampai kepadaku — 
sering duduk di Marwah di tenda <j°"gko) seorang budak beragama 
Nasrani bernama Jabar, dia adalah seorang budak milik seseorang dari 
Banil Hadrairti." Maka Allah menurunkan firman-Nya: 

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata. 
"Sesungguhnya Al-Qur 'an itu diajarkan oleh seorang manusia 
kepadanya (Muhammad). " Padahal bahasa orang yang mereka 
tialuhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, 
sedangkan Al-Qur 'an adalalt dalam bahasa Arab yang terang. (An- 
Nahl: 103) 

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abdullah ibnu Kasir. Dari Ikrimah 
dan Qatadah, disebutkan bahwa nama budak itu Ya'isy. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu 
Muhammad Al-Tusi, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah 

kompungwnnoh. org 



264 Juz 14 — ArvNahl 

menceritakan kepada kami Ibrahim ibnuTuhman, dan Muslim ibnu 
Abdullah Al-Malai, dari Mujahid, dari ibnu Abbas yang mengatakan 
bahwa Rasulullah Saw. pernah mengajarkan kepada seorang penyanyi di 
Mekah, namanya Bal'am, padahal dia berbahasa 'Ajam. Orang-orang 
musyrik melihat Rasulullah Saw. sering mengunjunginya, lalu mereka 
mengatakan, "'Sesungguhnya dia diajari oleh Baram," Maka Allah 
menurunkan firman berikut: 

Do// sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, 
"Sesungguhnya Al-Qur 'an itu diajarkan oleh seorang manusia 
kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka 
tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa' Ajam, 
sedangkan Al-Qur an adalah dalam bahasa Arab yang terang. 
(An-Nahi:103) 

Ad-Dahhak ibnu Muzahim mengatakan bahwa budak lelaki tersebut 
adalah Salman Al-Farisi. Tetapi pendapat Ad-Dahhak ini lemah, karena 
ayat ini adalah ayal Makkiyyah, sedangkan Salman baru masuk Islam 
di Madinah. 

Ubaidillah ibnu Muslim mengatakan. "Dahulu kami mempunyai 
dua orang budak Romawi yang membaca kitab milik keduanya dengan 
bahasanya. Dan tersebutlah bahwa Nabi Saw. mampir kepada keduanya, 
lalu berdiri dan mendengarkan bacaan yang dilakukan keduanya. Maka 
orang-orang musyrik mengatakan, "Muhammad sedang belajar dari 
kedua orang itu.' Maka Allah Swt. menurunkan ayat ini." 

Az-Zuhri telah meriwayatkan dari Sa'id ibnul Musayyab yang 
mengatakan bahwa orang yang melancarkan tuduhan ini adalah seorang 
lelaki dari kalangan kaum musyrik yang pernah bertugas menjadi juru 
tulis wahyu bagi Rasulullah Saw. Tetapi dia murtad sesudah masuk Islam, 
lalu ia melancarkan tuduhan ini; semoga Allah melaknatnya. 



kampangsunnah. org 



Tafsir ibnu Kasir 265 

An-Nahl, ayat 104-105 

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beri mai f kepada ayat-ayat 
Allah (Al-Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada 
mereka dan bagi mereka azab yang pedih. Sesungguhnya yang 
mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak 
beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang 
pendusta. 

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia tidak akan memberi petunjuk kepada 
orang yang berpaling dari mengingat-Nya dan berpura-pura tidak tahu 
terhadap apa yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya, serta tidak ada niat 
dalam dirinya untuk beriman kepada apa yang disampaikan oleh Rasul- 
Nya dari sisi-Nya. Manusia yang berkarakter seperti ini tidak akan diberi 
petunjuk oleh Allah untuk beriman kepada ayat-ayat-Nya dan apa yang 
disampaikan oleh rasul-rasul-Nya di dunia. Dan bagi mereka di akhirat 
nanti ada azab yang pedih lagi sangat menyakitkan. 

Kemudian Allah Swt. menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. 
bukanlah orang yang mengada-ada, bukan pula pendusta, bahkan 
sebaliknya hanyalah makhluk yang jahatlah yang berani membuat 
kedustaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah: 

orang-orang y img tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (An-Nahl: 
104) 

dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang ateis yang terkenal 
kedustaannya di kalangan manusia. Utusan Allah — yaitu Nabi 
Muhammad Saw. — adalah orang yang paling benar, paling bertakwa, 
serta paling sempurna ilmu, pengamalan, iman. dan keyakinannya. Dia 
terkenal dengan kejujurannya di kalangan kaumnya. Tiada seorang pun 

kampangsannah. org 



266 Juz 14 — An-Nahl 

yang meragukan hal ini dari kalangan mereka, sehingga mereka 
memberinya julukan di antara sesama mereka dengan panggilan 
"Al-Amin ", 

Ketika Heraklius, Raja Romawi, bertanya kepada Abu Suryan 
tentang sifat yang dimiliki oleh Rasulullah Saw., yaitu antara lain 
Heraklius mengatakan, "Apakah kalian pernah menuduhnya sebagai 
pendusta sebelum dia mempcrmaklumatkan seruannya?" Abu Sufyan 
menjawab, "Tidak pernah." Maka Heraklius berkata, "Tidaklah logis 
bila dia meninggalkan kedustaan terhadap manusia, lalu ia pergi dan 
berbuat kedustaan terhadap Allah Svvt." 

i 
An-Nahl, ayat 106-109 

•ja£ j5j| a j &&^!&, jjjjj g & 

Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia 
mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir, 
padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), 
tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka 
kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang 
demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai 
kehidupan di dunia lebih daripada akhirat, dan bafrwasanya Allali 
tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah 
orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah 
dikunci mati oleh Allah; dan mereka itulah orang-orang yang lalai. 
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang 
merugi. 

karnpangsannoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 267 

Allah Swt menyebutkan perihal orang yang kafir sesudah beriman dan 
menyaksikan kebenaran, lalu ia melegakan dadanya untuk kekafiran dan 
merasa tenang dengan kekafirannya. Allah Swt. murka terhadap orang 
tersebut, karena ia lelah beriman, tetapi kemudian menggantikannya 
dengan kekafiran. Di hari akhirat nanti mereka akan mendapat siksa 
yang besar, disebabkan mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada 
akhirat. Sebagai buUinya ialah mereka rela murtad dari Islam demi 
memperoleh imbalan duniawi. Allah tidak memberi petunjuk kepada 
hati mereka serta tidak mengukuhkan mereka pada agama yang hak, 
karenanya hati mereka terkunci mati, dan mereka tidak dapat memikirkan 
sesuatu pun yang bermanfaat bagi diri mereka (di hari kemudian); 
pendengaran serta penglihatan mereka terkunci pula, sehingga mereka 
tidak dapat memanfaatkan secara semestinya, dan pendengaran serta 
penglihatan mereka tidak dapat memberikan suatu manfaat pun kepada 
mereka. Mereka dalam keadaan lalai akan akibat buruk yang ditakdirkan 
atas diri mereka. 

Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang 
merugi. (An-NahI: 109) 

Yakni sudah pasti dan tidak mengherankan, begitulah sifatnya, mereka 
adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya 
kelak di hari kiamat. 

Adapun mengenai makna firman-Nya: 



e=l-1s t >3tlJ 



•Ji 



^HsMi«l^ 



kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang 
dalam beriman (dia tidak berdosa). (An-Nahl: 106) 

Hal ini merupakan pengecualian, ditujukan kepada orang yang kafir 
hanya dengan lisannya saja; dan kata-katanya menuruti orang-orang 
musyrik, sebab ia dipaksa dan dalam keadaan tekanan, pukulan, dan 
penindasan, sedangkan hatinya menolak apa yang diucapkannya, serta 
dalam keadaan tetap tenang dalam beriman kepada Allah dan Rasul- 
Nya. 

kampungsannah. org 



268 



Juz 14 — An-Nahl 



Al-Aufi lelah meriwayatkan dari lbnu Abbas, bahwa ayal ini 
diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh Ammar ibnu 
Yasir di saat ia disiksa oleh orang-orang musyrik sehingga ia kafir kepada 
Nabi Muhammad Saw. la mau menuruti kemauan mereka dalam hal 
tersebut karena terpaksa. Setelah itu Ammar datang menghadap kepada 
Nabi Saw. seraya meminta maaf, maka Allah menurunkan ayat ini. Hal 
yang sama telah diriwayatkan oleh Asy-Sya'bi, Qaladah, dan Abu Malik. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul 
A'la, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saur. dari 
Ma'mar, dari Abdul Karim Al-Jazari,dari Abu Ubaidah Muhammad 
ibnu Ammar ibnu Yasir yang mengatakan bahwa orang-orang musyrik 
menangkap Ammar, lalu mereka menyiksanya sehingga Ammar terpaksa 
mau mendekati sebagian dari apa yang dikehendaki oleh mereka karena 
dalam tekanan siksaan. 

Setelah itu Ammar mengadukan perkaranya kepada Rasulullah Saw., 
dan Rasulullah Saw. bersabda. "Bagaimanakah kamu jumpai hatimu?" 
Ammar menjawab. "Tetap tenang dalam keadaan beriman." Nabi Saw. 
bersabda: 

Jika mereka kembali menyiksamu, maka lakukanlah pula hal itu. 

Imam Baihaqi telah meriwa\atkan hadis ini secara panjang lebar, lebih 
panjang daripada hadis ini; antara lain disebutkan di dalamnya bahwa 
Ammar terpaksa mencaci Nabi Saw. dan menyebut tuhan-tuhan mereka 
dengan sebutan yang baik. 

Sesudah itu Ammar datang menghadap kepada Nabi Saw. dan 
mengadukan perihal apa yang telah dilakukannya, "Wahai Rasulullah, 
saya terus-menerus disiksa hingga saya terpaksa mencacimu dan 
menyebutkan tuhan-tuhan mereka dengan sebutan yang baik." 

Nabi Saw. bertanya, "Bagaimanakah dengan hatimu?" Ammar 
menjawab bahwa hatinya tetap tenang dalam beriman. Maka Nabi Saw. 
bersabda: 

kampungsunnah. org 



<=1-1: .V^E^-H^ 



Tafsir Ibnu KaSir 269 

Jika mereka (orang-orang musyrik) kembali menyiksamu, maka 
lakukan pula hal itu. 

Sehubungan dengan peristiwa ini Allah menurunkan firman-Nya: 

kecuali orang yang dipaksa kafir, pada/ial hatinya tetap tenang 
dalam beriman (An-Nahl: 106) 

Karena itulah para ulama sepakat bahwa orang yang dipaksa untuk 
melakukan kekufuran diperbolehkan berpura-pura menuruti kemauan 
si pemaksa demi menjaga keselamatan jiwanya. Ia diperbolehkan pula 
tetap menolak, seperti apa yang pernah dilakukan oleh sahabat Bilal 
r .a.; dia menolak keinginan mereka yang memaksanya untuk kafir. 
Karena itulah mereka menyiksanya dengan berbagai macam siksaan, 
sehingga mereka meletakkan batu besar di atas dadanya di liari yang 
sangat panas. 

Mereka memerintahkan Bilal untuk musyrik (mempersekutukan 
Allah), tetapi Bilal menolak seraya mengucapkan, "Esa, Esa (yakni Allah 
Maha Esa)" 

Bilal r.a. mengatakan, "Demi Allah, seandainya saya mengetahui 
ada kalimat "y an 8 lebih membuat kalian marah, tentulah aku akan 
mengatakannya." Semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada Bilal 
dan memberin)a pahala yang memuaskannya. 

Hal yang sama dilakukan oleh Habib ibnu Zaid Al-Ansari. Ketika 
Musailamah berkala kepadanya, "Apakah kamu bersaksi bahwa 
Muhammad utusan Allah?" Habib menjawab, "Ya." Musailamah 
bertam, a, "Apakah kamu bersaksi bahwa diriku adalah utusan Allah?" 
Habib menjawab, "Saya tidak mendengar." Lalu Musailamah memotongi 
anggota tubuh Habib sedikit demi sedikit, sedangkan Habib tetap pada 
pendirian imannya. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, 
telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Ikrimah, bahwa Ali r.a. 
pernah membakar hidup-hidup sejumlah orang yang murtad dari agama 
Islam. Ketika berita itu sampai kepada Ibnu Abbas, maka Ibnu Abbas 
mengatakan, "Jika aku, maka sesungguhnya aku tidak akan menghukum 

kompangsannah. org 



270 Ju? M ~ An-Nahl 

mereka dengan membakar mereka, karena sesungguhnya Rasulullah 
Saw. lelah bersabda: 

'Janganlah kalian menyiksa dengan memakai siksaan Allah (yakni 

memakai api).' 
Sedangkan engkau perangi mereka alas dasar sabda Rasulullah Saw. 
pula yang mengatakan: 

'Barang siapa yang mengganti agamanya maka biinuhlah dia '. " 

Ketika berita ucapan Ibnu Abbas sampai kepada Ali, maka ia berkata, 
"Beruntunglah ibu Ibnu Abbas!" Imam Bukhari telah meriwayatkan hadis 
ini pula. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur 
Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Ayyub. dari 
Humaid ibnu Hilal Al-Adawi, dari Abu Burdah yang menceritakan bahwa 
Mu'az ibnu Jabal datang kepada Abu Musa di negeri Yaman, tiba-tiba 
ia menjumpai seorang lelaki sedang bersama Abu Musa. Maka Mu'az 
bertanya. "Apakah yang telah terjadi dengan orang ini?" Abu Musa 
menjawab, "Dia adalah seorang Yahudi dan masuk Islam, kemudian 
kembali memeluk agama Yahudi, sedangkan kami menginginkan agar 
dia tetap Islam sejak dia mengatakannya dua bulan yang silam.*' 

Maka sahabat Anas berkata. "Demi Allah, aku tidak akan duduk 
sebelum kamu penggal lehernya ." Maka lelaki itu dipenggal lehernya. 
Setelah itu Mu'az ibnu Jabal mengatakan bahwa Allah dan Rasul-Nya 
telah memutuskan bahwa barang siapa yang murtad dari agamanya, maka 
kalian harus membunuhnya. Atau Mu'az mengatakan: 






Barang siapa yang menggauli agamanya, maka bunuhlah dia oleh 
kalian. 



kampungsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir Z~ I 

Kisah ini yang terdapat di dalam kitab Sahihain disebutkan dengari lafaz 
yang lain 

Tetapi yang lebih afdal dan paling utama hcndakn> a seorang muslim 
tetap pada agamanya, sekalipun sikap ini akan membuatnya mati 
terbunuh. 

Al-Hafiz ibnu Asakir dalam biografi Abdullah ibnu Huzafah As- 
Sahmi — salah seorang sahabat — menceritakan bahwa Ibnu Huzafah 
ditawan oleh orang-orang (pasukan) Romawi, lalu mereka menghadap- 
kannya kepada raja mereka. Raja mereka berkata, "Masuk Nasranilah 
kamu. maka aku akan menjadikanmu sekutuku dalam kerajaanku. dan 
aku akan mengaw inkanmu dengan anak perempuanku." 

Ibnu Huzafah menjawab, "Seandainya engkau berikan kepadaku 
semua yang engkau miliki dan semua apa yang dimiliki oleh bangsa 
Arab agar aku murtad dari agama Muhammad SaW., barang sekejap 
saja saya tetap menolak." 

Raja Romawi berkata, "Kalau begitu, saya akan membunuhmu." 
Ibnu Huzafah menjawab, "Itu terserah kamu." Maka Raja Romawi 
memerintahkan agar Ibnu Huzafah disalib, dan memerintahkan parajuru 
pemanah agar memanahinya pada sasaran yang berdekatan dengan kedua 
tangan dan kedua kakinya, sedangkan si Raja Romawi itu sendiri terus 
menawarkan, kepadanya untuk menjadi seorang Nasrani. Tetapi Ibnu 
Huzafah tetap menolak. 

Kemudian Raja Romawi memerintahkan agar Ibnu Huzafah 
diturunkan dari penyalibannya, dan ia memerintahkan agar disediakan 
sebuah ketel besar — menurut riwayat lain panci tembaga yang besar — 
lalu dipanaskan. Dan didatangkan lah .seorang tawanan dari pasukan kaum 
muslim, kemudian dilemparkan ke dalam panci panas itu, sedangkan 
Ibnu Huzafah melihat kejadian itu. Tiba-tiba orang yang dimasukkan 
ke dalamnya itu tulang-tulangnya kelihatan dalam waktu lidak lama. 

Raja Romawi menawarkan kepada Ibnu Huzafah untuk masuk 
Nasrani, tetapi Ibnu Huzafah tetap menolak, maka Raja Romawi 
memerintahkan agar Ibnu Huzafah dicampakkan ke dalam panci tersebut. 
Lalu tubuhnya diangkat memakai pelontar untuk dimasukkan ke dalam 
panci yang mendidih itu. Maka menangislah Ibnu Huzafah, hal ini 
membuat Raja Romawi ingin tahu penyebabnya, lalu dia memanggilnya 
(memerintahkan agar dia diturunkan dan menghadap kepadanya). Maka 

kampungsannah. org 



272 juz id — An-Nahi 

Ibnu I luzafah berkala, "Sesungguhnya saya menangis tiada lain karena 
jiwaku hanya satu yang akan dilemparkan ke dalam panci panas ini demi 
membela agama Allah. Padahal aku menginginkan bila setiap helai 
rambut dari tubuhku memiliki jiwa yangdisiksa dengan siksaan ini demi 
membela agama Allah." 

Menurut riwayat yang lainnya. Raja Romawi memenjarakannya dan 
tidak memberinya makan dan minum selama beberapa hari. Kemudian 
dikirimkan kepadanya khamr dan daging babi, tetapi Ibnu 1 luzafah 
jangankan menjamah, mendekatinya pun tidak. 

Lalu Raja Romawi memanggilnya dan berkata, "Apakah gerangan 
yang menghalang-halangi dirimu untuk makan?" Ibnu Huzafah 
menjawab, "Ingatlah, sesungguhnya makanan tersebut sebenarnya boleh 
kumakan (karena keadaan darurat), tetapi aku tidak ingin menjadi 
penyebab kamu menertawakan diriku." 

Maka Raja Romawi mencium kepalanya dan berkata kepadanya, 
"Aku akan melepaskanmu menjadi bebas." Ibnu I luzafah berkata, "Apa 
kamu bebaskan pula bersamaku semua tawanan kaum muslim?" Raja 
Romawi menjawab, "Ya." Lalu Raja Romawi mencium kepala Ibnu 
Huzafah dan membebaskannya bersama-sama dengan semua tawanan 
kaum muslim yang ada padanya. 

Ketika Ibnu Huzafah kembali, maka Khalifah Umar ibnul Khattab 
r.a. berkata kepadanya, "Sudah sepantasnya bagi setiap muslim mencium 
kepala Abdullah ibnu Huzafah. dan sayalah orang yang memulainya." 
Umar r.a. berdiri, lalu mencium kepala Ibnu Huzafah r.a. 

An-Nahl, ayat 110-111 

Dan sesungguhnya Tuhmmu (pelindung) bagi orang-orang yang 
berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 273 

dan sabar: sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ingatlah) suatu hari (ketika) 
tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap- 
tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, 
sedangkan mereka tidak dian iaya ( d i rugi ka n ). 

Mereka adalah golongan lain yang dahulu di Mekah dalam keadaan 
lemah dan tertindas oleh kaumnya, keadaan mereka yang lemah itu 
membuat mereka terpaksa menyetujui fitnah yang menimpa mereka. 
Kemudian mereka dapat meloloskan dirinya dengan berhijrah. Mereka 
rela meninggalkan negerinya, keluarga, dan harta bendanya demi mencari 
keridaan Allah dan ampunan-Nya. 

Kemudian mereka bergabung ke dalam barisan orang-orang mukmin 
dan berjihad melawan orang-orang kafir bersama saudara-saudara seiman 
mereka, dan mereka bersabar (dalam menghadapi semua tantangan). 

Maka Allah Svvt. memberitakan bahwa Dia benar-benar Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang kepada mereka atas perbuatan 
(terpaksa menyetujui fitnah) yang telah dilakukannya kelak di hari 
mereka dikembalikan ke sisi-Nya. 

(Yaitu) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela 
dirinya sendiri. (An-Nahl: III) 

Tiada seorang pun yang membela ayahnya atau anaknya aiau saudaranya 
atau istrinya. 

dan tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah 
dikerjakannya. (An-Nahl: 111) 

apakah perbuatan baik ataukah perbuatan buruk. 



mij^t-J>=> i^iAkjf^s 



sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan). (An-Nahl: 111) 

kampungsannah. org 



274 Juz 14 — An-Nani 

Maksudnya, tiada pahala kebaikannya yang dikurangi dan liada balasan 
keburukannya yang ditambahkan, serta mereka tidak dianiaya barang 
sekecil apa pun. 






An-Nnhl, ayat 112-113 

Dan Allah lelah membuat stiatu perumpamaan (dengan) sebuah 
negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya dalang 
kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi 
(penduduk )hjw mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah 
merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, 
disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan sesungguhnya 
telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, 
tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan 
azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim. 

Apa yang disebutkan oleh kedua ayal di atas merupakan suatu 
perumpamaan yang menggambarkan keadaan penduduk Mekah. Karena 
sesungguhnya Mekah adalah kota yang aman, tenteram, dan tenang; 
sedangkan orang-orang yang tinggal di sekitarnya tinggal dalam keadaan 
tidak aman. Barang siapa yang memasuki kota Mekah, amanlah dia dan 
tidak takut lagi, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman- 
Nya: 

kampungwnnah. org 



Tafsir lbnu Kasir 275 

Dan mereka berkata, "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, 
niscaya kami akan diusir dari negeri kami. " Dan apakah Kami tidak 
meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (Tanah Suci) 
yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala 
macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagi kalian) dari 
Kami? <AI-Qasas: 57) 

Hal yang sama disebutkan pula dalam ayat berikut ini melalui firman- 

Nya: 

rezekinya datang ke/>adanya melimpah ruah (An-Nahl: 1 12) 
Yakni enak dan mudah. 

dari .segenap tempat, tetapi (penduduk)//»** mengingkari nikmat- 
nihnat Allah. (An-Nahl: 112) 

Artinya, mereka mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada 
padanya; dan yang paling besar ialah diutus-Nya Nabi Muhammad Saw. 
kepada mereka. 

Di dalam ayat lain disebutkan: 

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat 
Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah 
kebinasaan? Yaitu neraka Jahanam, mereka masuk ke dalamnya; 
dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (Ibrahim: 28-29) 

Karena itulah maka Allah mengganti kedua keadaan yang mereka peroleh 
itu dengan dua keadaan yang kebalikannya. Untuk itu Allah Swt. 
berfirman: 

kampangsunnah. org 



276 Juz 14 — An-NaW 

karena itu Allah merasakan kepatla mereka pakaian kelaparan dan 
ketakutan. (An-Nahl: 1 12) 

Yakni merasakan dan menimpakan secara menyeluruh kepada mereka 
kelaparan, padahal sebelumnya didatangkan kepada mereka segala 
macam buah-buahan; dan rezekinya datang kepadanya dengan melimpah 
ruah dari segenap tempat. 

Demikian itu karena mereka durhaka kepada Rasulullah Saw. dan 
selalu menentangnya. Maka Rasulullah Saw. berdoa memohon kepada 
Allah semoga Dia menimpakan musim paceklik kepada mereka, seperti 
musim paceklik yang dialami oleh Nabi Yusuf. Maka mereka tertimpa 
paceklik yang menghabiskan segala sesuatu milik mereka, sehingga 
mereka terpaksa memakan bulu unta yang dicampur dengan darahnya 
bilamana mereka menyembelihnya. 

Firman Allah Swt: 

dan ketakutan. (An-Nahl: 112) 

Demikian itu karena mereka mengganti keamanan mereka dengan rasa 
takut kepada Rasulullah Saw. dan para sahabatnya setelah beliau dan 
para sahabatnya hijrah ke Madinah. Yakni orang-orang kafir Mekah 
selalu dicekam oleh rasa takut terhadap pembalasan Nabi Saw. dan 
pasukan kaum muslim. Dan mereka membual semua yang mereka miliki 
menjadi hancur dan rendah, sehingga Allah memberikan kemenangan 
kepada Rasul-Nya atas kota Mekah. 

Demikian itu terjadi disebabkan perbuatan mereka (orang-orang 
kafir Mekah) sendiri, kelaliman serta kedustaan mereka terhadap 
Rasulullah Saw. yang diutus oleh Allah kepada mereka dari kalangan 
mereka sendiri. Padahal kerasulan Nabi Muhammad Saw. yang diangkat 
dari kalangan mereka merupakan suatu anugerah yang diberikan kepada 
mereka, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: 



m 



kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kas» 277 

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang 
yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rami 
dari golongan mereka sendiri (Ali Imran: 164), hingga akhir ayal. 

muka bertakwalah kepada Allah, hai orang-orang yang mempunyai 
akal, (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah 
menurunkan peringatan kepada kalian, (dan mengutus) seorang 
rasul. (At-Talaq: 10-11). hingga akhir ayat. 

Dan firman Allah Svvl. 

Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian Rasul di antara 
kalian yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian dan 
menyucikan kalian dan mengajarkan kepada kalian AI-Kitab dan 
hikmah. (Al-Baqarah: 151) 

sampai dengan firman-Nya: 

dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-/^. (Al-Baqarah: 1 52) 

Sebagaimana keadaan orang-orang kafir terbalik, dari aman menjadi 
takut, dan dari hidup makmur menjadi kelaparan; maka Allah mengganti 
keadaan orang-orang mukmin sesudah mereka hidup dalam ketakutan, 
kini mereka hidup aman. Allah memberi mereka rezeki yang berlimpah 
sesudah mereka hidup miskin. Allah juga menjadikan mereka para raja, 
para penguasa, para pemimpin, para panglima, dan para imam. 

Apa yang kami katakan, bahwa makna ayat ini adalah perumpamaan 
yang menggambarkan tentang penduduk Mekah, menurut apa yang 
diriwayatkan oleh Al-Aufi. dari Ibnu Abbas. Pendapat yang sama 
dikatakan oleh Mujahid, Qatadah. dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu 
Aslam. Malik meriwayatkannya dari Az-Zuhri. 

kampangsannah. org 



278 Juz 14 — Ar-NaH 

Ibnu Jarir mengatakan, lelah menceritakan kepadaku Ibnu Abdur 
Rahim Al-Barqi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam, 
telah menceritakan kepada kami Nafi' ibnu Yazid. telah menceritakan 
kepada kami Abdur Rahman ibnu Syuraih, bahwa Abdul Karim ibnul 
J laris Al-Hadrami pernah bercerita kepadanya bahwa ia pernah 
mendengar Masyrah ibnu Ha'an mengatakan. "Aku pernah mendengar 
Sulaim ibnu Namir mengatakan bahwa kami pulang dari melakukan 
ibadah haji bersama Siti Hafsah, istri Nabi Saw.; sedangkan Khalifah 
Usman dalam keadaan terkepung di Madinah." 

Siti Hafsah selalu menanyakan tentang apa yang dilakukan oleh 
Usman r.a. hingga ia bersua dengan dua orang pengendara (musafir yang 
berlawanan arah dengannya). Maka ia mengutus kurirnya untuk 
menanyakan perihal Usman kepada kedua musafir tersebut Kedua orang 
pengendara itu menjawab bahwa khalifah Usman telah gugur. 

Siti Hafsah berkata, ''Demi Tuhan jangjiwaku berada di dalam 
genggaman kekuasaan-N>a, sesungguhnya yang dimaksud dengan 
kampung itu adalah Madinah." Yakni kampung yang disebutkan di dalam 
firma n -N ya: 

i t f, '\ **$k \4* 

Dan Allah telah membual suatu perumpamaan (dengan) sebuah 
negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang 
kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)- 
nya mengingkari nikmat-nikmat Allah (An-Nahl: 1 12) 

Ibnu Syuraih mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ubaidillah ibnul 
Mugirah, dari seseorang yang menceritakan kepadanya bahwa orang 
tersebut mengatakan, "Yang dimaksud dengan kampung dalam ayat ini 
ialah Madinah." 

An-Nahl, ayat 114-117 

kampung wnnah. org 



Tafsir ibnu Kas» 279 

\ <f * it'S/ 'i ,< *. s* ,'S. >.*.'' i'^ViT .«.•*' l'. l A*A**<* 

A fc/fa makanlah yang hafal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan 
Allah kcpatla kalian; dan syukuri/ah nikmat Allah, jika kalian hanya 
kepada-h'ya saja menyembah. Sesungguhnya Allah hanya 
mengharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, 
dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi 
barang siapa \xing terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya 
dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha 
Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan janganlah kalian 
mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidah kalian 
secara dusta. 'Ini halal dan ini haram, " untuk mengada-adakun 
kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang 
mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. 
(Itu adalaji) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka azab yang 
pedih. 

Allah Swt. memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar 
memakan re/eki-Nya yang halal lagi baik, dan bersyukur kepada-Nya 
alas karunia tersebut. Karena sesungguhnya Allah-lah yang mengarunia- 
kan nikmat itu kepada mereka. Dialah yang berhak disembah semata, 
tiada sekutu bagi-Nya. 

Kemudian Allah menyebutkan apa-apa yang diharamkan-Nya atas 
mereka, karena di dalamnya terkandung mudarat atau bahaya bagi 
mereka, baik menyangkut agama maupun urusan dunia mereka; yaitu 
bangkai, darah, dan daging babi, serta*. 



e?JI4 



'«M* 1$J0$M& 



dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. 
(An-Nahi: U 5) 

kampungwnnah. org 



280 Juz 14 — An-NaM 

Yakni hewan yang disembelih bukan dengan menyebut nama Allah. 
Akan tetapi, sekalipun demikian disebutkan oleh firman-Nya: 

tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya- (An-Nahl: 1 1 5) 

Yaitu dalam keadaan terdesak dan darurat, maka ia boleh memakannya 
dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas. 



{§9 >&&**< /' i «W 



Maka sesungguhnya A llah Mafia Pengampun lagi Mafia Penyayang. 
(An-Nahl: 115) 

Dalam pembahasan terdahulu telah diterangkan tafsir ayat yang semisal, 
yaitu dalam surat Al-Baqarah: sehingga tidak perlu diulangi lagi dalam 
tafsir ayat surat An-Nahl ini. 

Kemudian Allah melarang menempuh jalan orang-orang musyrik, 
yaitu mereka yang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu hanya 
berdasarkan nama-nama dan istilah-istilah yang mereka ada-adakan 
menurut pendapat mereka sendiri. Misalnya mereka mengharamkan 
bahTrah, saihah. wasilah, dan licini serta lain-lainnya yang diberlakukan 
di kalangan mereka oleh bualan mereka sendiri di masa Jahiliah. 

Allah Swt telah berfirman: 

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut 
oleh lidahmu secara dusta, "Ini halal dan ini haram. " untuk 
mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. (An-Nahl: 116) 

Termasuk ke dalam pengertian ini setiap orang yang mengadakan suatu 
bid'ah yang tidak ada sandarannya dari hukum syara', atau ia 
menghalalkan sesuatu yang diharamkan Allah, atau mengharamkan 

kampangsunnoh. org 



Tafsir Ibnu Kas» 281 

sesuatu yang dihalalkan oleh Allah, hanya berdasarkan pendapat sendiri 
dan kemauan hawa nafsunya. 

Huni f ///a yang terdapat di dalam firman-Nya: 

apa yang disebut-sebut. (An-Nahl: 1 16) 

adalah ma masdar iyah, yakni janganlah kalian mengatakan secara dusta 
terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidah kalian. 

Kemudian Allah Swt. mengancam pelakunya melalui firman 
berikutnya, yaily: 

Sesungguhnya orang-orang yang tnengada-adakan kebohongan 
terhadap Aliah tiadalah beruntung (An-Nahl: 116) 

Yakni tidak beruntung di dunia, tidak pula di akhirat. Adapun di dunia, 
yang didapat hanyalah kesenangan yang sementara; sedangkan di akhirat 
nanti para pelakunya akan mendapat azab yang pedih, seperti yang 
disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya: 

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami 
paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24) 

Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan 
terhadap Allah tidak beruntung. (Bagi mereka) kesenangan 
(sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, 
kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, 
disebabkan kekafiran mereka. (Yunus; 69-70) 

kampung wnnah. org 



282 Juz 14 — An-Nahl 

An-Nahl, ayat 118-119 

Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah 
Kami ceritakan dahulu kepadamu; dan Kami tiada menganiaya 
mereka, tetapi mereka/ah yang menganiaya diri mereka sendiri. 
Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang- 
orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, 
kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); 
sesungguhnya Tuhanmu ses udah itu benar-benar Maha Pengampun 
lagi Mafia Penyayang. 

Setelah Allah Swt menyebutkan bahwa Dia mengharamkan atas kita 
bangkai, darah, daging babi. dan hewan ternak yang disembelih dengan 
menyebut nama selain Allah, sesungguhnya Allah memberikan rukhsah 
padanya hanya bagi orang yang dalam keadaan darurat. Di dalam hal ini 
terkandung keluasan bagi umat ini yang Allah.menghcndaki untuk 
mereka kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan bagi mereka. 
Setelah itu Allah Swt. menyebutkan apa yang dahulu pernah Dia 
haramkan atas orang-orang Yahudi dalam syariat mereka, sebelum di- 
mansukh. Di dalamnya terdapat belenggu-belenggu, kesempitan, dan 
beban-beban yang memberatkan. Untuk itu Allah Swt berfirman; 

Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah 
Kami ceritakan dahulu kepadamu. (An-Nahl: 1 1 8) 

Dan dalam surai Al-An'am disebutkan oleh firman-Nya; 

kampungsannah. org 



Tafsir IfcnL Kasir 283 



t „ r u;v.=. &&&&.%&& 



Dan kepada orang-orang Yahudi. Kami haramkan segala binatang 
yang berkuku; dan dari sapi dan domba. Kami haramkan atas 
mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat 
di punggung keduanya. (Al-An*5rn: 146) 

sampai dengan firman-Nya: 

benar-benar Mahabenar. (Al-Art'am: 146) 
Karena itulah dalam ayal berikut ini disebutkan oleh fimian-Nya: 

dan Kami tiada menganiaya mereka. (An-Nahl: 1 1 8) 
Yakni melalui apa yang Kami sempitkan atas diri mereka. 

tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (Al-An*am: 
118) 

Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa mereka berhak untuk 
mendapatkan perlakuan itu. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan 
oleh Allah Swt dalam ayat yang lain melalui firman-Nya: 

U4 






Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan 
atas mereka (mtmzkw\rx[&Ya\YA\\) yang baik-baik (yang dahulunya) 
dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi 
(manusia) dari jalan Allah. (An-Nisa: 160) 

kampangsannah. org 



284 Juz 14 — An-Nahi 

Kemudian Allah Swl. menyebutkan sifal Kemuliaan-Nya dan 
Kelapangan-Nya tertiadap orang-orang mukmin yang durhaka, bahwa 
barang siapa di antara mereka yang bertobat kepada Allah, tentulah 
Allah menerima tobatnya. Untuk itu Allah SwL berfirman: 

Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang- 
orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan. (An-Nahi: 
119) 

Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa setiap orang yang berbuat 
durhaka, dia adalah orang yang bodoh. 



«>+**» 0(2gjgLfifg|]$d 



kemudian mereka berwhal sesudah itu dan memperbaiki (d irinya). 
(An-Nahi: 119) 

Maksudnya, mereka berhenti dari melakukan perbuatan-perbuatan 
maksiat dan mulai mengerjakan amal-amal ketaatan. 



fe&ttUtf£*2&& 



sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 119) 

Yakni sesungguhnya Allah Swl. — sesudah mereka mengerjakan 
perbuatan itu dan tergelincir — benar-benar Maha Pengampun lagi Maha 
Penyayang kepada mereka yang bertobat. 



An-Nahl, ayat 120-123 



kampungsunnah. org 



Talsir Ibnu Kasir 285 

Sesungguhnya Ibrahim atlalah seorang imam yang dapat dijadikan 
teladan lagi patuh kepada A Uah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah 
dia termasuk orang-oratig yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) 
yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. A Uah telah memilihnya dan 
menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan 
kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat 
benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian Kami 
wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrahim 
seorang yang hanif, "dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang 
mempersekutukan Tuhan. 

Allah Swt memuji hamba, rasul, dan kekasih-Nya — yaitu Nabi Ibrahim, 
imam orang-orang yang. hanif dan orang lua para nabi — bahwa dia bersih 
dari kemusyrikan, juga dari Yahudi dan Nasrani. Untuk itulah Allah 
Swt. berfirman: 

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan 
teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. (An-Nahl: 1 20) 

Makna al-ummah dalam ayat ini ialah imam yang dijadikan panutan. 
Ai-qdnil artinya patuh dan taat, al-hanjf artinya menyimpang dari 
kemusyrikan dan menempuh jalan tauhid. Karena itulah disebutkan 
dalam akhir ayat. 



»y-:J^Ji-- 



$$&,m 



Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang 
mempersekutukan (Tuhan). (An-Nahl: 120) 

Sufyan As- Sauri telah meriwayatkan dari Salamah ibnu Kali i I, dari Mus- 
lim Al-Batin. dari Abui Abidin, bahwa ia pernah bertanya kepada 
Abdullah ibnu Mas'ud tentang makna al-ummutul qanitu. Maka Ibnu 

kampangsannah. org 



2£6 Juz 14 — An-Matil 



Mas'ud menjawab. "Ummah aninya mu'allim (guru) kebaikan, 
sedangkan al-tjanh artinya taat kepada Allah dan Rasul-Nya." 

Dari Malik, disebutkan bahwa Ibnu Limar mengatakan bahwa 
al-ummah ialah orang yang mengajar manusia akan agama mereka. Al- 
A'masy mengatakan dari Yahya ibnul Jazzar, dari Abui Ahidin, bahwa 
ia datang kepada Abdul lah ibnu Mas'ud, lalu ia berkata, "Kepada siapa 
lagi kami bertanya kalau bukan kepada engkau?" Maka Ibnu Mas'ud 
kelihatan seakan-akan kasihan kepadanya, lalu Abui Abidin bertanya, 
"Ceritakanlah kepadaku apakah makna al-ummah itu!" Abdullah ibnu 
Mas'ud menjawab bahwa al-ummah ialah orang yang mengajarkan 
kebaikan kepada manusia. 

Asy-Sya'bi mengatakan, telah menceritakan kepadaku Farwah ibnu 
Naufal Al-Asyja*i yang mengatakan bahwa Ibnu Mas'ud pernah 
mengatakan bahwa sesungguhnya Mu'a/ adalah seorang yang 
mengajarkan kebaikan lagi taat kepada Allah dan himlf. Maka aku berkata . 
dalam hatiku bahwa Abu Abdur Rahman keliru. Lalu Mu'az berkata 
bahwa sesungguhnya Allah Swt. berfirman: 

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan 
teladan (An-Nahl: 120) 

Lalu Mu'az berkata. "Tahukah kamu apakah makna ummah dan ijcinitV 
Saya menjawab, "Allah lebih mengetahui." Mu'a/ berkata, "Ummah 
ialah orang yang mengajarkan kebaikan, dan (/anti ialah orang yang (aat 
kepada Allah dan Rasul-Nya." Demikian pula keadaan Mu'az. Asar ini 
telah diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Ibnu Mas'ud, 
diketengahkan oleh Ibnu Jarir. 

Mujahid mengatakan bahwa al-ummah artinya suatu umat, dan al- 
qdnit ialah orang yang taat. 

Mujahid mengatakan pula bahwa Ibrahim a. s, adalah seorang 
ummah, yakni orang yang beriman sendirian, sedangkan manusia 
semuanya di masa itu kafir. 

Qa(adah mengatakan bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang imam 
yang memberi petunjuk, sedangkan al-e/amt artinya orang yang taat 
kepada Allah. 

kampungwnnah. org 



Tafsir Ibrtu Kasir 287 



Firman Allah Swt.: 



„»#**. %0m 



(lagi) mensyukuri nikmat-nikmat Allah (An-Nahl: 121) 

Yailu selalu menetapi syukur aras nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan 
oleh Allah kepadanya. Makna ayat ini sama dengan ayat lain yang 
menyatakan: 

dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan 
janji. (An-Najm: 37) 

Aninya, selalu mengerjakan semua yang diperintahkan Allah kepadanya. 
Firman Allah Swt.: 

Allah telah memilihnya- (An-Nahl: 121) 

Yakni memilihnya menjadi orang pilihan-Nya, seperti yang disebutkan 
dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim 
hidayah kebenaran sebelum ( Musa dan I larun). dan adalah Kami 
mengetahui (keadaan)»;*/. (Al-Anhiya: SI) 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Dan ntenunjiikiiiya kepada jalan yang lurus. (An-Nahl: 121) 

Yaitu menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, menurut syariat 
yang diridai-Nya. 

kampungsannah. org 



2SS Juz 14 — An -Nahl 

Firman Allah Swl.: 

Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. (An-Nahl: 1 22) 

Maksudnya, Kami himpunkan baginya kebaikan dunia dari seluruh apa 
yang diperlukan oleh orang mukmin dalam kehidupannya yang sempurna 
lagi baik. 

Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang- 
orang yang saleh. (An-Nahl: 122) 

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna tlrman-Nya: 

Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. (An-Nahl: 1 22) 



^i^^tjljS 



Yakni berupa lisan yang benar. 
Firman Allah Swt.; 

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah 
agama Ibrahim seorang yang hanijl " (An-Nahl: 123) 

Yakni karena kesempurnaannya dan kebenaran tauhid dan jalannya, maka 
Kami wahyukan kepadamu, hai penutup para rasul, penghulu para nabi: 



lfriA^e^fe 3 



&&qb£&&sa 



Ikuti/ah agama Ibrahim seorang yang haru/. Dan bukanlah dia 
termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (An-Nahl: 
123) 

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui 

firman -N ya: 

kampung wnnoh. org 



Tafsir Ibnu Kasir 289 

Kotakanlah, "Sesungguhnya aku lelah ditunjuki oleh Tuhanku 
kepatla jalan yang lurus (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim 
yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang 
musyrik. (Al-Aifam; 161) 

Dalam firman selanjutnya Allah mengingkari orang-orang Yahudi. 
An-Nahl, ayat 124 

Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang- 
orang (Yahudi) yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya 
Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di 

hari kiamat terhadap opa yang telah mereka perseltsihkan. 

* 

Tidak diragukan bahwa Allah Swt. mensyariatkan alus setiap umat suatu 
hari dari satu minggu agar mereka beikumpul padanya guna melakukan 
ibadah. 

Maka Allah mensyariatkan bagi umat ini hari Jumat, mengingat hari 
Jumat adalah hari keenam. Pada hari Jumatlah Allah merampung- 
kan pcnciptaan-Nya, dan semua makhluk dikumpulkan pada hari itu 
serta sempurnalah nikmat Allah atas hamba-hamha-Nya. 

Menurut suatu pendapat, sesungguhnya Allah Swl. mensyariatkan 
hal tersebut kepada kaum Bani Israil melalui lisan Nabi Musa a. s. (yakni 
berkumpul melakukan ibadah pada hari Jumat). Tetapi mereka 
menggantinya dan memilih hari Sabtu, karena sesungguhnya hari Sabtu 
adalah hari yang Allah tidak mcuciptakan sesuatu pun padanya; 
mengingat semua penciptaan iclah diselesaikan pada hari sebelumnya, 
yaitu hari Jumat. Maka Allah menetapkan hari Sabtu buat mereka 
dalam syariat kitab Taurat, dan memerintahkan mereka agar berpegang 

kampungsonnah. org 



290 Juz 14 — Ar-Nahl 

Icguli padanya sena memeliharanya. Selain dari ilu Allah memerintahkan 
kepada mereka agar mengikuti Nabi Muhammad Saw. bila telah diutus 
oleh Allah Swt, Kemudian Allah mengambil janji-janji dan sumpah- 
sumpah mereka- Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: 



;\r%'-iy*z^i; 



43M^$4&£tt& 



Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu alas orang- 
orang (Y ahudi) yang berselisih padanya. (An-Nahl: 124) 

Mujahid menyatakan bahwa mereka memakai hari Sabtu dan meninggal- 
kan hari Jumat. Kemudian mereka terus-menerus berpegang pada hari 
Sabtu hingga Allah mengutus Isa putra Maryam. 

Menurut suatu pendapat, sesungguhnya Nabi Isa memindahkan 
mereka kepada hari Ahad. Menurut pendapat yang lainnya lagi, Isa tidak 
meninggalkan syariat Kitab Taurat kecuali apa yang di-mansukh pada 
sebagian hukum-hukumnya, dan bahwa sesungguhnya Isa masih tetap 
memelihara hari Sabtu hingga ia diangkat. Sesungguhnya orang-orang 
Nasrani sesudahnya — yaitu di zaman Konstantinopel — mengalihkannya 
ke hari Ahad untuk membedakan dengan orang-orang Yahudi, dan 
mereka mengalihkan arah salatnya menghadap ke arah timur, tidak lagi 
menghadap ke arah Sakhrah (kubah Bailul Maqdis). 

Di dalam kilab Sahihain disebutkan melalui hadis Abdur Razzaq, 
dari Ma'mar. dari llammam, dan Abu.Hurairah r.a., bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 







Kami adalah umat yang terakhir, tetapi umat yang paling ter- 
dahulu di hari kiuniat, hanya bedanya mereka diberikan Al-Kitab 
sebelum kami Kemudian hari ini (Jumat) adalah hari mereka 

kampangsannah. org 



Tafsir Ibnu Kaiir 2 9 t 

juga yang telah di/ardukan Allah alas mereka, tetapi mereka 
berselisih ■pendapat tentangnya, dan Allah memberi kami petunjuk 
kepadanya. Manusia sehubungan dengan hal ini mengikut 

• kami, orang-orang Yahudi besok, dan orang-orang Nasrani lusanya. 

Lafaz hadis ini berdasarkan apa yang ada pada Imam Bukhari. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan lluzaifah: keduanya mengata- 
kan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Allah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jumat, maka 
orang-orang Yahudi menjadi hari Sabtu, dan orang-orang Nasrani 
menjadi hari Ahad. Dan Allah mendatangkan kita, lalu Dia memberi 
kita petunjuk kepada hari Jumat. Dia menjadikan hari Jumat, lalu 
hari Sabtu dan hari Ahad; demikian pula halnya mereka adalah 
mengikut kita pada hati kiamat. Kita adalah umat yang terakhir 
dari kalangan penduduk dunia, tetapi merupakan orang-orang yang 
pertama pada hari kiamat, dan yang diputuskan peradilan di antara 
sesama mereka sebelum umat-umat lainnya. (Riwayat Muslim) 
t. 

An-Nahl, ayat 125 

kampangsannah. org 



292 Juz 14 — An-Nahl 

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan 
pelajaran yang baik. dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. 
Sesungguhnya Tuhanmu, Diolah yang lebih mengetahui tentang 
siapa yang tersesal dari jalan- Nya. dan Dialah yang lebih 
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. 

Allah Svvi. memerintahkan kepada Rasul-Nya — Nabi Muhammad Saw. 
agar menyeru manusia untuk menyembah Allah dengan cara yang 
bijaksana. 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang diserukan kepada manusia ialah 
wahyu yang diturunkan kepadanya berupa Al-Qur*an, Sunnah, dan 
pelajaran yang baik; yakni semua yang terkandung di dalamnya berupa 

larangan-larangan dan kejadian-kejadian yang menimpa manusia (di 
masa lalui. Pelajaran yang baik itu agar dijadikan peringatan bual mereka 
akan pembalasan Allah Swt (terhadap mereka yang duihaka). 
Firman Allah Swt. 

dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An-Nahl: 125) 

Yakni terhadap orang-orang yang dalam rangka menyeru mereka 
diperlukan perdebatan dan bantahan. Maka hendaklah hal ini dilakukan 
dengan cara yang baik. yaitu dengan lemah lcmbut;tutur kata yang baik, 
seria cara yang bijak. Ayat ini sama pengertiannya dengan ayat lain 
yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Dan janganlah kalian berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan 
cara yang paling baik. kecuali dengan orang-orang zalim di tm tara 
mereka. (AI-'Ankabut: <!6), hingga akhir ayat. 

Allah Swt. memerintahkan Nabi Saw. untuk bersikap lemah lembut, 
seperti lialnya yang telah Dia perintahkan kepada Musa dan Harun, ketika 
keduanya diutus oleh Allah Swt. kepada Fir'aun, yang kisahnya 
disebutkan oleh Allah Swt melalui firman-Nya: 

kampangsunnoh. org 



Tafstr Ibnu Kasir 293 



l*--. 






intiku berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kolu-kata yang 
lemah lemhvl. mtulah-mudahuit ia ingar atau lakui. (Tana: 44) 



Adapun firman A Hal» Swl.: 



• *&Sft%ug& 



Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang 
siapa yang sesat duri jaian-Nya. (An-Nahl: 125), hingga akhir ayal. 

Maksudnya, Allah lelah mengetahui siapa yang celaka dan siapa yang 
berbahagia di antara mereka, dan hal tersebut telah dicatat di sisi-Nya 
serta telah dirampungkan kepastiannya. Maka serulah mereka untuk 
menyembah Allah, dan janganlah kamu merasa kecewa (bersedih hati) 
terhadap orang yang sesat di antara mereka. Karena sesungguhnya 
bukanlah lugasmu memberi mereka petunjuk. Sesungguhnya lugasmu 
hanyalah menyampaikan, dan Kamilah yang akan menghisab. 
Dalam ayat yang lain disebulkan oleh flrman-Nya: 

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada 
ortmg yung kamu kasihi. (Al-Qasas: 56) 



-W V I O t J3_Jl=> 






Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, 
tetapi Al/ah- lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang 
dikehendak't-Nya. (AI-Baqarah: 272) 

An-Nahl, ayat 126-128 

- gm %$ ££> <&& i^&&&&£<!>r» 

kampangsunnah. org 



294 Juz 14 — ArwNahl 

Dan jika kol ion memberikan balasan, maka balaslah dengar balasan 
yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu Akan tetapi 
jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi 
orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan 
tiadalah kesaboranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan 
janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka, dan 
janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu 
dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa 
dan orang-orang yang berbuat kebaikan. 

Allah Swi. memerintahkan untuk berbual adil dalam qisas (pembalasan) 
dan seimbang dalam menunaikan hak, seperti yang disebutkan dalam 
riwayat Abdur Razzaq. dari As-Sauri, dari Klialid, dari Ibnu Sirin yang 
telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-N\a: 



.«w**»* k$^<h$$& 



maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang 
ditimpakan kepadamu. (An-Nahl: 126) 

Bahwa jika seseorang mengambil sesuatu dari kalian, maka ambillah 
darinya yang semisal. Hal yang sama lelah dikatakan oleh Mujahid, 
Ibrahim, Al-Hasan Al-Basri,dau lain-lainnya. Pendapat ini dipilih oleh 
lbnu Jarir. * 

Ibnu Zaid mengatakan bahwa pada mulanya kaum muslim diperin- 
tahkan memaaf terhadap sikap orang-orang musyrik. Tetapi setelah 
masuk Islam, banyak lelaki yang mempunyai kekuatan, maka mereka 
mengatakan, "Wahai Rasulullah, sekiranya Allah memberi izin kepada 
kita (untuk membalas), tentulah kami akan balas anjing-anjing itu." Maka 
turunlah ayat ini, yang kemudian 6i-mansukh oleh ayal jihad. 

Muhammad ibnu lshaq telah meriwayatkan dari salah seorang 
temannya, dari Ata ibnu Yasar yang mengatakan bahwa surat An-Nahl 

kampangsunnah. org 



Tafsir Ibnu Kasir ^ 295 

seluruhnya diturunkan di Mckah, maka ia termasuk surah Makkiyyah; 
kecuali tiga ayat yang tcrtetak di akhirnya, ketiga ayat tersebut diturunkan 
di Madinah sesudah Perang Uhtid, ketika Hamzah r.a. gugur dalam 
keadaan tercincang. Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Sesungguhnya jika Allah memberikan kemenangan kepadaku 
atas mereka, sesungguhnya aku akan balas mencincang (iga 
puluh arang lelaki dari kalangan mereka (sebagai pembalasan atas 
kematian Hamzah). 

Ketika kaum muslim mendengar hal tersebut, mereka berkata. "Demi 
Allah, seandainya Allah memenangkan kita atas mereka, sungguh kita 
akan mencincang mereka dengan cincangan yang belum pernah 
dilakukan oleh seorang pun dari kalangan orang-orang Arab." Maka 
Allah Swt. mcr.uruiikan firman-Nya: 

Dan jika kalian memberikan balasan, maka balas/ah dengan 
balasan 'yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada 
kalian. (An-Nahl; ! 26), hingga akhir surai. 

Hadis ini nnirsal. di dalam sanaduya terdapat seorang lelaki yang tidak 
disebutkan namanya. 

Tetapi hadis ini telah diriwayatkan pula melalui jalur lain secara 
miittasi/ oleh Al-Hnllz Abu Bakar Al-Razzar. Disebutkan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Yahya, telah menceritakan 
kepada kami Amr ibnu Asini, telah menceritakan kepada kami Saleh 
Al-Murri. dari Sulaiman At-Taimi. dari Abu Usman.dari Abu Hurairah 
r.a.. bahwa Rasulullah Saw. berdiri di dekat jenazah Hamzah ibnu Abdul 
Multalibr.a. setelah ia gugur sebagai syuhada. Nabi Saw. melihat suatu 
pemandangan yang belum pernah beliau lihat sangat menyakitkan seperti 
pemandangan kala itu. 

Nabi Saw. melihat jenazah I lamzah dalam keadaan telah dicincang 
(dirobek dadanya). Beliau bersabda: 

kompangsannah. org 



296 Juz 14 — An-Nahi 

Semoga rahmat Allah terlimpahkah kepadamu, sesungguhnya 
engkau menurut sepengetahuanku tiada lain seorang yang suka 
menghubungkan tali silaturahmi lagi banyak berbuat kebaikan. 
Demi Allah, seandainya tiada kesedihan alas dirimu karena tidak 
tega melihat keadaanmu, tentulah aku suka bila kubiarkan engkau, 
hingga Allah membangki/kanmu dari perut binatang-binatang buas 
(atau dengan kalimat yang semisal). Ingatlah, demi Allah, atas 
kejadian ini: sungguh aku akan mencincang tujuh puluh orang (dari 
mereka) seperti cincangan yang dialami olehmu. 

Maka Malaikat Jibril a.s. turun kepada Nabi Muhammad Saw. dengan 
membawa ayat ini. lalu ia membacakannya: 

Dan jika kalian memberikan balasan, maka balas/ah dengan 
balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada 
kalian. (An-Nahi: 126). hingga akhir surat. 

Lalu Rasulullah Saw. membayar kifarat sumpahnya dan menahan diri 
dari apa yang diniatkannya itu. Sanad hadis ini mengandung ke-daif-an, 
karena sesungguhnya Saleh Al-Murri orangnya c/ai/mcnurut pendapat 
para imam ahli hadis. Bahkan Imam Bukhari mengatakan bahwa 
hadisnya berpredikat munkar. 

Asy-Sya'bi dan Ibnu Juraij mengatakan bahwa ayat ini diturunkan 
berkenaan dengan ucapan kaum muslim dalam Perang Uhud sehubungan 
dengan orang-orang mereka yang gugur dalam keadaan tercincang. 

kampangsannah. org 



Taisir Ibnu Kasir 297 

Mereka mengatakan, "Sungguh kami akan mencincang mereka 
sebagaimana mereka mencincang kami." Lalu Allah Swt. menurunkan 
ayal-ayal ini berkenaan dengan hal tersebut. 

Abdullah (putra Imam Ahmad) mengatakan di dalam kitab musnad 
ayahnya, lelah menceritakan kepada kami Hudbah ibnu Abdul Wahhab 
Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Musa, telah 
menceritakan kepada kami Isa ibnu Ubaid, dari Ar-Rabi* ibnu Anas, 
dari Abui Aliyah, dari Libay ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa dalam 
Perang l'hud telah gugur dari kalangan Ansar sebanyak enam puluh 
orang lelaki, sedangkan dari kalangan Muhajirin hanya enam orang. 

Maka para sahabat Rasulullah Saw. berkata, "Seandainya kita 
mendapat kemenangan dalam perang berikutnya dari orang-orang 
musyrik, sungguh kami akan balas mencincang mereka." 

Dan ketika hari kemenangan atas kota Mekah terjadi, seorang lelaki 
berkata, "Sesudah hari ini Quraisy tidak akan dikenal lagi." Maka 
terdengarlah suara seruan yang mengatakan bahwa sesungguhnya 
Rasulullah Saw. telah memberikan jaminan keamanan kepada semua 
orang, baik yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih, kecuali si 
anu dan si anu. Disebutkan nama sejumlah orang yang dimaksud. Maka 
Allah Swt. menurunkan llrmaii-Nya: 

Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan 
balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada 
kalian. (An-Nahi: 126), hingga akhir surat. 

Dan Rasulullah Saw. bersabda: 



Kami akan bersabar dan tidak akan membalas. 

Ayat ini mempunyai persamaan dengan ayat-ayat lain. yang intinya 
mengandung perintah untuk bersikap adil dan dianjurkan bersikap 
pemurah (memaaf), seperti yang disebutkan dalam firman-Nya: 

kampungsannah. org 



298 Juz 14 — An-Nabl 

Dan balasan suat u kejatiatan adalah keja/ialan yang serupa. ( Asy- 
Syura;40) 

Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan: 

w/fljto barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya 
atas (tanggungan) Allah. (Asy-Syura: 40), hingga akhir ayat. 

Dan firman Allah Swt: 

dan luka-luka (\nn\) ada qisasnya(A\-Maitizh: 45) • 
Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Barang siapa yang melepaskan (hak qisas) «>•«. nwAfl mele/kiskan 
hak //«{menjadi) penebus dosa baginya. (Al-Maidah: 45) 

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh fimian-Nya: 

£>a» /tfa kalian memberikan balasan maka balaslah dengan 
balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada 

kalian. (An-Nahl: 126) 

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan: 

«-mal***» $jii^5jP-&c5i 

Tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih haik 
bagi orang-orang yang sabar. (An-Nahl: 126) 

Adapun firman Allah Swt.: 

kampungsunnah. org 



Tafsir ibnu Kasir 299 

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesaharanmu itu 

melainkan dengan pertolongan Allah. (An-Nahl: 127) 

Hal ini mengukuhkan perintah bersabar, sekaligus sebagai pemberitaan 
bahwa kesabaran itu tidak dapat diraih melainkan berkat kehendak 
Allah dan pertolongan-Nya, serta berkat upaya dan kekuatan-Nya'. 
Selanjutnya Allah Swt berfirman: 






dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka. 
(An-Nahl: 127) 

Yakni terhadap orang-orang yang menentangmu, karena sesungguhnya 
Allah telah menakdirkan hal tersebut. 



^\YY-' l y>*jJ\ 



<$m£0ti'> 



dan janganlah kamu ber sempit dada terhadap apa yang mereka 
tipu dayakan. (An-Nalil: 127) 

Artinya, janganlah kamu merasa duka cita terhadap upaya keras mereka 
dalam memu'suhimu dan memasukkan kemusyrikan terhadapmu, karena 
sesungguhnya Allah-lah yang mencukupi, menolongmu, mendukungmu, 
menampakkan kamu. dan memenangkan kamu atas mereka. 
Firman Allah Swt.. 

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan 
orang-orang yang berbuat kebaikan. (An-Nahl: 1 28) 

Yakni Allah beserta mereka melalui dukungan-Nya, pertolongan-Nya, 
bantuan-Nya, petunjuk dan upaya-Nya. Makna kebersamaan ini bersifat 
khusus, seperti pengertian kebersamaan yang terdapat di dalam ayat lain 
melalui flrman-Nya: 

kompungsunnah. org 



.-00 Juz 14 — An-NaM 

(Ingatlah) ketikti Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, 
"Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) 
orang-orang yang telah beriman. "(Al-Anfal: 12) 

Dan firman Allah Swt. kepada Musa dan Harun, yaitu: 



V\ : d— i 



L&Sft&tf&g 



Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu 
berdua. Aku mendengar dan melihat. (Taha: 46) 

Demikian pula dalam sabda Nabi Saw. kepada Abu Bakar As-Siddiq di 
dalam gua: 

Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. 

Adapun kebersamaan yang mengandung makna umum, maka 
pengertiannya hanya melalui pendengaran, penglihatan, dan 
pengetahuan; seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah 
Swt.: 

Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada. Dan Allah 
Maha Melihat apa yang kalian kerjakan. (Al-HadTd: 4) 

Juga seperti yang ada di dalam firman-Nya: 

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetafnii 
apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi:' Tiada 

kampungsannah. org 



Tafsir Ibnu Kasir 301 

pembicaraan rahasia umara liga orang, melainkan Dialah yang 
keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) //"/no orang, melainkan 
Dialah yang keenamnya. Dan tioda (pula) pembicaraan antara 
(j unilah) >'<///£ kurang i/ari im atau lebih banyak, melainkan Dia 
ada bersama mereka di mana pun mereku berada. (Al-Mujadilah: 
7) 

Aiflffltf /kAj* berada dalam SWtlt keadaan dan tidak membaca - ^ .*:. 

ayat dari At-Qur 'an dan kamu tidak mengerjakan snalu r f.*.* j.^r 
melainkan Kami menjadi saksi atasmu. (Yunus: 61 V t.r.zzz 5-.T.;r 
ayal. 



Adapun firman Allah Sivt.: 






orang-orang yang bertakwa. (An-Nahl: !2Si 
Maksudnya, orang-orang yang meninggalkan hal-haj >ang : haramkan. 






(/om orang-orang yang berbuat kebaikan. (An-Nahl; 128) 

Yakni orang-urang yang mengerjakan ketaatan. Mereka adalah orang- 
orang yang dijaga oleh Allah. dipeliliara-Nya, ditolong-Nya, didukung- 
Nya, dan dimenangkan-Nya alas musuh-musuh mereka dan orang-orang 
yang menentang mereka. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basyar, lelah 
menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubair, telah menceritakan 
kepada kami Mis'ar, dari Ibnu Aun. dari Muhammad ibnu Halib yang 
mengatakan bahwa Khalifah Usman ibnu Affan termasuk orang-orang 
yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. 
kompungwnnah. org 



302 Juz M — An-Nahl 

Demikianlah akhir dari tafsir surai An-Nahl. Segala puji bagi Allah 
dan semua karunia dari-Nya. semoga salawat dan salam-Nya terlimpah- 
kan kepada junjungan kita - Nabi Muhammad — beserta segenap 
keluarga dan sahabat-sahabatnya. 



***** 



kampungsannah. org